Atletik

Olahraga

Atletik adalah cabang olahraga berupa aktivitas fisik (jasmani) yang dinamis dan harmonis, termasuk di antaranya lari, lompat, jalan, dan lempar.[1][2] Atletik merupakan salah satu unsur dari pendidikan jasmani dan kesehatan, sebagai suatu komponen pendidikan yang mengutamakan aktivitas jasmani serta pembinaan hidup sehat dan pengembangan jasmani.[3] Atletik bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan biomotorik, misalnya kekuatan, daya tahan, kecepatan, kelenturan, koordinasi, dan sebagainya.[4] Kata atletik berasal dari bahasa Yunani "athlon" yang berarti "kontes". Atletik merupakan cabang olahraga yang diperlombakan pada olimpiade pertama pada 776 SM. Induk organisasi untuk olahraga atletik di Indonesia adalah Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).

Lari gawang, salah satu jenis olahraga atletik.

SejarahSunting

Sejarah atletik duniaSunting

Sejarah atletik dunia dimulai pada tahun 400 SM yang pada saat itu bangsa Irish telah melakukan gerakan–gerakan olahraga yang mirip dengan atletik pada zaman ini. Pujangga Yunani yang bernama Humeros dalam bukunya menyatakan bahwa kegiatan atletik sudah dilakukan pada tahun 1100 SM. Yang ditandai seperti kegiatan perlombaan kereta kuda, adu tinju, gulat yang pada awalnya dimulai dengan perlombaan lari dan ditutup dengan lomba lempar lembing. Yunani menyelenggarakan pesta olahraga pada tahun 776 SM yang dinamakan Olimpiade Kuno (The Ancient Olympic Games). Nomor yang dipertandingkan pada Olympiade Kuno tersebut adalah lomba lari, pentathalon, pankration, gulat, tinju dan pacuan kuda. Seseorang yang mendapat juara pentathalon ( lari cepat, lompat jauh, lempar cakram, lempar lembing dan gulat) pada olimpiade tersebut, maka akan dinobatkan sebagai juara olimpiade. Ada tiga macam lomba lari yang sudah dikenal pada zaman itu , yaitu : Stade yaitu lari cepat pada jalur lurus yang jaraknya ± 185 meter dan lakukan di dalam stadion, Diaulos yaitu lomba jarak menengah yang memiliki jarak ± 2 kali jarak Stade, dan Dolichos yaitu lari jarak jauh yang memiliki jarak ± 7 sampai 24 kali jarak Stade.[5]

Pada awalnya olahraga atletik dipopulerkan oleh bangsa Yunani pada Abad ke-6 SM. Iccus dan Herodicus merupakan orang yang berjasa dalam mempopulerkannya. Pada dasarnya atletik terbagi atas berjalan, lari, lompat dan lempar. Atletik itu sendiri dikatakan sebagai ibu dari segala cabang olahraga karena atletik mengandung berbagai unsur gerakan sehari-hari. Pada zaman primitif, untuk mencari nafkah dan mempertahankan hidup itu sangat penting. Karena itu mereka hidup dengan berburu binatang liar yang memerlukan ketangkasan, kecepatan dan kekuatan dalam melakukannya. Pada zaman itu pandangan hidup orang primitif adalah siapa yang kuat dialah yang berkuasa, sehingga untuk melakukan hal tersebut mereka harus berlatih jasmani.[1] Pada perlombaan ini, telah diperkenalkan start block yang terbuat dari parit atau tembok yang kemudian dipasang secara permanen.[5] Bangsa Romawi pada tahun 186 SM, lebih banyak menyenangi para ”Gladiator”. Pada masa itu kegiatan olahraga yang paling disenangi adalah olahraga yang menampilkan ”adu kejantanan”. Olahraga ini menampilkan adu pedang dan pertarungan yang dapat menimbulkan kematian.Yang mana lawannya adalah manusia maupun binatang buas, dan mengakibatkan olahraga atletik ini dilupakan banyak orang.[6]

