Pangalengan, Bandung

kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat

Pangalengan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Indonesia.

Pangalengan
Pangalengan di Kabupaten Bandung
Pangalengan
Pangalengan
Peta lokasi Kecamatan Pangalengan
Pangalengan di Jawa Barat
Pangalengan
Pangalengan
Pangalengan (Jawa Barat)
Pangalengan di Jawa
Pangalengan
Pangalengan
Pangalengan (Jawa)
Pangalengan di Indonesia
Pangalengan
Pangalengan
Pangalengan (Indonesia)
Koordinat: 7°10′34″S 107°34′16″E / 7.176166°S 107.571188°E / -7.176166; 107.571188Koordinat: 7°10′34″S 107°34′16″E / 7.176166°S 107.571188°E / -7.176166; 107.571188
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
KabupatenBandung
Pemerintahan
 • Camat-
Populasi
 • Total154.286 jiwa
 • Kepadatan790/km2 (2,000/sq mi)
Kode Kemendagri32.04.15 Edit nilai pada Wikidata
Kode BPS3204040 Edit nilai pada Wikidata
Desa/kelurahan13
Cibolang pada tahun 1927

Pangalengan terletak 40 km di selatan Kota Bandung atau sekitar 29 km dari ibu kota Kabupaten Bandung, Soreang. Pangalengan terkenal akan beberapa objek wisata, seperti Situ Cileunca, perkebunan teh dan kolam pemandian air panas Cibolang.

Pangalengan juga dikenal sebagai daerah pertanian, peternakan dan perkebunan. Terdapat beberapa perkebunan teh dan kina yang dikelola oleh PTPN. Pangalengan juga merupakan daerah penghasil susu sapi. Peternakan dan pengolahan susu di daerah Pangalengan dan daerah Bandung Selatan lainnya dikelola oleh Koperasi Peternakan Bandung Selatan Pangalengan (KPBS Pangalengan).

Administrasi

sunting

Pembagian wilayah

sunting

Kecamatan Pangalengan terbagi menjadi 13 desa, diantaranya:[1]

Desa Luas (km2) Penduduk (2010) Penduduk (2019)
Banjarsari 22.09 5,500 5,670
Lamajang 40.16 10,050 11,580
Margaluyu 8.60 8,440 9,190
Margamekar 8.18 8,050 9,680
Margamukti 26.13 15,940 17,710
Margamulya 12.94 15,680 18,440
Pangalengan 5.90 20,510 22,810
Pulosari 51.18 9,710 11,190
Sukaluyu 17.48 8,310 9,580
Sukamanah 6.68 18,300 21,070
Tribaktimulya 4.50 5,150 6,000
Wanasuka 45.56 4,740 4,630
Warnasari 23.54 7,890 9,250

Pariwisata

sunting
 
Situ Cileunca pada tahun 1917
 
Perkebunan teh Cukul
Cagar budaya
  1. Kampung Adat Cikondang
  2. Imah Hideung
  3. Goong Kromong
  4. Makam Bosscha
  5. Batu Gantung
  6. Makam Keramat Cikondang
  7. Gua Belanda di Gunung Tilu
Perkebunan teh dan kina
  1. Perkebunan Teh dan Kina Malabar
  2. Nimo Highland, Malabar Pangalengan
  3. Wisata Wayang Windu Panenjoan
  4. Perkebunan Teh dan Kina Kertamanah
  5. Perkebunan Teh Purbasari
  6. Perkebunan Teh Pasir Junghunh
  7. Perkebunan Teh dan Kina Pasirmalang
  8. Perkebunan Teh Cukul
  9. Kebun Penelitian Teh dan Kina Cibeureum dan Chinchona
Danau
  1. Situ Cileunca
  2. Situ Cipanunjang
  3. Situ Gede Pangalengan
  4. Situ Cicoledas
  5. Situ Kanceuh
  6. Situ Cukul
  7. Situ Datar
Pemandian air panas
  1. Pemandian Air Panas Cibolang
  2. Pemandian Air Panas Tirta Kamelia
  3. Pemandian Air Panas Tirta Bidadari
Cagar alam
  1. Cagar Alam Gunung Tilu
  2. Cagar Alam Malabar
Air terjun
  1. Curug Panganten
  2. Curug Sanghiang
  3. Curug Ceret
  4. Curug Dewa
  5. Curug Cibaliung
  6. Curug Ciruntah
  7. Curug Cikakapa
  8. Curug Cisadawindu
  9. Curug Parta
  10. Curug Mega
  11. Curug Congeang
  12. Curug Cihideung
  13. Curug Malabar

Bencana alam

sunting

Menurut BPBD Kabupaten Bandung, bencana alam di Pangalengan beragam, seperti gempa bumi hingga longsor. Letak geografis Pangalengan yang berada di antara dua sesar besar, yakni Sesar Lembang dan Sesar Garsela menjadikannya daerah ini rawan gempa. Pangalengan menjadi tempat pengungsian (pengungsi internal, atau IDP) setelah gempa bumi besar Jawa Barat pada September 2009. Karena gempa tersebut, diperkirakan sekitar 50.000 rumah hancur di wilayah tersebut, 80.000 orang kehilangan rumah, dan sekitar 250.000 orang mengungsi.[2] Longsor juga terjadi di Pangalengan pada tahun 2015 yang diakibatkan oleh kebocoran gas alam.

Galeri

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Badan Pusat Statistik". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-07-08. Diakses tanggal 2023-01-14. 
  2. ^ Wendy Bruere, "The Quake Indonesia Forgot" Diarsipkan 2012-09-28 di Wayback Machine., The Jakarta Globe, 1 Desember 2009.