Wetar Barat, Maluku Barat Daya

kecamatan di Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku

Wetar Barat adalah nama sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Maluku Barat Daya, provinsi Maluku, Indonesia, dan ibukota kecamatan berada di desa Ustutun. Luas wilayah kecamatan ini sekitar 511,09 km² dan penduduk ditahun 2020 berjumlah 2.005 jiwa.[1]

Wetar Barat
Negara Indonesia
ProvinsiMaluku
KabupatenMaluku Barat Daya
Populasi
 • Total2,005 jiwa (2.020) jiwa
Kode Kemendagri81.08.14 Edit the value on Wikidata
Luas511,09 km²
Desa/kelurahan5 desa

DemografiSunting

Penduduk asli di kepulauan Maluku, termasuk kabupaten Maluku Barat Daya adalah suku Tanimbar.[2] Budaya yang kental masih dijalankan oleh suku Tanimbar ialah budaya Duan – Lolat. Budaya ini berhubungan dengan status sosial dari hubungan perkawinan, dimana, dalam budaya Duan – Lolat, perkawinan menjadi dasar dalam menentukan status sosial calon mempelai.[2] Dan di pulau-pulau terdepan di Kabupaten Maluku Barat Daya, sejumlah sastra tradisional masih hidup dan menyatu bersama kebudayaan lainnya. Beberapa diantaranya seperti sastra tradisi tiarki (tiarti atau tiarka), nyertatat, nyerulor, dan nyerariem.[3]

Dalam bidang keagamaan, Badan Pusat Statistik kabupaten Maluku Barat Daya tahun 2020 mencatat keadaan penduduk dalam hal keagamaan. Mayoritas warga di kecamatan ini memeluk agama Kristen yakni 95,76% (Protestan 95,41% dan Katolik 0,35%), sebahagian lagi memeluk agama Islam 4,24%.[1]

EkonomiSunting

Pada umumnya warga di kecamatan ini bekerja sebagai petani, dan sebahagian merupakan buruh, PNS, anggota TNI dan Polri, pedagang, guru, dan nelayan. Kabupaten Maluku Barat Daya, berbatasan dengan negara tetangga yakni Timor Leste, sehingga beberapa kampung di kabupaten Maluku Barat Daya bahkan melakukan interaksi jual beli di Timor Leste.[3]

ReferensiSunting

  1. ^ a b "Kabupaten Maluku Barat Daya Dalam Angka 2020" (pdf). www.malukubaratdayakab.bps.go.id. Diakses tanggal 12 November 2020. 
  2. ^ a b "Suku di Maluku". www.tambahpintar.com. Diakses tanggal 12 November 2020. 
  3. ^ a b "Melindungi Sastra Tradisi di Wilayah Perbatasan". www.kantorbahasamaluku.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 12 November 2020.