Pengepungan Aleppo (637)

Koordinat: 36°11′53″N 37°09′48″E / 36.198133°N 37.16328°E / 36.198133; 37.16328

Pengepungan Aleppo merupakan benteng yang tersisa yang dimiliki Bizantium di Suriah utara setelah Pertempuran Yarmouk, terjadi antara bulan Agustus dan Oktober 637.

Pengepungan Aleppo.
Bagian dari Penaklukan Suriah oleh Muslim
(Peperangan Romawi Timur-Arab)
TanggalAgustus–Oktober 637 M
LokasiAleppo, Suriah
Hasil Kemenangan Kekhalifahan Rasyidin
Pihak terlibat
Kekhalifahan Rasyidin Simple Labarum2.svg Kekaisaran Romawi Timur
Ghassaniyah
Tokoh dan pemimpin
Khalid bin Walid
Abu Ubaidah bin al-Jarrah
Joachim
Kekuatan
17,000 Tidak diketahui
Korban
Sedikit Tidak diketahui tapi lebih besar dari pasukan Muslim

Latar belakangSunting

Setelah Pertempuran Yarmuk yang menentukan, pasukan Islam berbaris ke utara lebih dalam ke Suriah. Setelah menaklukan kota kecil dan besar, baik Abu Ubaidah bin al-Jarrah dan Khalid bin Walid bertemu di Qinnasarin, dan mereka bergerak ke Aleppo, berhadapan dengan pasukan Romawi yang menjaga benteng tersebut dibawah kepemimpinan Joachim. Aleppo terdiri dari sebuah kota bertembok besar dan sebuah benteng yang lebih kecil tapi hampir tidak dapat ditembus diatas bukit, dikelilingi oleh sebuah parit dengan lebar kurang dari seperempat mil.

PertempuranSunting

Komandan Bizantium di Aleppo, Joachim, bertemu tentara Muslim di bawah komando Khalid dan Abu Ubaidah di tempat terbuka di luar benteng. Ia dikalahkan dan buru-buru mundur ke benteng. Dia meluncurkan banyak serangan tiba-tiba untuk mematahkan pengepungan tapi selalu gagal. Joachim tidak mendapatkan bantuan dari kaisar Heraclius. Akibatnya, sekitar bulan oktober 637, Bizantium menyerah dengan syarat tentaranya dapat pergi dengan damai.

AkibatSunting

Joachim menjadi mualaf bersama dengan 4,000 tentara Yunani. Ia membuktikan dirinya seorang perwira yang sangat mampu dan setia kepada khilafah dan akan berjuang dengan gagah di bawah berbagai Jenderal Muslim.[1] Abu Ubaidah bin al-Jarrah mengirimkan pasukan di bawah Malik al-Asytar untuk menaklukan Azaz dalam rute ke 'Roma'. Wilayah sekarang yang Muslim sebut sebagai Roma adalah daerah yang sekarang Selatan Turki dari timur Pegunungan Taurus. Malik, dibantu oleh Joachim, menaklukkan Azaz dan menandatangani perjanjian dengan penduduk lokal, setelah itu dia kembali ke Aleppo. Penaklukan Azaz sangat penting untuk memastikan tidak ada pasukan Romawi dalam jumlah besar di utara Aleppo, di mana mereka bisa menyerang dari sayap dan belakang umat Islam saat operasi utama selanjutnyaitu diluncurkan. Malik bin Husein segera bergabung dengan tentara Abu Ubaidah berjalan ke arah barat untuk menaklukan Antiokhia, yang berhasi ditaklukkan setelah Pertempuran Jembatan Besi pada 30 Oktober 637.

ReferensiSunting

SumberSunting

  • A. I. Akram, Pedang Allah, Khalid bin al-Walid, Hidupnya dan Kampanye, Nat. Publishing. Rumah, Rawalpindi (1970) ISBN 0-7101-0104-X.