Neolitikum

fase atau tingkat kebudayaan pada zaman prasejarah yang mempunyai ciri-ciri berupa unsur kebudayaan

Neolitikum atau Zaman Batu Muda[1] adalah fase atau tingkat kebudayaan pada zaman prasejarah yang mempunyai ciri-ciri berupa unsur kebudayaan, seperti peralatan dari batu yang diasah, pertanian menetap, peternakan, dan pembuatan tembikar. Fase ini dimulai pada sekitar Milenium ke-10 sebelum masehi.

Pameran artifak Neolitik yang berisi gelang rantai, kepala kapak, pahat, dan alat penggilap

Manusia diperkirakan mulai benar-benar beralih ke gaya hidup menetap, sekitar 8000 SM, dimana pada saat itu, zaman es sudah benar-benar mencair. Ini membuah tanah menjadi lebih subur, sehingga dapat digunakan untuk bercocok tanam.[2] Kota-kota pertama dibangun, contohnya Jericho, yang pada masa ini berkembang menjadi desa seluas 10 hektar. Jericho adalah kota pertama dengan rumah yang dibangun dari tanah liat, dan juga menjadi kota pertama denganbukti tertua pertahanan kota (buktinya berupa menara pengawas). Di timur tengah, kambing mulai diternakkan, dan gandum mulai ditanam.

Karena mencairnya semua es, ketinggian air laut meningkat, sehingga jembatan darat di Siberia tertutup. Ini membuat imigran dari Siberia terisolasi..

Waktu berakhirnya zaman ini berbeda-beda, tergantung wilayah. Beberapa suku tepencil masih mengalami masa neolitikum, bahkan hingga sekarang.

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Listiyani, Dwi Ari. 2009. Sejarah 1: Untuk SMA/MA Kelas X Diarsipkan 2013-11-11 di Wayback Machine.. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional Indonesia.
  2. ^ "Neolithic". Oxford Reference (dalam bahasa Inggris). doi:10.1093/acref/9780191735356.timeline.0001. Diakses tanggal 2021-09-27. 

Pranala luarSunting