Nomor opus

nomor disematkan kepada gubahan musik untuk menunjukkan urutan kronologis dari gubahan komponis

Dalam musik, nomor opus adalah "nomor karya" yang disematkan kepada gubahan musik, atau kepada serangkaian gubahan musik, untuk menunjukkan urutan kronologis publikasi karya komponis. Nomor opus digunakan untuk membedakan di antara gubahan musik dengan judul serupa; kata ini diabreviasi sebagai "Op." untuk karya tunggal, atau "Opp." ketika merujuk lebih dari satu karya. Nomor opus tidak perlu menunjukkan urutan kronologi penggubahan. Sebagai contoh, publikasi karya muda komponis setelah kematiannya seringkali diberi nomor setelah karya lainnya, walaupun sebagian karya tersebut mungkin merupakan karya rampung pertama komponis.

Untuk menunjukkan lokasi spesifik dari suatu karya di dalam katalog musik, nomor opus disandingkan dengan bilangan kardinal; sebagai contoh, Sonata Piano No. 14 dalam C-kres minor karya Beethoven (1801, dijuluki Sonata Cahaya Bulan) adalah "Opus 27, No. 2", dengan nomor karya tersebut menjadi pengenal karya sandingan "Opus 27, No. 1" (Sonata Piano No. 13 dalam E-mol mayor, 1800–01), dipasangkan dalam nomor opus yang sama, dengan kedua karya diberi subjudul Sonata quasi una Fantasia, satu-satunya dua karya sejenis dalam keselusuhan 32 sonata piano Beethoven. Lebih lanjut, Sonata Piano, Op. 27 No. 2, dalam C-kres minor juga dimasukkan ke dalam katalog sebagai "Sonata No. 14", karena karya tersebut merupakan sonata keempat belas yang digubah oleh Ludwig van Beethoven.

Sejumlah komponis tak konsisten atau tidak memiliki penyematan nomor opus, terutama selama Zaman Barok (1600–1750) dan Klasik (1750–1827), ahli musikologi telah mengembangkan sistem penomoran katalog lain; di antaranya adalah Bach-Werke-Verzeichnis (nomor BWV) dan Köchel-Verzeichnis (nomor K dan KV), yang memberikan penomoran untuk karya Johann Sebastian Bach dan Wolfgang Amadeus Mozart secara berturut-turut.

Etimologi

sunting

Pada Zaman Klasik, kata bahasa Latin opus ("karya", "usaha"), jamak opera, digunakan untuk mengidentifikasi, mengurutkan, dan mengkatalogkan karya seni.[1]

Pada abad ke-15 dan 16, kata opus digunakan oleh komponis Italia untuk menandai gubahan musik secara spesifik, dan oleh komponis Jerman untuk koleksi musik.[2] Dalam praktik penggubahan musik, penomoran karya musik dalam urutan kronologi dimulai sejak abad ke-17 di Italia, terutama Venesia. Dalam penggunaan umum, kata opus digunakan untuk menjelaskan karya terbaik dari seorang seniman dengan istilah magnum opus.[3]

Di dalam bahasa Latin, kata opus (tunggal) dan opera (jamak) berkaitan dengan kata opera (tunggal) dan operae (jamak), yang memunculkan kata dalam bahasa Italia opera (tunggal) dan opere (jamak), dengan arti serupa yaitu "karya". Dalam bahasa Inggris kontemporer, kata opera secara spesifik datang untuk menunjukkan genre drama musik opera atau balet, yang dikembangkan di Italia.[4][5] Sehingga, bentuk jamak opera dari kata opus cenderung dihindari di dalam bahasa Inggris. Di dalam bahasa lain seperti Jerman, akan tetapi, bentuk jamak tersebut tetap umum digunakan.

Referensi

sunting
  1. ^ Lewis, Charlton T.; Short, Charles. "opus". A Latin Dictionary. Diakses tanggal 17 April 2024. 
  2. ^ The New Grove Dictionary of Music and Musicians. 18. hlm. 503. ISBN 0-333-60800-3. 
  3. ^ "opus". Oxford English Dictionary. 2004. Diakses tanggal 17 April 2004. 
  4. ^ "opera, n. 1". Oxford English Dictionary. 2004. Diakses tanggal 17 April 2024. 
  5. ^ "opera, n. 2". Oxford English Dictionary. 2004. Diakses tanggal 17 April 2024.