Bahasa Sokotri

bahasa

Bahasa Sokotri juga dieja sebagai Soqotri atau Suqutri (Bahasa Arab: اللغة السقطرية) adalah bahasa Semit bagian selatan yang dituturkan oleh penduduk di Pulau Sokotra dan dua pulau terdekat dari 'Abdul Kuri dan Samhah di Kepulauan Sokotra yang terletak di lepas pantai selatan Yaman.

Bahasa Sokotri
اللغة السقطرية
Pelafalan[skˤʌtˤri][1]
Dituturkan diYaman
WilayahSokotra
Etnisorang Sokotra
Penutur bahasa
~50,000 jiwa  (2000-an)
Kode bahasa
ISO 639-3sqt
Glottologsoqo1240[2]
{{{mapalt}}}

Bahasa Sokotri adalah salah satu dari bahasa yang membentuk kelompok bahasa yang disebut bahasa Arab Selatan Modern, yang dituturkan di wilayah selatan Semenanjung Arab tepatnya di negara Yaman dan Oman.[3]

KlasifikasiSunting

Bahasa Sokotri sering dikelirukan sebagai salah satu rumpun bahasa Arab tetapi secara resmi diklasifikasikan sebagai rumpun bahasa Afro-Asia, rumpun bahasa Semitik, rumpun bahasa Semit Selatan dan rumpun bahasa Arab Selatan.[4]

EtimologiSunting

Nama bahasa ini mengikuti tempat ia berasal, yakni Pulau Sokotra. Selain itu, salah satu asal mula nama bahasa ini diyakini berasal dari bahasa Arab. Sumber bahasa Arab berasal dari istilah suqutra yang merupakan kependekan dari suq Al-qatra, di mana suq berarti 'pasar', dan qatra berarti 'tetesan', secara keseluruhan bermakna 'pasar tetesan' (kemungkinan tertuju pada getah yang menetes dari pohon darah naga, pohon gaharu, pohon wewangian, dll).[5]

KeterancamanSunting

Bahasa ini dipandang sebagai hambatan untuk berkembang karena generasi muda menganggap bahasa ini tidak relevan dalam memperbaiki status sosio-ekonomi pulau ini. Keterbatasan terhadap bahasa Sokotri, seperti tidak bisa berkomunikasi melalui tulisan, juga dipandang sebagai hambatan oleh generasi muda yang menguasai 60% dari populasi di pulau ini. Tampaknya ada sentimen budaya terhadap bahasa tersebut. Namun tetap saja itu merupakan sikap ketidakpedulian karena mengabaikan dan pemikiran tentang hambatan yang terkait dengannya.[3]

Oleh karena itu, bahasa Sokotri dianggap sebagai bahasa yang sangat terancam punah dan kurangnya perhatian utama terhadap penelitian di bidang bahasa Sokotri tidak hanya terkait dengan rumpun bahasa Semitik, tetapi juga terhadap pelestarian warisan kesusastraan penduduk Sokotra. Pulau terpencil ini memiliki tekanan modernisasi yang tinggi dan dengan lingkungan budaya yang berubah dengan cepat, ada kemungkinan terjadi kehilangan lapisan penting dari warisan kesusastraan penduduk Sokotra.[6] Keterancaman budaya itu yang membuat Uni Eropa menyatakan keprihatinan serius mengenai isu pelestarian budaya kepulauan tersebut.[7]

ReferensiSunting

  1. ^ Simeone-Senelle, Marie-Claude (2010). MEHRI AND HOBYOT SPOKEN IN OMAN AND YEMEN. 07-02-2010, Symposium Yemen - Oman - Muscat.
  2. ^ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2019). "Sokotri". Glottolog 4.1. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. 
  3. ^ a b Elie, Serge D. (2012-06-01). "Cultural Accommodation to State Incorporation in Yemen: Language Replacement on Soqotra Island". Journal of Arabian Studies. 2 (1): 39–57. doi:10.1080/21534764.2012.686235. ISSN 2153-4764. 
  4. ^ "Soqotri". Ethnologue. Diakses tanggal 2017-05-04. 
  5. ^ Elie, Serge D. (2006-01-01). "Soqotra: South Arabia's Strategic Gateway and Symbolic Playground". British Journal of Middle Eastern Studies. 33 (2): 131–160. 
  6. ^ Elie, Serge D. (2016-01-01). "Communal Identity Transformation in Soqotra: From Status Hierarchy to Ethnic Ranking". Northeast African Studies. 16 (2): 23–66. doi:10.14321/nortafristud.16.2.0023. 
  7. ^ "Saba Net - Yemen news agency". www.sabanews.net. Diakses tanggal 2017-05-04.