Buka menu utama

Tirza (Ibrani: תִּרְצָה; bahasa Inggris: Tirzah) adalah sebuah kota di pegunungan Samaria timur laut dari Sikhem. Kota Kanaan yang terkenal karena keindahannya (Kid 6:4; 32°16′17″N 35°17′39″E / 32.27136993408203°N 35.29430389404297°E / 32.27136993408203; 35.29430389404297) dan ditaklukkan oleh Yosua bin Nun (Yosua 12:24). Di kemudian hari raja Yerobeam tinggal di sana (1 Raja-raja 14:17). Tirza menjadi ibu kota Israel pada zaman Baesa (1 Raja-raja 15: 21, 23; 16:6), Ela dan Zimri (1 Raja-raja 16:8, 9, 15). Zimri membakar istana Tirza sedang dia sendiri di dalamnya, tatkala dia dijebak di sana oleh Omri (1 Raja-raja 16:17-18). Sesudah 6 tahun kemudian ibu kota dipindahkan Omri ke Samaria. Menjelang akhir Kerajaan Israel, Menahem, seorang penduduk Tirza, sanggup menggulingkan Salum dan merebut takhta (2 Raja-raja 15:14, 16). Pere de Vaux berpendapat bahwa pertapakan Tirza adalah bukit besar yang ada di Tel el-Fara, sekitar 10 km di timur laut Nablus, yang digalinya selama beberapa tahun. Penggalian mengungkapkan sebuah kota, yang berkembang pada abad ke-9 SM, tetapi yang kemudian surut menjadi kota daerah yang biasa.[1]

Tirza/Tell el-Far'ah (Utara)
תרצה/תל אל-פארעה
Tirza (kota kuno) berlokasi di Israel
Tirza (kota kuno)
Lokasi di Israel
LokasiKegubernuran Nablus, Tepi Barat
Koordinat32°17′15″N 35°20′16″E / 32.287387°N 35.337803°E / 32.287387; 35.337803
Luas180 dunam
0.18 km²
Sejarah
PeriodeZaman Perunggu, Zaman Besi

Daftar isi

Catatan AlkitabSunting

Kota Tirza pertama disebutkan dalam Alkitab dalam 12:24 memiliki seorang raja yang dikalahkan oleh orang Israel; hal ini tidak disebutkan lagi sampai setelah periode Kerajaan Israel bersatu.

Selama zaman Raja Yerobeam, Tirza disebutkan sebagai tempat di mana Abia, anak Yerobeam, meninggal sebagai akibat dari penyakit (1 Raja-raja 14:17). Kemudian Tirza digambarkan sebagai ibu kota kerajaan utara Israel selama pemerintahan Baesa, Elah, Zimri dan Omri (1 Raja-raja 15:33, 1 Raja-raja 16:8, 1 Raja-raja 16:23). Istana di Tirza itu dibakar oleh Zimri ketika ia dihadapkan kenyataan harus menyerah kepada Omri. Omri memerintah dari Tirza selama enam tahun sebelum memindahkan ibu kota Israel ke Samaria.

Tirza disebutkan dalam 2 Raja-raja 15:14, ketika Menahem pergi dari Tirza ke Samaria, membunuh Raja Salum dan menjadi raja Israel.

Tirza disebutkan dalam Kidung Agung,[2][3] di mana para kekasih membandingkan gadis tercinta dengan kecantikan Tirza. Jika penulis Lagu dari lagu-Lagu yang dapat dikaitkan dengan Salomo, maka ini adalah referensi ke kota selama kerajaan Israel bersatu. Namun, Kitab Kidung Agung tidak memberikan konteks historis untuk memungkinkan perkiraan tarikh.

IdentifikasiSunting

Umumnya diidentifikasi dengan Tell el-Far'ah (Utara), sebelah timur laut kota Nablus modern,[4][5] di dekat desa Palestina: Wadi al-Far'a dan kamp pengungsi Far'a, meskipun Conder dan Kitchener menyarankan bahwa kota kuno mungkin sebenarnya terletak di lokasi Tayasir (Teiâsīr) sekarang, berdasarkan kesamaan fonem.[6] Identifikasi saat ini menempatkannya dalam sebuah lembah yang bernama Wadi Far'a dalam bahasa Arab atau Lembah Tirza (Nahal Tirza dalam bahasa Ibrani).

Tell el-Far'ah (Utara)Sunting

Situs arkeologi ini berupa suatu tel seluas 180 dunam (0.18 km2) di pegunungan Samaria, sebelah timur laut Nablus, di Tepi Barat; telah diidentifikasi dengan kota alkitabiah Tirza.

