Irene Kharisma Sukandar

Pemain catur Indonesia

Irene Kharisma Sukandar (lahir di Jakarta, 7 April 1992; umur 29 tahun) adalah seorang pecatur Indonesia pertama yang berhasil menyandang gelar Grand Master Internasional Wanita (GMIW) terhitung mulai Desember 2008.

Irene Kharisma Sukandar
Irine Kharisma Sukandar 2013.jpg
Irine Kharisma Sukandar di Asian Indoor Games pada Juli 2013
Asal negaraIndonesia
Lahir7 April 1992 (umur 29)
Jakarta, Indonesia
Rekor bertanding
GelarMaster Internasional (2014)
Woman Grandmaster (2009)
Rating tertinggi2432 (September 2016)

KarierSunting

 
Sukandar sebagai peraih medali perak berdiri di antara Turmunkh Munkhzul dan Dinara Saduakassova pada Kejuaraan Catur Kontinental Asia 2019 di Tiongkok

Sukandar memenangkan Kejuaraan Catur Wanita Indonesia empat kali berturut-turut dari tahun 2006 hingga 2010. Dia telah mewakili Indonesia di lima Olimpiade Catur Wanita dari tahun 2004 hingga 2014, Kejuaraan Catur Beregu Asia Wanita tahun 2009, Olimpiade Catur Dunia Muda U-16 tahun 2007, Pesta Olahraga Asia 2006, Pesta Olahraga Dalam Ruangan Asia 2009,[1] dan Pesta Olahraga Dalam Ruangan dan Bela Diri Asia 2013. Dia memenangkan medali perak individu di papan 3 di Olimpiade Catur ke-36 pada tahun 2004 dan perunggu dalam acara catur blitz beregu di Asian Indoor and Martial Arts Games.[2]

Sukandar adalah pemenang bersama, dengan pemain Vietnam Pham Bich Ngoc, dari bagian putri di bawah 16 tahun pada Kejuaraan Catur Kelompok Umur ASEAN ke-6 di Pattaya, Thailand pada bulan Juni 2005.[3] Pada Kejuaraan Kelompok Umur ASEAN 2006 di Jakarta, ia finis pertama di divisi anak perempuan di bawah 18 tahun.[4]

Pada bulan Maret 2008, Sukandar memenangkan ajang putri Piala Rektor ke-10 di Kharkiv, Ukraina dengan mengalahkan pemain Ukraina di babak tiebreak, Galina Breslavska.[5] Pada bulan Juli 2010, Sukandar berbagi tempat pertama dengan FM India Ramnath Bhuvanesh di Brunei Invitational IM Tournament, mendapatkan hasil norma Master Internasional (IM).[6]

Dia memenangkan Kejuaraan Catur Wanita Asia 2012 di Kota Ho Chi Minh, Vietnam.[7] Berkat kemenangan ini ia lolos ke Kejuaraan Dunia Wanita 2014, yang akhirnya ditunda hingga 2015, menjadi orang Indonesia pertama yang melakukannya.[8]

Pada Mei 2013, Sukandar memenangkan Alexander The Great Open ke-5, di Halkidiki, Yunani.[9] Pada Desember 2013 ia memenangkan dua medali emas individu, untuk catur cepat dan blitz, di Pesta Olahraga Asia Tenggara 2013 yang diadakan di Naypyidaw, Myanmar.[10]

Pada tahun 2014, Sukandar menjadi juara untuk kedua kalinya Kejuaraan Wanita Asia, yang diadakan tahun itu di Sharjah, Uni Emirat Arab.[11] Kemenangan ini membuatnya lolos ke knockout Women's World Championship 2016.

Dia memenangkan bagian G (turnamen sepuluh pemain round-robin untuk siswa perempuan) dari Moskow Terbuka 2015 dengan skor 7,5 / 9, dua poin di depan runner-up, Alina Kashlinskaya.[12] Pada Kejuaraan Catur Dunia Wanita 2015, Sukandar di babak pertama disingkirkan oleh Salome Melia.

Pada tahun 2016, ia berbagi tempat pertama di bagian Master Kejuaraan Kelas Kontinental di Herndon, Virginia bersama Julio Catalino Sadorra, Sergey Erenburg dan Priyadharshan Kannappan,[13] dan memenangkan North Carolina Open dengan skor 5/5 poin.[14]

Pada tahun 2018, dia adalah pemain wanita terbaik di Piala Doeberl dengan mencetak 5,5 / 9 poin.[15] Pada November 2018, ia memenangkan Hjorth Open 2018 dengan mencetak 7,5/9 poin.[16]