Atletik pada Masa Yunani KunoSunting

Atletik pada masa Yunani Kuno disebut sebagai ibu dari seluruh cabang olahraga seperti jalan, lari, lompat, dan lempar. Gerakan atau kegiatan fisik yang ada pada olahraga atletik ini mencerminkan kehidupan manusia di zaman purba. Pada zaman itu, mereka melakukan kegiatan jalan, lari, lompat, dan lempar sebagai usaha dalam mencari makanan, mempertahankan diri, dan mengembangkan hidupnya. Misalnya menyelamatkan diri dari gangguan yang ada di alam sekitar seperti hewan buas. Pembinaan suatu bangsa pada tahun 390 SM, memfokuskan pada peningkatan kekuatan fisik, terutama pertumbuhan menuju bentuk tubuh yang harmonis dan serasi dengan cara melakukan perpaduan kegiatan gymnastik, gramaika, dan musika.[7]

Atletik pada masa Olimpiade ModernSunting

Gerakan atletik pada masa Olimpiade modern berasal dari masyarakat Eropa pada abad ke-19. Pada abad tersebut, masyarakat di sana telah memulai membentuk perkumpulan-perkumpulan atletik yang kemudian mengadakan perlombaan-perlombaan antar perkumpulan dan antar perguruan tinggi. Captain Mason pada tahun 1817 yang berkebangsaan Inggris, mendirikan perkumpulan atletik yang diberi nama Nepton Guild. Pada tahun 1834, peserta perlombaan atletik harus melewati limit yang ditentukan oleh panitia penyelenggara. Misalnya, limit yang ditentukan oleh panitia untuk lari 440 yard (400 m) adalah 60 detik. Sedangkan, untuk lari 1 mil (1500 m) limit yang ditentukan adalah 5 menit. Pada tahun 1850 perlombaan atletik pertama kali diadakan pada tingkat mahasiswa. Kemudian pada tahun 1855 di Cambridge, diadakan perlombaan atletik antar negara khususnya antara negara Inggris dan Prancis. Sedangkan di Amerika, perkumpulan olahraga atletik pertama kali diadakan di kota San Francisco pada tahun 1860 yang kemudian diberi nama Olympic Club. kejuaraan olahraga atletik pertama kali diadakan oleh Athletic Club New York pada tahun 1868.[8]

Sejarah di IndonesiaSunting

Dalam masa penjajahanSunting

Olahraga atletik di Indonesia disebarluaskan oleh bangsa Belanda pada tahun 1930. Penyebaran atletik ini masih sangat terbatas pada daerah atau kota-kota besar, seperti, Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Hal tersebut membuat pada saat atletik mulai tersebar, masyarakat di daerah lain yang ada di pedesaan atau perkampungan tidak banyak mengenalnya. Hal tersebut terjadi karena bangsa Belanda hanya mengenalkan atletik di kalangan anak-anak sekolah dan kalangan militer. Tujuan dari penyebaran dikalangan anak-anak sekolah dan militer yaitu untuk pembinaan kebugaran jasmani. Hal tersebut hanya sebagai kelengkapan pendidikan, dan bukan untuk meningkatkan serta mengembangkan prestasi olahraga atletik di Indonesia. NIAU (Nederlands Indische Athletiek Unie) didirikan pada tanggal 21 Juli 1917 yang merupakan organisasi atletik pertama di Indonesia. Pertandingan atletik di Indonesia diadakan setiap tahun. Salah satu atlet yang terkenal pada saat itu adalah Noerbambang untuk nomor lari 100 m (10.8 det.), Soetantio Singgih untuk nomor lompat tinggi (1,80 m), dan Harun Al Rasyid nomor lompat jauh (7,03 m).[9]

