Koordinat: 43°18′54″N 5°21′58″E / 43.314892°N 5.366006°E / 43.314892; 5.366006

CMA CGM S.A. adalah sebuah perusahaan pengapalan dan transportasi peti kemas asal Prancis.[3] CMA CGM merupakan salah salah satu perusahaan pengapalan terkemuka di dunia,[4] dengan 200 rute yang menyinggahi 420 pelabuhan di 150 negara berbeda,[5] menempati peringkat keempat di bawah Maersk Line, MSC, dan COSCO Shipping Lines.[6] Perusahaan ini berkantor pusat di Marseille,[7] sementara bisnisnya di Amerika Utara berkantor pusat di Norfolk, Virginia, Amerika Serikat.

CMA CGM
Société Anonyme
IndustriKontainerisasi
Didirikan1978; 43 tahun lalu (1978)
PendiriJacques Saadé
Kantor
pusat
,
Cabang
755 kantor/agen
Wilayah operasi
Seluruh dunia
Tokoh
kunci
Jacques R. Saadé Group Chairman & Rodolphe Saadé CEO
ProdukPengapalan peti kemas, logistik
PendapatanIncrease $30,3 milyar (2019)
Total asetIncrease $20,32 milyar (2018)
Karyawan
110.000
Anak
usaha
Daftar anak usaha
Situs webwww.cma-cgm.com
Catatan kaki / referensi
[1][2]

Nama CMA CGM merupakan akronim dari dua pendahulunya, yakni Compagnie Maritime d'Affrètement (CMA) dan Compagnie Générale Maritime (CGM).

SejarahSunting

 
Peti kemas CMA CGM

CMA CGM memulai sejarahnya dari pertengahan abad ke-19, saat dua perusahaan pengapalan resmi didirikan di Prancis, yakni Messageries Maritimes (MM) pada tahun 1851 dan Compagnie Générale Maritime (CGM) pada tahun 1855, yang kemudian mengubah namanya menjadi Compagnie Générale Transatlantique pada tahun 1861. Keduanya dibentuk sebagian dengan dukungan dari pemerintah Prancis, melalui pemberian kontrak pengiriman surat ke sejumlah destinasi, yakni ke koloni dan wilayah seberang laut Prancis serta ke negara lain. Pasca Perang Dunia II, kedua perusahaan tersebut menjadi BUMN Prancis. Pemerintah Prancis, di bawah kepemimpinan Presiden Valéry Giscard d'Estaing dan Perdana Menteri Jacques Chirac, kemudian menggabungkan kedua perusahaan tersebut pada tahun 1977 untuk membentuk Compagnie Générale Maritime (CGM). Sebagai sebuah BUMN, perusahaan tersebut pun kerap ditekan secara politik, salah satunya saat memilih galangan untuk memesan kapal baru.

 
Peti kemas CGA CGM

CGM kemudian diprivatisasi pada tahun 1996 oleh pemerintah Prancis di bawah kepemimpinan Presiden Jacques Chirac dan Perdana Menteri Alain Juppé. CGM terutama mengoperasikan layanan pengapalan peti kemas dan kargo ke sejumlah rute, namun perusahaan tersebut juga memiliki beberapa kapal pengangkut curah kering, kapal tanker minyak, dan kapal tanker LNG. CGM berkantor pusat di suburban barat Paris, awalnya di Paris-La Defense, dan kemudian pindah ke Suresnes.

Selain kapal peti kemas, CGM juga mengoperasikan sejumlah kapal "Con-Ro" yang dapat kemuat kargo roll-on/roll-off. Rute yang dilayani oleh CGM direstrukturisasi dari rute utama milik pendahulunya, yakni rute dagang Barat (Amerika) dari Compagnie Générale Transatlantique (CGT) dan rute dagang Timur (Asia, Afrika Barat, Pasifik, dan Amerika Tenggara) dari Messageries Maritimes (MM). Setelah digabung dan direstrukturisasi, layanan pengapalan CGM dikelola oleh empat divisi dagang, yakni Amerika Utara & Timur Jauh (yang juga mengelola kapal tanker dan kapal curah), Amerika Selatan & Karibia, Samudera Pasifik & Hindia, serta Perdagangan Laut Pendek.