Situs arkeologi yang disebut Tell el-Far'ah (Utara) untuk membedakannya dari Tell el-Far'ah (Selatan) di Sungai Besor, sebuah situs arkeologi di selatan Gaza.

Penggalian dilakukan di Tell el-Far'ah antara tahun 1946 dan tahun 1960 selama sembilan musim oleh École Biblique di bawah arahan Roland de Vaux[7]

Situs ini dihuni pada zaman Neolitik dan Chalcolithic, secara bertahap menjadi lebih padat.[8] Penemuan dari stratat-strata pemukiman awal digali oleh Dorothy Garrod pada tahun 1928 diperkirakan dari periode PPNB.[9]

Selama Zaman Perunggu Awal, Tell el-Far'ah memiliki benteng dan unit rumah domestik.[10] Oven tembikar tertua dari jenisnya digali di sini, memiliki dua ruang memberi pemisahan antara wadah-wadha yang telah dibakar dan api terbuka. Jenis oven tembikar ini terus digunakan di wilayah tersebut hingga periode Romawi. Sebuah kuil dan tempat pemerasan minyak zaitun juga ditemukan. Perencanaan perkotaan ini jelas terlihat di lokasi. Gerbang barat pada dinding kota dibangun kembali beberapa kali selama periode ini. Penggalian menunjukkan pengembangan urbanisasi dan adanya populasi baru. Namun, kota itu ditinggalkan di tengah milenium ketiga SM, dan tetap demikian selama kurang lebih 600 tahun.

Pada Zaman Perunggu Tengah II, ada sebuah pemukiman kecil pada situs itu yang menggunakan sisa-sisa tembok kota tua untuk perlindungan. Pada tahun 1700-an SM populasi berkembang dan dibangun tembok-tembok baru, tapi melingkupi area yang lebih kecil dari kota yang lebih tua. Sisa-sisa dari Zaman Perunggu Akhir menunjukkan bahwa tidak ada perkembangan perkotaan nyata selama periode ini.

Tell el-Far'ah adalah sebuah kota penting di Zaman Besi awal, pusat jaringan desa-desa, salah satu dari lima jaringan pemukiman Israel, sekitar tahun 1200 SM, di dataran tinggi antara Yerusalem dan Lembah Jezreel. Penggalian dari strata Zaman Besi telah menghasilkan sejumlah artefak, termasuk berbagai patung, mata anak panah, gulungan tenun, maket bait suci, dan rumah berkamar empat. Patung-patung seperti kepala sapi, sapi menyusui anak, kuda, pemain rebana, dan patung-patung Asyera.[11]

Penggalian dilakukan di awal abad ke-20 oleh para arkeolog Prancis dan imam Dominika Louis-Hugues Vincent dan Roland de Vaux.

ReferensiSunting

  1. ^ Lihat R. de Vaux, RB, 1947-1952, artikel-artikel tentang penggalian di Tel el-Fara. Dikutip dalam Kamus Alkitab: Tirza
  2. ^ 6:4 Kidung Agung 6:4 bahasa Ibrani
  3. ^ Kidung Agung 6:4
  4. ^ Eerdmans Dictionary of the Bible. Amsterdam University Press. 31 December 2000. hlm. 1314–1315. ISBN 978-90-5356-503-2. 
  5. ^ Marvin Alan Sweeney (September 2007). I & II Kings: a commentary. Westminster John Knox Press. hlm. 186. ISBN 978-0-664-22084-6. 
  6. ^ C.R. Conder and H.H. Kitchener, The Survey of Western Palestine: Memoirs, London 1881, p. 228.
  7. ^ R. de Vaux, "Les fouilles de Tell el-Far'ah" Revue Biblique 68, 1961, pp. 576-592
  8. ^ de Vaux, Roland (1992). E.Stern, ed. האנצקלופדיה החדשה לחפירות ארכיאולוגיות בארץ ישראל [The New Encyclopedia of Archaeological Excavations in the Holy Land] (dalam bahasa Hebrew). IV. hlm. 1297–1302. 
  9. ^ Ephraim Stern; Ayelet Leṿinzon-Gilboʻa; Joseph Aviram (January 1993). The New encyclopedia of archaeological excavations in the Holy Land. Israel Exploration Society & Carta. ISBN 978-0-13-276288-5. Diakses tanggal 2 May 2011. 
  10. ^ Deborah Sebag, The Early Bronze Age Dwellings in the Southern Levant, Bulletin du Centre de recherche français de Jérusalem [En ligne], 16|2005, mis en ligne le 09 octobre 2007, Consulté le 23 mai 2010. URL: http://bcrfj.revues.org/index256.html
  11. ^ www.bibleinterp.com