Jembatan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamsyah

(Dialihkan dari Jembatan Siak III)

Jembatan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamsyah, yang populer dikenal dengan nama Jembatan Siak III, adalah nama sebuah jembatan yang terletak di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Indonesia. Jembatan ini menghubungkan Jalan Panglima Undan, Kecamatan Senapelan dengan Jalan Sembilang, Kecamatan Rumbai Pesisir.[3] Jembatan ini dibangun untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di daerah tersebut, yang selama ini menggunakan Jembatan Siak I yang usianya sudah lebih dari 30 tahun.[1]

Jembatan Siak III
MelintasiSungai Siak
LokalKota Pekanbaru, Provinsi Riau
Nama resmiJembatan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamsyah[1]
Karakteristik
Panjang total520 meter (1.706 ft)
Lebar11 meter (36 ft)[1]
Tinggi11 meter (36 ft)
Sejarah
Mulai dibangun2001[2]
Selesai dibangun2011[1]
Biaya konstruksiRp136,75 miliar [1]
Diresmikan8 Desember 2011[1]

Jembatan ini diresmikan oleh Gubernur Riau saat itu, H.M. Rusli Zainal pada tanggal 8 Desember 2011 menyongsong penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional XVIII yang digelar di Provinsi Riau tahun 2012.[1]

PenamaanSunting

Nama resmi Jembatan Siak III ini diambil dari nama Sultan Siak Sri Indrapura yang pertama kali membuka daerah Senapelan yang kini menjadi Kota Pekanbaru.[1] Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamsyah merupakan figur yang telah berhasil mengembangkan perdagangan di Kota Pekanbaru.[4]

PembangunanSunting

Proses pembangunan jembatan memakan waktu 10 tahun, yakni sejak tahun 2001. Pembangunan jembatan ini menghabiskan dana APBD Riau sebesar Rp136,75 miliar selama 10 tahun penganggaran. Pembangunan jembatan ini awalnya dilaksanakan kontraktor PT Rantau Bais Sawit Family pada tahun 2001 hingga 2007. Kemudian pengerjaannya diambil alih oleh PT Waskita Karya sejak tahun 2008 hingga 2011.[1]

Data teknis dan struktur jembatanSunting

Panjang total Jembatan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamsyah mencapai 520 meter dan lebar 11 meter. Konstruksi bentang utama menggunakan rangka baja pelengkung. Sedangkan, konstruksi bentang pendekat menggunakan empat steel box girder dan delapan steel girder dan fondasi bangunan bawah dengan bor pile. Ketinggian jembatan mencapai 11 meter dari muka air sungai tertinggi.[1]

Riwayat perbaikan dan penutupanSunting

Jembatan Siak III ditutup pada tanggal 04 Desember 2013 setelah beberapa kali mengalami penundaan. Penutupan ini dilakukan setelah segala persiapan untuk memperbaiki jembatan tersebut telah rampung 100 persen.[5] Setelah ditutup selama setahun lebih untuk perbaikan, Jembatan Siak III akhirnya dibuka kembali untuk umum menjelang akhir Desember 2014, tepatnya tanggal 24 Desember 2014.[6]

Saat malam pergantian tahun baru 2015, Jembatan Siak III yang baru dibuka kembali minggu sebelumnya tersebut kembali ditutup. Namun, penutupan itu hanya berlangsung enam jam, mulai 31 Desember 2014 pukul 18.00 hingga 1 Januari 2015 pukul 00.00.[7]

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d e f g h i j Rian Anggoro (03 Desember 2011). "Jembatan Siak III Diresmikan". Antara Riau. Diakses tanggal 21 April 2017. 
  2. ^ "Jembatan Siak Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamsyah Layak Pakai". Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Provinsi Riau. 12 Mei 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-04-22. Diakses tanggal 21 April 2017. 
  3. ^ "Agustus, Siak III Diresmikan". Riau Pos. 01 Agustus 2011. Diakses tanggal 21 April 2017. 
  4. ^ "Jembatan Siak III Diresmikan". Riau Pos. 04 Desember 2011. Diakses tanggal 21 April 2017. 
  5. ^ "Jembatan Siak III Akhirnya Ditutup Mulai Rabu Pagi". Media Center Provinsi Riau. 04 Desember 2013. Diakses tanggal 21 April 2017. 
  6. ^ "Sore Ini Jembatan Siak III Mulai Dibuka untuk Kendaraan Umum". Riau Terkini. 24 Desember 2014. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-04-22. Diakses tanggal 21 April 2017. 
  7. ^ "Songsong Pergantian Tahun, Pemkot Tutup Jembatan Siak". Riau Pos. 31 Desember 2014. Diakses tanggal 21 April 2017. [pranala nonaktif permanen]