Kapal perusak Jepang Suzukaze

Suzukaze (涼風, "Angin sejuk")[1] adalah kapal kesepuluh sekaligus terakhir dari kelas Shiratsuyu, sekaligus kapal keempat yang dibangun untuk Angkatan Laut Kekaisaran Jepang dibawah Program Lingkaran Dua (Maru Ni Keikaku).[2]

IJN DD Suzukaze in 1937.jpg
Suzukaze saat diujicoba di Kanal Uraga tahun 1937.
(Kekaisaran Jepang)
Nama: Suzukaze
Dipesan: 1934 (tahun fiskal)
Pembangun: Perusahaan Dok Uraga
Pasang lunas: 9 Juli 1935
Diluncurkan: 11 Maret 1937
Mulai berlayar: 31 Agustus 1937
Dicoret: 10 Maret 1944
Nasib: Karam pada 25 Januari 1944
Ciri-ciri umum
Kelas dan jenis: Kapal perusak kelas-Shiratsuyu
Berat benaman: 1685 ton panjang (1712 t)
Panjang:
  • 103,5 m (340 ft) (perpendikuler)
  • 107,5 m (352 ft 8 in) (garis air)
Lebar: 9,9 m (32 ft 6 in)
Sarat air: 3,5 m (11 ft 6 in)
Tenaga: 42000 hp (31000 kW)
Pendorong:
Kecepatan: 34 knot (39 mph; 63 km/h)
Jangkauan: 4000 nmi (7400 km) pada 18 kn (33 km/h)
Awak kapal: 226 orang
Senjata:
Catatan dinas
Operasi:

PembangunanSunting

Kapal perusak kelas Shiratsuyu adalah versi modifikasi dari kapal perusak kelas Hatsuharu, dan dirancang untuk mendukung armada Jepang dengan melakukan serangan torpedo terhadap Angkatan laut Amerika Serikat baik pada siang dan malam hari di Samudera Pasifik.[3] Meskipun menjadi salah satu kelas kapal perusak yang paling kuat di dunia pada saat selesai dibangun, tak ada satupun dari mereka yang sintas dari Perang Pasifik.[4]Suzukaze dibangun di Perusahaan Dok Uraga. Ia mulai dibangun pada tanggal 9 Juli 1935, diluncurkan pada tanggal 11 Maret 1937, dan ditugaskan pada tanggal 31 Agustus 1937.[5]

Sejarah operasionalSunting

Pada saat penyerangan Pearl Harbor, Suzukaze ditugaskan ke Divisi Perusak ke-24 dalam Skuadron Perusak ke-4 Armada Kedua bersama dengan para saudarinya Umikaze, Kawakaze, dan Yamakaze yang telah berangkat dari Palau sebagai bagian dari pasukan invasi Filipina untuk mendukung pendaratan di Legaspi dan Tanjung Lamon. Pada bulan Januari 1942, Suzukaze ikut serta dalam operasi di Hindia Belanda, termasuk invasi ke Pulau Tarakan. Dia kemudian ditugaskan untuk patroli Tanjung Staring di Sulawesi, dimana dia ditorpedo pada tanggal 4 Februari 1942 oleh kapal selam USS Sculpin. Ledakan yang dihasilkan akibat torpedo tersebut menewaskan sembilan awak kapal serta menyebabkan kerusakan ekstensif, sehingga ia harus kembali ke Arsenal angkatan laut Sasebo pada akhir bulan Maret untuk diperbaiki.

Suzukaze kemudian dipindahkan ke Armada Pertama pada tanggal 10 April, dan kembali dipindahkan ke Armada Kedua pada tanggal 14 Juni. Pada pertengahan bulan Agustus, ia kembali aktif bertugas, mengawal kapal induk Chitose menuju Truk dan selanjutnya bergabung dengan armada di Guadalkanal. Setelah Pertempuran Kepulauan Solomon Timur pada 28 Agustus, dia mengawal kapal penjelajah Jintsū yang sudah rusak untuk kembali ke Truk. Sepanjang akhir bulan Agustus sampai awal bulan November, Suzukaze berpartisipasi dalam dua belas kali "Tokyo Ekspres" menuju Guadalkanal, serta berpartisipasi secara singkat dalam Pertempuran Kepulauan Santa Cruz pada tanggal 26 Oktober di bawah Laksamana Nobutake Kondō. Selama Pertempuran Laut Guadalkanal Pertama pada malam 12-13 November 1942, Suzukaze menyelamatkan 1100 kru dari kapal transportasi Naka Maru yang terkena torpedo. Suzukaze menghabiskan sisa bulan November dengan menjaga antara Kepulauan Shortland, Buna, dan Rabaul. Selama Pertempuran Tassafaronga pada 30 November, Suzukaze hampir tenggelam karena ditembak oleh salvo dari torpedo yang diluncurkan dari kapal perusak USS Drayton.

