Buka menu utama

Istana Kerajaan Kamboja (bahasa Khmer: ព្រះបរមរាជាវាំងនៃរាជាណាចក្រកម្ពុជា, Preah Barum Reachea Veang Nei Preah Reacheanachak Kampuchea), di Phnom Penh, Kamboja, adalah kompleks bangunan istana yang berfungsi sebagai kediaman resmi Raja Kamboja dan keluarga kerajaan. Nama lengkap dalam bahasa Khmer adalah Preah Barum Reachea Veang Chaktomuk Serei Mongkol (bahasa Khmer: ព្រះបរមរាជវាំងចតុមុខសិរីមង្គល). Para raja Kamboja telah menghuni istana ini sejak dibangun pada tahun 1860-an, dengan pengecualian istana sempat kosong karena keluarga kerajaan pergi mengungsi, mengasingkan diri ketika negara jatuh dalam kekacauan akibat berkuasanya rezim Khmer Merah.

Istana Kerajaan Kamboja
Preăh Barum Réachea Veang Chaktomuk
Le Palais Royal (Phnom Penh) (6997773481).jpg
Balairung singgasana dalam kompleks Istana Kerajaan Kamboja
Informasi umum
Gaya arsitekturArsitektur Kamboja
LokasiPhnom Penh, Kamboja
Mulai dibangun1866
Desain dan konstruksi
ArsitekNeak Okhna Tep Nimith Mak

Istana ini dibangun setelah Raja Norodom memindahkan ibukota kerajaan dari Oudong ke Phnom Penh pada pertengahan abad ke-19. Istana ini dibangun secara bertahap di atas benteng kuno yang disebut Banteay Kev. Istana ini menghadap ke arah Timur dan terletak di tepi barat dari cabang pertemuan Sungai Tonle Sap dan Sungai Mekong yang disebut Chaktomuk (Sansekerta:catur mukkha yang berarti empat muka), sebuah kiasan untuk dewa Brahma yang memiliki empat muka menghadap empat penjuru.

SejarahSunting

 
Bangunan kayu yang sebelumnya digunakan sebagai balai singgasana
 
Pagoda Perak di Phnom Penh

Pembangunan Istana Kerajaan di Phnom Penh pada tahun 1866 adalah peristiwa yang relatif baru dalam sejarah bangsa Khmer dan negara Kamboja. Sepanjang sejarahnya, pusat pemerintahan Kerajaan Khmer senantiasa bertempat di kota Angkor, di sebelah utara danau besar Tonle Sap, dari tahun 802 hingga awal abad ke-15. Istana Khmer dipindahkan dari Angkor pada abad ke-15 akibat kota ini diserang dan dihancurkan oleh bangsa Siam. Pertama kali istana dipindahkan ke Phnom Penh yang saat itu disebut Krong Chatomok Serei Mongkol (bahasa Khmer: ក្រុង ចតុមុខ សិរីមង្គល) pada tahun 1434 (atau 1446) selama beberapa dekade. Akan tetapi, pada tahun 1494 istana dipindahkan ke Basan, kemudian Longvek, dan kemudian ke Oudong. Ibu kota tidak pindah kembali ke Phnom Penh sampai abad ke-19 dan tidak ada catatan atau sisa-sisa dari Istana Kerajaan di Phnom Penh sebelum abad ke-19. Pada tahun 1813, Raja Ang Chan (1796-1834) membangun Banteay Kev ('Benteng Kristal') di lokasi Istana Kerajaan kini dan sempat tinggal di sana sebentar sebelum pindah ke Oudong. Banteay Kev dibakar pada tahun 1834 ketika tentara Siam bergerak mundur setelah menjarah Phnom Penh. Barulah setelah Kamboja menjadi Protektorat Perancis pada tahun 1863, ibu kota dipindahkan dari Oudong ke Phnom Penh, Istana Kerajaan yang ada sekarang dibangun .

