Stasiun Situbondo

Stasiun Non-Aktif di Kabupaten Situbondo

Stasiun Situbondo (SIT)—juga dikenal dengan nama lain Stasiun Sumberkolak—merupakan stasiun kereta api nonaktif yang terletak di Sumberkolak, Panarukan, Situbondo. Stasiun yang terletak pada ketinggian +30 meter ini termasuk dalam Wilayah Aset IX Jember, serta merupakan stasiun kereta api terdekat dengan ibu kota Kabupaten Situbondo.

Stasiun Situbondo
Logo Kereta Api Indonesia 1991-2011.svg Situbondo
+30 m
Stasiun Situbondo.jpg
Stasiun Situbondo tahun 2018
Nama lainStasiun Sumberkolak
LokasiSumberkolak, Panarukan, Situbondo, Jawa Timur
Indonesia
Koordinat7°42′50″S 113°59′41″E / 7.7139361°S 113.9948522°E / -7.7139361; 113.9948522Koordinat: 7°42′50″S 113°59′41″E / 7.7139361°S 113.9948522°E / -7.7139361; 113.9948522
Ketinggian+30 m
PengelolaKereta Api Indonesia
Daerah Operasi IX Jember
Letak dari pangkalkm 276+925 lintas Surabaya Kota-Probolinggo-Kalisat-Panarukan[1]
Jumlah jalur4 (jalur 1: sepur lurus)
Informasi lain
Kode stasiun
  • SIT
  • 5615
Sejarah
Dibuka1 Oktober 1897
Ditutup2004
Nama sebelumnyaStation Soemberkolak
Layanan
-
Lokasi pada peta
Stasiun Situbondo berlokasi di Indonesia
Stasiun Situbondo
Stasiun Situbondo
Lokasi di Indonesia
Stasiun Situbondo tahun 2017

SejarahSunting

Stasiun ini mulai beroperasi bersamaan dengan selesainya jalur kereta api Kalisat–Panarukan pada tanggal 1 Oktober 1897 oleh Staatsspoorwegen. Jalur ini merupakan segmen terakhir dari megaproyek jalur kereta api Probolinggo–Panarukan yang konsesinya keluar pada 23 Juni 1893.[2][3][4]

Nama stasiun ini awalnya adalah Soemberkolak, berasal dari nama desa tempat stasiun ini berada. Dari Soemberkolak ini terdapat percabangan menuju "Sitoebondo" yang berjarak sekitar 1,6 km ke arah timur dari Soemberkolak, diresmikan pada 1 Oktober 1897 berbarengan dengan peresmian jalur kereta api Kalisat–Panarukan.[5][6][4]

Pada saat beroperasinya Pabrik Gula Panji, dibangunlah kelanjutan jalur kereta api menuju pabrik gula tersebut. Sebelum era kemerdekaan, nama Soemberkolak dan Sitoebondo diganti, tetapi tidak jelas kapan secara resminya diganti. Masing-masing dari pemberhentian kereta api tersebut dari yang semula bernama Soemberkolak diganti menjadi Sitoebondo dan Sitoebondo lama diganti menjadi "Sitoebondo Goederenstation", kelak menjadi "Stasiun Situbondo Gudang". Pada tahun 1950-an, nama kedua stasiun tersebut diganti oleh DKA menyesuaikan Ejaan Republik. Jalur lanjutan dari Situbondo Gudang menuju Panji ini dibuka pada tanggal 1 Mei 1912.[2][4][7] Namun sejak tahun 1965 percabangan ini dinonaktifkan. Jalur tersebut dahulu digunakan untuk mengangkut tebu dari Pabrik Gula Panji.

Menjelang nonaktif, stasiun ini dahulu hanya dilayani oleh kereta api lokal Jember–Panarukan p.p. Sering ditarik lokomotif diesel hidraulis produksi Henschel (BB303 dan BB306), serta membawa tiga unit kereta penumpang ekonomi non-AC. Kereta penumpang ini dahulu difungsikan untuk mengumpan penumpang dari pelosok Situbondo menuju Stasiun Jember. Stasiun ini dinonaktifkan penuh pada tahun 2004 oleh PT KA beserta jalur dan seluruh layanannya karena prasarana yang tua dan kalah bersaing dengan mobil pribadi dan angkutan umum.[8]

Walaupun wacana reaktivasi ini terus digaungkan untuk jalur Kalisat–Panarukan, sampai detik ini tidak ada tanda-tanda jalur ini diaktifkan lagi. Bangunan stasiun masih utuh, sedangkan emplasemen stasiun ini kini berubah menjadi padang rumput.

Bangunan dan tata letakSunting

Pada saat stasiun ini aktif, stasiun ini memiliki empat jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan sepur lurus, serta memiliki gudang dan dua sepur simpan.

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 1921–1932. 
  3. ^ "Wijziging van de Aansluiting van den Zijtak naar Pasirian aan de Hoofdlijn Probolinggo-Panaroekan". de Indische gids. 16: 1173. 1894. 
  4. ^ a b c Steven Anne Reitsma (1928). Korte Geschiesdenis der Nederlandsch-Indische Spoor- en Tramwegen. Weltevreden: G. Kolff & Co. 
  5. ^ Officieele reisgids voor Spoor-en Tramwegen op Java Met Spoorwegkaart van Java. Samarang: G. C. T. VAN DORP & Co. 1898. 
  6. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  7. ^ Buku Djarak Singkat. Djawatan Kereta Api. 1950. 
  8. ^ "Jalur Kereta Api Kalisat-Panarukan Segera Dibuka". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2009-01-12. Diakses tanggal 2019-07-20. 
Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Kalibagor
ke arah Kalisat
Kalisat–Panarukan Tribungan
Terminus Percabangan menuju Panji Situbondo Gudang
ke arah Panji