Harry Potter dan Relikui Kematian

Harry Potter dan Relikui Kematian adalah novel fantasi karangan penulis Inggris, J. K. Rowling, yang merupakan novel ketujuh sekaligus terakhir dalam seri Harry Potter. Novel ini dirilis pada 14 Juli 2007 oleh Bloomsbury di Inggris, oleh Scholastic di Amerika Serikat, dan oleh Raincoast Books di Kanada. Cerita dalam novel ini berkaitan langsung dengan Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran (2005) dan berfokus pada pertarungan terakhir penyihir Harry Potter melawan Lord Voldemort.

Harry Potter dan Relikui Kematian
Harry potter deathly hallows US.jpg
Gambar sampul edisi AS, edisi Indonesia mengikuti versi ini
PengarangJ. K. Rowling
Judul asliHarry Potter and the Deathly Hallows
PenerjemahListiana Srisanti
Ilustrator
NegaraInggris
BahasaInggris (asli)
SeriHarry Potter
Nomor rilis
ke-7 dalam seri
GenreFantasi
PenerbitBloomsbury (Inggris)
Gramedia Pustaka Utama (Indonesia)
Tanggal terbit
• 14 Juli 2007 (Inggris)
• 13 Januari 2008 (Indonesia)
Jenis mediaKertas
Halaman
  • 607 (Inggris)
  • 999 (Indonesia)
ISBNISBN 0-545-01022-5
Didahului olehHarry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran 

Menurut Rowling, tema utama dalam novel ini adalah perjuangan Harry berjibaku melawan kematian. Terdapat juga tema lainnya seperti cinta, keberlangsungan hidup, dan politik. Secara umum, novel ini banyak dipuji dan dipandang sebagai cerita yang sempurna untuk mengakhiri seri.[1] Seperti novel-novel Harry Potter lainnya, Relikui Kematian juga dikritik karena dianggap mempromosikan ilmu sihir dan okultisme. Selain itu, muncul sejumlah kontroversi saat peluncuran novel, seperti perang harga, kebocoran naskah asli di internet, dan beberan cerita.

Relikui Kematian memecahkan rekor penjualan setelah dirilis, melampaui rekor yang diciptakan oleh novel-novel seri Harry Potter sebelumnya. Novel ini memegang Rekor Dunia Guinness sebagai novel terlaris yang terjual dalam waktu 24 jam setelah dirilis, dengan 8,3 juta eksemplar terjual di AS dan 2,65 juta di Inggris.[2][3] Novel ini diterima dengan baik oleh para kritikus, dan memenangkan sejumlah penghargaan, termasuk Colorado Blue Spruce Book Award 2008, dan Asosiasi Perpustakaan Amerika Serikat menobatkannya sebagai "Buku Remaja Terbaik" pada tahun 2007. Adaptasi film dari novel ini dirilis dalam dua bagian: Harry Potter and the Deathly Hallows – Bagian 1 dirilis pada November 2010 dan Bagian 2 pada Juli 2011.

Edisi bahasa Indonesia diterjemahkan oleh Listiana Srisanti dan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada 13 Januari 2008.[4]

CeritaSunting

Latar belakangSunting

Dalam enam novel Harry Potter sebelumnya, karakter utama Harry Potter berjuang keras melewati masa remajanya karena dikenal sebagai satu-satunya orang yang selamat dari Kutukan Maut. Kutukan itu dilontarkan oleh Tom Riddle, lebih dikenal sebagai Lord Voldemort, seorang penyihir jahat dan kuat yang membunuh orang tua Harry dan berusaha membunuh Harry sewaktu bayi, karena ramalan yang mengatakan bahwa Harry akan mampu mengalahkannya. Menjadi yatim piatu, Harry dititipkan untuk diasuh oleh kerabat Mugglenya (nonpenyihir), Petunia Dursley dan Vernon Dursley, beserta putra mereka Dudley Dursley.

