Kaligangsa Wetan, Brebes, Brebes

desa di Kabupaten Brebes

Kaligangsa Wetan adalah desa di kecamatan Brebes, Brebes, Jawa Tengah, Indonesia.

Kaligangsa Wetan
Desa
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenBrebes
KecamatanBrebes
Kodepos52217
Luas... km²
Jumlah penduduk... jiwa
Kepadatan... jiwa/km²

kali = sungai, gang = gong alat gamelan, sa = racun

ARTI KALIGANGSA

  1. sungai lon terletak di sebuah perbatasan kota tegal dan kabupaten brebes. di namakan sungai lon, karna saat pelebaran sungai, warga setempat mengangkut tanah bekas galian menggunakan keranjang elon. keranjang yang terbuat dari anyaman bambu.

2. gong atau alat musik gamelan. pada th 1965 meletusnya G30 spki. pa Toyi menemukan harta karun berupa gong sebanyak satu truk, berbahan campuran emas, perak dan tembaga. namun gong tersebut di rampas oleh oknum yang tak bertanggung jawab. harta karun tersebut di politisir sebagai dana pemberontakan G30 spki. pada saat itu jika tidak di serahkan pada penguasa politik. keluarga bisa di tuduh anggota pki. mereka bisa di hukum atau di hakimi masa. gong tersebut di rampas dan di angkut menggunakan kendaraan truk. kemudian di lebur di desa pesayangan tegal. di ambil emasnya untuk kepentingan pribadi.

sebelum di temukan gong, pernah ada dua orang pertapa dari desa randusanga BREBES, bertapa selama 40 hari 40 malam, untuk mendapatkan harta karun (gong) peninggalan sunan kalijaga. pada malam ke 40, mereka mendapat ilham, dalam mimpinya ruh sunan kalijaga mendatangi mereka dan memberitahu. bahwa gong tersebut tidak bisa di ambil sebelum waktunya, karna bukan pewaris aslinya atau keturunanya. akhirnya dua orang tersebut hanya di wejang ilmu pandangan batin saja. mereka mampu melihat masa depan tentang siapa yang akan mengambil harta karun itu. mereka kemudian mendatangi orang tua pa Toyi. yang ternyata pemilik pekarangan tersebut (sekarang masjid baitul makmur). yang saat itu baru punya anak dua. pa Toyi belum lahir. kelak anak ke lima lah, seorang laki laki titisan (keturunan) sunan kalijaga yang dapat mengambil barang pendaman (gong) itu.

setelah beberapa tahun kemudian, benarlah anak kelima dari pasangan sadi dan wasmi, seorang anak laki laki bernama Toyi. masa remaja Toyi mondok di pesantren wanantara cirebon. beliau bertemu seorang kyai yang bisa melihat masa depan. pa Toyi di ramal dan di beritahu. kelak ketika menemukan harta karun, lalu ada sekelompok orang yang akan mengambil. segera lah di berikan saja. agar keluarganya selamat. masa hidup pa toyi sering berpuasa sampai menjadi paranormal, beliau mendapat ilham lewat mimpi. dalam mimpinya pa toyi melihat bulan tetapi terjadi gerhana kemudian di makan macan dari arah selatan. ternyata arti mimpi itu ketika mendapatkan harta karun di rampas oleh salah satu partai politik dari arah selatan. semua temuan itu di berikan, tinggal satu di taruh di museum fatahilah jakarta. gong dengan identitas pa Toyi kaligangsa. entah sekarang di pindah di museum mana lagi. terakhir di lihat oleh seorang guru SD kaligangsa 02 . yang bernama pa udin pada waktu mengunjungi museum fatahilah.

3. sa atau gangsa yang artinya racun. racun dalam bahasa jawa di sebut rangan, yaitu sebuah racun yang di oleskan pada keris ketika akan berperang. menurut versi kedua, menurut pandangan batin pa Toyi. racun gangsa adalah sejenis gas metan. racun yang keluar dari dalam bumi di sekitar makam mbah bapang kaligangsa. racun itu akan muncul kalo sudah saatnya nanti, ketika orang orang desa tidak lagi menghormati leluhurnya.

desa kaligangsa terbagi menjadi tiga wilayah. yaitu desa kaligangsa kulon, kaligangsa wetan dan kaligangsa gawe.

desa kaligangsa kulon dan wetan masuk dalam wilayah brebes. sedangkan desa kaligangsa gawe masuk wilayah tegal.

desa kaligangsa dulunya bernama desa krandon. karna masyarakat setempat sering menyebut krandon. yang artinya ndon ndonane barange sunan kalijaga. yaitu sebuah tempat sunan kalijaga menaruh peralatan musik untuk mengiring wayang golek, dakwah sunan kalijaga. wilayah krandon masih ada karna nama sebuah pasar yang masih menggunakan nama krandon.

