Melani Leimena Suharli

Melani Leimena Suharli (lahir 27 Januari 1951) adalah seorang politikus Indonesia dari Partai Demokrat yang menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat sejak 2009. Antara 2009 dan 2014, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat.

Melani Leimena Suharli
Melani Leimena Suharli.jpg
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Mulai menjabat
1 Oktober 2009
Daerah pemilihanJakarta 2 (Jakarta Pusat, Jakarta Selatan & Luar Negeri)
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia
Masa jabatan
3 Oktober 2009 – 30 September 2014
Menjabat bersama
Periode 2009–14
Ketua MPRTaufiq Kiemas (2009–13)
Sidarto Danusubroto (2013–14)
Pendahulu
Informasi pribadi
Lahir27 Januari 1951 (umur 70)
Jakarta, Indonesia
Partai politikDemokrat
Orang tuaJohannes Leimena (ayah)
Raden Tjitjih Wiyarsih Leimena Prawiradilaga (ibu)

BiografiSunting

Melani Leimena Suharli lahir di Jakarta pada 27 Januari 1951. Ayahnya, Johannes Leimena, adalah wakil perdana menteri dan Pahlawan Nasional Indonesia, dan pendiri Partai Kristen Indonesia.[1][2] Meskipun keluarganya adalah Kristen, Suharli menganut Islam[3] dan memiliki biro perjalanan Haji Al-Amin Universal di Jakarta, yang dituduh mendapatkan keuntungan dari perlakuan istimewa dari Kementerian Agama.[4]

Suharli terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada pemilihan umum legislatif Indonesia 2009 mewakili daerah pemilihan Jakarta II sebagai bagian dari Partai Demokrat,[5] dan terpilih sebagai wakil ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat.[6] Dia terpilih kembali dari daerah pemilihan yang sama pada pemilihan legislatif 2014,[7] dan ditugaskan di komisi VI DPR.

Suharli mengkritik fakta bahwa narapidana korupsi masih menerima pembayaran pensiun dan meminta revisi undang-undang yang ada untuk mencabut pembayaran tersebut.[8] Dia mendorong RUU kekerasan seksual yang diusulkan untuk dimasukkan dalam program legislatif negara pada tahun 2015, dan meminta pemerintah untuk mengumumkan darurat kekerasan seksual, dengan alasan peningkatan kejadian.[9] Pada 2018, Suharli menyerukan peningkatan keterwakilan perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat,[10] dan peningkatan pendanaan bagi Kementerian Koperasi dan UKM untuk meningkatkan jumlah wirausaha.[11]

Dia terpilih kembali pada 2019 setelah memenangkan 36.157 suara.[12]

ReferensiSunting

  1. ^ Rahman, Arif (26 April 2018). "Melani Leimena Suharli Melanjutkan Cita-Cita di Parlemen". Women's Obsession. Diakses tanggal 11 December 2018. 
  2. ^ "Monumen Pahlawan Dr J Leimena Dibangun". KOMPAS. 19 August 2011. 
  3. ^ Sholeh, Muhammad (20 August 2012). "Semangat toleransi di rumah Wakil Ketua MPR Melani Leimena". Merdeka. Diakses tanggal 2 January 2019. 
  4. ^ "Kasus Haji, Saksi Beberkan Sepak Terjang Perusahaan Melani Leimena Suharli". Tribunnews.com. 15 August 2014. Diakses tanggal 2 January 2019. 
  5. ^ "DAFTAR CALON TERPILIH ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA HASIL PEMILU TAHUN 2009" (PDF). Komisi Pemilihan Umum. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2021-02-26. Diakses tanggal 2 January 2019. 
  6. ^ "Taufiq Kiemas Ketua MPR 2009-2014". Antara News. 3 October 2009. Diakses tanggal 2 January 2019. 
  7. ^ "Ini 21 Caleg DPR yang Terpilih dari DKI Jakarta". detiknews. Diakses tanggal 2 January 2019. 
  8. ^ Waskita, Ferdinand (7 November 2013). "Wakil Ketua MPR: Koruptor Tidak Pantas Diberi Pensiun". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2 January 2019. 
  9. ^ Polmasari, Tety (15 October 2015). "Melani Leimena Suharli Dorong RUU Kekerasan Seksual Masuk Prolegnas". Pos Sore. Diakses tanggal 2 January 2019. 
  10. ^ "Melani Leimena: Wakil Rakyat dari Perempuan Harus Semakin Banyak". Tempo. 13 November 2018. Diakses tanggal 2 January 2019. 
  11. ^ Bachtiar, Syamsul (4 June 2018). "Ketua Komisi VI Kecewa ke Jokowi, Soal Apa?". Teropong Senayan. Diakses tanggal 2 January 2019. 
  12. ^ "Hasil Pileg 2019 : Berikut Nama 54 Kader SBY di Senayan". Bisnis.com. 10 September 2019. Diakses tanggal 22 June 2020. 

Pranala luarSunting