Kaisar Yao (Hanzi sederhana: ; Hanzi tradisional: ; Pinyin: Yáo; menurut kepercayaan ± 2356 – 2255 SM)[2] berdasarkan beberapa sumber merupakan seorang pemimpin legendaris Tiongkok dan salah satu dari Tiga Maharaja dan Lima Kaisar. Pada tahun 2015, para arkeolog Tiongkok mengumumkan penemuan ibu kota Yao.[3]

Yao
Kaisar Tiongkok Yao digambar di atas sutra, Dinasti Song. Museum Istana Nasional
Berkuasa2333 SM–2255 SM (78 tahun)[1]
PendahuluKaisar Zhi
PenerusKaisar Shun
Kelahiran2356 SM
Gaoyou, Jiangsu atau Tianchang, Anhui
Kematian2255 SM (usia 101 tahun)
PasanganSan Yi (selir)
KeturunanDanzhu
Ehuang
Nuying
AyahKaisar Ku
IbuQingdu
Patung kaisar Yao pada aula Guanyun di kuil Yao di Linfen (Shanxi).

Leluhur dan kehidupan awal

sunting

Nama leluhur Yao (姓) adalah Yi Qi (伊祁) atau Qi (祁), dengan nama marga Taotang (陶唐), dan nama pribadi Fangxun (放勳), serta dikenal juga sebagai Tang Yao (唐堯). Ia merupakan putra kedua Kaisar Ku dan Qingdu (慶都).[4][5]

Ibunda Yao dipuja sebagai dewi Yao-mu.[6]

Warisan

sunting

Seringkali dipandang sebagai raja yang bijak dan pandai serta memiliki moralitas yang sempurna, kemurahan hati dan ketekunan Yao dijadikan sebagai panutan bagi penguasa dan kaisar Tiongkok setelahnya. Masyarakat Tiongkok awal sering mengatakan bahwa Yao, Shun, dan Yu yang Agung sebagai tokoh sejarah. Para sejarawan kontemporer percaya bahwa mereka mungkin sebenarnya adalah para pemimpin-umum dari suku-suku yang beraliansi, yang menetapkankan suatu sistem pemerintahan hirarkis terpadu pada masa peralihan ke masyarakat feodal patriarkis. Dalam Klasik Sejarah, salah satu dari Lima Klasik, bab-bab awalnya mengisahkan Yao, Shun, dan Yu.

Legenda

sunting

Menurut legenda, Yao menjadi penguasa di usianya yang ke-20 dan meninggal pada usia 119 tahun. Ia menyerahkan tahtanya kepada Shun menantunya, suami dari kedua putrinya.[7] Menurut Sejarah Bambu, Yao menyerahkan tahtanya kepada Shun pada tahun ke-73 pemerintahannya, dan masih hidup selama 28 tahun selama pemerintahan Shun.

Kontribusi

sunting

Yao memberikan banyak kontribusi bagi penduduk Tiongkok, salah satunya sebagai pencipta permainan Weiqi, konon untuk menyenangkan putranya yang berkelakuan buruk, yaitu Danzhu.[8] Setelah tiga tahun masa berkabung paska-kematian Yao, Shun memilih Danzhu sebagai pemimpin tetapi masyarakat hanya menerima Shun sebagai pewaris yang sah.

Sejarah Bambu

sunting

Sejarah Bambu mengisahkan Yao mengusir Pangeran Danzhu ke Danshui pada tahun ke-58 pemerintahannya. Setelah Yao menyerahkan tahtanya kepada Shun, Danzhu terus dijauhkan dari Shun. Setelah Yao mangkat, "Shun berusaha untuk menyerahkan tahta kepadanya, tetapi gagal." Namun, catatan sejarah yang sama juga menuliskan versi yang berbeda, mengatakan bahwa Shun menurunkan Yao dari tahta kemudian memenjarakannya, selanjutnya mengangkat Danzhu ke tahta sebelum mengambilnya untuk dirinya sendiri.[9]

Pergantian dinasti

sunting

Yao disebut sebagai leluhur Kaisar Liu Bang dari Dinasti Han.[10] Keluarga-keluarga bangsawan terkemuka lainnya juga mengklaim menjadi keturunan Kaisar Yao melalui Kaisar Kuning.[11]

Observasi astronomis

sunting

Menurut beberapa dokumen klasik Tiongkok, seperti Yao Dian ("Dokumen Yao") dalam Shang Shu ("Buku Dokumen"} dan Wudibenji ("Catatan Lima Raja") dalam Shiji ("Catatan Sejarah"), Raja Yao memerintahkan petugas astronomi untuk mengobservasi fenomena-fenomena langit seperti matahari terbit, matahari tenggelam, dan terbitnya bintang-bintang malam. Hal tersebut dilakukan untuk membuat kalender matahari dan bulan yang berisi 266 hari per tahun, yang juga berisi bulan kabisat.

