Buka menu utama

Rahmat Hidayat atau yang dikenal cukup dengan panggilan Rahmet (lahir di Jakarta, Indonesia, 13 Oktober 1995; umur 23 tahun) adalah seorang pelawak tunggal berkebangsaan Indonesia. Pria yang juga dikenal dengan nama Rahmet Ababil ini adalah satu dari 16 finalis yang berhasil lolos ke putaran final Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV season 5 (SUCI 5)[1]. Rahmet menjadi kontestan termuda di kompetisi SUCI 5 dan dikenal dengan act out dan gaya bicaranya yang khas ala Betawi. Alumni SMK Negeri 52 Jakarta ini dikenal dengan materi komedinya mengenai latar belakang dirinya yang merupakan lulusan STM. Rahmet sendiri berhasil menjadi runner up di SUCI 5[2].

Rahmet Ababil
220px
Nama lahir Rahmat Hidayat
Nama lain Rahmet, Rahmet Ababil
Lahir 13 Oktober 1995 (umur 23)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Pekerjaan Pelawak tunggal, Penulis, Aktor, Mahasiswa
Tahun aktif 2013—sekarang
Dipengaruhi Kevin Hart

Daftar isi

KarierSunting

Nama Rahmet sendiri muncul karena di antara teman sekelasnya di STM ada empat orang yang bernama Rahmat termasuk dirinya. Untuk membedakannya dengan Rahmat yang lain, ia dipanggil dengan Rahmet. Rahmet telah memulai ber stand up comedy semenjak masih bersekolah di STM. Rahmet yang kala itu masih bersekolah di STM 10 Cibubur (sekarang SMK Negeri 52 Jakarta) sudah sering mengikuti lomba stand up comedy. Tidak main-main, Rahmet yang juga anggota komunitas Stand Up Indo Jakarta Timur ini bahkan sering meraih juara. Diantaranya adalah menjadi juara kedua di SUN4BGR (Stand Up Nite 4 Bogor) yang diadakan oleh komunitas Stand Up Indo Bogor pada tahun 2014[3]. Lepas menamatkan pendidikannya di STM, Rahmet mulai serius menggeluti stand up comedy, langkah pertamanya adalah menjadi semifinalis Street Comedy IV yang diadakan di Senayan, Jakarta. Tidak sampai disitu, Rahmet dengan beberapa teman komunitasnya mencoba mengikuti audisi Liga Komunitas Stand Up yang diadakan oleh Kompas TV dengan membawa nama komunitas Stand Up Indo Jakarta Timur, dan hasilnya Rahmet dan kawan-kawan belum beruntung membawa timnya untuk bisa lolos.

Tahun 2015, menjadi awal baru bagi Rahmet karena ia berhasil lolos audisi Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV season 5 (SUCI 5) di Jakarta. Langkah Rahmet terus berlanjut hingga ia menjadi satu dari 16 finalis SUCI 5 dan menjadi kontestan termuda. Rahmet sepanjang penampilannya konsisten dengan materi yang mengulas latar belakang kehidupannya, khususnya sebagai lulusan STM. Tidak disangka karena penampilannya yang bisa dibilang luar biasa setiap kali tampil, hampir dari seluruh penampilannya Rahmet menjadi komika headliner atau penutup pertunjukan, di mana setiap headliner biasanya merupakan bintang utama sebuah pertunjukan stand up comedy. Selain itu, logat Betawi dan gaya act out nya di panggung menjadi ciri khas lainnya dari Rahmet. Rahmet juga menjadikan beberapa orang temannya bahkan hingga gurunya semasa di STM sebagai plesetan ketika tampil. Beberapa nama seperti Kolay, Pape, Ucup Bensin, hingga Congli yang merupakan plesetan untuk salah satu gurunya semasa STM membuat Rahmet lebih diingat di mata penonton. Hal tersebut terungkap ketika akhirnya guru yang ia sebut Congli tersebut datang di salah satu penampilannya di SUCI 5 yang membuatnya kaget dan tersipu malu sekaligus melepas rasa kangen.

Penampilan Rahmet yang luar biasa membawanya hingga ke Grand Final. Rahmet pun digadang-gadang sebagai juara dibandingkan dengan dua pesaingnya di grand final, Rigen dan Indra[4]. Namun Rahmet hanya sanggup meraih posisi runner up karena dinilai belum memberikan performa maksimal untuk tampil di grand final. Meskipun begitu, Rahmet membawa pesan bahwa tidak selamanya anak maupun lulusan STM di Indonesia selalu dipandang negatif, dan itu dibuktikan oleh Rahmet. Rahmet yang datang dari keluarga sederhana dan saat ini merupakan mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta jurusan Akidah dan Filsafat ini pun berharap kiprahnya di SUCI 5 bisa menjadi berkah dan membantu keadaan keluarganya[5]

Pada Mei 2016, Rahmet meluncurkan buku pertamanya yang berjudul Sekolah Tanpa Masalah (STM). Buku tersebut menceritakan cara-cara menjalani kehidupan di sekolah yang kebanyakan orang berfikir bahwa sekolah adalah sebuah beban maka Rahmet memberi sudut pandang lain dari sekolah lewat bukunya, bahwa sekolah itu adalah hal yang paling menyenangkan dalam perjalanan hidup seseorang[6]. Tahun 2017, Rahmet bermain untuk pertama kalinya dalam sebuah sinetron berjudul Roman Picisan The Series yang tayang di RCTI.

Acara TVSunting

SinetronSunting

FilmografiSunting

KaryaSunting

ReferensiSunting

Pranala luarSunting