Bangunan-bangunan di kompleks Istana KerajaanSunting

Kompleks ini dibagi oleh dinding menjadi empat kelompok bangunan utama, di sisi selatan adalah Pagoda Perak, ke sisi utara adalah Istana Khemarin dan kelompok bangunan di bagian tengah berisi Balairung Singgasana dan di barat adalah sektor pribadi atau Istana Dalam. Bangunan-bangunan istana dibangun secara bertahap dari waktu ke waktu, dan beberapa bagian dibongkar dan dibangun kembali hingga akhir tahun 1960-an. Tetapi beberapa bangunan tua berasal dari abad ke-19.

Arsitektur dan areaSunting

Istana Kerajaan Kamboja adalah contoh baik arsitektur Khmer yang menampilkan tata letak dari tembok pertahanan (Kampaeng), balairung singgasana (Preah tineang), Kuil Buddha Zamrud (Wat Preah Keo Morakot), stupa (chedei), menara yang menjulang tinggi (Prang Prasat) dan lukisan mural. Istana Kerajaan Phnom Penh meliputi area seluas 174.870 meter persegi (402m x 435m).

Balairung SinggasanaSunting

 
Balairung Singgasana
 
Balairung Singgasana

Preah Thineang Dheva Vinnichay Mohai Moha Prasat atau "Balairung Singgasana" (bahasa Khmer: ព្រះទីនាំងទេវាវិនិច្ឆ័យមហៃមហាបា្រសាទ) berarti "Singgasana Suci Hakim Agung." Balairung Singgasana adalah tempat di mana pejabat kepercayaan raja, jenderal dan pejabat kerajaan langsung melakukan tugasnya. Kegiatan ini masih dilakukan di tempat ini sampai sekarang, sebagai tempat untuk upacara keagamaan dan kerajaan (seperti upacara penobatan dan pernikahan kerajaan) serta sebagai tempat pertemuan untuk tamu Raja. Bangunan berdenah salib yang dimahkotai dengan tiga menara. Menara pusat setinggi 59 meter dengan puncak menara dimahkotai kepala Brahma bermuka empat berwarna putih. Di dalam balairung singgasana terdapat tiga tahta kerajaan (satu bergaya barat dan dua lainnya bergaya Kamboja tradisional) dan serta patung dada para raja dan ratu Kamboja bersepuh emas, mulai dari pemerintahan Raja Ang Doung hingga kini. Balairung singgasana ini adalah bangunan kedua yang dibangun di tempat ini. Ruang singgasana pertama dibangun dari kayu pada 1869-1870 atas perintah Raja Norodom. Balai singgasana itu dibongkar pada tahun 1915. Bangunan yang kini ada dibangun pada tahun 1917 dan diresmikan oleh Raja Sisowath pada tahun 1919. Bangunan ini berukuran 30x60 meter. Seperti semua bangunan dan struktur di Istana , Balairung Singgasana ini menghadap ke timur dan paling bagus difoto di pagi hari. Ketika mengunjungi, perhatikan takhta Reach Balaing di depan dan Preah Thineang Bossabok lebih tinggi di belakang, dan lukisan-lukisan dinding langit-langit yang indah dari kisah Reamker. Di sebelah utara dari singgasana berdiri patung Raja Sisowath Monivong, berdiri memegang pedang kerajaan. Patung ini terbuat dari emas. Sedangkan di sebelah selatan takhta berdiri patung emas Raja Sisowath duduk di Preah Thineang Bossabok berpakaian resmi dan mengenakan Regalia Kerajaan Kamboja (ia mengenakan mahkota, Bat Sopourna atau alas kaki kerajaan dan di tangan kanannya memegang pedang kerajaan. Dia duduk di Preah Thineang Bossabok yang dibuat agar terlihat mirip singgasana yang asli di sebelah kanan.