Secara terpisah, Jacques Saadé mendirikan Compagnie Maritime d'Affrètement (CMA) pada tahun 1978 sebagai operator layanan pengapalan intra-Mediterania dengan kantor pusat di Marseille. Pada tahun 1996, CGM resmi diprivatisasi dan dijual ke CMA untuk membentuk CMA CGM.[8]

Pada tahun 1998, perusahaan ini membeli Australian National Lines (ANL).

 
Kapal peti kemas CMA CGM Balzac di Pelabuhan Zeebrugge, Belgia

Pada bulan September 2005, CMA CGM resmi mengakuisisi Delmas yang berkantor pusat di Le Havre dari Bolloré Group dengan harga 600 juta Euro. Akuisisi tersebut akhirnya selesai pada tanggal 5 Januari 2006. CMA CGM pun menjadi perusahaan pengapalan peti kemas terbesar ketiga di dunia, di bawah A.P. Moller-Maersk Group dan Mediterranean Shipping Company.[9]

Pada tanggal 4 April 2008, sekelompok bajak laut menyita kapal pesiar milik CMA CGM, Le Ponant di lepas pantai Somalia.

CMA CGM dan afiliasinya pernah menjadi korban dari sejumlah insiden, antara lain:

  • November 2009: Afrika Selatan menyita armada yang berlayar dari Korea Utara melalui Tiongkok. Penyitaan tersebut disebabkan oleh dua peti kemas yang diisi dengan suku cadang tank dan peralatan militer lain dari Korea Utara, yang meliputi "alat bidik, trek, dan suku cadang lain untuk tank T-54 dan T-55 dan bahan perang lain yang diperkirakan senilai $750.000." Peralatan militer tersebut dimasukkan ke dalam peti kemas dengan dibungkus karung beras dan dilaporkan di dokumen pengapalan sebagai suku cadang untuk "bulldozer". Berdasarkan laporannya, peti kemas tersebut dimuat di Dalian, Tiongkok ke dalam CMA CGM Musca, dan akan dikirim ke Pointe-Noire di Republik Kongo.[10][11]
  • Juli 2009: Uni Emirat Arab menyita senjata dari Korea Utara yang akan dikirim ke Iran. Pengapalan tersebut melanggar Resolusi 1874 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang melarang semua ekspor senjata dari Korea Utara. Senjata yang berupa RPG, detonator, amunisi, dan pendorong roket tersebut dikirim oleh kapal milik ANL Australia, anak usaha CMA CGM.[12][13]
  • Oktober 2010: Otoritas Nigeria menyita 13 peti kemas yang membawa persenjataan ilegal dari Iran di Pelabuhan Apapa, Lagos. Peti kemas tersebut mengangkut roket artileri 107 mm (Katyushas), bahan peledak, dan amunisi senjata. Persenjataan tersebut rencananya dikirim ke The Gambia, dengan tujuan akhirnya kemungkinan ke Jalur Gaza. MV CMA CGM Everest memuat peti kemas tersebut dari Pelabuhan Bandar Abbas di Iran. CMA CGM menyatakan bahwa mereka adalah korban dari deklarasi kargo yang salah, karena senjata tersebut dikirim dalam paket yang diberi label "wol kaca dan palet batu", serta bahwa pengirimnya asal Iran "tidak muncul di daftar pengirim terlarang manapun".[14]
  • Maret 2011: Pasukan Israel menghentikan kapal Victoria di perairan internasional di Laut Mediterania, dan menyatakan bahwa kapal tersebut membawa senjata Iran melalui Suriah. Menurut pejabat pemerintah Israel, senjata yang dikirim meliputi "sekitar 2.500 cangkang mortir, hampir 75.000 peluru, dan enam misil anti-kapal C-704". Israel menyatakan bahwa tujuan akhir dari kargo tersebut adalah Jalur Gaza.[15] CMA CGM, yang menyewa kapal tersebut, menyatakan bahwa "manifes kapal tersebut tidak menunjukkan adanya kargo yang melanggar peraturan internasional, dan tidak memiliki informasi lainnya untuk saat ini."[16]

