Buka menu utama
Surat Tulak-tulak, Aksara Mandailing

Aksara Mandailing adalah Aksara Tradisional yang ada di Suku Mandailing

EtimologiSunting

Aksara Mandailing dalam Bahasa Mandailing di sebut Surat Tulak-tulak. Surat Tulak-tulak merupakan cikal bakal Surat Batak yang menyebar dari Mandailing ke daerah Batak[1]

ReferensiSunting

  1. ^ 5.Jurnal Atik CB.pdfJurnal Inti Budidarma.com diakses 16 Oktober 2016</ Masyarakat Mandailing memiliki aksara etnisnya sendiri yang dinamakan Surat Tulak-Tulak (bukan aksara Batak). Zaman sejarah ditandai oleh penggunaan aksara. Zaman sebelum adanya penggunaan sejarah dinamakan zaman pra-sejarah. Kita belum mengetahui sejak kapan masyarakat Mandailing menggunakan aksara Surat Tulak-Tulak dalam kehidupan. Oleh karena itu, kita dengan sendirinya pula tidak mengetahui sejak kapan Masyarakat Mandailing memasuki zaman sejarahnya. Yang kita ketahui, meskipun masyarakat Mandailing memiliki aksara etnnis ini, tapi boleh dikatakan aksara tersebut pada masa lalu tidak dipergunakan untuk mencatat atau menulis sejarah. Kalaupun aksara etnis tersebut dipergunakan buat menuliskan hal-hal yang berhubungan dengan masa lalu, ia hanya dipergunakan buat menuliskan Tarombo. Selain itu lebih banyak dipergunakan buat mencatat ilmu pengobatan tradisional dan ilmu peramalan. Oleh karena itu hingga sekarang tidak ditemukan catatan sejarah Mandailing yang dituliskan dengan surat Tulak-Tulak. Hal-hal yang berkaitan dengan masa lalu Mandailing boleh dikatakan hanya terekam sebagai “Sejarah Lisan” berupa kisah-kisah Mandailing pada masa lalu yang kadang-kadang dituturkan oleh orang-orang yang masih mengingatnya dan sama sekali tidak dituliskan meskipun masyarakat Mandailing mempunyai aksara etnisnya sendiri. http://www.mandailingonline.com/2011/04/surat-tulak-tulak/ref>

    PelestarianSunting

    Salah satu usaha melestarikan Surat Tulak-tulak adalah memasukkan Surat Tulak-tulak dalam Mata pelajaran Bahasa daerah di Mandailing pada tingkat SD,SMP dan SLTA.<Ref>Pelatihan Pertama Penulisan Surat Tulak-tulak Mandailing Medanbisnisdailydiakses 16 oktober 2015