Singgasana tradisional atau The Preah Thineang Bossabok (bahasa Khmer: ព្រះ ទីនាំង បុស្បុក) adalah tahta klasik sembilan tingkat bergaya Khmer kuno. Setiap Raja Khmer harus duduk di atasnya pada hari penobatan sambil mengenakan Regalia kerajaan. Singgasana ini dipenuhi ukiran sulur-sulur bunga yang rumit dan memiliki dua tingkat kecil berukir patung Garuda mengangkat bagian atas bossabok tersebut. Tiga dari sembilan tingkat singgasana mewakili tingkatan neraka di bawah, bumi di tengah, dan langit di atasnya. Di sekitar bossabok adalah empat emas sembilan berjenjang payung. Pada puncaknya, bossabok ini dimahkotai oleh payung kerajaan berwarna putih sembilan tingkat (bahasa Khmer: ព្រះ មហា ស្វេត ឆ័ត្រ) yang menandakan daya universal dimiliki raja. Di depan bossabok adalah takhta. Pada meja yang terdapat di samping singgasana terdapat perangkat minum teh dan perangkat kinangan (wadah sirih-pinang) dari emas, yang merupakan bagian dari regalia dan selalu ada di atas meja. Dibalik Preah thineang bossabok adalah bossabok lain yang disebut Preah Thineang Nearyrath Sophea (bahasa Khmer: ព្រះ ទីនាំង នារីរ័ត្ន សោភា). Preah Thineang Bossabok adalah untuk raja dan Preah Thineang Nearyrath Sophea di bagian belakang adalah untuk ratu. Setiap raja harus duduk di bossabok depan sementara ratu duduk di bossabok belakang yang lebih tinggi. Setelah duduk di bossabok sambil mengenakan regalia tersebut, raja dan ratu akan diantar menuju tandu untuk kemudian akan diarak keliling kota.

Bangsal Cahaya ChandraSunting

 
Bangsal Cahaya Chandra

Preah Thineang Chan Chhaya (bahasa Khmer: ព្រះ ទីនាំង ច័ន្ទ ឆាយា) atau "Bangsal Cahaya Chandra (Bangsal Sinar Rembulan)", adalah bangsal atau paviliun terbuka yang berfungsi sebagai panggung untuk pagelaran tari Khmer klasik di masa lalu dan masa kini. Bangunan ini adalah salah satu bangunan paling terkenal dari istana, karena mudah dilihat dari luar yang dibangun di bagian samping dari dinding istana. Bangsal pagelaran Chan Chhaya memiliki balkon yang digunakan sebagai anjungan kehormatan untuk melihat parade baris-berbaris di sepanjang Bulevar Sothearos di Phnom Penh. Paviliun saat ini adalah reinkarnasi kedua dari bangsal Chanchhaya, dibangun pada 1913-1914 di bawah pemerintahan Raja Sisowath untuk menggantikan paviliun kayu yang sebelumnya dibangun di bawah pemerintahan Raja Norodom. Bangsal saat ini memiliki desain yang sama dengan versi sebelumnya. Bangsal Chanchhaya mendominasi wajah Istana dari jalan Sothearos. Bangsal ini berfungsi sebagai tempat pagelaran Tari Khmer Klasik, sebagai tribun Raja untuk tampil di depan rakyatnya, dan sebagai tempat untuk mengadakan perjamuan kenegaraan. Baru-baru ini, paviliun digunakan untuk perjamuan dan tribun untuk penobatan raja baru Norodom Sihamoni pada tahun 2004.

Pagoda PerakSunting

 
Pagoda Perak

Pagoda Perak adalah bangunan yang terletak di sisi selatan kompleks istana. Bangunan ini menampilkan bentuk kuil resmi kerajaan yang disebut Preah Vihear Preah Keo Morakot (bahasa Khmer: ព្រះវិហារព្រះកែវមរកត) atau lazim disebut Wat Preah Keo (bahasa Khmer: វត្តព្រះកែវ). Bangunan utama menyimpan banyak harta pusaka negara Kamboja, seperti patung Buddha berlapis emas dan bertabur permata. Pusaka yang paling penting adalah arca Buddha berukuran kecil terbuat dari kristal baccarat dari abad ke-17 ("Buddha Zamrud" Kamboja) dan arca Buddha Maitreya berukuran sebesar manusia bertatahkan 9.584 butir intan dan mengenakan regalia kerajaan, keduanya dibuat atas perintah Raja Sisowath. Selama sebelum Khmer Merah, pada pemerintahan Raja Sihanouk , Pagoda Perak adalah dihiasi dengan lebih dari 5.000 keping ubin perak dan beberapa tampilan luarnya direnovasi dengan marmer Italia.