Dalam Batu Bertuah, Harry memasuki dunia sihir pada usia 11 tahun dan bersekolah di Sekolah Sihir Hogwarts. Dia berteman dengan murid seusianya, Ron Weasley dan Hermione Granger, dan dibimbing oleh kepala sekolah Albus Dumbledore. Harry juga bertemu Profesor Severus Snape, yang tidak menyukainya. Harry menghadapi Voldemort beberapa kali di sekolah, terutama saat penyihir tersebut mencoba mendapatkan kembali bentuk fisiknya. Dalam Piala Api, Harry secara misterius ikut serta dalam Turnamen Triwizard, yang kemudian diketahui adalah jebakan yang dirancang untuk membantu kembalinya Lord Voldemort berkekuatan penuh. Dalam Orde Phoenix, Harry dan teman-temannya berhadapan dengan pengikut Voldemort, Pelahap Maut. Dalam Pangeran Berdarah-Campuran, Harry mengetahui bahwa Voldemort telah membagi jiwanya menjadi beberapa bagian, menciptakan "Horcrux" dari berbagai benda tak dikenal untuk menampung jiwanya. Dengan cara ini, Voldemort akan tetap hidup jika setidaknya salah satu Horcrux masih ada.[5] Dua Horcrux telah dimusnahkan: buku harian yang dihancurkan oleh Harry di Kamar Rahasia dan sebuah cincin yang dihancurkan oleh Dumbledore sesaat sebelum peristiwa dalam Pangeran Berdarah-Campuran. Dumbledore membawa Harry bersamanya untuk menghancurkan Horcrux ketiga, liontin Slytherin. Namun, Horcrux tersebut telah diambil oleh penyihir yang tidak dikenal, dan setelah mereka kembali, Dumbledore disergap dan dilucuti oleh Draco Malfoy. Draco tidak sanggup membunuh Dumbledore, sehingga Snape membunuhnya.

RingkasanSunting

Setelah kematian Dumbledore, Voldemort berupaya mengambil kendali Kementerian Sihir. Sementara itu, Harry akan berusia tujuh belas tahun dan akan kehilangan perlindungan mendiang ibunya. Anggota Orde Phoenix mengungsikan keluarga Dursley, dan bersiap untuk memindahkan Harry ke The Burrow dengan menerbangkannya ke sana, menggunakan teman-teman Harry sebagai umpan. Pelahap Maut menyerang mereka di tengah perjalanan, dan dalam pertempuran, "Mad-Eye" Moody dan Hedwig tewas sedangkan George Weasley terluka. Voldemort datang untuk membunuh Harry, tetapi tongkat Harry menangkis sendiri serangan Voldemort.

Harry, Ron, dan Hermione bersiap untuk memburu empat Horcrux Voldemort yang tersisa. Ketiganya menerima warisan dari Dumbledore: Golden Snitch untuk Harry, Deluminator untuk Ron, dan buku dongeng "Kisah-Kisah Beedle Si Juru Cerita" untuk Hermione. Mereka juga diwarisi Pedang Godric Gryffindor, yang dapat menghancurkan Horcrux, tetapi Kementerian tidak mengizinkan mereka menyimpannya. Saat berlangsungnya pernikahan Bill Weasley dan Fleur Delacour, Kementerian jatuh ke tangan Voldemort; Pelahap Maut menyerang resepsi pernikahan. Ketiganya melarikan diri ke Grimmauld Place Nomor 12, rumah keluarga Sirius Black yang diwariskannya untuk Harry.

 
Simbol Relikui Kematian yang muncul dalam buku Kisah-Kisah Beedle Si Juru Cerita.

