Heppy Trenggono (lahir di Batang, 20 April 1967; umur 53 tahun) adalah seorang pengusaha Jateng. Ir. H. Heppy Trenggono, M. Kom adalah founder dan CEO United Balimuda Group yang bergerak di bidang perkebunan sawit, industri makanan dan alat-alat berat. Perkebunan kelapa sawitnya berada di Kalimantan dan Sumatera hingga kini sebanyak 4 perkebunan dengan total luas 80.000 ha. Heppy Trenggono lahir di Desa Bawang, Kabupaten Batang dan menghabiskan masa remajanya di Pekalongan, Jawa Tengah. Ia berasal dari keluarga Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ayahnya berkarier di dunia pendidikan, sementara ibunya seorang pedagang dan meninggal saat Heppy berumur tujuh tahun. Sebelum ditinggal oleh ibunya pada usia 7 tahun, Heppy sering membantu ibunya berjualan di toko maupun di pasar. Sejak kecil Heppy memang suka berdagang.

Heppy Trenggono
Lahir20 April 1967
Batang
Tempat tinggalIndonesia
Warga negaraIndonesia
PekerjaanPengusaha

PendidikanSunting

Pendidikan non formalSunting

BiografiSunting

Heppy Trenggono menikah dengan Ir Hj Dewi Yuniati Asih dan memiliki empat orang anak yaitu :

  • Jihan Putri Antyesti (1997)
  • Apta Archie Inayasari (2001)
  • Hana Claresta Nadien (2004)
  • Jodie Bintang Mahardika (2006)

BisnisSunting

Heppy Trenggono adalah Founder dan CEO United Balimuda Group. Sebuah kelompok usaha multinasional yang bergerak di plantation dan consumer good. Selain merintis usaha mulai dari nol sejak duduk di bangku kuliah. Heppy pernah berkarier di beberapa perusahaan besar hingga menduduki posisi puncak sebagai Direktur di A. Latief Corporation (sekarang TvOne). Namun jiwa kewirausahaan memaksanya meninggalkan dunia mapan untuk membangun usaha sendiri. Sempat jatuh dalam lilitan hutang sebesar Rp. 62 miliar. Namun mampu bangkit dalam waktu dua tahun dan kembali membangun bisnisnya senilai Rp. 7 Triliun tanpa hutang sama sekali. Belajar bisnis dengan banyak guru di dalam dan luar negeri. Bos Grup Balimuda itu sudah mampu menggawangi 12 anak perusahaan serta menafkahi sekitar 3.000 pegawai. Heppy pun kini dikenal piawai dalam memberikan motivasi kepada pengusaha yang sedang terpuruk untuk bangkit kembali.

Semula, Balimuda yang bergerak dalam bidang land clearing untuk kelapa sawit itu adalah bisnis sampingan ketika Heppy menjadi Direktur Teknik Lativi. Tapi, ketika Heppy mengambil pilihan untuk makin membesarkan usahanya maka keluarlah dia dari Lativi. Jenis usaha pembersihan lahan itu mengunakan banyak peralatan berat. Pengalaman bekerja di United Tractor, perusahaan yang bergerak dalam penjualan alat berat, sangat berarti. Pembukaan lahan itu dimulai ketika menjadi subkontraktor dari perusahaan Malaysia. Usaha itu rupanya berkembang pesat sehingga Balimuda bukan lagi subkontraktor melainkan sudah kontraktor. Proyek besar sebagai kontraktor yang digarap adalah proyek dari Gudang Garam yang ingin membuka lahan di Kalimantan Timur pada akhir 2002. Proyek itu didapat dengan susah payah. Intuisi bisnis diawali dengan penciuman bisnis yang tepat, Heppy Trenggono melakukan jemput bola dengan mendatangi kantor Gudang Garam dari pagi hingga sore. Bisnis kian berkembang, kebutuhan dana makin besar. Saat itu yang dilakukan Heppy adalah memutar uang dari berbagai kreditor. Dari bank, misalnya, dia mendapat pinjaman 80 persen dari nilai proyek. Kemudian, untuk pengadaan alat berat dia mencicil dari United Tractor, bahkan uang muka pun dia minta diangsur selama 12 bulan. Heppy terlena dengan pinjaman usaha dan tak mampu mengontrol diri. Ekspansinya berlebihan dengan menambah banyak alat berat, sehingga dia tidak mampu membayar utang. Bahkan, akhirnya semua hartanya terkuras habis. Karyawan sebanyak 400 orang pun membubarkan diri sebelum dilakukan pemecatan. Heppy Trenggono tidak bisa berbuat apa-apa lantaran tak mampu menggaji pegawainya. Yang bisa dia lakukan saat itu cuma memohon perpanjangan tempo pembayaran utang kepada para kreditur. Heppy akhirnya sadar dan semangat untuk bangkit. Langkah pertama adalah mengubah haluan bisnis. Heppy tak lagi sebagai kontraktor, tetapi menjadi broker bagi perusahaan yang akan terjun ke bisnis kelapa sawit. Beberapa lama kemudian, Heppy tak hanya jadi broker tetapi sedikit demi sedikit juga mulai memiliki lahan kelapa sawit. Dan berkat keuletannya, kebun itu semakin besar. Bersamaan dengan itu utang yang segunung pun kemudian lunas dalam waktu tiga tahun. Kini, bersama mitra bisnisnya, Heppy sudah memiliki 80 ribu hektare lahan kelapa sawit di beberapa daerah di Kalimantan Timur dan Sumatera. Total investasinya sekitar Rp. 4 Triliun. Sukses di kelapa sawit, Balimuda merambah produk konsumer. Bisnis baru ini dipayungi Heppyfoods yang membawahkan PT. Balimuda Food dan PT. Industri Pangan Indonesia yang didirikan tahun 2006.

