GoTo

Layanan Keuangan Digital di Indonesia
(Dialihkan dari GoTo Group)

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (ditulis GoTo) adalah perusahaan ekosistem digital berbasis teknologi Indonesia, yang dibentuk sebagai penggabungan antara Gojek dan Tokopedia.

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk
GoTo
Perseroan terbatas terbuka
Kode emitenIDX: GOTO
IndustriTeknologi informasi
Didirikan10 Desember 2015 (sebagai PT Aplikasi Karya Anak Bangsa)
17 Mei 2021 (merger Gojek dan Tokopedia)
9 November 2021 (sebagai PT GoTo Gojek Tokopedia)[1]
Pendiri
Kantor
pusat
,
Tokoh
kunci
  • Garibaldi Thohir (Presiden Komisaris)
  • Wishnutama (Komisaris)
  • William Tanuwijaya (Komisaris)
  • Patrick Cao (Presiden)
  • Andre Soelistyo (Presiden Direktur/CEO)
  • Jacky Lo (Direktur Keuangan/CFO)
  • Melissa Siska Juminto (Direktur/CHRO)
  • Pablo Malay (CCO)
  • Amaresh Mohan (CRO)
  • Kevin Aluwi (Direktur)[2]
  • Catherine Sutjahyo (Direktur)
Produk
DivisiGoTo Financial
Situs webwww.gotocompany.com

SejarahSunting

GoTo berawal dari perusahaan-perusahaan penyedia layanan berbasis digital asal Indonesia.

GojekSunting

Gojek berdiri pada tahun 2010 dalam bentuk pusat panggilan (call center) bagi pengemudi ojek roda dua di Jakarta, yang pada mulanya menangani 20 pengemudi ojek.[3] Dari pusat panggilan, Gojek kemudian beralih ke dalam bentuk aplikasi telepon pintar berbasis iOS dan Android, pada tahun 2015. Pada tahun yang sama, Gojek mulai mendapatkan dukungan pendanaan Seri A dari investor.[3] Pendanaan ini diterima dari NSI Ventures.[4] Gojek berada di bawah PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, yang didirikan badan hukumnya pada 10 Desember 2015 dan saat itu sahamnya dikuasai Nadiem Makarim (20,05%, sebagai pendiri) dan sejumlah investor, seperti Sequoia Capital, NTH Gemma Inc. dan NSI Moto Holdings Ltd.[1]

Pada tahun 2016, setelah menerima pendanaan dari KKR, Warburg Pincus, Farallon Capital, dan Capital Group Private Market,[5] Gojek resmi menjadi perusahaan unikorn pertama di Indonesia, yaitu perusahan rintisan dengan valuasi sekurang-kurangnya AS$1 miliar. Dalam periode ini Gojek mengalami pertumbuhan yang pesat, dengan jumlah pesanan yang mencapai lebih dari 300.000 pesanan per hari.[3]

Penggabungan Gojek dan TokopediaSunting

Pada 17 Mei 2021, Tokopedia dan Gojek mengumumkan resmi menggabungkan diri dan membentuk GoTo.[6] Selain menjadi singkatan dari nama kedua perusahaan, nama GoTo juga berasal dari kata "gotong royong".[7] Dalam proses merger ini, sebenarnya PT Tokopedia diakuisisi menjadi anak usaha perusahaan Gojek (PT Aplikasi Karya Anak Bangsa). PT Aplikasi Karya Anak Bangsa kemudian mengganti namanya menjadi PT GoTo Gojek Tokopedia. Komposisi kepemilikan saham saat itu (bahkan sebelum merger) dikuasai oleh banyak pemilik, dalam saham tipe A-Z yang masing-masing kurang dari 10%.[1]

Setelah Gojek dan Tokopedia bersatu, gabungan perusahaan tersebut diklaim memberikan dampak sekitar 2% kontribusi ke PDB Indonesia.[8]

Pada tanggal 11 April 2022, perusahaan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia dalam proses IPO dengan melepas 3,43% sahamnya (46,7 lembar) ke publik dengan harga penawaran Rp 338. IPO ini berhasil meraup dana Rp 15,8 triliun.[9][10]

Anak perusahaanSunting

  • PT Dompet Karya Anak Bangsa (GoTo Financial)
    • PT Dompet Anak Bangsa (Gopay)
      • PT MVCommerce (Ponselpay)
    • PT Multi Adiprakarsa Manunggal (Spots)
    • PT Midtrans
    • Moka Technology Solutions Pte Ltd
    • PT Gofin Karya Anak Bangsa
      • PT Rekan Usaha Mikro Anda (Mapan)
      • PT Mapan Global Reksa (Findaya)
      • Gofin Labs India Pte Ltd
      • Coins.ph Pte Ltd
      • PT Multifinance Anak Bangsa
    • PT Moka Teknologi Indonesia (Moka)
    • Velox Pay Southeast Asia Holdings Pte Ltd
      • Velox Pay Singapore Pte Ltd
      • Lotus Pay Joint Stock Company
        • WePay Payment Service Co Ltd
    • PT Bank Jago Tbk (22.16%)
  • PT Paket Anak Bangsa (Gosend)
  • PT Produksi Kreatif Anak Bangsa (Gostudio)
    • PT Digital Karya Anak Bangsa (Goplay)
    • PT Liveme Broadcast Indonesia (liveme)
  • PT Global Loket Sejahtera (Gotix)
  • PT Lintas Promosi Global (Promogo)
  • PT Solusi Arta Anak Bangsa
  • Gojek Singapore Pte Ltd
  • Velox Technology Holdings Pte Ltd
  • Velox Southeast Asia Holdings Pte Ltd
    • Goviet Technology Tradinh Joint Stock Company
    • Gosend Co Ltd
    • Gocar Technology Company
    • Velox Digital Singapore Pte Ltd
  • PT Tokopedia
    • Tokopedia Pte Ltd
    • PT Semangat Logistik Andalan
    • PT Satria Abadi Terpadu