Mereka mengetahui bahwa mendiang adik Sirius, Regulus, mencuri liontin Horcrux dan menyembunyikannya di dalam rumah tersebut. Liontin itu kemudian dicuri oleh Mundungus Fletcher. Kreacher si peri rumah berhasil menemukan Fletcher, yang mengungkapkan bahwa liontin tersebut diambil oleh Dolores Umbridge. Ketiganya menyusup ke Kementerian dan mencuri liontin itu dari Umbridge, tetapi Grimmauld Place disusupi saat mereka melarikan diri. Ketiganya bersembunyi di hutan, tidak mengetahui bagaimana cara menghancurkan liontin tersebut dan tidak memiliki petunjuk lebih lanjut. Sifat gelap liontin tersebut mempengaruhi Ron, dan dia meninggalkan teman-temannya. Harry dan Hermione mengetahui tentang hubungan Dumbledore dengan penyihir hitam bernama Gellert Grindelwald di masa lalu. Mereka kemudian mengunjungi Godric's Hollow, tempat kelahiran Harry. Di Godric's Hollow, mereka diserang oleh Nagini. Keduanya melarikan diri, tetapi tongkat Harry patah. Suatu malam, Patronus rusa memandu Harry ke sebuah kolam berisi pedang Gryffindor. Ketika Harry mencoba mengambilnya, liontin di lehernya berupaya mencekiknya. Ron, yang dipandu untuk kembali oleh Deluminator, menyelamatkannya dan menghancurkan liontin tersebut.

Dalam buku pemberian Dumbledore, Hermione mengenali simbol yang juga dikenakan oleh ayah Luna Lovegood, Xenophilius Lovegood. Xenophilius mengungkapkan simbol tersebut mewakili tiga Relikui Kematian: Tongkat Elder, tongkat yang tak terkalahkan; Batu Kebangkitan, yang dapat memanggil orang mati; dan Jubah Gaib. Xenophilius bertindak aneh, dan ketiganya menyadari bahwa Luna telah ditangkap Pelahap Maut. Xenophilius memanggil Pelahap Maut untuk menangkap mereka bertiga dengan imbalan kebebasan Luna, tetapi ketiganya berhasil melarikan diri. Harry menyimpulkan bahwa Voldemort sedang memburu Tongkat Elder, yang dikuasai oleh Dumbledore setelah ia mengalahkan Grindelwald. Harry juga menyimpulkan bahwa Jubah Gaibnya adalah Relikui ketiga, dan Snitchnya berisi Batu Kebangkitan.

Mereka bertiga akhirnya tertangkap dan dibawa ke Malfoy Manor. Bellatrix menyiksa Hermione karena ia menduga bahwa mereka telah mencuri pedang Gryffindor dari lemari besinya di Gringotts. Dengan bantuan Dobby si peri rumah, mereka melarikan diri ke pondok Bill dan Fleur bersama tahanan lainnya, termasuk Griphook si goblin. Saat berupaya melarikan diri, Bellatrix membunuh Dobby. Harry mendapatkan wangsit bahwa Voldemort telah mencuri Tongkat Elder dari makam Dumbledore. Ketiganya memutuskan untuk masuk ke dalam lemari besi Bellatrix, percaya bahwa ada Horcrux lainnya di sana. Dengan bantuan Griphook, mereka membobol Gringotts, mengambil piala Hufflepuff dan melarikan diri menaiki naga, tetapi Griphook berhasil mencuri pedang Gryffindor. Harry mendapatkan wangsit bahwa Voldemort telah diberitahukan mengenai pencurian tersebut dan memutuskan untuk memeriksa Horcrux-Horcruxnya, sehingga mengungkapkan dua Horcrux yang tersisa untuk dihancurkan: Nagini, dan satu lagi tersembunyi di Hogwarts.

Ketiganya memasuki Hogwarts dengan bantuan dari adik Dumbledore, Aberforth. Voldemort, yang mengetahui keberadaan Harry, melancarkan serangan ke Hogwarts. Para guru dan siswa bertempur untuk mempertahankan sekolah. Ron dan Hermione menghancurkan piala Hufflepuff dengan taring basilisk dari Kamar Rahasia. Harry mengetahui bahwa diadem Ravenclaw adalah salah satu Horcrux. Ketiganya menemukan diadem tersembunyi di Kamar Kebutuhan, tetapi mereka disergap oleh Draco, Crabbe, dan Goyle. Crabbe menyerang menggunakan api kutukan, tetapi tidak bisa mengendalikannya; api tersebut membunuhnya dan menghancurkan diadem. Sementara itu, banyak yang tewas dalam serangan Voldemort, termasuk Remus Lupin, Nymphadora Tonks, dan Fred Weasley.