Beberapa penggalian arkeologis di Taosi, sebuah lokasi kuno di Shanxi (sekitar 2300 SM-1900 SM) mungkin menyediakan beberapa bukti mengenai hal tersebut. Semacam observatorium purba - tertua di Asia Timur[12] – ditemukan di Taosi yang sepertinya sesuai dengan catatan-catatan kuno.[13]

Beberapa arkeologis percaya bahwa Taosi dulunya merupakan lokasi negeri Youtang (有唐) yang ditaklukkan oleh Kaisar Yao dan ia jadikan sebagai ibu kotanya.[14] Strukturnya tersusun atas sebuah jalur di bagian luar yang agak berbentuk seperti cincin, dan sebuah panggung setengah bundar dari tanah dimampatkan dengan diameter sekitar 60 meter. Struktur ini ditemukan pada tahun 2003-2004.

Lihat pula

sunting

Catatan

sunting
  1. ^ Catatan Sejarah Agung
  2. ^ Ching, Julia; R. W. L. Guisso (1991). Sages and filial sons: mythology and archaeology in ancient China. The Chinese University Press. hlm. 140. ISBN 978-962-201-469-5. 
  3. ^ http://www.china.org.cn/china/2015-06/19/content_35861455.htm Scientists discover Emperor Yao's capital], China Daily, June 19, 2015.
  4. ^ Sarah Allan (1991). The shape of the turtle: myth, art, and cosmos in early China. SUNY Press. hlm. 59. ISBN 0-7914-0460-9. Diakses tanggal 2012-04-01. 
  5. ^ Asiapac Editorial (2006). Great Chinese emperors: tales of wise and benevolent rule (edisi ke-revised). Asiapac Books Pte Ltd. hlm. 11. ISBN 981-229-451-1. Diakses tanggal 2012-04-01. [pranala nonaktif permanen]
  6. ^ Yang, Lihui; Deming An; Jessica Anderson Turner (2005). Handbook of Chinese mythology. ABC-CLIO Ltd. hlm. 102. ISBN 978-1-57607-806-8. 
  7. ^ Asiapac Editorial (2006). Great Chinese emperors: tales of wise and benevolent rule (edisi ke-revised). Asiapac Books Pte Ltd. hlm. 12. ISBN 981-229-451-1. Diakses tanggal 2012-04-01. [pranala nonaktif permanen]
  8. ^ Yang, Lihui; Deming An; Jessica Anderson Turner (2005). Handbook of Chinese mythology. ABC-CLIO Ltd. hlm. 228. ISBN 978-1-57607-806-8. 
  9. ^ Bamboo Annals
  10. ^ Patricia Buckley Ebrey (2003). Women and the family in Chinese history. Volume 2 of Critical Asian scholarship (edisi ke-illustrated). Psychology Press. hlm. 171. ISBN 0-415-28823-1. Diakses tanggal 2012-04-01. 
  11. ^ Fabrizio Pregadio (2008). Fabrizio Pregadio, ed. The encyclopedia of Taoism, Volume 1 (edisi ke-illustrated). Psychology Press. hlm. 505. ISBN 0-7007-1200-3. Diakses tanggal 2012-04-01. 
  12. ^ David Pankenier, et. al (2008), The Xiangfen, Taosi site: A Chinese Neolithic 'observatory'?. Archaeologica Baltica 10
  13. ^ He Nu, Wu Jiabi (2005), Astronomical date of the "observatory" at Taosi site. Institute of Archaeology, Chinese Academy of Social Sciences (IA CASS)
  14. ^ "尧的政治中心的迁移及其意义". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-09-06. Diakses tanggal 2015-11-08. 

Referensi

sunting
  • Yang, Ch'ing-k'un. Religion in Chinese Society: A Study of Contemporary Social Functions of Religion and Some of Their Historical Factors (1967 [1961]). Berkeley dan Los Angeles: University of California Press.

Pranala luar

sunting
Kaisar Yao
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Kaisar Zhi
Kaisar Tiongkok Diteruskan oleh:
Kaisar Shun