orang yang pertama kali memberi nama desa kaligangsa adalah mbah dawil. seorang tokoh kepala desa. nama kaligangsa terbentuk bersamaan dengan lahirnya kota brebes sekitar th 1680. menurut tutur tinular sesepuh setempat, mbah dawil adalah seorang keturunan dari sunan kalijaga. lahirnya kabupaten brebes pada 16 januari 1678. yaitu saat tumenggung martoloyo dan martapura bertarung sampai mati karna di adu domba belanda. kemudian kekuasaan kabupaten tegal menjadi kosong. di gantikan oleh dua kakak beradik dari tumenggung martoloyo. wilayah tegal terbagi dua. satunya menjadi brebes yang di pimpin oleh bupati arya suralaya. dan kabupaten tegal di pimpin oleh rekso negoro.

kedua keris kakak beradik martoloyo dan martapura, di buat oleh anak keturunan mpu supa bernama, mpu banisem dan mpu kasilem. mereka adalah saudara kembar. mpu banisem tinggal di sebelah timur sungai lon. sedangkan mpu kasilem tinggal di sebelah barat sungai lon. selain membuat senjata para penggede keraton. mereka juga membuat pesanan untuk alat pertanian seperi cangkul dan arit. orang orang dari tetangga desa sebelah. menyebut desa kaligangsa kulon dan kaligangsa wetan, karna letak posisi tempat tinggal kedua mpu tersebut.

kemudian desa kaligangsa terbagi menjadi dua kelurahan, yaitu kaligangsa kulon dan kaligangsa wetan ikutnya wilayah brebes

sedangkan sebelah timur sungai bernama kaligangsa gawe ikutnya wilayah Tegal. nama desa kaligangsa gawe di ambil dari sebuah nama : candi due gawe artinya makam kuno punya hajat. yaitu makam leluhur desa kaligangsa bernama mbah bapang, yang setiap bulon suro di adakan sedekah bumi dalam rangka melestarikan adat dan budaya peninggalan sunan kalijaga, berupa kesenian wayang golek.

