Buka menu utama
Daniel 12       Hosea 1       pasal 2
4Q166 - Dead Sea Scrolls

Naskah Komentari Kitab Hosea, 4Q166, dari antara Gulungan Laut Mati yang berasal dari abad ke-1 SM.
Kitab: Kitab Hosea
Bagian Alkitab: Perjanjian Lama
Kitab ke- 28
Kategori: Nevi'im

Hosea 1 (disingkat Hos 1) adalah bagian pertama dari Kitab Hosea dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Kitab yang memuat nubuat yang disampaikan nabi Hosea ini termasuk dalam kumpulan kitab nabi-nabi kecil.[1][2]

TeksSunting

Naskah sumber utamaSunting

  • Bahasa Ibrani:
    • Masoretik (abad ke-10 M)
    • Gulungan Laut Mati: (akhir abad ke-2 SM).[3][4][5]
      • 4Q79 (4QXIId): terlestarikan: ayat 6‑12 (ayat 6-9, 2:1‑3 dalam Alkitab Ibrani)[3]
      • 4Q82 (4QXIIg): terlestarikan: ayat 10-11 (ayat 2:1‑2 dalam Alkitab Ibrani)[3]

StrukturSunting

Ayat 1Sunting

Firman TUHAN yang datang kepada Hosea bin Beeri pada zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda, dan pada zaman Yerobeam bin Yoas, raja Israel.[6]

Latar belakang sejarah pelayanan Hosea disebutkan sebagai dalam pemerintahan Yerobeam II dari Israel dan empat raja Yehuda (Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia), yaitu, sekitar 755-715 SM, yang tidak hanya menjadikannya rekan sezaman yang lebih muda daripada Amos, tetapi juga dari Yesaya dan Mikha. Hosea adalah penduduk Israel, bukan Yehuda, dan ia bernubuat kepada bangsanya sendiri. Hal ini tampak dari

  • (1) banyak acuannya kepada "Israel" dan "Efraim" (dua sebutan terkemuka bagi kerajaan utara) serta "Samaria" (ibu kota kerajaan utara),
  • (2) acuannya kepada raja Israel di Samaria sebagai "raja kita" (Hos 7:5), dan
  • (3) perhatiannya yang mendalam akan kebobrokan rohani, moral, politik dan sosial Israel.

Pelayanan Hosea kepada kerajaan utara terjadi segera setelah pelayanan Amos (seorang nabi Yehuda yang bernubuat kepada Israel). Hanya kitab nabi Amos dan Hosea di Perjanjian Lama yang seluruh beritanya dialamatkan ke kerajaan utara dan menubuatkan kebinasaannya yang akan datang.[7]

Hosea putra Beeri dipanggil Allah untuk bernubuat kepada kerajaan Israel yang sedang ambruk selama sekitar 30 tahunnya yang terakhir, seperti yang kemudian dilakukan oleh Yeremia kepada Yehuda. Ketika Hosea memulai pelayanannya pada masa akhir pemerintahan Yerobeam II, Israel sedang mengalami kemakmuran ekonomi dan kestabilan politik untuk sementara waktu yang menciptakan rasa aman yang palsu. Akan tetapi, segera setelah Yerobeam II wafat (753 SM), keadaan bangsa itu mulai memburuk dengan pesat dan menuju kehancurannya yang terjadi pada tahun 722 SM. Dalam 15 tahun setelah kematiannya, empat raja Israel terbunuh; dalam 15 tahun lagi Samaria merupakan puing-puing berasap dan penduduk Israel dibuang ke Asyur dan kemudian disebarkan di antara berbagai bangsa. Pernikahan Hosea yang tragis dan firman nubuatnya dipadukan sebagai pesan Allah kepada Israel sepanjang tahun-tahun terakhir yang kacau menuju kehancurannya ini. Kenyataan bahwa Hosea menetapkan tanggal dari sebagian besar pelayanannya dengan mengacu kepada empat raja Yehuda dan bukan kepada masa pemerintahan yang singkat dari enam raja Israel terakhir, mungkin menunjukkan bahwa ia melarikan diri dari kerajaan utara untuk tinggal di Yehuda menjelang kehancuran Samaria, oleh Asyur (tahun 722 SM); di sanalah dia menyusun nubuat-nubuatnya menjadi kitab yang berjudul namanya ini.[7]

Ayat 4Sunting

Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Hosea: "Berilah nama Yizreel kepada anak itu, sebab sedikit waktu lagi maka Aku akan menghukum keluarga Yehu karena hutang darah Yizreel dan Aku akan mengakhiri pemerintahan kaum Israel. (TB)[8]

