Buka menu utama

Dr. H. Yusra Habib Abdul Ghani Lahir di Kenawat, Takengon (Aceh-Tengah), 12. April, 1954.

Dr. H.
Yusra Habib Abdul Ghani
Duta Besar Negara Aceh Merdeka untuk Malaysia
Masa jabatan
1997 – 27 April 1998
PresidenHasan di Tiro
Aktivis Aceh Merdeka di Malaysia dan Scandinavia
Masa jabatan
1991 – 15 Agustus 2005
PresidenHasan di Tiro
Institute for Ethnics Civilization Research
Masa jabatan
2007 – Sekarang
Informasi pribadi
Lahir12 April 1954 (umur 65)
Bendera Indonesia Kenawat, Takengon, Aceh
Kebangsaan Denmark
PasanganNoni Nurtini
Alma materUniversitas Kebangsaan Malaysia[1]
PekerjaanPenulis
Sejarawan
Politikus
Situs webhttps://acehvision.com/

PendidikanSunting

  1. MIN + Sekolah Dasar Kenawat (1961-1966)
  2. Tsanawiyah Bom Takengon (1967-1970)
  3. STM Pertanian Takengon (1971-1973)
  4. PGSLP, jurusan Seni rupa, Jakarta tahun 1975.
  5. Memperoleh beasiswa mengikuti Kusus Asisten Advokat (1979-19980).
  6. Tamat pada Fakultas Hukum UM-Jakarta,1983.
  7. Lulus ujian negara pada Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 1984.

PekerjaanSunting

  1. Guru SMP Negeri 69, Jakarta 1976.
  2. Asisten Bismar Siregar, SH dalam studi Hukum Pidana pada Fak. Hukum UMJ.
  3. Staff pengajar FH-UMJ dari tahun1984-1990.
  4. Sekretaris Jurusan Hukum Pidana, tahun 1986-1990.
  5. Manggala BP-7, tahun 1985-1990.
  6. Salah seorang anggota team pembahas materi Undang-undang Perlindungan Anak dan ikut membahas perbaikan materi Buku ke-II KUHPidana di BPHN tahun 1985-1986.
  7. Pengacara pada Kantor Pengacara ´Mukhtar Luthfi, SH Dkk.’ tahun 1985-1990.

Aktivitas Non Akademik dan AkademikSunting

  • 1. Menjadi Anggota Kehormatan dalam Perhimpunan Mahasiswa Hukum Minangkabau tahun 1983.
  • 2. Sekjen Lembaga Penyuluhan Hukum Mahasiswa Indonesia (LPHMI), tahun 1983-1984
  • 3. Ketua 1 Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia tahun 1981-1982.
  • 4. Anggota Korp Muballigh Jakarta tahun 1985-1987.
  • 5. Ketua 1 „Majlis Pemuda dan Mahasiswa Aceh“ (MPMA).
  • 6. Pemimpin Redaksi Majalah “SUARA MASYARAKAT ACHEH” (1985-1986, Jakarta).
  • 7. Pemimpin redaksi Bulletin Hukum, Fakultas Hukum UMJ (1986-1990).
  • 8. Ketua „Pemuda Pengkaji dan Pemahaman Islam“ Jakarta, tahun 1985.
  • 9. Pemimpin Redaksi Bulletin „HARIE“, Jakarta tahun 1987-1988), yang dikelola oleh: Ikatan Pemuda Gayo Jakarta.

Karya-karya Selama tinggal di IndonesiaSunting

  • 1. Editor buku: ”Aneka Ragam Putusan Perkara Pidana” Hakim Bismar Siregar, SH (1984-1986). Fakultas Hukum UMJ, 1988.
  • 2. Ketua Team Editor hasil Seminar tentang: ‘Eksistensi dan aplikasi Hukum Acara Pidana Indonesia’, tahun 1989.
  • 3. Menulis Sejarah Berdirinya Fakultas Hukum UMJ.
  • 4. Menulis artikel tentang hukum dalam: Sinar Harapan, Merdeka, Kompas dan Suara Karya (1985-1990).

