Taman Sari Surakarta


Taman Sari Surakarta atau Taman Sari Keraton Surakarta (Hanacaraka:ꦠꦩꦤ꧀ꦱꦫꦶ ꦱꦸꦫꦏꦂꦠ ꦡ, Tamansari Surakarta) adalah sebuah bangunan Kebun yang berpadu dengan Taman serta Kolam yang semuanya terletak dalam satu kompleks yakni Kompleks Taman Sari. Bangunan ini bersama satu kompleks yang diperkirakan dibangun pada tahun 1750-an. Kompleks ini terdapat dalam kawasan tertutup yakni disebelah barat Kompleks Argapura. Sebagai kelengkapan sebuah kerajaan, sebuah taman berdiri di belakang tempat tinggal keluarga Sri Susuhunan yakni Taman Sari. Kompleks ini terletak di belakang Dalem Ageng Prabasuyasa. Kawasan bukit buatan ini dikelilingi taman yang disebut Baleretna. Fungsi dari kompleks ini adalah sebagai replika Gunung Meru (melambangkan pusat alam semesta) dalam mitologi Jawa pra-Islam dan sebagai tempat Sri Susuhunan dan keluarganya berlindung jika sewaktu-waktu istana diserang musuh. Di tengah-tengah kompleks taman sari terdapat sebuah kolam buatan manusia yang berdiri bangunan semacam mushala yang digunakan sebagai ruang meditasi oleh Sri Susuhunan dan para pangeran dan masih digunakan hingga sekarang.

Taman Sari
Taman Sari Surakarta
Informasi umum
Gaya arsitektur Jawa, Istana
Kota Komplek Keputren, Surakarta
Negara Indonesia
Koordinat 7.577600°S 110.826543°E
Awal konstruksi 1750
Selesai 1757
Klien Pakubuwono II
Milik
Keraton Surakarta

Di antara taman air dan bangunan tempat keluarga Sri Susuhunan, terdapat bukit yang dipenuhi rerumputan. Di atasnya berdiri bangunan paviliun kecil dengan terasnya. Tempat ini disebut Gunungan dan dipakai sebagai tempat istirahat Sri Susuhunan.

Di belakang tepian kolam terdapat tempat yang berisi batu meteor keramat dan tangga dari batu yang menuju ruang meditasi. Pada sisi utara kolam terdapat bangunan Banoncinawi, tempat para selir Sri Sunan. Bagian barat Kompleks Taman Sari Bandengan terdapat masjid yang bersifat pribadi yaitu Masjid Pudyasana, yang dibangun pada tahun 1912. Di masjid ini pula jenazah Sri Susuhunan dan permaisuri disucikan sebelum diberangkatkan ke pekamaman.

Kompleks Taman Sari Surakarta juga sama halnya dengan Kompleks Taman Sari Yogyakarta. Namun Kompleks Taman Sari Surakarta lebih tertutup dan bersifat pribadi. Hanya orang tertentu dari keturunan raja saja yang mempunyai akses masuk kedalam Kompleks tersebut. Sehingga menjadikan informasi mengenai Taman Sari Surakarta sangat terbatas.