Buka menu utama

Suku Xhosa (/ˈkɔːsə, ˈksə/;[2][3] Xhosa [kǁʰɔ́ːsa] ( simak)) adalah kelompok etnis yang mendiami bagian selatan Benua Afrika yang banyak ditemui di Eastern dan Western Cape, Afrika Selatan, dan dalam dua abad terakhir tersebar hingga ke wilayah pusat-tengah negera tersebut. Ada satu komunitas kecil Xhosa (disebut Mfengu) di Zimbabwe, dan bahasa mereka, IsiXhosa, diakui sebagai bahasa nasional.[4][5]

Xhosa
AmaXhosa
Nelson Mandela-2008 (edit).jpg
Oliver Tambo (1981).jpg
SthAfrica.ThaboMbeki.01.jpg
Trevor Noah 2017.jpg
Total populasi
8.104.752 jiwa (sensus 2011)
Kawasan dengan populasi yang signifikan
Eastern Cape: 5.092.152 jiwa

Western Cape: 1.403.233 jiwa
Gauteng: 796.841 jiwa
Free State: 201.145 jiwa
KwaZulu-Natal: 340.832 jiwa

Zimbabwe:[1] 200.000 jiwa
Bahasa
Xhosa (beberapa berbahasa Zulu, Inggris, dan/atau Afrikaans)
Agama
Agama tradisional Afrika, Kristen
Kelompok etnis terkait
Zulu, Swati serta Suku Ndebele Selatan dan Utara

Suku Xhosa dibagi menjadi beberapa sub-suku yang didasari hubungan dengan leluhur. Sub-suku yang utama adalah AmaGcaleka, AmaRharhabe, ImiDange, ImiDushane, dan AmaNdlambe. Selain itu, ada beberapa sub-suku yang berada di tengah-tengah Suku Xhosa yaitu AbaThembu, AmaBhaca, AbakoBhosha dan AmaQwathi. Sub-suku yang disebutkan di akhir bukan Xhosa sejati namun mengadopsi Bahasa Xhosa dan hidup dengan tata cara Suku Xhosa.[6]

Nama "Xhosa" diambil dari nama seorang pemimpin dan raja yang legendaris bernama uXhosa. Dan ada teori lagi yang menyebutkan bahwa nama raja yang legendaris itu bukan Xhosa, tetapi nama Xhosa itu diberikan oleh Orang San yang berarti "kemarahan" dalam bahasa Bahasa Khoisan. Orang Xhosa menyebut dirinya sebagai AmaXhosa, dan bahasanya disebut isiXhosa.

Saat ini, sekitar 8 juta jiwa Suku Xhosa menyebar diseluruh penjuru negeri, dan Bahasa Xhosa adalah bahasa terbesar kedua di Afrika Selatan setelah Bahasa Zulu, yang mana merupakan bahasa serumpun Bahasa Xhosa. Sistem Apartheid Bantustan yang berlaku di Afrika Selatan sebelum 1994 menolak status kewarganegaraan Afrika Selatan bagi warga Xhosa, tetapi memberi mereka "tanah air" sendiri yang diberi nama Negara Transkei dan Ciskei, yang saat ini menjadi bagian Provinsi Eastern Cape. Mayoritas orang Xhosa tinggal di Cape Town (atau eKapa dalam bahasa Xhosa), East London (eMonti), dan Port Elizabeth (eBhayi).

ReferensiSunting

  1. ^ Hlenze Welsh Kunju, 2017 Isixhosa Ulwimi Lwabantu Abangesosininzi eZimbabwe: Ukuphila Nokulondolozwa Kwaso, PhD Dissertation, Rhodes University.
  2. ^ "Xhosa – pronunciation of Xhosa". Macmillan Dictionary. Macmillan Publishers Limited. Diakses tanggal 16 April 2014. 
  3. ^ Laurie Bauer, 2007, The Linguistics Student's Handbook, Edinburgh
  4. ^ PeopleGroups.org. "PeopleGroups.org - Xhosa of Zimbabwe". peoplegroups.org. 
  5. ^ Nombembe, Caciswa. "Music-making of the Xhosa diasporic community: a focus on the Umguyo tradition in Zimbabwe." Masters dissertation, School of Arts, Faculty of Humanities, University of the Witwatersrand, 2013.
  6. ^ Xhosa, Article at everyculture.com