Ewaldus Martinus Sedu

uskup Maumere

Mgr. Ewaldus Martinus Sedu (lahir 30 Juli 1963) adalah Uskup Maumere[2] sejak terpilih pada 14 Juli 2018 menggantikan Mgr. Gerulfus Kherubim Pareira, S.V.D. Sebelum mengampu jabatan sebagai Uskup, Ewaldus merupakan Vikaris Jenderal (VikJen) pada Keuskupan yang sama.

Yang Mulia

Ewaldus Martinus Sedu
Uskup Maumere
GerejaKatolik Roma
KeuskupanMaumere
Penunjukan14 Juli 2018
(6 tahun, 10 hari)
PendahuluGerulfus Kherubim Pareira, S.V.D.
Jabatan lain
  • Ketua Komisi Pendidikan KWI (2018—sekarang)
Imamat
Tahbisan imam
7 Juli 1991
(27 tahun, 342 hari)
oleh Donatus Djagom, S.V.D.
Tahbisan uskup
26 September 2018
(55 tahun, 58 hari)
oleh Gerulfus Kherubim Pareira, S.V.D.
Informasi pribadi
Nama lahirEwaldus Martinus Sedu
Lahir30 Juli 1963 (umur 60)
Bajawa, Nusa Tenggara Timur
KewarganegaraanIndonesia
DenominasiKatolik Roma
KediamanJalan Mgr. Sugiyopranoto 1 Kota Uneng, Alok, Sikka 86113[1]
Orang tua
  • Ayah: Nikolaus Gapi
  • Ibu: Maria Dhone
(†)
Jabatan sebelumnya
SemboyanDuc in altum (Lukas 5:4)
(Bertolak ke tempat yang dalam)
LambangLambang Ewaldus Martinus Sedu

Pendidikan dan tahbisan

sunting

Sedu menjalani pendidikan di Seminari Menengah Mataloko, Bajawa sejak tahun 1977 hingga 1981 untuk pendidikan setingkat SMP dan hingga tahun 1983 untuk setingkat SMA, juga di Seminari Mataloko. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya dalam bidang filsafat dan teologi di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero setelah menjalani Tahun Orientasi Rohani di Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret, Flores,[3] di mana ia sempat terpilih menjadi ketua kelas dan ketua umum.[4] Sedu kembali menjalani TOP di Seminari Menengah Santo Yohanes Brekmans Toda Belu, Mataloko pada tahun 1988–1989. Ia ditahbiskan menjadi diakon pada 21 Oktober 1989, sebelum ditahbiskan menjadi imam diosesan Keuskupan Agung Ende pada hari Minggu, 7 Juli 1991 di Paroki Santo Yosef, Bajawa. Ia juga menjalani pendidikan di Universitas Kepausan Salesian Roma pada tahun 1997 hingga 2001.

Riwayat pendidikan

sunting
  • Seminari Menengah Mataloko, Bajawa
  • Seminari Tinggi Antarkeuskupan Santo Petrus Ritapiret, Flores
  • Studi Lisensi Pedagogi di Salesianum Roma

Penugasan pertama Ewaldus adalah menjadi pastor rekan di Paroki Santo Yoseph, Maumere hingga Maret 1993, dan kemudian menjadi pastor kepala di Paroki Maria dari Gunung Karmel, Wolofeo hingga Maret 1995.[5] Ia kembali bertugas di Paroki Santo Yoseph Maumere sebagai pastor kepala sejak tahun 1995 hingga tahun 1997, juga merangkap sebagai Ketua Komisi Katekese Kevikepan Maumere.[3]

Sedu kemudian ditugaskan untuk studi lanjut di Universitas Kepausan Salesian, Roma dan mendapat lisensiat dalam bidang pedagogi (pendidikan) sejak tahun 1997 hingga tahun 2001.[6]

Sekembalinya ke Indonesia, ia ditugaskan menjadi formator dan dosen di almamaternya, Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret sejak tahun 2001 hingga 2009, sebelum terpilih menjadi rektor (praeses) pada tempat yang sama sejak tahun 2010 hingga 2016.[7] Selama menjadi rektor seminari, ia juga menjadi dosen di STFK Ledalero,[8] dan formator bagi para calon imam di Provinsi Gerejawi Ende.[7]

Seiring dengan pendirian Keuskupan Maumere pada 14 Desember 2005, ia diinkardinasi menjadi imam diosesan keuskupan tersebut.[3]

Pada 16 Januari 2014, ia ditunjuk sebagai Koordinator Ekonomi Yayasan Santa Elisabeth.[9] Ia kemudian ditunjuk menjadi Vikaris Jenderal Keuskupan Maumere sejak tahun 2015 hingga penunjukannya sebagai Uskup Maumere pada hari Sabtu, 14 Juli 2018.

Riwayat karya

sunting
  • Pastor Rekan Paroki Santo Joseph Maumere (1991-1993)
  • Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Wolofeo (1993-1995)
  • Pastor Paroki Santo Joseph Maumere sekaligus menjabat sebagai Ketua Komisi Katekse Keuskupan Maumere (1995-1997)
  • Formator di Seminari Tinggi Antarkeuskupan Santo Petrus Ritapiret (2001-2009)
  • Rektor Seminari Tinggi Antarkeuskupan Santo Petrus Ritapiret (2010-2015)
  • Vikaris Jenderal Keuskupan Maumere (2015-2018)
  • Uskup Maumere (2018-sekarang)

Uskup Maumere

sunting

Pada hari Sabtu, 14 Juli 2018, penunjukkan Mgr. Ewaldus sebagai Uskup Maumere yang ketiga diumumkan, untuk melanjutkan kepemimpinan dari Mgr. Gerulfus Kherubim Pareira, S.V.D.[6][10] Sebelumnya, Ewaldus telah bertemu dengan Nuncio Apostolik pada hari Kamis, 5 Juli 2018.[11] Bersamaan dengan pengumuman itu, turut diumumkan penunjukkan Mgr. Christophorus Tri Harsono sebagai Uskup Purwokerto. Ia menerima tahbisan episkopal pada hari Rabu, 26 September 2018 di Gelora Samador, Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur. Sehari sebelumnya, dilaksanakan salve yang bertempat di Gereja Katedral Santo Yoseph, Maumere. Misa pontifikal perdana diselenggarakan pada hari Minggu, 30 September 2018 yang juga bertempat di Gereja Katedral.[12]

Ewaldus mengambil motto tahbisan sebagai uskup dari Injil Lukas bab 5 ayat 4, yakni duc in altum (bertolak ke tempat yang dalam).[13] Pendahulu Mgr. Ewal, Mgr. Gerulfus Kherubim Pareira, S.V.D. bertindak sebagai Uskup Penahbis Utama, dengan didampingi oleh Uskup Agung Ende, Mgr. Vincentius Sensi Potokota dan Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung.[5]

Referensi

sunting

Pranala luar

sunting
Jabatan Gereja Katolik
Didahului oleh:
Gerulfus Kherubim Pareira, S.V.D.
Uskup Maumere
14 Juli 2018—kini
Petahana