Setelah kemerdekaan IndonesiaSunting

Atletik di Indonesia semakin maju dan berkembang setelah bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 agustus 1945. Walaupun situasi dan kondisi pada saat itu masih belum stabil dan belum mendukung, tetapi semangat bangsa Indonesia untuk mewujudkan cita-cita dalam kegiatan olahraga khususnya bidang atleti, tidak pernah surut. Dibuktikan dengan semangat para pelajar dan mahasiswa yang selalu melakukan latihan. Pada saat bulan Januari 1946 di Kota Solo, diselenggarakan kongres untuk menghidupkan kembali keolahragaan di Indonesia. Hasil kongres tersebut melahirkan PORI (Persatuan Olahraga Republik Indonesia) yang akan mewadahi seluruh kegiatan keolahragaan di Indonesia. PORI pun langsung mengambil langkah cepat untuk membangkitkan semangat keolahragaan di Indonesia dengan menyelenggarakan PON I pada tahun 1948 di kota Solo.[10]

Lintasan dan lapanganSunting

Lintasan dan lapangan dalam ruangSunting

Ada dua musim dalam lintasan dan lapangan. Ada musim indoor,selama musim dingin dan musim outdoor, digelar selama musim semi dan panas. Kebanyakan lintasan indoor adalah 200m dan terdiri dari empat atau enam jalur. Seringkali sebuah lintasan indoor memiliki belokan yang lurus untuk mengkompensasikan belokan yang ketat. Dalam lintasan indoor atlet berkompetisi sama dengan event lintasan di outdoor dengan pengecualian untuk lari 100m dan 110/100m halang rintang (diganti dengan sprint 60m dan 60 m halang rintang di tingkat kebanyakan dan kadang 55m sprint dan 55m halang rintang di tingkat SMA) dan lari 10.000m, jalan cepat 300m, dan 400m halang rintang. Indoor juga mendapat tambahan lari 3000m yang normalnya pada tingkat kampus dan elit dibandingkan memakai 10.000m. marathon 5.000m adalah event lari jauh yang paling umum, walaupun ada situasi dengan jarak lebih jauh pernah dilombakan. Di medio abad 20, ada seri perlombaan duel di Madison Square Garden (New York) lintasan indoor, beberapa menampilkan dua orang berlomba marathon (26,2 mil). Tetapi, ini sangat jarang terjadi. Dalam keadaan tertentu, ada juga balapan 500m dibandingkan 400m yang ada normalnya di event outdoor, dan di kejuaraan kampus indoor dua-duanya dilombakan.

Di event lapangan, perlombaan indoor hanya menampilkan lompat tinggi, lompat galah, lompat jauh, lompat ganda dan menembak. Lembar lembing, lempar bola besi dan tolak peluru ditambahkan hanya untuk event outdoor, di mana normalnya tidak ada ruang yang cukup dalam stadion indoor pada perlombaan tersebut. Event unik dari perlombaan indoor (terutama di Amerika Utara) adakah lempar beban seberat 300, 600, 1000 dan 35 pon. Di Negara lain, terutama Norwegia, lompat jauh berdiri dan lompat tinggi berdiri juga dilombakan, bahkan di Kejuaraan Nasional untuk atlet multi-event ada Pentathlon untuk wanita (yaitu 60m halang rintang, lompat jauh, tolak peluru dan 800m) dan heptathlon untuk pria (yaitu 60m halang rintang, lompat jauh, tolak peluru, 60m lari, lompat galah dan 1000m lari) indoor. Untuk outdoor ada heptathlon untuk wanita dan decathlon

