Buka menu utama

Letjen TNI (Purn) Widjoyo Soejono merupakan seorang purnawirawan dengan pangkat bintang tiga di pundaknya. Dan mantan Komandan Komandan Puspasus sekarang Kopassus ke-6 periode 1967-1970.

Widjoyo Soedjono
Brigjen-Widjoyo Soedjono.jpg
Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus ke-6
Masa jabatan
1967–1970
PendahuluBrigjen TNI Sarwo Edhi Wibowo
PenggantiBrigjen TNI Witarmin
Dinas militer
Pihak Indonesia
Dinas/cabangLambang TNI AD.png TNI Angkatan Darat
Masa dinas1945–1975
PangkatPdu letjendtni staf.png Letnan Jenderal TNI
SatuanInfanteri (Kopassus)

Karier MiliterSunting

Widjoyo Suyono, Mengawali karier dan pengabdiannya di dunia kemiliteran, TNI, melalui pendidikan perwira tentara sukarela Pembela Tanah Air (PETA) di masa akhir pendudukan tentara Jepang sebagai Shoodancho, pangkat setara Perwira Pertama pada 1 Juni 1945. Selanjutnya, ketika PETA dibubarkan pada 19 Agustus 1945, dan membawanya bergabung dengan seorang senior bernama Suharjo, mantan Chudancho yang membangun Badan Keamanan Rakyat (BKR) di Kota Surabaya, tepatnya di bekas gedung Hogere Burger School (HBS) yang terletak di jalan yang kini disebut Jalan Wijaya Kusuma, dan merupakan cikal bakal dari Resimen 1 Divisi VI di kemudian hari. Dengan mengaku setahun lebih tua, sesungguhnya Wijoyo ketika itu baru berumur 17 tahun dan mendapatkan tugas di Staf Resimen.[1]

Akhir tahun 1946, dengan selesainya penarikan Tentara Inggris keluar wilayah Indonesia, Perang Mempertahankan Kemerdekaan melawan agresi Belanda masih berbentuk linier frontal. Selain itu kekuatan bersenjata dari Laskar Kejuangan Bersenjata, kekuatan Tentara Republik Indonesia di Jawa Timur terdiri atas tiga divisi yaitu; Divisi V Ronggolawe, Divisi VI Narotama dan Divisi VII Untung Surapati.

Front dari Divisi VI Narotama yang menghadapi kekuatan utama tentara Belanda di wilayah Surabaya merupakan garis melingkar dari timur Gresik ke sebelah utara Krian, yang selanjutnya berakhir di Porong.

Divisi ini terdiri atas tiga Resimen dan Resimen I yang memang didirikan sejak awal di kota Surabaya mendapatkan porsi terbesar dari tugas pertahanan. Keadaan ini berlangsung sebelum nama Tentara Republik Indonesia (TRI) diubah menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) mulai 3 Juni 1947.

Riwayat JabatanSunting

  • Ajudan Letkol Dr. W. Hutagalung
  • Wakil Komandan Batalyon Infanteri 511 (1949-1953)
  • Komandan Batalyon Infanteri 505 (1953-1955)
  • Komandan Batalyon Infanteri 514 (1955-1957)
  • Pangkowilhan III/Sulawesi-Kalimantan
  • Pangdivif-1 Kostrad (1965-1966)
  • Komandan Puspassus (1967-1970)
  • Pangdam XIII (1970-1971)
  • Pangdam VIII/Brawijaya (1971-1975)

ReferensiSunting

Jabatan militer
Didahului oleh:
Mayjen TNI Wahono
Panglima Kodam VIII/Brawijaya
1971 - 1975
Diteruskan oleh:
Mayjen TNI Witarmin
Didahului oleh:
Brigjen TNI Sarwo Edhie Wibowo
Komandan RPKAD
1967 - 1970
Diteruskan oleh:
Letjen TNI Witarmin