Lim Soe Keng Sia

Tokoh masyarakat

Lim Soe Keng Sia (lahir tahun 1818), juga dieja Liem Soe King Sia atau Soe King Sia, adalah seorang tokoh Peranakan Tionghoa di Batavia, Hindia Belanda, yang terkenal karena persaingan dan perseteruannya dengan playboy Betawi Oey Tamba Sia.[1]

Lim Soe Keng Sia
LahirPekalongan, Hindia Belanda
Tempat tinggalBatavia, Hindia Belanda
Nama lainSoe Keng Sia, Liem Soe King Sia, Soe King Sia
PekerjaanPengusaha
Suami/istriTan Bit Nio (istri)
AnakLim Hong Nio (anak perempuan)
KeluargaMayor Cina Tan Eng Goan (mertua lelaki)
Tan Liok Tiauw Sia (cucu lelaki)
Roman Oeij Tambah Sia (edisi pertama, volume kedua), oleh Tjoa Boan Soeij, menceritakan perseteruan antara Oey Tamba Sia dan Lim.

Riwayat hidupSunting

 
Suasana Pecinan Pekalongan.

Lahir di Pekalongan, Jawa Tengah pada tahun 1818, Lim adalah keturunan keluarga yang termasuk golongan baba bangsawan; namun keluarganya sudah jatuh miskin karena terlalu berfoya-foya.[2][3] Sebagai keturunan Opsir Tionghoa, Lim menyandang gelar Sia.

Lim paham aksara Tionghoa dan fasih berbahasa Belanda. Karena latar belakang keluarga dan pendidikan yang baik, Lim diangkat menjadi menantu pria Mayor Tan Eng Goan, kepala pemerintahan bangsa Tionghoa di Batavia.[4] Lim kemudian mulai bekerja sebagai administrateur atau orang kuasa dari kongsi Ngo Ho Tjiang yang sangat berpengaruh pada saat itu karena memegang bandar madat pemerintahan Hindia Belanda di Batavia.[5]

Oey Tamba Sia, yang juga berasal dari Pekalongan, adalah putra serta ahli waris taipan dan juragan tembakau Letnan Oey Thai Lo. Pada awalnya, Oey muda berteman dengan Lim Soe Keng Sia; tetapi karena Lim dianggap melecehkan saudara perempuan Oey, kedua tokoh Peranakan ini menjadi musuh bebuyutan.[6] Perseteruan mereka memuncak ketika Oey Tamba Sia meracuni pegawainya sendiri, Oey Tjeng Kie, guna memfitnah Lim Soe Keng Sia dalam kasus pembunuhan tersebut.[7] Setelah diadili dan terbukti bersalah, Oey Tamba Sia dihukum gantung bersama antek-anteknya di lapangan Balai Kota Batavia.

Permusuhan Oey Tamba Sia dan Lim Soe Keng Sia menjadi dasar beberapa karya-karya sastra Melayu-Tionghoa, dan adalah basis banyak cerita rakyat Betawi.[8]

ReferensiSunting