Tofet (bahasa Inggris: Tophet atau Topheth; bahasa Ibrani: תוֹפֶת; bahasa Yunani: Ταφεθ; bahasa Latin: Topheth) adalah sebuah lokasi di Yerusalem yang dicatat dalam Alkitab Ibrani (Perjanjian Lama di Alkitab Kristen), tepatnya di lembah bernama Lembah Ben Hinom (Gehinnom) di mana orang-orang yang dipengaruhi oleh Agama Kanaan terlibat dalam pengorbanan manusia terutama anak-anak kecil kepada dewa Molokh dan Ba'al dengan membakar mereka hidup-hidup. Tofet menjadi sinonim  teologis atau puitis untuk neraka dalam dunia Kristiani.

Penjelasan tradisional bahwa Lembah (Ben) Hinom di sebelah selatan Yerusalem merupakan tempat pembakaran sampah sehingga memunculkan gagasan api penghakiman Gehenna dikaitkan dengan komentar Rabbi David Kimhi pada Mazmur 27:13. Ia menyatakan bahwa api dalam lembah yang menjijikkan itu menyala terus-menerus untuk membinasakan kotoran dan mayat yang dilemparkan ke dalamnya.[1]

EtimologiSunting

Menurut Alkitab Ibrani, Lembah Hinom digunakan sebagai tempat orang Kanaan untuk membakar anak-anak mereka sendiri hidup-hidup sebagai persembahan untuk dewa Molokh dan Ba'al. Salah satu bagian dari Lembah Hinom disebut Tofet, di mana anak-anak dibantai (2 Raja-raja 23:10). Komentator Yahudi dari Abad Pertengahan, David Kimhi dan Rashi mengklaim bahwa nama "Tofet" berasal dari kata bahasa Ibrani toph atau tof, yang berarti "alat musik drum; gendang", karena teriakan anak-anak yang dikorbankan oleh para imam Molokh ditutupi dengan suara pemukulan gendang atau rebana.[2][3] Menurut Philip King (1993), derivasi ini tidak pasti, tapi mungkin berasal dari kata Aram yang berarti "perapian", "pembakaran", atau "panggangan".[4]

Catatan AlkitabSunting

Dalam Alkitab Ibrani, Kitab Yeremia 7:31-34 tercatat bahwa Yahweh mengecam keras pengorbanan anak kecil:

Mereka telah mendirikan bukit pengorbanan yang bernama Tofet di Lembah Ben-Hinom untuk membakar anak-anaknya lelaki dan perempuan, suatu hal yang tidak pernah Kuperintahkan dan yang tidak pernah timbul dalam hati-Ku. Sebab itu, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa orang tidak akan mengatakan lagi "Tofet" dan "Lembah Ben-Hinom", melainkan "Lembah Pembunuhan"; orang akan menguburkan mayat di Tofet karena kekurangan tempat, bahkan mayat bangsa ini akan menjadi makanan burung-burung di udara serta binatang-binatang di bumi dengan tidak ada yang mengganggunya. Di kota-kota Yehuda serta di jalan-jalan Yerusalem akan Kuhentikan suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan suara pengantin perempuan, sebab negeri itu akan menjadi tempat yang tandus.[5]

Praktek pembakaran anak-anak di Topfet diakhiri oleh Yosia, Raja Yehuda, yang "menajiskan Tofet" sebagai bagian dari reformasi agama besar-besaran (2 Raja-raja 23:10). Tofet juga disebutkan di tempat lain dalam Perjanjian Lama: Yeremia 7:31-32 Yeremia 19:6, Yeremia 19:11-14, dan Yesaya 30:33.

Referensi sastraSunting

Berbagai karya sastra mengacu kepada Tofet, termasuk Paradise Lost karya John Milton, Tess of the d'urbervilles karya Thomas Hardy,The Pilgrim's Progress karya John Bunyan dan Moby-Dick karya Herman Melville.

Needful Things, novel horor tahun 1991 karya Stephen King, memiliki referensi karakter Tofet di halaman pembuka.[6]

Dalam budaya populerSunting

Dalam film Oh, God! You Devil ("Oh, Tuhan! Kau Iblis"), Iblis digambarkan bernama Harry O. Tofet juga dimainkan oleh George Burns.

Dalam serial animasi Roughnecks: Starship Troopers Chronicles, Tofet adalah nama sebuah planet asing yang mengalami panas tinggi abadi karena terjebak dalam orbit pasang surut dengan bintang induknya.

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Hermann L. Strack and Paul Billerbeck, Kommentar zum Neuen Testament aus Talmud and Midrasch, 5 vols., Munich: Beck, 1922-56, 4:2:1030
  2. ^ Biblia Rabbinica – David Kimhi
  3. ^ Rashi's comment on Jeremiah 7:31
  4. ^ Philip J. King (15 April 1993). Jeremiah: An Archaeological Companion. Westminster John Knox Press. hlm. 136. ISBN 978-0-664-22443-1. 
  5. ^ Yeremia 7:31-34
  6. ^ Stephen King, Needful Things, 1991, p. 4

PustakaSunting

Pranala luarSunting