Buka menu utama
Inskripsi tunggal yang memberi identifikasi lokasi yang digambarkan pada ukiran ini berbunyi: "Sanherib, raja perkasa, raja negeri Asyur, duduk di tahta penghakiman di depan (atau pada pintu gerbang) kota Lakhis (Lakhisha). Aku memberi izin untuk pembantaiannya"
Ukiran Lakhis, British Museum

Ukiran Lakhis (bahasa Inggris: Lachish relief) adalah satu set panel batu Asiria yang memuat catatan kemenangan Asiria atas Yudea dalam pengepungan kota Lakhis sekitar tahun 701 SM. Dipahat antara tahun 700-681 SM, sebagai dekorasi Istana Barat-Daya raja Sanherib di Niniwe, ukiran ini sekarang dipamerkan di British museum di London.[1] Kamar istana di mana ukiran ini diketemukan pada tahun 1845-1847, dipenuhi dengan "ukiran Lakhis" dan berukuran lebar 12 meter dan panjang 5,10 meter.[2]

Daftar isi

IdentifikasiSunting

Ukiran itu diketemukan oleh Austen Henry Layard pada saat berusia 28 tahun dalam suatu ekskavasi pada 1845-1847. Dalam komentarnya mengenai inskripsi di atas ukiran Sanherib yang sedang duduk, Layard menulis:

Maka di sini adalah gambar aktual direbutnya Lakhis, kota yang kita kenal dari Alkitab, dikepung oleh Sanherib, ketika ia mengirim para jenderalnya untuk meminta upeti dari Hizkia, dan yang direbutnya sebelum mereka kembali; bukti dengan karakter yang paling menakjubkan untuk mengkonfirmasi penafsiran inskripsi ini, dan untuk mengidentifikasi raja yang memerintahkan pembuatan ukiran ini dengan Sanherib di Alkitab. Seri bas-relief yang sangat menarik ini memuat, lebih jauh, representasi yang tidak diragukan mengenai seorang raja, sebuah kota dan suatu bangsa, yang nama-namanya kita ketahui, dan mengenai suatu peristiwa yang digambarkan dalam Kitab Suci.

— Austen Henry Layard, Discoveries Among the Ruins of Nineveh and Babylon, 1853,[3]

Layard mencatat dalam karyanya bahwa Sir Henry Rawlinson, "Bapa Asiriologi", tidak setuju dengan identifikasi kota Lakhis yang ada di Alkitab.[4] Rawlinson telah menulis pada tahun 1852: "Pada waktu yang sama, sangat tidak mungkin direbutnya Lakitsu, yang digambarkan dengan sangat mewah pada tembok-tembok istana Sanherib di Niniwe, dapat merujuk pada kota ini, karena kedua nama itu ditulis berbeda dalam tulisan kuneiform."[5] Layard dan yang lain membantah identifikasi Rawlinson, dan akhirnya identifikasi dengan Lakhis dibuktikan benar.

Peneliti Israel, Yigael Yadin, menunjukkan gambar tembok dan kota tepat melukiskan pemandangan bekas tembok kota dari suatu titik dekat penggalian Tel Lachish. Pemerian yang terdapat pada ukiran mengenai Lakhis juga mirip dengan apa yang tercatat dalam Alkitab.[6]

PenafsiranSunting

Peristiwa yang berkaitan dengan direbutnya kota Lakhis dicatat dalam jumlah sumber kuno yang tidak ada bandingannya dari abad ke-8 SM, yaitu dalam Alkitab Ibrani, ukiran Lakhis, prisma-prisma kuneiform Asiria dan penggalian arkeologi di bekas kota kuno Lakhis.[7] Penyerangan Sanherib atas kota-kota di Yudea, tanpa ibu kota Yerusalem, disebutkan dalam Alkitab pada Kitab Raja-raja, Kitab Tawarikh dan Kitab Yesaya.

"Sesudah itu Sanherib, raja Asyur, yang sedang mengepung Lakhis dengan seluruh kekuatan tentaranya, mengutus beberapa pegawai ke Yerusalem, kepada Hizkia, raja Yehuda, dan kepada semua orang Yehuda yang ada di Yerusalem"-(2 Tawarikh 32:9)
"Maka dalam tahun keempat belas zaman raja Hizkia majulah Sanherib, raja Asyur, menyerang segala kota berkubu negeri Yehuda, lalu merebutnya." - (Yesaya 36:1-2; 2 Raja-raja 18:13)

Dalam catatan tahunannya, Sanherib menyatakan telah menghancurkan 46 kota besar dan kecil berkubu di Yehuda dan membawa 200.150 tawanan, meskipun jumlah ini sekarang dipandang dibesar-besarkan. Ia juga menyatakan mengepung raja Hizkia dari Yehuda di Yerusalem "seperti burung dalam sangkar"[8] Grabbe dan sejumlah sarjana sekarang mempertimbangkan bahwa kota yang digambarkan pada ukiran Lakhis sebenarnya adalah Yerusalem. Mereka menunjukkan bahwa karena Yerusalem gagal direbut oleh orang Asyur (=Asiria), para pemahat dari Niniwe yang membuat ukiran itu "sekadar menambah nama Lakisu bukannya Ursalimmu" (Yerusalem)[9] Para pengarang itu menduga bahwa pengepungan Yerusalem tidak dilukiskan dalam ukiran Lakhis karena berakhir dengan kegagalan dan ukiran itu dibuat sebagai kompensasi karena tidak berhasil merebut Yerusalem.[10] Ukuran ukiran itu, letaknya pada ruang tengah istana dan fakta bahwa ukiran Lakhis merupakan satu-satunya gambar peperangan yang dibuat oleh Sanherib, menunjukkan nilai penting yang diberikannya pada pertempuran ini dan anggapan kemenangan atas Yehuda.[11][12]

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "Room 10b: Assyria: Siege of Lachish". British Museum. Diakses tanggal 2012-10-03. 
  2. ^ "The Lachish Reliefs and the City of Lachish" (PDF). Ericlevy.com. Diakses tanggal 2012-10-03. 
  3. ^ Discoveries Among the Ruins of Nineveh and Babylon, p128
  4. ^ Layard, footnote to page 129
  5. ^ Outline of the history of Assyria: as collected from the inscriptions discovered by Austin Henry Layard, Esq. in the ruins of Nineveh (1852), p23
  6. ^ How to capture a city Professor Israel Efal, Library of the Center for Educational Technology (Hebrew)
  7. ^ "Jewish History". Cojs.org. Diakses tanggal 2012-10-03. 
  8. ^ Evans 2009, hlm. 3-4.
  9. ^ Grabbe 2003, hlm. 293.
  10. ^ Grabbe 2003, hlm. 295.
  11. ^ Finkelstein 2007, hlm. 173.
  12. ^ The King James Study Bible, KJV - Thomas Nelson - Google Books. Books.google.rs. 1999-02-15. Diakses tanggal 2012-10-03. 

PustakaSunting