Pada bulan Desember 1942, Suzukaze terus melakukan operasi transportasi ke Guadalkanal hingga ia menderita kerusakan kecil dalam serangan udara pada tanggal 1 Januari 1943, sehingga perlu diperbaiki di Truk pada akhir bulan Januari, dan kembali ke Sasebo di bulan Februari. Setelah perbaikannya selesai pada pertengahan bulan Juni, Suzukaze mengawal kapal penjelajah Kumano dan Suzuya menuju Truk dan Rabaul pada akhir bulan Juni. Selama Pertempuran Teluk Kula pada tanggal 5-6 November, Suzukaze ikut andil dalam tenggelamnya kapal penjelajah USS Helena, meski harus terkena sejumlah tembakan yang menyebabkan rusaknya senjata bagian depan. Setelah perbaikan di Yokosuka pada akhir bulan Juli, Suzukaze diberi tugas untuk bolak-balik mengawal dari pulau Jepang dan Truk hingga awal bulan November. Saat direnovasi di Nagasaki pada akhir November, turet "X"-nya dilepas dan diganti dengan tambahan senjata anti-pesawat Tipe 96. Sejak akhir bulan Desember hingga akhir Januari 1944, Suzukaze mengawal banyak konvoi bolak-balik antara Truk dan Ponape. Pada tanggal 25 Januari 1944, Suzukaze ditorpedo oleh kapal selam USS Skipjack saat mengawal konvoi Truk menuju Eniwetok. Ia tenggelam di 127 mil laut (235 km) utara-barat laut dari Pohnpei (sebelumnya bernama "Ponape") pada posisi 08°51′N 157°10′E / 8.850°N 157.167°E / 8.850; 157.167. Dia pun dicoret dari daftar angkatan laut pada tanggal 10 Maret 1944.

CatatanSunting

  1. ^ Nelson. Japanese-English Character Dictionary. page 556
  2. ^ Lengerer, pp. 92-3
  3. ^ Peattie & Evans, Kaigun.
  4. ^ Globalsecurity.org, IJN Shiratsuyu class destroyers
  5. ^ Nishidah, Hiroshi (2002). "Shiratsuyu class 1st class destroyers". Materials of the Imperial Japanese Navy. 

ReferensiSunting

  • D'Albas, Andrieu (1965). Death of a Navy: Japanese Naval Action in World War II. Devin-Adair Pub. ISBN 0-8159-5302-X. 
  • Brown, David (1990). Warship Losses of World War Two. Naval Institute Press. ISBN 1-55750-914-X. 
  • Howarth, Stephen (1983). The Fighting Ships of the Rising Sun: The Drama of the Imperial Japanese Navy, 1895–1945. Atheneum. ISBN 0-689-11402-8. 
  • Jentsura, Hansgeorg (1976). Warships of the Imperial Japanese Navy, 1869–1945. US Naval Institute Press. ISBN 0-87021-893-X. 
  • Lengerer, Hans (2007). The Japanese Destroyers of the Hatsuharu Class. Warship 2007. London: Conway. hlm. 91–110. ISBN 1-84486-041-8. 
  • Nelson, Andrew N. (1967). Japanese–English Character Dictionary. Tuttle. ISBN 0-8048-0408-7. 
  • Watts, Anthony J (1967). Japanese Warships of World War II. Doubleday. ASIN B000KEV3J8. 
  • Whitley, M J (2000). Destroyers of World War Two: An International Encyclopedia. London: Arms and Armour Press. ISBN 1-85409-521-8. 

Pranala luarSunting