Karena keterlibatan CMA CGM di kegiatan penyelundupan senjata Iran, anggota kongres Amerika Serikat pun ingin agar CMA CGM diinvestigasi dan mendesak Departemen Keuangan Amerika Serikat untuk mempertimbangkan mengenakan sanksi ke CMA CGM.[17] Sejak saat itu, CMA CGM pun menerapkan prosedur yang lebih ketat dalam menerima pengiriman yang ditujukan ke Iran,[18] termasuk memindai semua peti kemas yang ditujukan ke Iran.[19] CMA CGM juga berhenti mengangkut barang ekspor dari Iran mulai bulan November 2011.[19]

Pada tahun 2014, CMA CGM menandatangani perjanjian OCEAN THREE bersama CSCL dan UASC.

Pada bulan April 2015, CMA CGM, melalui anak usahanya, CMA CGM LOG, resmi mengakuisisi saham LCL Logistix, sebuah perusahaan logistik asal India.

Pada bulan Desember 2015, CMA CGM Benjamin Franklin berlabuh di Pelabuhan Los Angeles, sehingga menjadi kapal terbesar yang pernah berlabuh di Amerika Serikat.[20] Kapal peti kemas sepanjang 1,300 ft (0,396 m) dan selebar 177 ft (54 m) tersebut diluncurkan di Pelabuhan Long Beach pada tanggal 19 Februari.[21]

Pada bulan Juli 2016, CMA CGM menyelesaikan akuisisi terhadap Neptune Orient Lines (NOL) asal Singapura dan American President Lines (APL) dengan harga US$2,4 milyar. Akuisisi tersebut merupakan akuisisi terbesar yang pernah dilakukan oleh CMA CGM, dan menambah pangsa pasar sebesar 12% untuk CMA CGM. Singapore Exchange Securities Trading pun menghentikan perdagangan saham NOL setelah akuisisi tersebut selesai.[22][23]

Data keuanganSunting

 
CMA CGM Nevada di Pelabuhan Zeebrugge, Belgia
CMA CGM 2016
Total pendapatan USD 16,0 milyar
Jumlah peti kemas yang diangkut 15,6 juta TEU
Total kapal 445
Total kapasitas kapal 2,208 juta TEU
Pegawai 29.000 orang
Pegawai di Prancis 4.500 orang

[24]

Anak perusahaanSunting

Aktivitas kelautan lain

  • Australian National Lines ANL (Oseania, Asia, Eropa, dan Amerika Serikat)
  • Comanav (pengangkutan penumpang dan peti kemas dari Maroko ke Eropa)
  • U.S. Lines (pengapalan peti kemas trans-Pasifik, berkantor pusat di Amerika Serikat)
  • Cheng-Lie Navigation Co. Ltd (pengapalan peti kemas intra-Asia, berkantor pusat di Singapura)
  • Containerships (pengangkutan laut pendek)
  • APL/NOL (pengapalan peti kemas asal Singapura)

Aktivitas terminal

  • Terminal Link - pengembang dan operator terminal peti kemas, peringkat ke-12 di dunia
  • CMA Terminals Holding

Aktivitas logistik dan antarmoda

  • Progeco (penjualan, penyewaan, dan perbaikan peti kemas)
  • CMA CGM Logistics
  • Rail Link (transportasi multimoda berbasis rel)
  • River Shuttle Containers (transportasi sungai Rhône – Saône)

Aktivitas pendukung

  • CMA Ships (pengelola operasi yang terkait dengan kapal)

Perusahaan patunganSunting

ArmadaSunting

 
Peti kemas CMA CGM di atas kereta api

Pada tahun 2016, armada CMA CGM meliputi:

  • 445 kapal
  • 3.500.000 peti kemas 20 kaki
  • 325.000 peti kemas berpendingin

CMA CGM melayani 200 rute yang menyinggahi 420 pelabuhan di 160 negara.

