Niniek L. Karim

pemeran perempuan asal Indonesia


Dra. Niniek L. Karim (lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat, 14 Januari 1949; umur 72 tahun) adalah pemeran Indonesia. Selain berprofesi sebagai pemeran, ia juga merupakan dosen di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.[1]

Dra. Niniek L. Karim
Niniek L. Karim on Festival Film Indonesia 2015.jpg
LahirNiniek L. Karim
14 Januari 1949 (umur 72)
Bendera Indonesia Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
AlmamaterFakultas Psikologi Universitas Indonesia (selesai)
Pekerjaanaktris, dosen
Tahun aktif1986 - sekarang

Niniek pernah meraih Piala Citra untuk Pemeran Pendukung Wanita Terbaik dalam film Ibunda (1986) dan Pacar Ketinggalan Kereta (1989). Lewat film Ibunda, wanita berdarah Minang ini juga meraih gelar Aktris Terbaik pada Festival Film Asia Pasifik tahun 1990.[2]

BiografiSunting

Niniek lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat pada 14 Januari 1949. Ia menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Jakarta. Sewaktu kecil, Niniek bercita-cita ingin jadi guru, namun berubah ingin menjadi wartawan ketika SMA, namun malah masuk Fakultas Psikologi.[2]

Niniek pernah bergabung dengan Teater Populer pimpinan Teguh Karya ini tekun studi ketika kawan-kawannya terjun ke film sejak Wadjah Seorang Laki-Laki (1971). Mulai main di film, karena merasa kangen dengan kawan-kawannya di Teater Populer, lalu bersama Teguh Karya, dan didampingi Tuti Indra Malaon, tampil dalam Ibunda (1986). Orang awam tidak heran ketika nama Tuti masuk unggulan Aktris Utama pada Festival Film Indonesia 1986, namun mereka cenderung menganggap "sebelah mata" ketika Niniek masuk nominasi Aktris Pendukung melawan Rima Melati (Pondok Cinta), Rina Hassim (Beri Aku Waktu), Ully Artha (Kejarlah Daku Kau Kutangkap) dan Ria Irawan (Bila Saatnya Tiba). Ketika ia menang dan meraih Piala Citra, hal ini dianggap sebagai suatu kejutan. Sekali lagi taktik veni, vidi, vici (datang-lihat-menang) diulanginya lagi dalam Pacar Ketinggalan Kereta (1988) pada Festival Film Indonesia 1989. Lagi-lagi ia didampingi Tuti (1939-1989) yang juga meraih Citra, seperti ketika di Ibunda (1986). Lewat film yang sama juga ia meraih gelar Aktris Terbaik pada Festival Film Asia Pasifik 1990. Meski begitu Niniek menganggap "Film bagi saya tetap hanya merupakan suatu hobi".[2]

FilmografiSunting

FilmSunting

Tahun Judul Peran Keterangan
1986 Ibunda Farida
1988 Pacar Ketinggalan Kereta Tante Retno
1990 Oom Pasikom
1997 Sri
2001 Ca Bau Kan Giok Lan
2005 Ungu Violet dr. Astrid
Garasi Tanti
2006 Koper
2008 May
2009 Emak Ingin Naik Haji Hjh. Markonah
Ketika Cinta Bertasbih Ibu Malikatun
Ketika Cinta Bertasbih 2 Ibu Malikatun
2010 Bahwa Cinta Itu Ada Ibu Slamet
Red CobeX Ibu Astuti
Dalam Mihrab Cinta Bu Bambang
2013 Hasduk Berpola
Hari Ini Pasti Menang Bude Gabriel
2014 12 Menit Oma Tara
Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar Miss Noor
2015 Ayah Menyayangi Tanpa Akhir Ibu Juna
Nay Mami Ben Hanya suara
2016 Musik untuk Cinta Lenny
Barakati Ibu Abdul Manan
2017 Sweet 20 Fatmawati [3]
Susah Sinyal Agatha [4]
2018 Dancing in the Rain Eyang Widya
Mama Mama Jagoan Myrna
2019 Calon Bini Eyang Endang
Ku Tak Percaya Kamu Mati Tetangga Kinasih
2020 Mangga Muda Ibunda Luli
Bucin Nenek Julia
Di Bawah Umur Mina
100% Halal

FTVSunting

  • TVM RCTI : Karna Aku Cinta Ibundaku Sayang (2013)
  • FTV TVRI: Ketika Bung di Ende (2013)
  • TVM RCTI: Di manakah Ibu Tinggal (2014)
  • TVM RCTI: Awas Kalo Lebaran Ini Gak Mudik (2015)
  • FTV SCTV: Back To 27 (2017)

Seri WebSunting

Penghargaan dan nominasiSunting

Tahun Karya yang dinominasikan Penghargaan Kategori Hasil
1986 Ibunda Festival Film Indonesia 1986 Piala Citra untuk Pemeran Pendukung Wanita Terbaik Menang
1989 Pacar Ketinggalan Kereta Festival Film Indonesia 1989 Piala Citra untuk Pemeran Pendukung Wanita Terbaik Menang
2009 Ketika Cinta Bertasbih 2 Festival Film Indonesia 2009 Piala Citra untuk Pemeran Pendukung Wanita Terbaik Nominasi
2010 Ketika Cinta Bertasbih 2 Festival Film Bandung 2010 Pemeran Pembantu Wanita Terpuji Nominasi
Indonesian Movie Awards 2010 Aktris Pembantu Terbaik Menang
2016 - Festival Film Bandung 2016 Lifetime Achievement Award Menang
2017 Sweet 20 Festival Film Indonesia 2017 Piala Citra untuk Pemeran Pendukung Wanita Terbaik Nominasi
Piala Maya 2017 Aktris Pendukung Terpilih Nominasi
2018 Susah Sinyal Indonesian Box Office Movie Awards 2018 Pemeran Pendukung Wanita Terbaik Nominasi
Sweet 20 Indonesian Movie Actors Awards 2018 Pemeran Pendukung Wanita Terfavorit Menang
Pemeran Pendukung Wanita Terbaik Nominasi

ReferensiSunting

  1. ^ "Niniek L Karim Tetap Mengajar". Kompas.com. Diakses tanggal 14 Januari 2021. 
  2. ^ a b c "Niniek L Karim". Film Indonesia. Diakses tanggal 14 Januari 2021. 
  3. ^ Al Farisi, Baharudin (26 Desember 2020). Kistyarini, ed. "Sinopsis Sweet 20, Seorang Nenek yang Kembali Berusia 50 Tahun Lebih Muda". Kompas.com. Diakses tanggal 14 Januari 2021. 
  4. ^ Ramadhan, Lendy (5 Desember 2017). Jonata, Willem, ed. "Niniek L Karim Merasa Terkutuk". Tribunnews.com. Diakses tanggal 14 Januari 2021. 

Pranala luarSunting