MAKAM MBAH BAPANG ADALAH PRABU GENDRAYANA BUKAN ANGLING DHARMA

semenjak dulu makam tersebut sudah di keramatkan oleh warga sekitar. di juluki mbah bapang di ambil dari kata ngrebapangi yang artinya ngayomin. nama asli mbah bapang baru terungkap setelah kedatangan ibu suherni anak dari bupati karawang yang di titipkan kepada seorang pekatik kuda bupati brebes. saat orang tuanya di buru belanda. ibu suherni menjadi istri pa Toyi. dari dulu warga sekitar tidak tahu nama asli mbah bapang. karna sering muncul mliwis putih berukuran besar di pohon asem samping makam. dan saat itu tenar film angling dharma th 2000, maka warga sekitar mengaitkan makam tersebut petilasan angling dharma. sampai berita radar tegal mempost bahwa makam tersebut adalah angling dharma. kemudian th 2010 maraknya media sosial fb, seorang cucu paranormal dari pa Toyi bercerita secara turun temurun, mengenai siapa sebenarnya makam mbah bapang. wajar saja jika dalam pandangan gaib, cucu (angling dharma) berkunjung ke buyutnya (Gendrayana). menurut sepasang paranormal th 1970 di desa kaligangsa, yang bernama pa toyi & ibu suherni. makam tersebut adalah prabu gendrayana berdasarkan teropong mata batin mereka. di samping itu ibu suherni juga memiliki kelebihan mampu menguasai 182 bahasa dunia. dari zaman kuno sampai sekarang. sebelum makam mbah bapang di renovasi seperti sekarang ini, hanyalah makam biasa dengan nisan lama bertuliskan huruf kuno bhs paku. kemudian ibu suherni berziarah dan membaca tulisan nisan kuno menyebut nya prabu gendrayana dari kerajaan astina negeri india. prabu gendrayana adalah keturunan generasi ke 7 dari pandawa lima. Gendrayana bersalah karna menghukum potong tangan adiknya yang beranggapan telah berbuat senonoh kepada payudara istrinya. akhirnya dewata turun dan menugaskan untuk pergi ke pulau jawa. untuk mendirikan kerajaan mamenang kediri. sementara tahta astina di serahkan pada adiknya. hijrah prabu gendrayana untuk menurunkan raja raja jawa. prabu jaya baya dan angling dharma termasuk keturunannya. Gendrayana lah yang mengawali perubahan wayang bercerita india (wayang purwa) menjadi cerita raja jawa (wayang madya). menurut pandangan batin pa toyi & ibu suherni keraton kecil di simpan dalam alam gaib. makam di sebelah barat adalah jasadnya dan di sebelah timur adalah pusakanya. desa kaligangsa adalah tempat prabu gendrayana semadi dan moksa. pada th1965 pa toyi menemukan gong sebanyak satu truk di pekarangan yang sekarang masjid Baitul makmur. akhirnya di rampas dipolitisir sebagai harta untuk pemberontakan G 30 spki. zaman dulu jika menemukan harta karun tidak di serahkan ke penguasa politik, keluarga bisa di tuduh anggota pki. mereka bisa terciduk atau di hakimi masa. lalu untuk melengkapi cerita ini saya mencari sumber bacaan lain catatan pujangga rangga warsito dari google. saya memadukan antara cerita pa Toyi dan keterangan di google. tentang asal usul nama desa kaligangsa. menurut pa Toyi, mbah dawil selaku ketua desa sekaligus keturunan sunan kalijaga, yang pertama kali memberi nama desa kaligangsa. mbah dawil adalah seorang pemuka adat dan penjaga bendungan. pernah di temukan kayu balok jati berjejer, bekas bendungan mbah Dawil di sekolah SD kaligangsa 3. jejak jejak mbah dawil. makam mbah dawil di dekat makam mbah bapang. mbah dawil hidup di zaman empu banisem & empu kasilem, seorang keturunan kembar dari empu supa. sekitar th 1500 masehi sunan kalijaga melakukan dakwah dengan media wayang golek di sekitar makam mbah bapang. kemungkinan nisan tersebut di tulis dan di tancapkan oleh sunan kalijaga. sebagai tanda bukti bahwa di sini ada leluhur yang harus di hormati. nama candi gawe sendiri di ambil dari kata 'Candi' yang berarti makam kuno, dan 'gawe' yang artinya hajatan. jadi semenjak zaman dulu secara turun temurun warga kaligangsa selalu mengadakan wayang golek, sebagai bentuk melestarikan dakwah yang pernah di lakukan sunan kalijaga. sekaligus mengadakan sedekah bumi, ruwat bumi bentuk syukur kepada Allah swt, yaitu doa tolak balak agar di jauhkan dari malapetaka atau bencana. seiring perjalanan waktu, mengikuti perkembangan agama islam, maka acara sedekah bumi di tambahkan acara pengajian untuk mendoakan para leluhur yang membabat alas desa kaligangsa, termasuk sunan kalijaga sendiri. sunan kalijaga dan adik iparnya (mpu supa) datang ke kaligangsa pada saat pembangunan jalan besar margadana. cerita ini di kaitkan dengan berdirinya desa tetangga yaitu : desa margadana dalam satu waktu dengan desa krandon. lalu desa randusanga baru kemudian desa kaligangsa. semuanya berhubungan dengan sunan kalijag. sunan kalijaga memendam gong, sehingga desa ini dulunya bernama krandon. warga sekitar mengartikan 'krandon' yang artinya ndon ndonane barange sunan kalijaga. tempat sunan kalijaga menaruh barang alat gamelan pengiring wayang golek. setelah kemudian th 1965 di temukan oleh pa Toyi. nama kaligangsa di ambil dari kata 'gong' yang di kubur oleh sunan kalijaga. kemungkinan ketua desa mbah dawil, melihat dengan pandangan gaibnya. desa kaligangsa. yaitu sebuah desa yang terletak di perbatasan kali (sungai) antara wilayah tegal dan brebes, serta terdapat ada harta karun berupa 'gong' alat gamelan yang kelak akan di temukan titisan sunan kalijaga yaitu pa Toyi. zaman mbah Dawil hidup bersamaan dengan keturunan empu supa yang bernama banisem & kasilem. mpu banisem tinggal di sebelah timur sungai, dan empu kasilem di sebelah barat sungai. tepatnya th 1680 saat tumenggung martoloyo dan tumenggung martapura bertarung. keduanya membikin keris pada mpu banisem & mpu kasilem. keris kyai kasur yang terkenal itu yang bisa mendatangkan awan hitam dan kekuatan magis lainya. setelah kematian tumenggung martoloyo, kekuasaan wilayah kabupaten tegal kosong, akhirnya di berikan kepada adik adik martoloyo. sehingga wilayah kabupaten tegal terbagi dua. wilayah tegal dan brebes. bersamaan dengan itu perbatasan berubah nama dari desa krandon menjadi desa kaligangsa. empu banisem & kasilem juga membikin alat alat pertanian. sehingga warga desa sebelah menyebut desa kaligangsa kulon dan kaligangsa wetan. sekarang di wilayah krandon, karna pasarnya masih mempertahankan nama krandon. terbagi menjadi 'kaligangsa gawe'. yaitu kaligangsa gawe yang ada tempat 'candi gawe' artinya makam kuno berhajat, nanggap wayang golek acara sedekah bumi setiap bulan suro. wilayah kongsi tempat para nelayan terkenal menjadi 'kaligangsa wetan'. sebab sungai zaman mbah dawil bergeser ke barat menjadi 'kali lon' = sungai lon th 1920 ( umur mbok jenah). yaitu sungai yang di buat dan di perlebar oleh warga desa dengan menggunakan keranjang elon sejenis keranjang dari anyaman bambu. untuk memindahkan tanah bekas galian sungai.

sumber :

1. kisah kaligangsa, letaknya makam, dari mbah bapang, sunan kalijaga, mpu supa, mpu banisem kasilem, mbah dawil, oleh pa Toyi

2. makam mbah dawil oleh ki pi'i

3. pembuatan kali lon oleh mbok jenah warung depan pom bensin kaligangsa

4. cerita martoloyo membikin keris di empu banisem kaligangsa. oleh cakra rekso pratawa

5. kisah prabu gendrayana oleh wikipedia google.