Voldemort merasa Tongkat Elder tidak berfungsi seperti yang diharapkannya. Ia meyakini bahwa Snape adalah penguasa sebenarnya tongkat tersebut setelah Snape membunuh Dumbledore. Voldemort kemudian membunuh Snape. Harry tiba saat Snape meregang nyawa, dan Snape memberikan ingatannya untuk dilihat di Pensieve. Kenangan tersebut mengungkap bahwa Snape mencintai ibu Harry dan ia berperan sebagai agen ganda melawan Voldemort. Snape juga mengawasi mereka bertiga saat berpetualang mencari Horcrux dan menyihir Patronus rusa betina yang menuntun mereka menemukan pedang Gryffindor. Terungkap juga bahwa Dumbledore sekarat setelah berupaya menghancurkan cincin Horcrux secara teledor, dan telah merencanakan "pembunuhan" dirinya di tangan Snape. Harry juga mengetahui bahwa ia adalah Horcrux yang secara tidak sengaja tercipta tanpa sepengetahuan Voldemort, dan oleh sebab itu ia harus mati di tangan Voldemort agar ia menjadi manusia biasa dan bisa dibunuh. Harry lalu menyerahkan diri kepada Voldemort dan memerintahkan Neville Longbottom untuk membunuh Nagini. Dalam perjalanan, Harry menggunakan Batu Kebangkitan di dalam Snitch untuk bertemu kembali dengan orang tuanya dan orang-orang terkasihnya yang sudah meninggal. Dia menjatuhkan batu saat bertemu Voldemort, yang melontarkan Kutukan Maut kepadanya.

Harry terbangun dalam keadaan seolah-olah bermimpi di tempat yang menyerupai stasiun King's Cross dan disambut oleh Dumbledore. Dumbledore menjelaskan bahwa Kutukan Maut yang dilontarkan Voldemort kepadanya saat bayi meninggalkan sebagian jiwa Voldemort pada Harry, yang menyebabkan adanya koneksi di antara mereka berdua. Kutukan Maut yang baru saja dilayangkan Voldemort menghancurkan pecahan jiwa tersebut, yang membuat Harry memiliki pilihan untuk kembali ke kehidupannya atau menyerah menghadapi kematian. Harry hidup kembali dan berpura-pura mati. Voldemort menyerukan gencatan senjata di Hogwarts dan meminta agar para pejuang menyerah. Neville menarik pedang Gryffindor dari Topi Seleksi dan membunuh Nagini, Horcrux terakhir Voldemort.

Pertempuran berlanjut, Molly Weasley membunuh Bellatrix, dan Harry menghadapi Voldemort. Dia menjelaskan bahwa kesetiaan Tongkat Elder bisa berpindah karena kekalahan, bukannya pembunuhan, dari mantan tuannya. Draco yang menjadi penguasa Tongkat Elder, bukannya Snape, karena Draco lah yang melucuti senjata Dumbledore sebelum Snape membunuhnya. Setelah melucuti Draco di Malfoy Manor, Harry menjadi penguasa Tongkat Elder. Voldemort melontarkan Kutukan Maut pada Harry, tetapi mantranya berbalik, membunuh Voldemort. Harry menggunakan Tongkat Elder untuk memperbaiki tongkat miliknya sebelum mengembalikan tongkat tersebut ke makam Dumbledore. Dia menyimpan Jubah Gaibnya, dan membiarkan Batu Kebangkitan tetap hilang. Dunia sihir kembali hidup dalam damai.

