M.H. Lukman

Pahlawan Revolusi Kemerdekaan

M.H. Lukman atau bernama lengkap Muhamad Lukman nul Hakim[1] (lahir Tegal, Jawa Tengah, 1 Januari 1920 - wafat pada 29 April 1966) adalah tokoh komunis Indonesia. Ia adalah Wakil Ketua Central Committee Partai Komunis Indonesia. Lukman diam-diam dieksekusi mati pada pertengahan tahun 1966 selama pembersihan anti-komunis 1965-1966,[2] tanpa kejelasan hukum karena ia dianggap telibat dalam pemberontakan yang dilakukan oleh Letnan Kolonel Untung dan kawan-kawan serta PKI, sehingga disalahkan atas peristiwa Gerakan 30 September oleh masa Orde Baru.

M.H. Lukman
Informasi pribadi
Lahir(1920-01-01)1 Januari 1920
Hindia Belanda Tegal, Jawa Tengah, Hindia Belanda
Meninggal29 April 1966(1966-04-29) (umur 46)
Sebab kematianHukuman mati
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Masa kecil sunting

Ayah Lukman adalah seorang kyai, dan orang tetua desa yang aktif di Sarekat Rakyat. Pada tahun 1926 ayah Lukman, Haji Muchlas melakukan pemberontakan terhadap pemerintah Kolonial Belanda dan kemudian dipenjarakan karena peristiwa pemberontakan itu. Pada tahun 1929 Haji Muchlas dan keluarganya, termasuk Lukman kecil bersama adiknya Roliha ikut dibuang ke kamp tahanan Boven Digul, Papua Barat. Lukman, yang saat itu baru berusia 9 tahun, ikut dalam pembuangan tersebut.

Kembali ke Jawa sunting

Pada tahun 1938 Lukman kembali ke kota asalnya Tegal, dan bekerja sebagai seorang kondektur bus sampai tahun 1942. Kemudian pada tahun 1943 dia bergabung dengan D.N. Aidit dan menjadi salah satu pimpinan dalam PKI.[3]

Saat peristiwa Madiun terjadi, MH. Lukman dikabarkan mendapat perlindungan dari Mohammad Hatta sehingga dia bisa bebas dan melarikan diri keluar negeri bersama D.N. Aidit. Karier politiknya melesat bersama PKI dan dia diangkat menjadi Menteri Negara oleh Bung Karno.[4]

Karier politik sunting

Sebelum 17 Agustus 1945, MH. Lukman juga ikut menculik Soekarno-Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekakan Indonesia pada bulan Agustus. Setelah kemerdekaan, Lukman juga ikut mengobarkan semangat rakyat pada rapat Samudra di Jakarta. Dia juga pernah dijebloskan ke penjara karena dianggap menentang Jepang. Andilnya cukup besar dalam mewujudkan kemerdekaan sehingga dalam usia muda dia telah menjadi Menteri yang membantu Sukarno dan Hatta. MH. Lukman aktif di kelompok yang bermarkas di Menteng 31, kelompok yang dikenal dengan nama API (Angkatan Pemuda Indonesia) bersama tokoh-tokoh muda lainnya. Setelah API dibentuk pada tanggal 1 September diikuti dengan pembentukan Barisan Rakyat (Bara) di bawah pimpinan MH. Lukman dan Maruto Nitiharjo, Suko, Sidik Kertapati.

Tindakan rakyat yang dipelopori oleh para pemuda tersebut merupakan cara konkret untuk mengisi kemerdekaan. Lukman dikenal dekat dengan tokoh muda lainnya seperti Njono dan Pandu Kartawiguna yang memimpin BBI. Mh. Lukman juga dekat dengan Wikana, Chairul Saleh, Darwis, DN Aidit, Parjono, A.M. Hanafi, Kusnandar, Joharnur, dan Chalid Rosidi yang duduk dalam jajaran Pimpinan API. Semua kelompok pemuda tersebut di bawah Komite Aksi Menteng 31 yang telah dibentuk pemuda sebelumnya.

Referensi sunting

  1. ^ Matanasi, Petrik (2021-12-14). "Hidup M. H. Lukman, Pemimpin PKI Yang Tumbuh di Pembuangan Digul". Tirto.id. Diakses tanggal 2023-28-12. 
  2. ^ Roosa (2007)
  3. ^ Mortimer (1974)
  4. ^ Simanjuntak (2003)

Pranala luar sunting