Buka menu utama
Duta Besar RI untuk Republik Turki
Dr. Lalu Muhamad Iqbal berbincang dengan para WNI yang dibebaskan dari penyanderaan di Filipina
DS-41.jpg

Dr. Lalu Muhamad Iqbal adalah Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Turki. Pria kelahiran Praya (Nusa Tenggara Barat), 10 Juni 1972, tersebut dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh pada tanggal 7 Januari 2019 melalui Surat Keputusan Nomor 1/P/2019 tentang pengangkatan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia.[1]

Dr. Lalu Muhamad Iqbal merupakan diplomat karier Kementerian Luar Negeri. Ia diterima sebagai pegawai negeri sipil di Kementerian Luar Negeri pada tahun 1998 dan pada tahun yang sama mengikuti sekolah dinas luar negeri angkatan Caraka Muda II. Pada tahun 2001-2005, ia bertugas sebagai Sekretaris Ketiga Kasubid Pensosbud/Konsuler di KBRI Bucharest, Rumania. Pada tahun 2006-2008, Iqbal menjabat sebagai Kepala Seksi Kejahatan Terorganisir Lintas Negara pada Direktorat Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata, Direktorat Jenderal Kerja Sama Multilateral, Kementerian Luar Negeri RI. Tahun 2008-2012, Iqbal ditugaskan di KBRI/PTRI Wina di Austria sebagai Counsellor pada fungsi politik. Tahun 2012-2014, ia menjabat sebagai Kepala Subdit di Direktorat Perlindungan WNI dan BHI. Setelah bertugas di direktorat tersebut selama empat tahun, pada tahun 2016 ia secara resmi diangkat sebagai direktur pada Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia.

Selama menjabat sebagai Direktur Perlindungan WNI dan BHI, Dr. Lalu Muhamad Iqbal telah memimpin penanganan beberapa kasus dan peristiwa yang menjadi atensi publik seperti: evakuasi WNI dari Nepal (2015)[2], evakuasi WNI dari Yaman (2015)[3], evakuasi WNI dari Suriah, pembebasan WNI yang disandera di Filipina (2016 - 2018)[4][5][6], pemulangan TKI dari Arab Saudi (2015)[7] dan Malaysia, hingga penanganan kasus pekerja migran Indonesia seperti Walfrida Soik[8] dan Satinah[9].


PendidikanSunting

Dr. Lalu Muhamad Iqbal pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam di Pabelan, Surakarta. Pada tahun 1991-1996, ia meneruskan pendidikan tinggi di Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Pada tahun 2002, Iqbal mendapatkan gelar Master di bidang Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia. Tahun 2005, ia mendapatkan gelar Doktor Politik dari University of Bucharest, Rumania.

PenghargaanSunting

Pada acara Malam Apresiasi Anugerah ASN 2018 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada 11 Desember 2018, Dr. Lalu Muhamad Iqbal dianugerahi penghargaan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPT) Teladan[10]



ReferensiSunting

  1. ^ Media, Kompas Cyber. "Jokowi Lantik 16 Dubes di Istana Negara Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-05-22. 
  2. ^ Okezone. "Tim Evakuasi Kemlu Bentuk Tiga Kelompok Pencarian WNI Nepal : Okezone News". https://news.okezone.com/. Diakses tanggal 2019-05-22.  Hapus pranala luar di parameter |website= (bantuan)
  3. ^ "Evakuasi WNI dari Yaman Tiba di Halim Perdanakusuma". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2019-05-22. 
  4. ^ Liputan6.com (2018-12-16). "Pemerintah RI Bebaskan 1 WNI Korban Sandera Kelompok Bersenjata di Filipina". liputan6.com. Diakses tanggal 2019-05-22. 
  5. ^ Saleh, Yudhistira Amran. "Bebaskan 10 WNI yang Disandera, Pemerintah RI Terus Komunikasi dengan Filipina". detiknews. Diakses tanggal 2019-05-22. 
  6. ^ Dyantoro, Sunu (2016-05-02). "Begini Kisah Pembebasan 10 WNI dari Sekapan Abu Sayyaf". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-05-22. 
  7. ^ Media, Kompas Cyber. "Pemerintah Pulangkan 450 TKI dari Arab Saudi". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-05-22. 
  8. ^ Media, Kompas Cyber. "Ini Upaya Indonesia Bebaskan Wilfrida dari Hukuman Mati". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-05-22. 
  9. ^ Media, Kompas Cyber. "Bebas dari Hukuman Mati, TKI Satinah Tiba di Tanah Air Hari Ini Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-05-22. 
  10. ^ "PNS Inspiratif dan PPT Pratama Teladan Jadi Inspirasi ASN Indonesia". suara.com. Diakses tanggal 2019-05-22.