Ayat ini sangat mungkin mengacu kembali pada pembantaian ke-70 putra Ahab oleh Yehu (2 Raja-raja 10:1-8). Sekalipun Yehu dipuji karena melaksanakan hukuman Allah yang adil atas keluarga Ahab, Yehu terlalu kejam (2 Raja-raja 10:30-31). Allah akan segera menjatuhkan hukuman dan kebinasaan atas kerajaan utara, Israel. Kemungkinan besar Hosea hidup sampai dapat menyaksikan penggenapan nubuatnya ini pada tahun 722 SM, ketika Asyur merebut Samaria, menawan sekitar 10 persen penduduknya dan menjadikan sisanya bagian dari provinsi kerajaan Asyur.[7]

Ayat 6Sunting

Terjemahan Baru: Lalu perempuan itu mengandung lagi dan melahirkan seorang anak perempuan. Berfirmanlah TUHAN kepada Hosea: "Berilah nama Lo-Ruhama kepada anak itu, sebab Aku tidak akan menyayangi lagi kaum Israel, dan sama sekali tidak akan mengampuni mereka[9]
bahasa Ibrani: ותהר עוד ותלד בת ויאמר לו קרא שמה לא רחמה כי לא אוסיף עוד ארחם את־בית ישראל כי־נשא אשא להם׃
Transliterasi Ibrani: wa·ta·har ‘ō·wḏ wa·tê·leḏ baṯ. wa·yō·mer lōw, qə·rā syə·māh lō ru·ḥā·māh; ’ō·w·sîp̄ ‘ō·wḏ, ’ă·ra·ḥêm ’eṯ- bêṯ yiś·rā·’êl, -nā·śō ’eś·śā lā·hem.

Kata "rukhamah" (nama "Lo Ruhama") dan "’ărakhêm" berasal dari akar kata "'rakham" (juga dilafalkan rokhem atau rohim) yang artinya "menyayangi".[10]

Ayat 9Sunting

Lalu berfirmanlah Ia: "Berilah nama Lo-Ami kepada anak itu, sebab kamu ini bukanlah umat-Ku dan Aku ini bukanlah Allahmu."[11]

Ayat 10Sunting

Tetapi kelak, jumlah orang Israel akan seperti pasir laut, yang tidak dapat ditakar dan tidak dapat dihitung. Dan di tempat di mana dikatakan kepada mereka: "Kamu ini bukanlah umat-Ku," akan dikatakan kepada mereka: "Anak-anak Allah yang hidup."[12]

Terdapat sejumlah perbedaan penomoran ayat ini dalam berbagai versi Alkitab. Alkitab Ibrani menggabungkan ayat ini dan ayat 11 dan menjadikannya pasal 2:1, sedangkan Alkitab versi Raja James menutup pasal 1 dengan ayat 10 dan 11, tetapi memisahkan ayat 12 sebagai pasal 2:1. Yang lebih tepat adalah menggolongkan ayat 10, 11 dan 12 dalam pasal 1, sebagaimana pada Alkitab bahasa Indonesia, karena tiga ayat ini berhubungan erat dalam pemahamannya.[13]

Penomoran ayatSunting

  • Dalam Alkitab bahasa Indonesia, pasal ini terdiri dari 12 ayat.
  • Dalam Alkitab Ibrani terdapat 9 ayat, di mana ayat 10-12 termasuk pasal 2 dan diberi nomor ayat 1-3.
  • Dalam Alkitab bahasa Inggris terdapat 11 ayat, di mana ayat 12 termasuk pasal 2 dan diberi nomor ayat 1.

ReferensiSunting

  1. ^ W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
  2. ^ J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
  3. ^ a b c Dead sea scrolls - Hosea
  4. ^ VanderKam, James C. & Flint, Peter (2002). The Meaning of the Dead Sea Scrolls. New York: HarperSanFrancisco. hlm. 28. 
  5. ^ Timothy A. J. Jull; Douglas J. Donahue; Magen Broshi; Emanuel Tov (1995). "Radiocarbon Dating of Scrolls and Linen Fragments from the Judean Desert". Radiocarbon. 37 (1): 14. Diakses tanggal 26 November 2014. 
  6. ^ Hosea 1:1
  7. ^ a b c The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  8. ^ Hosea 1:4 - Sabda.org
  9. ^ Hosea 1:6
  10. ^ Strong #07355 (Ibrani): ra·kham.
  11. ^ Hosea 1:9
  12. ^ Hosea 1:10
  13. ^ The Pulpit Commentary, disunting oleh H.D.M. Spence dan Joseph S. Exell, 1890.

Lihat pulaSunting

Pranala luarSunting