Gletang

(Dialihkan dari Tridax procumbens)
Gletang
Arya.GLETANG-Tridax procumbens.2019.jpg
Gletang di Majalengka
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
(tanpa takson):
(tanpa takson):
(tanpa takson):
Ordo:
Famili:
Bangsa:
Genus:
Spesies:
T. procumbens
Nama binomial
Tridax procumbens
Tridax procumbens IMG 20160715 110352.jpg

Gletang (Tridax procumbens) adalah sejenis tumbuhan, kebanyakan ditemukan liar sebagai gulma, anggota suku Asteraceae. Berasal dari Amerika tropis, gletang biasa dijumpai di tempat-tempat yang kering, cerah matahari. Nama-nama lainnya, di antaranya: katumpang (Sd.); gletangan, cemondelan, gobesan, londotan, orang-aring, prepes, sangga langit, randha mopol, sidawala, srunen (Jw.); tar-sentaran, taroto (Md.).[1] Serta coat buttons, tridax daisy (Ingg.); cadillo chisaca (Spanyol), dan herbe caille (Prancis).

Pemerian botanisSunting

 
Perawakan

Terna menahun, dengan akar tombak, mula-mula rebah kemudian menaik, hingga 0,8 m, bercabang-cabang sejak di pangkalnya. Batang bulat, sering keunguan, berambut panjang. Daun-daun berhadapan, bertangkai; helaian daun bundar telur memanjang, 2,5–6 × 2–4,5 cm, bergerigi kasar hingga berlekuk menyirip, tebal berair (sukulen), berambut.[2]

Bunga majemuk dalam bongkol terminal atau seolah-olah di ketiak, 2 × 1 cm, bertangkai panjang. Pembalutnya berbentuk lonceng. Bunga tepi 5-6 kuntum, betina, dengan lidah bentuk oval lebar, bercangap 3-4, putih atau kuning pucat. Bunga cakram banyak, padat berjejal-jejal, berkelamin-2, dengan mahkota kuning terang dan tabung benang sari berwarna kuning. Buah keras (achene) bersegi, lk. 2 mm, coklat tua atau hitam, berambut rapat; dimahkotai oleh 15-20 rambut sikat (pappus) yang serupa bulu, kuat dan runcing.[2][3]

Ekologi dan penyebaranSunting

 
Bunga gletang dikunjungi kupu-kupu belerang, Eurema blanda

Gletang biasa didapati di tempat-tempat yang tidak becek, banyak kena cahaya matahari atau hanya sedikit ternaungi, terutama di tanah berpasir atau berbatu. Di lapangan-lapangan rumput, persawahan yang mengering, tepi jalan atau jalan kereta api, tepi sungai, bukit pasir, lahan-lahan telantar, dan lain-lain. Dari pantai hingga ketinggian 1.500 m dpl.[3]

Asalnya dari Amerika tropis, kemudian tersebar luas ke India dan Asia Tenggara. Di Jawa, gletang pertama kali tercatat pada tahun 1875, dan semenjak itu merambah ke seluruh Nusantara. Memencarkan biji-biji atau buahnya dengan bantuan angin (anemokori), gulma ini lekas menyebar, namun bukan merupakan gangguan yang berat.[3]

KegunaanSunting

Gletang dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak, biasanya dicampur dengan rumput-rumputan.[1] Bunga gletang banyak dikunjungi oleh aneka jenis kupu-kupu.

Catatan kakiSunting

  1. ^ a b Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia, jil. 3:1840. Terj. Yayasan Sarana Wana Jaya, Jakarta
  2. ^ a b Steenis, CGGJ van. 1981. Flora, untuk sekolah di Indonesia. PT Pradnya Paramita, Jakarta. Hal. 428-429
  3. ^ a b c Soerjani, M., AJGH Kostermans dan G. Tjitrosoepomo (Eds.). 1987. Weeds of Rice in Indonesia. Balai Pustaka, Jakarta. p. 108–109 (illust.)

Pranala luarSunting