Karya-karya Selama tinggal di Luar NegeriSunting

  • 1. Menulis buku: “MALAPETAKA DI BUMI SUMATERA” tahun 1993.
  • 2. Aktif menulis tentang sejarah, politik dan sosial budaya dalam Tabloid “HARAKAH”, Kuala Lumpur, Malaysia (1990-1998)
  • 3. Aktif menulis tentang sejarah, politik dan sosial budaya dalam Majalah Politik ‘SUARA ACEH MERDEKA’
  • 4. Menulis buku: “MENGAPA SUMATERA MENGGUGAT”, tahun 2000.
  • 5. Aktif menulis tentang sejarah dan politik dalam Tabloid Mimbar Kutaraja, Banda Aceh (tahun 2001-2004.
  • 6. Pembicara dalam Seminar Tentang Aceh di Jerman tahun 2002.
  • 7. Menulis buku: “Status Acheh Dalam NKRI”, tahun 2008.
  • 8. Aktif menulis artikel dalam kolom Opini Serambi Indonesia tentang: falsafah, politik, budaya, hukum, ekonomi, sejarah dan agama (2008-sekarang).
  • 9. Aktif menulis artikel dalam Tabloid Kontras, Banda Aceh.
  • 10. Menulis buku Self-government (Study Banding Tentang Desain Administrasi Negara) tahun 2009.
  • 11. Menulis buku ‘Mengadili Aceh’ (belum diterbitkan)
  • 12. Menulis buku ‘Aceh Sesat’ (Belum diterbitkan)
  • 13. Menulis buku ‘Jejak Langkah GAM di Malaysia’ (Belum diterbitkan)

Riwayat Pengalaman Pahit dan GetirSunting

  • 1. Ditangkap oleh pasukan Intelijen Polisi Negeri Johor (pada 27. April 1998) yang dipimpin langsung oleh Michael Ong (Kepala Intelijen Negeri Johor) dan ditahan sebagai tahanan ‘Intern Security Act’ (ISA), di Penjara Bukit Aman, Kuala Lumpur, Malaysia (27 April-29 Juni 1998).
  • 2. Diusir oleh Kerajaan Malaysia (Perdana Menteri Mahathir Muhammad) atas tuduhan merugikan kepentingan politik dan perdagangan dalam dan luar negeri Malaysia. Bersamaan dengan itu, UNHCR Kuala Lumpur dan UNHCR Geneva mengirim ke Denmark), tahun 1998.

Riwayat Jabatan: (Priode: 1990-2002)Sunting

  • 1. Ketua Biro Penerangan Aceh Merdeka bermarkas di Kuala Lumpur, Malaysia, tahun 1991-1992.
  • 2. Diangkat oleh Tengku Hasan M. Di Tiro, sebagai Pemimpin Redaksi Majalah politik “Suara Aceh Merdeka” (1991-1998).
  • 3. Diangkat oleh Tengku Hasan M. Di Tiro, sebagai Pemimpin rombongan 44, menduduki Kantor UNHCR, Kuala Lumpur, pada 22. Juni 1992-1994.
  • 4. Diangkat oleh Tengku Hasan M. Di Tiro, sebagai Ketua/Anggota Komite Pelarian Politik Aceh di Malaysia (tahun 1995-1998)
  • 5. Dilantik Tengku Hasan M. di Tiro, yang bertindak untuk dan atas nama negara negara Aceh, menanda tangani MoU antara: Pemerintah Aceh di Pengasingan (Malaysia), Duta Besar Switszerland di KL, Duta Belanda di KL dan Perdana Menteri Malaysia, dalam rangka pembebasan pelarian politik yang menduduki Kedutaan Switszerland dan Belanda, Malaysia tahun 1997).
  • 6. Kepala Kantor GAM, bermarkas di Jalan Batu caves, Selayang, Selangor Darul Ehsan 1996-1998.
  • 7. Utusan Aceh ke Sidang Tahunan UNPO, Thalin Estonia, tahun 2000.
  • 8. Salah seorang juru runding GAM dalam perundingan antara GAM-RI tahun 2000 & 2002 di Geneva.
  • 9. Pembicara dalam Seminar tentang Aceh di Kôln, Jerman tahun 2002.
  • 10. Pemimpin Redaksi ASNLF.com (tahun 2002-2005)
  • 11. Salah seorang wakil ASNLF dalam Seminar tentang Isu Aceh di Finlandia, tahun 2003.
  • 12. Director “Institute for Ethnics Civilization Research”, tahun 2007.
  • 13. Penggagas Konferensi Gayo Sedunia tahun 2010. Catatan: belum terlaksana.

ReferensiSunting

  1. ^ "Yusra Habib Raih Doktor di Malaysia". Aceh.Tribunnews.Com. 24 Agustus 2016. Diakses tanggal 29 Agustus 2017. 

Pranala luarSunting