Ada juga bangunan lain yang mengelilingi bangunan utama atau Vihear. Di sebelah timur adalah patung Raja Norodom duduk di atas kuda putih. Di bagian utara Vihear terdapat perpustakaan. Di sudut timur terdapat menara genta dan di selatan terdapat model Angkor Wat. Di selatan Vihear berdiri empat bangunan dari barat ke timur Chedi (stupa) dari Raja Suramarit dan Ratu Kossamak, Dharmasala, Chedi Putri Kantha Bupha dan Phnom Mondop (gunung pendapa) di mana patung Preah Ko terletak. Dinding yang mengelilingi struktur ditutupi dengan lukisan kisah epik Reamker (Ramayana) tetapi karena perawatan diabaikan, bagian bawah lukisan dari tahuhn ke tahun kian memudar.

Istana KhemarinSunting

 
Hor Samran Phirun

Istana Khemarin adalah nama lazim untuk menyebut Khemarin Moha Prasat (bahasa Khmer: ខេមរិន្រ្តមហាប្រាសាទ) [Prasat (kuil atau istana) Khmer + Indra] atau dalam bahasa Khmer berarti "Istana Raja Khmer". Bangunan ini digunakan sebagai kediaman resmi Raja Kamboja. Tembok kecil memisahkan kompleks bangunan ini dipisahkan dengan bangunan lain, dan terletak di sebelah kanan Balairung Singgasana. Bangunan ini dimahkotai dengan prang (kemuncak atau mastaka) tunggal.

Bangunan lainnyaSunting

Bangunan lainnya termasuk, Hor Samran Phirun, Hor Samrith Phimean, Damnak Chan, Bangsal Phochani (ruang dansa), Bangsal Serey Monkol (gedung pertemuan kerajaan), Bangsal Raja Jayavarman VII, Vihear Suor (kapel kerajaan), Villa Kantha Bopha, Villa Chumpou, Villa Sahametrei, dan beberapa bangunan lainnya di daerah yang tertutup untuk umum.

TamanSunting

 
Bangsal Phochani

Istana memiliki berbagai taman dengan koleksi bunga-bunga dan tanaman tropis, seperti bunga alamanda, bunga sala, dan bunga jarak hias.

Istana Kerajaan kiniSunting

Kompleks Istana Kerajaan telah mengalami pemugaran dan perombakan besar dari waktu ke waktu, hampir semua bangunan yang berasal dari era pemerintahan Raja Norodom telah dibongkar seluruhnya. Tempat kediaman Raja (tertutup untuk umum) juga telah mengalami perombakan besar. Pada tahun 1960, atas perintah Ratu Kossamak, Pagoda Perak dibangun kembali karena struktur asli bangunan telah tua dan rusak.

Istana ini selalu menjadi daya tarik wisata yang populer di Phnom Penh. Pengunjung dapat masuk dan berkeliling dalam kompleks Pagoda Perak dan kompleks bangunan pusat yang terdiri atas Balairung Singgasana dan Bangsal Chan Chhaya. Sementara tempat tinggal raja tertutup untuk umum. Kompleks kediaman raja ini mengambil setengah dari luas total kawasan istana; termasuk di dalamnya Istana Khemarin, Istana Kantha Bopha, Bangsal Serey Mongkol, taman kerajaan, sejumlah bangsal, paviliun, dan bangunan lainnya.

Daftar PustakaSunting

  • Jeldres, Julio A (1999). The Royal Palace of Phnom Penh and Cambodian royal life. Post Books. hlm. 132 pages. ISBN 978-974-202-047-7. 

Pranala luarSunting