Buka menu utama

Zakaria Saman, lebih dikenal dengan nama Apa Karya (lahir di Keumala, Pidie, Aceh, 1 Januari 1946; umur 73 tahun) adalah tokoh pejuang GAM. Dia pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan Gerakan Aceh Merdeka.

Zakaria Saman
Informasi pribadi
Lahir1 Januari 1946 (umur 73)
Bendera Indonesia Keumala, Pidie, Aceh
Kebangsaan Indonesia
Partai politik25px Partai Aceh (2007-2016)
PasanganCut Rahmi Azalla
Dinas militer
PihakFlag of Free Aceh Movement.svg Gerakan Aceh Merdeka
Masa dinas4 Desember 1976 – 15 Agustus 2005
Pertempuran/perangPemberontakan di Aceh

Nama Zakaria Saman kembali muncul dalam pesta Demokrasi Aceh karena mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh periode 2017-2022. Sebagai orang yang pernah mempertahankan kedaulatan Aceh melalui menteri pertahanan GAM dari pemerintahan RI saat ini dan marasa prihati dengan kondisi Aceh saat ini.

Sehingga orang kepercayaan wali Nanggroe Tgk. Hasan Tiro dan pendiri Partai Aceh ( PA) ini bertekat memperjuangkan, anak-anak yatim dan fakir miskin, janda-janda korban konflik dan non korflik yang terbaikan selama ini, apabila pasangan Zakaria Saman dan Ir .H .T. Alaidinsyah, M.Eng dengan No Urut 2 (dua) terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2017-2022, insya Allah.

BiografiSunting

Zakaria Saman "Apa karya" lahir di keumala Dalam, Kabupaten Pidie pada 1 Januari 1946 ia adalah mantan menteri pertahanan GAM, di masa konflik sempat dikejar-kejar aparat keamanan Indonesia hingga akhirnya melarikan diri ke luar negeri tepatnya pada Maret 1978 Zakaria Saman melarikan diri ke Swedia bersama Zaini Abdullah dan menjadi warga negara disana, dan menghabiskan sebagian hidupnya di luar negeri.

Pelarian ke swedia dia lakukan melalui Malaysia, ia di tunjuk langsung oleh Hasan Tiro untuk menjabat sebagai menteri pertahanan GAM, Zakaria Saman juga merupakan mantan anggota ‘Grup 42" yakni kombatan GAM yang mendapat pelatihan militer pertama sekali di Swedia pada tahun 1985 satu angkatan dengan Muzakir Manaf.

Apa Karya merupakan panggilan akrabnya saat masih di Partai Aceh, perannya juga tergolong besar apa karya bersama dengan Zaini Abdullah dan Malik Mahmud menduduki posisi Tuha Peuet, yang punya wewenang besar di partai Aceh. Apa karya mundur pada Rabu 23 Maret 2016 ia mundur dengan alasan untuk fokus mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh pada Pilkada tahun 2017 melalui jalur Independen.

Ini Sesuai dengan Qanun Nomor 5 Tahun 2012 Tentang Pemilihan Gubernur /Wakil Gubernur, Bupati/ Wakil Bupati, dan Wali kota Wakil Wali kota sebagaimana Pasal 24 huruf h dengan bunyi mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Politik atau Partai Politik Lokal paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum pendaftaran calon

Tahun 2000-an nama Apa Karya sempat menghiasai media internasional ketika disebut ikut memasok senjata dari Thailand ke Aceh. Namun info yang kami kutip dari wawancara Serambi Indonesia saat ditanyakan hal tersebut pada dirinya apakah pernah ke Thailand semasa konflik untuk mendapatkan senjata api, Zakaria hanya tertawa. “Mana ada senjata AK di Thailand. Itu daerah wisata...ha.. ha .ha,” kata pria ini. Zakaria mengaku kerap keluar-masuk Thailand, karena negeri Gajah Putih ini dekat dengan Aceh. “Ini memudahkan saya untuk keluar-masuk Aceh,” kata ia membuka rahasia.[1]

Karier PolitikSunting

Zakaria Saman atau yang akrab dikenal Apa Karya mantan Menteri Pertahanan GAM era Hasan Tiro akan ikut meramaikan bursa calon Gubernur Aceh periode 2017-2022 mendatang. Apa karya dihadapan para Wartawan mengatakan Kalau dirinya wajib mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh pada Pilkada 2017. “Untuk menang itu sunat, jika pun kalah saya tetap terima, “ujarnya Selasa 8 Desember 2015.

Sebenarnya menurut Anggota Tuha Peut Partai Aceh tersebut tidak pernah berpikir untuk mencalonkan diri pada Pilkada mendatang, sudah 10 Tahun dalam, Rakyat Aceh belum sejahtera. “10 tahun Aceh damai masih seperti ini, oleh karena sebab itu saya akan mencalonkan diri dan juga didorong dari berbagai kalangan,”ungkap Apa

Nama Zakaria Saman kembali muncul dalam pesta Demokrasi Aceh karena mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh periode 2017-2022. Sebagai orang yang pernah mempertahankan kedaulatan Aceh melalui menteri pertahanan GAM dari pemerintahan RI saat ini dan marasa prihati dengan kondisi Aceh saat ini. Sehingga orang kepercayaan wali Nanggroe Tgk. Hasan Tiro dan pendiri Partai Aceh ( PA) ini bertekat memperjuangkan, anak-anak yatim dan fakir miskin, janda-janda korban konflik dan non korflik yang terbaikan selama ini, apabila pasangan Zakaria Saman dan Ir .H .T. Alaidinsyah, M.Eng dengan No Urut 2 (dua) terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2017-2022, insya Allah.[2]

ReferensiSunting

Pranalar LuarSunting