Buka menu utama

H. Hasril Chaniago (lahir di Nagari Koto Tangah Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, 20 Januari 1962; umur 57 tahun) adalah seorang wartawan dan penulis yang aktif menulis biografi para tokoh Indonesia.[1][2] Ia pernah menjadi wartawan Harian Singgalang dan pimpinan redaksi Harian Mimbar Minang di Sumatra Barat.[3][4]

Hasril Chaniago
Hasril Chaniago Wikimedia.jpg
Hasril Chaniago berbicara pada sebuah acara Wikimedia Indonesia di Padang, Mei 2019
Lahir20 Januari 1962 (umur 57)
Bendera Indonesia Koto Tangah Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, Indonesia
KebangsaanIndonesia
PekerjaanPenulis, wartawan
Suami/istriEtti Mis'ar (meninggal)[1]
Nelfida

Kehidupan dan karierSunting

Hasril Chaniago lahir di Nagari Koto Tangah Simalanggang pada 20 Januari 1962. Setelah tamat dari STM Negeri Bukittinggi sebagai juara umum pada tahun 1982, ia mendapatkan tiket mahasiswa undangan untuk kuliah di FKT IKIP Padang. Namun, kesempatan itu tidak diambilnya karena kecewa dengan kebijakan Menteri Pendidikan Daoed Joesoef yang waktu itu melarang tamatan STM melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri kecuali untuk pendidikan keguruan, sehingga ia mengurungkan niatnya untuk menjadi insinyur dan kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Berbekal pengalaman sebagai pengasuh majalah sekolah Gesit, ia memilih terjun langsung ke dunia jurnalistik dan tulis-menulis.

Selama bekerja di Harian Singgalang, ia sempat mengikuti beberapa pendidikan jurnalistik di berbagai tempat, seperti di Universitas Andalas, Padang (1983), Medan (1986), dan Arlington, Virginia, sembari menjadi visiting editor di surat kabar Tallahassee Democrat, Florida, Amerika Serikat pada tahun 1998. Sambil menjadi wartawan dan penulis, ia pernah menjadi Konsultan Pengembangan Media Haluan Media Group dan Ketua Dewan Redaksi Harian Haluan (2010–2012). Selain itu, ia pernah menjadi Redaktur Eksekutif Harian Singgalang (1986–1998), kontributor dan redaktur tamu Majalah Ekonomi Prospek Jakarta, Pemimpin Redaksi Mimbar Minang (1999–2005), koresponden majalah Milenia Muslim (Malaysia) untuk Indonesia (2007–2008), dan Board of Editorial Majalah Indonesian Leaders Jakarta (2015–2016).

Aktivitas lainSunting

Selain bekerja sebagai wartawan dan penulis sejak tahun 1982, ia aktif dalam kepengurusan PWI Sumatra Barat sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi (1997–2001), Ketua Dewan Kehormatan Daerah (2001–2006), dan Penasihat (sejak 2006 sampai sekarang). Ia adalah pemegang sertifikat kompetensi Wartawan Utama Dewan Pers dan Tim Penguji Kompetensi Wartawan PWI Pusat. Sebagai wartawan, ia telah melakukan perjalanan jurnalistik ke lebih dari 30 negara di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat, di antaranya pernah meliput Perang Bosnia-Herzegovina (1992) dan Konflik Moro di Mindanao, Filipina Selatan (1996).

Ia aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan demokrasi. Pada tahun 2003–2004 menjadi anggota Panitia Pengawas Pemilu Sumatra Barat, dan Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Kepala Daerah dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Barat (2005). Ia juga aktif di kepengurusan berbagai organisasi sosial dan kemasyarakatan seperti Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), dan Persyarikatan Muhammadiyah (terakhir sebagai Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatra Barat).

KeluargaSunting

Menikah dengan Ir. Hj. Etti Mis'ar, ia dikaruniai empat orang putra, Muhammad Adam, Muhammad Rizqi, Muhammad Ramadhan, dan Muhammad Arief Rahman dan seorang putri, Atiqah F. Hasril (meninggal 1998). Setelah istrinya meninggal, ia menikah lagi dengan Dra. Nelfida, adik kandung istrinya yang pertama. Hasril Chaniago tinggal di Padang namun banyak melakukan perjalanan dalam dan luar negeri.

KaryaSunting

Pada awal kariernya Hasril pernah menulis sejumlah cerpen dan novel yang dimuat sebagai cerita bersambung dalam Harian Haluan dan Harian Singgalang. Belakangan, ia lebih dikenal sebagai penulis buku sejarah dan biografi. Di antara karyanya adalah:

  1. Sumatra Barat di Panggung Sejarah 1945-1995 (1995)
  2. Catatan Seorang Pamong: Hasan Basri Durin (1997)
  3. Biografi Brigadir Jenderal Polisi Kaharoeddin Dt. Rangkayo Basa: Gubernur di Tengah Pergolakan (1998)
  4. Perlawanan Seorang Pejuang: Biografi Kolonel Ahmad Husein (2001)
  5. Indarung: Tonggak Sejarah Industri Semen Indonesia (2002)
  6. Polisi Pejuang, Polisi Masyarakat: Sejarah Kepolisian RI di Sumatra Barat/Tengah (2006)
  7. Labbaika: Catatan, Kenangan dan Pengalaman di Bawah Langit Baitullah (2007)
  8. 101 Orang Minang di Pentas Sejarah (2010)
  9. Hasan Basri Durin: Sebuah Otobiografi (bersama Eko Yanche Edrie) (2010)
  10. 50 Tahun Bank Nagari Membangun Negeri (bersama Eko Yanche Edrie) (2012)
  11. Mohammad Rani ismael: Sosok Pengusaha Demi Aka (2014)
  12. Yohana Yembise: Mutiara Dari Timur, Kisah Hidup Menteri Perempuan Pertama dari Papua (2017)
  13. 121 Wartawan Hebat dari Ranah Minang (2017)
  14. Vier Abdul Jamal: Legenda Pasar Modal Indonesia, Bertarung di Tengah Badai (2018)
  15. Haji Bustamam Pendiri Restoran Sederhana (2019)

Sebagai editor

  1. Siti Aminah—Hiroko Osada: Kisah Hidup dan Perjuangan Seorang Putri Bangsawan Jepang Untuk Kemerdekaan Indonesia (2017)
  2. Irman Gusman: Bunga Rampai Nusantara (2016)
  3. Arwin Rasyid: Telkom 3010 (2015)
  4. Irman Gusman: Jiwa yang Merajut Nusantara (2012)
  5. Ensiklopedi Minang (Edisi Pertama) (2004)
  6. Profil 200 Tokoh Minang (1995)

ReferensiSunting

  1. ^ a b "Istri Hasril Chaniago Tutup Usia". Padang Today. 2010-06-09. Diakses tanggal 2012-12-18. 
  2. ^ Pandoe; Pour, J. (2010). Jernih Melihat Cermat Mencatat: Antologi Karya Jurnalistik Wartawan Senior Kompas. Penerbit Buku Kompas. ISBN 979-709-487-1. 
  3. ^ "Tim Kerja Haluan". Harian Haluan. Diakses tanggal 2012-12-18. 
  4. ^ Chaniago, Hasril (2010). 101 Orang Minang di Pentas Sejarah. Yayasan Citra Budaya Indonesia. ISBN 979-347-819-5.