Sejumlah kapal ikonik milik CMA CGM antara lain:

ReferensiSunting

  1. ^ "About Us". CMA CGM. 
  2. ^ "Consolidated Financial Statements" (PDF). CMA CGM. 
  3. ^ Nouvelle, L'Usine (9 February 2017). "Rodolphe Saadé, nouveau directeur général de CMA CGM - L'Usine Aéro". 
  4. ^ "CMA CGM Shipping Group - Merchant Marine & Maritime Careers". www.edumaritime.net. 
  5. ^ "CMA CGM website". 
  6. ^ "Alphaliner TOP 100". 5 January 2019. 
  7. ^ "Contact." GMA CGM. Retrieved on 22 September 2011. "CMA CGM Marseille Head Office 4, quai d'Arenc 13235 Marseille cedex 02 France "
  8. ^ Renaud Lecade (2005-07-19). "Touché-coulé chez les frères Saadé" (dalam bahasa french). Libération. Diarsipkan dari versi asli (reprint) tanggal 2006-02-08. 
  9. ^ CMA CGM completes the acquisition of Delmas[pranala nonaktif permanen], Jan. 10, 2006, CMA CGM press release.
  10. ^ Jor Lauria, Gordon Fairclough and Peter Wonacott (26 February 2010). "Pretoria Seized North Korean Weapons". The Wall Street Journal. Diakses tanggal 18 March 2011. 
  11. ^ Edith Lederer (25 February 2010). "South Africa reports NKorea sanctions violation". The Seattle Times. Associated Press. Diakses tanggal 18 March 2011. 
  12. ^ Peter Spiegel and Chip Cummins (31 August 2009). "Cargo of North Korea Matériel Is Seized en Route to Iran". The Wall Street Journal. Diakses tanggal 18 March 2011. 
  13. ^ Joby Warrick (3 December 2009). "Arms smuggling heightens Iran fears". The Washington Post. Diakses tanggal 18 March 2011. 
  14. ^ Jon Gambrell (30 October 2010). "Nigeria: Shipper confirms weapons came from Iran". The Boston Globe. Associate Press. Diakses tanggal 18 March 2011. 
  15. ^ "Israel unveils seized arms cache from cargo ship". Boston Herald. Associated Press. 16 March 2011. Diakses tanggal 18 March 2011. 
  16. ^ Bruce Barnard (15 March 2011). "Israeli Commandos Seize CMA CGM Ship in Arms Probe". The Journal of Commerce. Diakses tanggal 18 March 2011. 
  17. ^ Benjamin Weinthal and Johannes C. Bockenheimer (30 May 2011). "French ship company faces US sanctions for 'Iran ties'". The Jerusalem Post. Diakses tanggal 2 June 2011. 
  18. ^ "Regulations and procedures for shipments to Iran" (PDF). CMA CGM. hlm. 2–3. Diakses tanggal 17 February 2012. 
  19. ^ a b "Iranian arms smugglers using European ship firms-study". Reuters. 30 January 2012. Diakses tanggal 17 February 2012. 
  20. ^ "The CMA CGM BENJAMIN FRANKLIN has arrived at the Port of L.A." www.cma-cgm.com. Diakses tanggal 2016-02-23. 
  21. ^ "The CMA CGM BENJAMIN FRANKLIN, the largest vessel ever to call the United States, will be inaugurated in Long Beach today". www.cma-cgm.com. Diakses tanggal 2016-02-23. 
  22. ^ "NOL to be delisted after France's CMA CGM crosses 90% ownership threshold". 
  23. ^ "CMA CGM closes on NOL takeover offer". www.joc.com. 
  24. ^ "Key Figures". CMA CGM. 

Pranala luarSunting

  Media terkait CMA CGM di Wikimedia Commons