Buka menu utama
Peta letak Pulau Sapudi

Sapudi adalah sebuah pulau di antara gugusan pulau-pulau di sebelah timur Pulau Madura. Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Di antara gugusan pulau-pulau di sebelah timur Pulau Madura, Sapudi merupakan pulau terluas kedua setelah Pulau Kangean dan pulau dengan penduduk terbanyak. Pulau ini terbagi atas dua kecamatan, yakni Nonggunong, Sumenep di bagian utara, dan Gayam, Sumenep di bagian selatan.

Dihikayatkan, dahulu sekali Pulau Sapudi bermakna 'Pulau Sapi', dengan raja yang beragama Hindu, yang dianut pula oleh masyarakatnya.[1] Adalah Sunan Wirokromo Blingi dan Sunan Wirobroto Nyamplong yang berasal dari Sumenep yang mengadakan perubahan terhadal Pulau Sapudi, kedua Sunan ini yang menjadi sesepuh tertua di Pulau Sapudi, juga mengadakan dakwah di sana. Lambat laun, dakwah yang berlangsung di sana memakai metode kesenian ludrug.[1] Akibatnya terasa pada sejumlah nama desa yang diberi nama alat-alat musik ludrug, serupa desa Gendang, desa Tukong (dari gong), dan lain-lain. Instrumen-instrumen musik itu memberi arti bagi sejarah desa-desa itu.[1] Sampai saat ini, makam dua sunan itu banyak didatangi penziarah, selain orang sapudi sendiri yang berziarah, juga banyak orang-orang dari luar Sapudi. Makam keramat kedua sunan ini terletak di dua tempat terpisah yaitu, sunan Wirokromo di desa belingi kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep dan Sunan Wirobroto di desa nyamplong kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep.

Pulau Sapudi terkenal dengan keunggulan kerapan sapinya. Ternak sapi yang masih secara tradisional di Sapudi menjadi mata pencaharian bagi penduduk di pedesaan atau pedalaman. Sapi kerapan di Pulau Sapudi sering menjuarai kemenangan dalam lomba kerapan, baik di tingkat Kabupaten maupun tingkat wilker (wilayah kerapan) di Madura yang meliputi Kab. Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Kab. Bangkalan.

Tempat Wisata: 1. Pabhetaan 2. Somor Tasek 3. Ghuwe Bhima 4. Ghuwe Jhellik

ReferensiSunting

  1. ^ a b c Athwa (Januari 1994). "Mencari Si Raja Sapi di Pulau Sapudi". Suara Hidayatullah. 6(9):68 – 71. Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Pusat Balikpapan.

Pranala luarSunting