Lintasan dan lapangan luar ruangSunting

Lintasan dan Lapangan luar ruangan biasanya dimulai dan diakhiri selama musim semi. Kebanyakan lintasan adalah berbentuk oval untuk keadaan 400m. Tetapi, beberapa lintasan tua berukuran 440 yard di mana ada beberapa lintasan yang tidak oval dan tidak 400m/440 yard karena keadaan geografis. Lintasan modern memakai permukaan yang dikaretkan, dan lintasan yang lebih tua memakai pasir atau kerikil. Lintasan normalnya memakai 6-10 jalur dan bisa termasuk sebuah jalur langkah dan selokan di salah satu belokan. Jalur ini bisa ada di luar atau di dalam lintasan, membuat tikungan yang lebih sempit atau lebar. Sangat umum di mana lintasan itu akan mengelilingi sebuah lapangan bermain yang dipakai untuk American Football, sepak bola, atau lacrosse. Lapangan di dalam ini biasanya dikenal dengan lapangan dalam dan permukaanya memakai rumput atau karpet buatan, dan tempat di mana tim menggelar kamping selama turnamen panjang. Tetapi lempar lembing, bola besi dan cakram biasanya dilombakan di luar lapangan di lapangan lain karena membutuhkan ruangan yang lebih luas, dan implementasinya mungkin bisa merusak lapangan yang dipakai atau lintasan.

CabangSunting

Jalan cepatSunting

Jalan cepat (bahasa Inggris: Racewalking) merupakan cabang olahraga atletik berjalan gerak maju dengan melangkah tanpa adanya hubungan terputus dengan tanah. Setiap kali melangkah kaki depan harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah. Kaki yang digerakkan maju ke depan harus diluruskan sejak saat persentuhan pertama dengan tanah hingga badan mencapai posisi vertikal.[11]

Lari cepatSunting

Lari cepat merupakan suatu cara lari untuk menempuh jarak tertentu yang dilakukan dengan kecepatan yang maksimal dan dengan waktu yang sesingkat-singkatnya dari garis start sampai ke finis.[12]

Lari gawangSunting

Lari gawang merupakan lari cepat dengan cara melewati gawang sebanyak 10 buah gawang yang memiliki ketinggian tertentu dan dipasang di dalam lintasan. Jika dilihat dari aspek jarak, lari gawang termasuk kategori nomor lari jarak pendek. Sehingga jarak untuk lari gawang yang ditempuh tidak lebih dari jarak-jarak seperti jenis lari cepat pada umumnya. Untuk tingkat nasional, jenis lari gawang yang biasa dilombakan pada regional,maupun internasional adalah 110 m putra, 100 m putri, dan 400 m putra dan putri.[13]

Lompat jauhSunting

Lompat jauh adalah suatu bentuk gerakan melompat, mengangkat kaki ke atas ke depan dalam upaya membawa titik berat badan selama mungkin di udara (melayang di udara) yang dilakukan dengan cepat dan dengan jalan melakukan tolakan pada satu kaki untuk mencapai jarah sejauh-jauhnya.[14]

Lompat tinggiSunting

Lompat tinggi adalah suatu bentuk gerakan melompat ke atas dengan cara mengangkat kaki ke depan ke atas sebagai upaya membawa titik berat badan setinggi mungkin dan secepat mungkin jatuh (mendarat) dengan cara melakukan tolakan pada salah satu kaki untuk mencapai suatu ketinggian tertentu. Tujuan utama dari lompat tinggi adalah mengangkat badan setinggi mungkin agar dapat melewati mistar. Tingginya lompatan bergantung pada tiga faktor. Pertama, pelompat harus mengembangkan daya angkat sebesar mungkin agar dapat melempari badan ke udara dengan kecepatan yang sebesar-besarnya. Tinggi yang dicapai oleh badan sesuai dengan kecepatan yang digunakan untuk meningalkan tanah. Kedua, sudut tolakan sedapat mungkin mendekati tegak lurus agar dapat memusatkan gaya untuk mencapai ketinggian, namun sudut tolakan itu harus cukup untuk membawa badan dari sebelah mistar ke sebelah yang lain. Ketiga, jarak di mana titik berat badan dapat diangkat terbatas. Pada target lompatan, batas jarak harus antara 2 dan 3 kaki dimana seseorang pelompat yang terbaik dapat menolakan titik beratnya ke atas dari sikap berdiri dengan tangan berada di samping badan.[15]

