Buka menu utama

K.H. Yusuf Supendi (lahir di Bogor, Jawa Barat, 15 Mei 1958 – meninggal di Jakarta, 3 Agustus 2018 pada umur 60 tahun). Keluarganya merupakan keluarga besar ulama, dan pamannya, K.H. Sholeh Iskandar, merupakan ulama besar di Bogor.[1]

K.H.
Yusuf Supendi
Berkas:Yusuf Supendi.jpg
Anggota DPR RI Fraksi PKS
Masa jabatan
1 Oktober 2004 – 1 Oktober 2009
Informasi pribadi
Lahir (1958-05-15)15 Mei 1958
Bendera Indonesia Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Meninggal dunia 3 Agustus 2018(2018-08-03) (umur 60)
Bendera Indonesia Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Indonesia
Sebab kematian Serangan Jantung
Makam Bendera Indonesia Taman Pemakaman Umum Kalisari, Jakarta Timur, DKI Jakarta, Indonesia
Kebangsaan Bendera Indonesia Indonesia
Partai politik Contoh Logo Baru PKS.jpg Partai Keadilan Sejahtera (2000-2013)
HANURA.jpg Partai Hati Nurani Rakyat (2013-2018)
LOGO- PDIP.svg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (2018)
Hubungan Sholeh Iskandar (paman)
Anak 5, Fawwaz Abdul Jawwad
Tempat tinggal Jalan Lapan V RT 12, RW 01, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, DKI Jakarta, Indonesia
Alma mater Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Arab Saudi
Pekerjaan Ulama
Politikus

Daftar isi

PendidikanSunting

Ia merupakan salah satu generasi pertama dari gerakan Tarbiyah yang ada di Indonesia, yang kemudian berubah bentuk menjadi Partai Keadilan Sejahtera. Dalam Islam, istilah pendidikan disebut dengan tarbiyah. Menurut ilmu bahasa, tarbiyah berasal dari tiga pengertian kata -robbaba-robba-yurobbii- yang artinya memperbaiki sesuatu dan meluruskannya.

Awalnya, Yusuf Supendi memulai pendidikannya di Madrasah Ibtidaiyah Ibnu Hajar Bogor. Sejak kecil, ia memang dikenal sebagai pribadi yang berani dan punya nyali.

Minat mendalami agamanya semakin meningkat setelah melanjutkan pendidikannya di Pesantren Daruh Falah milik pamannya. Yusuf Supendi memiliki kemampuan mengingat yang luar biasa karena pada waktu itu, di bawah bimbingan K.H. Ahmad Rifai Yasin, ia mampu menghafal seluruh (30 juz) Al Quran hanya dalam waktu 11 bulan.

Yusuf Supendi mampu menghafalkan 4 halaman sekaligus setiap harinya, sedangkan santri lain rata-rata hanya mampu menghafal sebanyak 1 halaman setiap harinya.

Setelah lulus dari sekolah menengah pada tahun 1977, Yusuf bersikeras untuk pergi melanjutkan pendidikannya di Saudi Arabia. Syarat untuk ke Saudi tanpa orang tua adalah minimal berumur 19 tahun, sedangkan pada waktu itu ia masih berumur 18 tahun.

Namun Yusuf tetap bersikeras dan tetap berangkat hanya dengan bermodal visa transit 3 hari. Tujuan pertama yang didatangi adalah Konsulat Besar Republik Indonesia (KBRI), dengan harapan mereka bisa membantunya untuk melanjutkan pendidikan di sana. Namun sesampainya di KBRI, sang Dubes malah menyuruh dia pulang.

Barulah pada tahun 1979, Yusuf Supendi bisa melanjutkan pendidikannya di Universitas Imam Muhammad Ibnu Saud, Riyadh. Selain menjadi aktivis dakwah di Saudi, dia juga pernah memegang posisi Ketua Ikatan Mahasiswa Asia Tenggara, dan dari itulah Yusuf Supendi bisa mengenal banyak aktivis dakwah dari berbagai daerah.

Pada tahun 1985, dia berhasil menyelesaikan kuliahnya dan pulang kembali ke tanah air. Lalu menikah dengan Umi Widhiyani dan dikaruniai 5 anak. Dia bersama Hilmi Aminuddin dan Salim Segaf Al-Jufri akhirnya mendirikan gerakan yang lebih dikenal sebagai gerakan Tarbiyah, cikal bakal dari partai Partai Keadilan Sejahtera.

Yusuf juga pernah menjadi Wakil Ketua dan anggota Dewan Syariah Partai Keadilan Sejahtera peroide 2000-2010. Pada periode 2004-2009, Yusuf juga pernah merasakan menjadi wakil rakyat dari Fraksi PKS dari Dapil IV kabupaten/kota Bogor Jawa Barat.

KarierSunting

PenghargaanSunting

ReferensiSunting