Buka menu utama

Sungai Baliem (Sungai Vriendschaps) adalah sebuah sungai di bagian tengah provinsi Papua, Indonesia.[1] Merupakan anak sungai dari Sungai Pulau, yang sebelumnya disebut "Sungai Eilanden".

Sungai Baliem
Sungai Vriendschaps
Lokasi
Country Indonesia
Ciri-ciri fisik
Hulu sungai 
 - lokasiDanau Habbema, Indonesia
 - koordinat4°8′14″S 138°39′33″E / 4.13722°S 138.65917°E / -4.13722; 138.65917
 - elevasi3300 m (10800 ft)
Muara sungai 
 - lokasiSungai Pulau
 - koordinat5°28′32″S 138°52′56″E / 5.47556°S 138.88222°E / -5.47556; 138.88222
 - elevasi20 m (66 ft)
Panjang70 km (43 mi)
Lebar 
 - minimum15 m (49 ft)
 - maksimum20 m (66 ft)
Kedalaman 
 - minimum0.6 m (2 ft 0 in)
 - maksimum3.7 m (12 ft)
Daerah Aliran Sungai
Anak sungai 
 - kiriBaliem Barat
 - kananBaliem Timur

HidrologiSunting

Sungai dimulai sebagai "Baliem Timur" (East Baliem) di utara Pegunungan Maoke ("Pegunungan Salju") di Danau Habbema di Kabupaten Jayawijaya, di sebelah utara Gunung Trikora. Baliem Timur mengalir ke arah barat dan bersatu dengan "Baliem Barat" (West Baliem) sebelum berbelok ke utara. Setelah mengalir di bawah tanah selama beberapa kilometer melalui sinkhole di daerah geologi batu gamping Karst, sungai itu muncul dan mengalir ke timur laut sampai dekat Tiom di Kabupaten Lanny Jaya. Bagian sungai disini sebelumnya dikenal sebagai Noordelijke Baliem (Baliem Utara) dalam bahasa Belanda. Setelah mengalir ke timur melintasi Kabupaten Lanny Jaya, Baliem berbelok ke tenggara memasuki Lembah Baliem Besar yang lebar dan datar. Di tengah lembah sungai itu terus mengalir ke tenggara dan bertemu dengan sungai Uwe di kota Wamena. Di selatan Wamena, sungai itu terjun ke arah tenggara melalui ngarai curam dengan banyak jeram dan air terjun, lalu bergabung dengan sungai Mugi dan Kwik. 70 kilometer di sebelah tenggara Wamena, sungai Heluk mengalir ke sungai Baliem dekat desa Holuwon. Dari sini, sungai itu disebut "Sungai Vriendschaps" pada zaman Belanda Nugini, sebelum aliran sungai itu sepenuhnya dieksplorasi.[2]

Di bawah Holuwon, sungai itu meninggalkan kaki perbukitan selatan Maoke atau Pegunungan Jayawijaya dan menjadi sungai yang dikepang menuju ke barat daya melalui hutan hujan dataran rendah selatan Papua (New Guinea). Setelah 100 kilometer, sungai Baliem, sedikit di bagian hulu desa Kaima, mengalir ke Sungai Pulau (sebelumnya "Sungai Eilanden") yang mengalir ke Laut Arafura, sekitar 100 kilometer di barat daya pantai Kasuarina.[3][4]

EkologiSunting

Sungai yang letaknya di kabupaten Jaya Wijaya, tepatnya lembah Baliem ini memiliki panjang sekitar 60–80 km dengan lebar kira-kira 15–20 km. Sungai yang mengalir di lembah Baliem ini pun melewati kota Wamena. Suhu air sungai Baliem tergolong dingin, berkisar 14 hingga 18 °C. Tingkat keasaman sungai Baliem berkisar antara 6,8-7,5. Kadar oksigen 4,1-4,3 mg/L. Kecepatan arus 0,09-0,92 m/det. Kecerahan 17–160 cm. Kedalaman 0,60-3,7 meter.[5]

Kadar keasaman air di sungai Baliem masih tergolong bagus bagi pertumbuhan organisme yang hidup di air, misalnya ikan. Di sungai Baliem juga ditemukan sejenis hewan yang mempunyai nilai adat yang tinggi bagi masyarakat sekitar, sama tinggi nilainya dengan ubi (hipiri) dan babi (wam). Hewan ini sejenis Cherax spp dan suka di lumpur. Pada malam hari hewan tersebut akan muncul dan bermigrasi ke pinggir sungai, sedangkan paginya kembali ke perairan sungai yang dalam. Di tepian sungai Baliem juga terdapat rawa-rawa, daerah yang rawan terhadap banjir dan biasa dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk melepas ternak babi mereka. Daerah sekitar aliran sungai memiliki potensi berupa pariwisata, perkebunan, dan pertanian.[5]

GeografiSunting

Sungai ini mengalir di wilayah selatan pulau Papua yang beriklim hutan hujan tropis (kode: Af menurut klasifikasi iklim Köppen-Geiger).[6] Suhu rata-rata setahun sekitar 21 °C. Bulan terpanas adalah Maret, dengan suhu rata-rata 22 °C, and terdingin Juli, sekitar 18 °C.[7] Curah hujan rata-rata tahunan adalah 6222 mm. Bulan dengan curah hujan tertinggi adalah Mei, dengan rata-rata 708 mm, dan yang terendah Januari, rata-rata 348 mm.[8]

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Rand McNally, The New International Atlas, 1993.
  2. ^ "1916 Netherlands New Guinea Map". G. Kolff & Co. 
  3. ^ The Dugum Dani: A Papuan Culture in the Highlands of West New Guinea, By Karl G. Heider
  4. ^ https://nl.wikipedia.org/wiki/Baliem
  5. ^ a b 8 Sungai yang terdapat di Papua. Ilmu Geografi.com
  6. ^ Peel, M C; Finlayson, B L; McMahon, T A (2007). "Updated world map of the Köppen-Geiger climate classification". Hydrology and Earth System Sciences. 11. doi:10.5194/hess-11-1633-2007. 
  7. ^ "NASA Earth Observations Data Set Index". NASA. 30 January 2016. 
  8. ^ "NASA Earth Observations: Rainfall (1 month - TRMM)". NASA/Tropical Rainfall Monitoring Mission. 30 January 2016.