PT Swift Enabler Solutions

    • PT Swift Logistics Solutions
    • PT Swift Shipment Solutions
    • Bintang Kecil Pte Ltd
      • Bridestory Pte Ltd
        • PT Cerita Bahagia
    • PT Semangat Gotong Royong (Dhanapala)
    • PT Semangat Digital Bangsa
  • GoProducts Engineering India LLP
  • PT Semangat Bambu Runcing
  • PT Jaya Data Semesta
  • PT Gojek Indonesia (Gojek)
    • LaunchYard Technologies Pvt Ltd (AirCTO)
    • CodeIgnition Software Solutions Pvt Ltd
    • C42 Engineering India Pvt. Ltd.

PenghargaanSunting

  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk meraih penghargaan Kategori Industri Jasa Teknologi Digital dalam acara Indonesia Most Acclaimed Company 2022 with Outstanding Provision Multi-Service Ecosystem Through Digital Platform.[11]

KontroversiSunting

GoTo digugat oleh PT Terbit Financial Technology lantaran kemiripan merek dagang.[12] PT Terbit Financial Technology mengaku merugi akibat nama mereka dipakai.[13] Namun, pihak GoTo menuduh gugatan yang dilayangkan PT Terbit Financial Technology tidak berasalan, karena PT Terbit Financial Technology dinilai tidak aktif menggunakan dan memanfaatkan merek GoTo.[14]

Pasca-IPO, harga saham GoTo sempat melorot hingga Rp 194/lembar. Hal ini membuat Telkom Indonesia, yang lewat anak usahanya Telkomsel dulu menyuntikkan investasi Rp 6,3 triliun ke perusahaan ini, mencatatkan unrealized loss yang mencapai Rp 881 miliar. Walaupun Telkom membantah kerugian, mengklaim sudah meraih untung Rp 2,5 triliun[15] dan menyebut banyak peluang dalam investasi dan kerjasama bersama GoTo, namun tidak sedikit analis dan politisi yang menafsirkan adanya konflik kepentingan dalam investasi tersebut, antara Menteri BUMN Erick Thohir dan saudaranya Garibaldi Thohir yang memegang sejumlah saham di GoTo.[16][17]

Hal ini kemudian menjadi perhatian sejumlah pihak, seperti anggota Dewan Perwakilan Rakyat.[18] Meskipun demikian, ada yang berpendapat, campur tangannya DPR dalam polemik GoTo tidak lebih dari upaya mempolitisir kasus ini.[19] Selain itu, sampai dengan saat ini, kapitalisasi pasar dari saham GoTo sudah mencapai Rp 455 triliun lebih menyalip saham Telkom. Hal itu membuat PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk berada di posisi ketiga sebagai perusahaan berkapitalisasi pasar terbesar di BEI.[20]

ReferensiSunting

  1. ^ a b c Prospektus GOTO 2021
  2. ^ "Akhirnya Resmi Merger, Gojek dan Tokopedia Jadi GoTo". ItWorks (dalam bahasa Inggris). 2021-05-17. Diakses tanggal 2021-06-09. 
  3. ^ a b c "Tentang". www.gojek.com. Diakses tanggal 2022-03-21. 
  4. ^ Liputan6.com (2018-02-13). "Seluk Beluk Perjalanan Go-Jek Menjadi Startup Unicorn". liputan6.com. Diakses tanggal 2022-03-21. 
  5. ^ "KKR, Warburg Pincus, Farallon and Capital Group Private Markets Make Substantial Investment in GO-JEK, Indonesia's Leading On-Demand Mobile Platform". www.businesswire.com (dalam bahasa Inggris). 2016-08-04. Diakses tanggal 2022-03-21. 
  6. ^ Laucereno, Sylke Febrina. "Gojek-Tokopedia Merger, Ini Jajaran Direksinya". detikfinance. Diakses tanggal 2021-05-17. 
  7. ^ Tim. "Asal-usul Nama Goto, Hasil Gojek-Tokopedia Merger". detikinet. Diakses tanggal 2021-05-17. 
  8. ^ "GoTo: Go Far, Go Together". www.gotocompany.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-06-09. 
  9. ^ Lepas 3,43 Persen Saham, Gojek Tokopedia (GOTO) Incar Rp13,7 Triliun dari IPO
  10. ^ Resmi IPO di Tengah Gejolak Pasar Global, IPO GOTO Masih Menarik Bagi Investor
  11. ^ Genpi, YASSERINA (23 Mei 2022). "Berinovasi di Bidang Digital, 103 Perusahaan Raih Penghargaan". Genpi.co. Diakses tanggal 23 Mei 2022. 
  12. ^ Ramai Sengeketa...
  13. ^ Digugat karena merek...
  14. ^ Goto hadapi masalah...
  15. ^ Kronologi Perjalanan Investasi Telkom di GoTo, Untung atau Buntung
  16. ^ Gaduh Konflik Kepentingan Anak Usaha Telkom Borong Saham GOTO, Lahirkan Distrust
  17. ^ Polemik Investasi Telkom di GOTO
  18. ^ Ditanya Panja DPR, Begini Perjalanan Investasi Telkom di GoTo
  19. ^ Ekonom: Kegaduhan Investasi Telkomsel di GoTo Lebih Banyak Nuansa Politik
  20. ^ Market Cap GOTO Rp455 Triliun, Selisih Rp50 Triliun dengan Telkom

Pranala luarSunting