Sari kacang almond atau susu almond adalah minuman susu nabati yang dibuat dari kacang almond.[1] Sari kacang almond memiliki warna yang lebih pucat dan tekstur yang lebih kental dibandingkan susu. Minuman ini tidak mengandung kolestrol, lemak jenuh, dan laktosa sehingga sering dikonsumsi sebagai pengganti susu oleh orang-orang yang memiliki kondisi intoleransi laktosa dan lainnya, seperti vegan yang menghindari produk susu.

Sari kacang almond

Selain dijadikan pengganti susu, sari kacang almond dapat diminum langsung maupun sebagai campuran resep masakan. Sari kacang almond dapat dibuat di rumah menggunakan blender dari kacang almond dan air. Produk komersial sari kacang almond telah tersedia di berbagai negara.[2]

Popularitas sari kacang almond meningkat tajam sejak tahun 2011,[3] dan telah mengalahkan sari kacang kedelai sebagai minuman yang menyehatkan sejak tahun 2013.[4]

Sari kacang almond dibuat dengan cara yang sama dengan sari kacang kedelai, yaitu dengan menghaluskan kacang almond dengan air lalu menyaringnya. Bahan tambahan seperti pemanis, rempah-rempah, hingga mentega almond dapat ditambahkan untuk memberi rasa dan tekstur.[5][6][7]

SejarahSunting

Dalam sejarahnya, sari kacang almond telah dikonsumsi di berbagai negara di dunia, mulai dari Semenanjung Iberia hingga Asia Timur.[8] Resep sari kacang almond telah tertulis sejak abad ke 14 dan dijadikan pengganti susu pada hari berpuasa.[9]

NutrisiSunting

 
Kacang almond

Kacang almond yang menjadi bahan baku sari kacang almond mengandung serat pangan, vitamin E, magnesium, selenium, mangan, seng, natrium, zat besi, fosfor, tembaga, kalsium, dan asam amino triptofan.[2][10]"The UK Institute of Food Research menemukan almond juga mengandung probiotik.[11]

Namun sari kacang almond mengandung protein yang lebih rendah dibandingkan susu sapi[11] sehingga tidak bisa dijadikan susu formula pengganti air susu ibu.[12]

ReferensiSunting

  1. ^ Lincoln, Jamie. "Ditching Dairy? Here's a Cheat Sheet to the Tastiest Milk Alternatives". Vogue (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-08-27. 
  2. ^ a b Larmer, Christina. "The pros and cons of almond milk". Adelaide Now. Diakses tanggal 26 June 2013. 
  3. ^ With Almond as the New White Milk, Dairy Alternatives Make Further Inroads, Packaged Facts press release, January 19, 2012
  4. ^ Wong, Venessa (August 21, 2013). "Soy Milk Fades as Americans Opt for Drinkable Almonds". BusinessWeek. 
  5. ^ Christensen, Emma. "How to Make Almond Milk". The Kitchn. Diakses tanggal 27 July 2013. 
  6. ^ "Nut Milk Bag". 
  7. ^ "Make Almond Milk Using Almond Butter". MakeAlmondMilk.com. Diakses tanggal 10 August 2013. 
  8. ^ "Vegetarians in Paradise/Almond History, Almond Nutrition, Almond Recipe". Vegparadise.com. Diakses tanggal 2012-02-16. 
  9. ^ Chiodo, Tony. "Nuts-and-bolts brekkie". Theage.com.au. Diakses tanggal 2 December 2013. 
  10. ^ "Nuts-and-bolts brekkie". Almondmilk. Diakses tanggal 2 December 2013. 
  11. ^ a b Larmer, Christina. "Almond Milk". Body and Soul. Diakses tanggal 26 June 2013. 
  12. ^ Keller MD, Shuker M, Heimall J, Cianferoni A. (April 2013). "Severe malnutrition resulting from use of rice milk in food elimination diets for atopic dermatitis" (PDF). Isr Med Assoc J. hlm. 40–2. 

Bahan bacaan terkaitSunting

Pranala luarSunting