Vier Abdul Jamal, lahir dengan nama Veri Riang Hepat, (lahir di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, 19 Juni 1969; umur 51 tahun) adalah seorang pengusaha, investor, dan pialang saham Indonesia. Ia mengelola Vierson & Daughter Investment dan memegang saham sejumlah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). VIVAnews pernah menyebutnya sebagai investor individu paling sukses di Indoensia. Sebagai pialang saham, pencapaian terbesarnya adalah ketika mendapatkan kepercayaan dari investor untuk mengelola dana sebesar USD 3 juta. Sampai 2018, Vier dicatat mengelola aset dan portofolio senilai USD 900 juta. Saat ini, kegiatan bisnisnya tersebar di Jakarta, Singapura, Malaysia, Hongkong, dan Tiongkok.[1]

Vier Abdul Jamal
Vier Abdul Jamal.jpg
LahirVeri Riang Hepat
19 Juni 1969 (umur 51)
Bendera Indonesia Kota Pontianak, Kalimantan Barat Indonesia
KebangsaanIndonesia
AlmamaterPendidikan dan Latihan Ahli Pelayaran (kini Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran, Jakarta)
PekerjaanPengusaha
Dikenal atasInvestor dan pialang saham

Tamat dari Pendidikan dan Latihan Ahli Pelayaran (kini Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran, Jakarta) pada 1993, Vier memulai kariernya di dunia perkapalan sebagai ahli mesin kapal. Ia sempat berkerja di Nippon Yusen Kaisha, Pelni, dan terakhir di kapal tambang minyak Marathon Petroleum sampai 1997.[2] Pada 1999, setelah menyelesaikan program MBA di School of Business and Finance, Newport University, Amerika Serikat, Vier bekerja di CMA CGM & ANL Lines, salah satu perusahaan perkapalan terbesar di dunia. Namun, ia mengundurkan diri dan menerima tawaran Mars Incorporated untuk menjadi eksekutif perusahaan pada 2001. Di Mars, ia dianggap berhasil membenahi pabrik yang mengalami kerugian dan audit organisasi.[1]

Vier mulai terjun bergadang saham pada 2005, memilih meninggalkan pekerjaannya di Mars. Setahun berikutnya, ia merinstis bisnis lewat Vierson & Daughter Investment dan dipercaya mengelola dana investor dengan transaksi hitungan ratusan juta rupiah. Pada 2008, Vier menuai perhatian publik dengan memborong saham Bank Negara Indonesia (BNI) di BEI saat harga saham BNI anjlok. Ia meraup keuntungan hampir setengah triliun saat memperdagangkan saham BNI kembali pada enam bulan berikutnya. Namanya kembali menjadi sorotan media saat dirinya berniat membeli PT Sarijaya Permana Sekuritas yang terbelit kasus penggelapan dana nasabah.[3][4]

ReferensiSunting

  1. ^ a b Hasril Chaniago. Vier Abdul Jamal: Legenda Pasar Modal Indonesia Bertarung di Tengah Badai. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. ISBN 978-602-433-593-9.
  2. ^ "Vier Abdul Jamal, Berlayar Sendiri dari Aceh ke Papua". Majalah Investor (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-02-27. 
  3. ^ Vier Jamal Bantah Jadi Boneka Sarijaya. 12 Januari 2009. Detik.com. Diakses pada 26 Februari 2019.
  4. ^ Investor Baru Dihadapkan Masalah Ganti Rugi Nasabah. 13 Januari 2009. hukumonline.com. Diakses pada 26 Februari 2019.