Ragam disiplinSunting

Ada variasi lain yang tak disebut, tetapi lomba yang tidak biasa dilangsungkan lebih jarang. Balapan yang tidak lazim biasanya digelar selama musim indoor karena lintasan 200m dalam ruangan. Dengan pengecualian lari mil, lomba berdasarkan jarak kerajaan jarang sekali digelar di lintasan sejak kebanyakan lintasan diubah dari seperempat mil (402,3m) ke 400m. Hampir semua catatan rekor untuk jarak kerajaan tidak dilangsungkan kembali. Bagaimanapun, IAAF dalam buku rekornya masih memasukan rekor dunia mil (dipegang oleh Hicham El Guerroj dari Maroko dan Svetlana Masterkova dari Rusia untuk wanita) karena perbedaan signifikan yang mendunia.

  • Event Lintasan adalah event lari di lintasan 400m.
    • Sprint: event yang termasuk 400m. Event yang umum adalah 60m (hanya di dalam ruangan), 100m, 200m dan 400m.
    • Jarak Menengah: event dari 800m sampai 3000m, 800m, 1500m, satu mil dan 3000m.
      • Halang rintang – lomba (biasanya 300m) di mana pelarinya harus melewati rintangan seperti penghalang dan rintangan air.
    • Jarak Jauh: berlari di atas 5000 m. Biasanya 5000 m dan 10000 m. yang kurang lazim ialah 1, 6, 12, 24 jam perlombaan.
    • Lari gawang: 110 m halang rintang tinggi (100 m untuk wanita) dan 400 m haling rintang menengah (300 m di beberapa SMA).
    • Estafet: 4 x 100m estafet, 4 x 400 m estafet, 4 x 200 m estafet, 4 x 800 m estafet, dll. Beberapa event, seperti estafet medley, jarang dilangsungkan kecuali estafet karnaval besar.
  • Lari jalanan: dilangsungkan di jalanan terbuka, tetapi biasanya diakhiri di lintasan. Event biasa adalah 5 km, 10 km, half marathon dan full marathon.
  • Jalan cepat event biasa adalah 10 km, 20 km dan 50 km.
  • Event lapangan
  • Event ganda atau kombinasi

ReferensiSunting

  1. ^ a b Rahmat, Z. 2015, hlm. 2.
  2. ^ https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/atletik
  3. ^ Rahmat, Z. 2015, hlm. 1.
  4. ^ Purnomo dan Dapan 2017, hlm. 1.
  5. ^ a b Rahmat, Z. 2015, hlm. 3-4.
  6. ^ Rahmat, Z. 2015, hlm. 4.
  7. ^ Purnomo dan Dapan 2017, hlm. 3-4.
  8. ^ Purnomo dan Dapan 2017, hlm. 6-7.
  9. ^ Purnomo dan Dapan 2017, hlm. 8.
  10. ^ Purnomo dan Dapan 2017, hlm. 9.
  11. ^ Nopiyanto, Yahya Eko; Raibowo, Septian (2020-08-31). Dasar-dasar Atletik. Bengkulu: El Markazi. hlm. 18–19. ISBN 978-623-6584-44-6. 
  12. ^ Matyani, Triansyah, A., dan Hidasari, F.P. (2017). "Peningkatan Lari 40 Meter Melalui Pendekatan Bermain di SDN 04 Nangka Koman Kabupaten Sekadau" (PDF). Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi FKIP Untan: 2. 
  13. ^ Purnomo dan Dapan 2017, hlm. 57.
  14. ^ Astuti, Novi Fuji (30 Oktober 2020). "Mengenal Tujuan Lompat Jauh, Berikut Teknik dan Peraturannya". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-01-01. 
  15. ^ Refiater, U. H. (2012-09-01). "Hubungan Power Tungkai Dengan Hasil Lompat Tinggi". Health and Sport (dalam bahasa Inggris). 5 (03): 670. 

Daftar pustakaSunting

Pranala luarSunting