PrestasiSunting

  • Juara 3 Kelompok Umur (KU) 10 Kejuaraan Catur ASEAN 2002 di Singapura
  • Juara 4 KU 10 tahun Kejuaraan Catur ASEAN di Malaysia 2003
  • Dua medali perak pada SEA Games Vietnam 2003
  • Peringkat ke-9 Kejuaraan Dunia Junior di Yunani 2003
  • Medali perak Olimpiade Catur papan tiga di Spanyol 2003
  • Peringkat ke-14 Kejuaraan Dunia Junior di bawah 14 tahun di Pulau Kreta, Yunani 2004
  • Medali perak Kejuaraan Catur Asia di bawah 14 tahun di Singapura 2004
  • Imbang 3-3 dalam dwitarung melawan GMW Corke 2005. Corke adalah juara 1 Kejuaraan Catur Asia di bawah 14 tahun di Singapura
  • Peringkat 4 Kejuaraan Dunia Junior di Georgia 2006
  • The Best Woman Player pada Malaysia Open 2008
  • Imbang 2-2 melawan IM Tania Sachdev dalam dwilomba JAPFA 2010
  • Juara 1 dalam Brunei Invitational IM Tournament 1 dan juara 2 dalam Brunei Invitational IM Tournament 2 pada tahun 2010
  • Medali Perunggu di 26th Sea Games 2011, Indonesia
  • The Best Woman Player di Queenstown Chess Classic, Selandia Baru pada Januari 2012
  • Juara 1 Asian Continental Chess Championship di Vietnam tahun 2012[17]
  • Juara 1 'the 5th Alexander the Great open Championship 2013' di Chalkidiki, Yunani (dilaksanakan pada tanggal 7-14 Mei 2013).
  • The Best Woman Player di Grand Europe Open Albena, Bulgaria bulan Juni 2013
  • Medali Emas 'International Chess Rapid pada 27th Sea Games 2013' di Nay Pyi Taw, Myanmar (dilaksanakan pada tanggal 5 - 22 Desember 2013.
  • Medali Emas 'International Chess Blitz pada 27th Sea Games 2013' di Nay Pyi Taw, Myanmar (dilaksanakan pada tanggal 5 - 22 Desember 2013.
  • Juara 1 Australian Women's Masters di Melbourne, Australia pada Januari 2014.
  • Juara 1 Asian Continental Chess Championship di Sharjah, Uni Emirat Arab, April 2014

PenghargaanSunting

  • Tahun 2005: penghargaan Parama Krida Pratama dari Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.
  • Tahun 2006: penghargaan Atlet Harapan Indonesia Terbaik pada Indonesian Sports Award. Dan pada tahun yang sama juga mendapat penghargaan Atlet Wanita Berprestasi Internasional dari PERWOSI (Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia).
  • Tahun 2007: penghargaan Atlet Harapan Terbaik dari Tabloid BOLA.
  • Tahun 2008: penghargaan dari Museum Rekor Indonesia sebagai Wanita Pertama Indonesia yang bergelar Grand Master Wanita.
  • Tahun 2009: penghargaan Atlet Putri Terbaik Indonesia di Anugerah Atlet Olahraga Indonesia.

ReferensiSunting

  1. ^ Irene Kharisma Sukandar team chess record at Olimpbase.org
  2. ^ Musthofid (2013-07-07). "Indonesian chess team wins bronze". The Jakarta Post.
  3. ^ 6th ASEAN Age-Group Chess Championships. Vietnamese Chess Federation.
  4. ^ 7th ASEAN Age Group Chess Championships. Vietnamese Chess Federation.
  5. ^ Anastasiya Karlovich (2008-03-13). "Kharkiv: Rebellion of the Youngsters". ChessBase.
  6. ^ "Brunei Invitational IM Tournament" Diarsipkan 2017-03-14 di Wayback Machine.. Chessdom. 2010-07-30.
  7. ^ "Indonesian wins Asian chess tournament". The Jakarta Post. 2012-05-13.
  8. ^ "Irene to make history after Asian victory" The Jakarta Post. 2012-05-16.
  9. ^ "Irene Kharisma Sukandar wins Alexander The Great Open". FIDE.
  10. ^ "The 27th SEA Games - Results". FIDE.
  11. ^ Sagar Shah (2014-05-01). "Irene Sukandar Asian Women's Champion". ChessBase.
  12. ^ Albert Silver (2015-02-08). "Moscow Open won by Inarkiev and Tingjie". ChessBase.
  13. ^ "Continental Class Championships 2016 Standings – Master Section". CCA Chess Tournaments.
  14. ^ Open Standing After Round 5. Chess Stream.
  15. ^ Sukandar, Irene. "Gareyev grabs O2C Doeberl Cup". Chess Base. Diakses tanggal 7 April 2018. 
  16. ^ Ly, Thai. "Interview with 2018 Hjorth Open winner Irene Sukandar". Chess Chat. Chess Chat. Diakses tanggal 26 January 2019. 
  17. ^ "Irene K Sukandar Juara Catur Asia". Kompas. 2012-5-13. 

Pranala luarSunting