Buka menu utama
pasal 39       Yeremia 40       pasal 41
Hebrew Bible, MS Sassoon 1053, images 283-315 (Jeremiah).

Kitab Yeremia dalam Alkitab Ibrani, MS Sassoon 1053, foto 283-315.
Kitab: Kitab Yeremia
Bagian Alkitab: Perjanjian Lama
Kitab ke- 24
Kategori: Nevi'im

Yeremia 40 (disingkat Yer 40; Penomoran Septuaginta: Yeremia 47) adalah bagian dari Kitab Yeremia dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Berisi perkataan nabi Yeremia bin Hilkia, tentang Yehuda dan Yerusalem, yang hidup pada zaman raja Yosia, Yoahas, Yoyakim, Yoyakhin dan Zedekia dari Kerajaan Yehuda sekitar abad ke-7 SM.[1][2]

Daftar isi

TeksSunting

Naskah sumber utamaSunting

Penomoran ayatSunting

Terdapat perbedaan antara penomoran ayat dalam versi Teks Masoret dengan versi Septuaginta yang dibuat pada abad ke-3 SM.[3]

Indonesia, Ibrani, Latin, Inggris Rahlfs'LXX (CATSS)
33:1-13 40:1-13
40:1-16 47:1-16

StrukturSunting

Ayat 1Sunting

Firman yang datang daripada TUHAN kepada Yeremia, sesudah ia dilepaskan dari Rama oleh Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal, yang telah menyuruh untuk mengambilnya terbelenggu pada tangannya di tengah-tengah semua orang buangan dari Yerusalem dan Yehuda yang hendak diangkut ke dalam pembuangan ke Babel. (TB)[4]

Ayat ini, dilanjutkan dengan perkataan dan tindakan Nebuzaradan di ayat 2-5 serta ayat 6 merupakan penjelasan lebih lanjut dari peristiwa yang telah dicatat dalam Yeremia 39:14:

Mereka (tentara Babel) menyuruh mengambil Yeremia dari pelataran penjagaan, lalu menyerahkannya kepada Gedalya bin Ahikam bin Safan untuk membebaskannya, supaya pulang ke rumah. Demikianlah Yeremia tinggal di tengah-tengah rakyat.[5]

Ayat 7Sunting

Ketika semua panglima tentara, yang masih berada di luar kota dengan orang-orangnya, mendengar bahwa raja Babel telah mengangkat Gedalya bin Ahikam bin Safan atas negeri itu dan bahwa kepadanya telah diserahkan pengawasan atas laki-laki, perempuan dan anak-anak, yaitu dari orang-orang lemah di negeri itu, yang tidak diangkut ke dalam pembuangan ke Babel, (TB)[6]

Gedalya, seorang pemimpin yang baik, membantu mengembalikan ketertiban dan damai di negeri itu; ia bertugas selama sekitar lima tahun sebelum dibunuh oleh Ismael, yang ingin terus menentang Babel. Gedalya terlalu mempercayai Ismael, bahkan sesudah diberi tahu tentang komplotan untuk membunuhnya.[7]

Ayat 14Sunting

dan mereka berkata kepadanya: "Tahukah engkau bahwa Baalis, raja bani Amon, telah menyuruh Ismael bin Netanya membunuh engkau?" Tetapi Gedalya bin Ahikam tidak percaya kepada mereka. (TB)[8]
  • "Baalis raja bani Amon": sebuah segel meterai bertulisan "milik Milkomor, hamba Baalisha" dalam abjad Fenisia kuno telah ditemukan di Tell el·Umeiri pada tahun 1984, di mana "Baalisha" diidentifikasi sebagai ejaan bahasa Amon untuk "Baalis".[9][10]

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Dianne Bergant dan Robert J.Karris (ed). 2002. Tafsir Alkitab Perjanjian Lama. Jogjakarta: Kanisius.
  2. ^ (Indonesia) W.S. LaSor, D.A. Hubbard, F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 2. Sastra dan Nubuat. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1994. ISBN 9789794150431
  3. ^ CCEL - Brenton Jeremiah Appendix
  4. ^ Yeremia 40:1 - Sabda.org
  5. ^ Yeremia 39:14 (TB) - Sabda.org
  6. ^ Yeremia 40:7 - Sabda.org
  7. ^ The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  8. ^ Yeremia 40:14 - Sabda.org
  9. ^ Grabbe, Lester L., Can a 'History of Israel' Be Written?, Continuum International, 1997, pp. 80–82 [1]
  10. ^ Deutsch, Robert. "Seal of Ba'alis Surfaces: Ammonite King Plotted Murder of Judahite Governor", Biblical Archaeology Review 25 No. 2, Maret/April Tahun 1999, Halaman 46-49, 60 foto sampul depan.

Pranala luarSunting