Heppy mempekerjakan ribuan karyawan dengan sistem kekeluargaan. Ia cenderung ingin membangun karakter karyawan ketimbang menerapkan target yang muluk-muluk. Yang bisa menyulut kemarahan Heppy justru ketika karyawan tidak bisa menerapkan falsafah `inspiring and giving the world'. Perwujudannya membekas dari karakter karya-wannya yang berintegritas tinggi. Gaya kepemimpinan Heppy adalah keteladanan. Ia ingin menunjukkan bagaimana hidup secara benar kepada bawahan. Misalnya, soal ke jujuran, dia selalu terbuka soal pengeluaran perusahaan. Ini dimaksudkan agar karyawan tidak berlaku culas ketika diberi tanggung jawab. Kerajaan bisnis yang dibangunnya bukan hanya menimbun materi. Heppy juga ingin menginspirasi orang lain. Secara berkala dia melibatkan masyarakat sekitar kantornya untuk beraktivitas. Caranya dengan setiap hari memberikan sarapan kepada ratusan kaum dhuafa di sekitar rumahnya di Jl. Mampang Prapatan X. Nilai moral yang diajarkan Heppy dan sangat melekat di hati karyawan adalah tradisi untuk menyisihkan 10 persen penghasilan buat kegiatan amal. Heppy juga piawai memilih karyawan untuk menduduki posisi tertentu.

PerjuanganSunting

Heppy Trenggono adalah Salah satu penerima penghargaan sebagai Tokoh Perubahan Republika 2011, meski begitu dia mengaku penghargaan bukan merupakan tujuan yang diinginkannya. Sebab capaian prestasi itu bentuk perjuangan yang tak boleh berhenti gara-gara dipuji pihak lain. Keprihatinannya yang sangat mendalam terhadap keadaan bangsa Indonesia bisa diketahui dari buku pertamanya ”Menjadi Bangsa Pintar”. Heppy memiliki visi yang sangat jelas terhadap masa depan Indonesia sebagaimana dia gambarkan dalam buku ”Membangun Indonesia Sekarang!”, bagaimana Heppy memimpin, Anna Farida menggambarkannya dalam sebuah buku yang berjudul ”Memimpin Setajam Pedang Selembut Kapas”.

Seiring dengan semangat menginspirasi, Heppy juga membentuk komunitas Indonesian Islamic Business Forum. Ini merupakan komunitas yang beranggotakan pengusaha dan calon pengusaha. Heppy membangkitkan moral pengusaha yang bangkrut. Heppy juga menggagas lahirnya gerakan Beli Indonesia yang pada 27 Februari 2011 bersama 504 pengusaha dari 42 kota di Indonesia. Beli Indonesia adalah gerakan membangun karakter bangsa yang membela bangsa sendiri, yaitu sikap untuk membeli produk bukan dengan alasan lebih baik atau lebih murah, tetapi karena milik bangsa sendiri. Heppy prihatin pada kondisi perekonomian Indonesia yang justru banyak dijajah produk asing.

KarierSunting

  • Freelance sambil kuliah
  • United Tractor, System Analist (1989-1995)
  • Indomobil, Asisten Manager (1995-1999)
  • A Latief Corp, Direktur Teknik Lativi (1999-2004)
  • Mendirikan PT Balimuda Persada pada 2002 yang bergerak pada heavy equiepment
  • CEO PT United Balimuda (perkebunan, consumer goods, dan heavy equiepment )

ReferensiSunting