Buka menu utama
Hiasan bunga matahari pada batu di sebelah kanan dari prasasti Kuburajo II. Foto koleksi Tropenmuseum, Belanda.

Prasasti Kuburajo II adalah salah satu prasasti paninggalan dari maso Raja Adityawarman. Di komplek prasasti ini, ada tiga buah batu berjajar yang ukurannya besar, disusun seperti sandaran tempat duduk untuk rapat para penghulu/kepala adat di masa lalu.[1]

Prasasti yang disebut dengan nama prasasti Kuburajo II berada di tengah, sedangkan batu-batu yang di kanan dan kirinya diberi hiasan yang bersifat candrasangkala. Prasasti Kuburajo II terdiri dari delapan baris yang ditulis dalam bahasa campuran Sanskerta dan Jawa Kuno. Artinya masih sulit diketahui, namun ada dua kata, puri dan sthana, yang kemungkinan merujuk pada istana raja.

Batu di sebelah kanan berhiaskan bunga matahari dan empat vajra (simbol), yaitu tujuh helai daun dan tiga kuncup bunga, yang dapat diartikan sebagai angka 12, 7, dan 3, yaitu 1273 Saka atau 1351 Masehi.

Batu di sebelah kiri berhiaskan bulus yang di tengah badannya ada lingkaran melambangan matahari, badannya bersegi enam, kapalanya menghadap ke bawah, yang dapat diartikan sebagai angka 12, 6, dan 1, yaitu 1261 Saka atau 1339 Masehi.[2]

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Kozok, Uli (2015). A 14th Century Malay Code of Laws: The Nitisarasamuccaya. Institute of Southeast Asian Studies. hlm. 40. ISBN 9789814459747. 
  2. ^ Aroengbinang, Bambang (19 Januari 2017). "Situs Prasasti Kubu Rajo Tanah Datar". thearoengbinangproject.com. Diakses tanggal 26 September 2016.