Epilog

19 tahun kemudian, para karakter utama mengantar anak-anak mereka berangkat ke Hogwarts. Harry dan Ginny memiliki tiga anak: James Sirius, Albus Severus, dan Lily Luna. Ron dan Hermione memiliki dua anak, Rose dan Hugo. Anak baptis Harry, Teddy Lupin, didapati berciuman dengan putri Bill dan Fleur, Victoire; Draco dan istrinya juga mengantar putra mereka Scorpius. Albus memasuki tahun pertamanya di Hogwarts, dan khawatir bahwa ia akan ditempatkan di Slytherin. Harry meyakinkan putranya dengan memberi tahunya tentang keberanian Snape dan Topi Seleksi yang bisa mempertimbangkan keinginannya. Karena bekas lukanya tidak lagi terasa sakit dalam 19 tahun, Harry mengungkapkan bahwa "semuanya baik-baik saja".

Latar belakangSunting

SeriSunting

Harry Potter dan Batu Bertuah, buku pertama dalam seri Harry Potter, diterbitkan oleh Bloomsbury pada 30 Juni 1997.[6] Harry Potter dan Kamar Rahasia diterbitkan pada tanggal 2 Juli 1998.[7] Harry Potter dan Tawanan Azkaban diterbitkan satu tahun kemudian pada 8 Juli 1999.[7] Harry Potter dan Piala Api diterbitkan pada 8 Juli 2000.[8] Harry Potter dan Orde Phoenix diterbitkan pada 21 Juni 2003.[9] Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran diterbitkan pada 16 Juli 2005, dan terjual 9 juta eksemplar dalam waktu 24 jam setelah dirilis di seluruh dunia.[10][11]

Pemilihan judulSunting

Judul buku mengacu pada tiga benda mitos yang dikisahkan dalam cerita, yang secara kolektif dikenal sebagai "Relikui Kematian"—tongkat sihir yang tak terkalahkan (Tongkat Elder), batu untuk menghidupkan orang mati (Batu Kebangkitan), dan jubah gaib. Sesaat sebelum merilis judulnya, J. K. Rowling mengumumkan bahwa dia telah mempertimbangkan tiga judul untuk buku tersebut.[12][13] Judul terakhir diumumkan ke publik pada tanggal 21 Desember 2006, melalui teka-teki hangman bertema Natal di situs web Rowling, yang dikonfirmasi tak lama kemudian oleh penerbit buku tersebut.[14] Ketika ditanyakan melalui obrolan daring mengenai judul-judul lainnya yang dipertimbangkan Rowling, ia menyebut Harry Potter and the Elder Wand (Harry Potter dan Tongkat Sihir Elder) dan Harry Potter and the Peverell Quest (Harry Potter dan Pencarian Peverell).[12]

Penyelesaian bukuSunting

 
Rowling menyelesaikan bab terakhir Relikui Kematian di Kamar 552 Balmoral Hotel.

Rowling menyelesaikan Relikui Kematian saat menginap di Balmoral Hotel di Edinburgh pada bulan Januari 2007, dan ia menuliskan pernyataan yang ditandatanganinya pada patung marmer Hermes di kamarnya yang berbunyi: "J. K. Rowling selesai menulis Harry Potter dan Relikui Kematian di kamar ini (552) pada 11 Januari 2007".[15]

Dalam sebuah pernyataan di situs webnya, Rowling berkata, "Saya tidak pernah merasakan campuran emosi yang begitu ekstrem dalam hidup saya, tidak pernah bermimpi saya bisa merasakan patah hati dan euforia secara bersamaan." Dia membandingkan perasaannya yang campur aduk dengan perasaan yang diungkapkan oleh Charles Dickens dalam kata pengantar David Copperfield edisi 1850: "tugas imajinatif dua tahun". "Untuk seri ini," tambahnya, "saya hanya bisa menghela napas, cobalah tujuh belas tahun, Charles". Rowling mengakhiri pesannya dengan mengatakan "Relikui Kematian adalah favorit saya, dan ini adalah cara paling indah untuk menyelesaikan seri ini".[16]

