Ebenz

Musisi Indonesia

Aries Tanto (lebih dikenal dengan julukan Ebenz) (26 Maret 1977 – 3 September 2021) adalah seorang gitaris Indonesia yang dikenal sebagai salah satu pendiri grup musik Burgerkill. Grup ini didirikan olehnya bersama dengan teman-teman SMAnya pada tahun 1995. Grup tersebut merilis album pertamanya, Dua Sisi, pada tahun 2000. Di kancah internasional, grup ini memperoleh penghargaan Metal As F*ck dari Metal Hammer Golden Gods Awards pada tahun 2013.[1]

Ebenz
Nama lahirAries Tanto
Nama lainEbenz, True Megabenz
Lahir(1977-03-26)26 Maret 1977
Jakarta
Meninggal3 September 2021(2021-09-03) (umur 46)
Bandung
GenreMetalcore, Hardcore punk, Groove metal, Grindcore
PekerjaanGitaris
Tahun aktif1995-2021
Mantan anggota
Suami/istri
Anggi Pratiwi
(m. 2006)
Anak3
KerabatSacha Stevenson (ipar)

Kehidupan pribadi sunting

Aries Tanto tumbuh dan besar di Jakarta, ia mendapat julukan Ebenz karena acap menjadi juru bayar ketika sedang berkumpul dengan teman-temannya dekat kediaman neneknya di sekitar kawasan Manggarai, sehingga ia disapa dengan Bento yang terinspirasi dari lagu Iwan Fals bertajuk "Bento" (Swami I).[2] Ketika ia pindah sekolah dari SMAN 82 Jakarta ke SMAN 1 Ujungberung (sekarang SMAN 24 Bandung), teman-temannya di sekolah menyapanya dengan "Ebenz".[3]

Ebenz mempelajari gitar sejak usia dua belas tahun dan ia tertarik dengan teknik permainan gitar dari band seperti Hacride, Gojira, Slayer, Anthrax dan Megadeth.[3] Selain itu pada masa SMA, Ebenz juga memiliki banyak koleksi-koleksi musik Punk dan Rock.[4]

Ebenz menikah dengan Anggi Pratiwi pada 25 Juni 2006[5] dan dikaruniai tiga anak.[6]

Karier sunting

Burgerkill sunting

Ebenz bersama Kimung (Sonic Torment) membentuk band Morning Crew. Band ini membawakan lagu-lagu dari band seperti Black Flag, Exploited dan band punk-hardcore lainnya.[4] Tidak bertahan lama dengan Morning Crew, Ebenz dan Kimung mengajak Ivan Scumbag (Infamy) dan Kudung (Forgotten) membentuk Burgerkill pada 11 Mei 1995, dengan formasi Ebenz (gitar), Kimung (bass), Ivan (vokal) dan Kudung (drum) yang awalnya sebagai band 'project' untuk membawakan lagu dari band Sick Of It All, Wide Awake hingga Gorilla Biscuits, sebelum menciptakan lagu sendiri.[7]

Proyek musik sunting

Tak lama setelah Burgerkill merilis Beyond Coma and Despair pada 2006, Eben bersama Irvine Jastra mengisi program "Radio Distorsi" di sebuah stasiun radio dalam rangka publikasi musik bawah tanah dan sarana informasi bagi perkembangan band-band independen di Bandung, tetapi acara tersebut berakhir pada 2009. Setelahnya, bersama Gebeg (Taring), Eben kemudian membentuk "Extreme Moshpit" dengan debut siaran di Radio Oz Bandung pada Januari 2010 dengan konsep acara yang lebih baik dari sebelumnya,[8] termasuk penyelenggaraan pertunjukan musik dan penghargaan bagi band-band independen.[9]

Kematian sunting

Ebenz meninggal dunia pada tanggal 3 September 2021 pukul 16.15 pada usia 46 tahun.[1][10][11] Penyebab kematiannya adalah serangan jantung.[6] Dilaporkan bahwa sebelumnya ia sempat pingsan dan kemudian dilarikan ke rumah sakit.[1][10] Jenazahnya disemayamkan di halaman rumahnya di Bandung, Jawa Barat.[6]

Instrumen sunting

Diskografi sunting

Burgerkill sunting

Studio sunting

Kompilasi, EP dan single sunting

  • 1997 – "Revolt!"
  • 1997 – "Offered Sucks"
  • 1997 – "Myself"
  • 1997 – "Blank Proudness"
  • 1999 – Threeway Split Release EP
  • 2000 – "Everlasting Hopes Never Ending Pain"
  • 2020 – Killchestra EP

Kolaborasi sunting

  • 2016 – "Perang" – Aftercoma (Against the Sun)

Nominasi dan penghargaan sunting

Tahun Penghargaan Kategori Nomine Hasil Rujukan
2023 Hammersonic Awards Lifetime Achievement True Megabenz Terpilih [13]

Referensi sunting

  1. ^ a b c Roche, Sam (6 September 2021). "Burgerkill founding guitarist Aries Tanto – aka Eben – dies aged 46". Guitar World (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 14 September 2021. 
  2. ^ The Soleh Solihun Interview: Eben Burgerkill. Soleh Solihun. 20 Februari 2017. Diakses tanggal 14 September 2021. 
  3. ^ a b Triyono, Heru; Baso Djaya, Andi; Nugraha, Aditya (21 Juli 2017). "Eben Burgerkill, Bento yang menjadi Begundal" (Wawancara). Lokadata.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-09-12. Diakses tanggal 13 September 2021. 
  4. ^ a b Kimung 2007, hlm. 62.
  5. ^ Aqeera Danish (5 November 2020). "Garang di Panggung, 10 Potret Hangat Ebenz 'Burgerkill' dan Keluarga". IDN Times. Diakses tanggal 14 September 2021. 
  6. ^ a b c tim (3 September 2021). "Eben Burgerkill Dimakamkan di Halaman Rumahnya". CNN Indonesia (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 14 September 2021. 
  7. ^ Bagas Rahadian (3 September 2021). "Sepak Terjang Mendiang Eben Bareng Burgerkill: Langganan Masuk Ruang Guru Pas SMA Hingga Sabet Anugerah Musik Indonesia". Hai. Diakses tanggal 1 Oktober 2021. 
  8. ^ Muhammad Fikry Mauludy (24 Desember 2019). "Extreme Moshpit, Merawat Ekosistem Musik Underground Ala Ebenz Burgerkill dan Gebeg Taring". Pikiran Rakyat. Diakses tanggal 25 Desember 2021. 
  9. ^ Raka Dewangkara (3 Desember 2020). "Inilah Para Pemenang Dari Extreme Moshpit Awards!". Pophariini. Diakses tanggal 25 Desember 2021. 
  10. ^ a b Prihatini, Astrid (3 September 2021). "Meninggal Dunia, Begini Perjalanan Karier Eben Bersama Burgerkill". Solopos (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 14 September 2021. 
  11. ^ Indra, Radhiyya (4 September 2021). "Eben of 'Burgerkill' passes away". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 14 September 2021. 
  12. ^ Nick (4 Desember 2013). "Gitar Dan Efek Gitar Yang Dipakai Ebenz (Gitaris BurgerKill)". Yowisband. Diakses tanggal 16 Desember 2021. 
  13. ^ Faishal Adnan, Ahmad (19 Maret 2023). Siti Zulaikha, ed. "Hammersonic berikan penghargaan bagi sejumlah musisi cadas Tanah Air". Antaranews. Diakses tanggal 19 Maret 2023. 

Pustaka sunting

Pranala luar sunting