Terkait penerbitan buku-buku Harry Potter pada masa mendatang, Rowling menyatakan bahwa ia tidak bisa mengubah akhir cerita bahkan jika ia mau. "Buku-buku ini telah direncanakan jalan ceritanya untuk waktu yang lama, dan sudah enam buku sampai saat ini, semuanya menuju ke arah tertentu. Jadi, saya benar-benar tidak bisa".[17] Rowling juga berkomentar bahwa buku terakhir sangat erat kaitannya dengan buku sebelumnya, Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran. Kedua buku tersebut "hampir seolah-olah dua bagian dari novel yang sama". Dia mengatakan bahwa bab terakhir Relikui Kematian ditulis "kira-kira tahun 1990", menjadikannya salah satu karya paling awal yang ditulisnya dalam seri Harry Potter.[18] Rowling juga mengungkapkan bahwa kata-kata yang dipilihnya untuk mengakhiri novel pada awalnya adalah "Only those who he loved could see his lightning scar" ("Hanya orang-orang yang ia cintai yang bisa melihat bekas lukanya yang berbentuk sambaran petir"). Rowling kemudian mengubah kata-kata ini karena dia tidak ingin pembaca berpikir Voldemort akan bangkit kembali, serta untuk menegaskan bahwa misi Harry telah selesai.[19][20]

Tema utamaSunting

 
J. K. Rowling mengungkapkan tema utama dalam seri adalah perjuangan Harry melawan kematian.

KematianSunting

Dalam sebuah wawancara tahun 2006, J. K. Rowling mengungkapkan bahwa tema utama dalam seri Harry Potter adalah perjuangan Harry berjibaku dengan kematian,[21] yang turut dipengaruhi oleh kematian ibu Rowling pada tahun 1990 akibat sklerosis multipel.[19][21][22][23] Lev Grossman dari Time menyatakan bahwa tema utama dalam seri ini adalah pentingnya untuk tetap mencintai saat menghadapi kematian.[24]

Hidup dalam masyarakat yang kacauSunting

Para akademisi dan jurnalis telah mengutarakan beragam penafsiran terkait tema-tema dalam buku. Tema-tema yang ditafsirkan ini lebih kompleks, dan tema dalam seri Harry Potter dikatakan juga mencakup subteks politik. Tema-tema seperti normalitas, penindasan, kelangsungan hidup, dan mengatasi rintangan lazim ditemukan di sepanjang seri.[25] Begitu juga dengan tema perjalanan melalui masa remaja serta "melewati cobaan berat dan menghadapinya dengan sabar" juga terdapat dalam buku.[26] Rowling menyatakan bahwa buku-buku tersebut berisi "argumen berkepanjangan mengenai toleransi, permohonan berkepanjangan untuk mengakhiri prasangka" dan menyampaikan pesan mengenai "permasalahan kewenangan dan asumsi bahwa penegak hukum atau media tidak akan memberitahumu seluruh kebenaran".[27]

Beberapa pakar politik berpendapat penggambaran J. K. Rowling mengenai birokratisasi Kementerian Sihir dan kebijakan menindas yang diterapkan oleh Kementerian dalam buku terakhir (seperti mewajibkan bersekolah di Hogwarts dan "pendaftaran Darah Lumpur" oleh Kementerian) sebagai alegori kritik terhadap pemerintah.[28]

Alegori KristenSunting

Seri Harry Potter dikritik karena dianggap mendukung ilmu sihir dan okultisme. Sebelum penerbitan Relikui Kematian, Rowling menolak untuk membicarakan agamanya, dengan menyatakan, "Jika saya berbicara terlalu bebas, setiap pembaca, baik usia 10 atau 60, akan dapat menebak apa yang akan terjadi pada buku".[29] Tetapi, banyak pakar yang berkomentar mengenai adanya perumpamaan Kristiani yang muncul dalam Relikui Kematian.[29] Misalnya, Harry mati dan kemudian hidup kembali untuk menyelamatkan umat manusia, seperti Yesus Kristus. Tempat peristiwa ini terjadi adalah di King's Cross (Salib Raja).[30] Harry juga memaksa Voldemort agar mengakui kesalahannya untuk memperbaiki jiwanya yang telah hancur. Rowling menyatakan bahwa "keyakinan dan perjuangan saya dengan agama saya pikir cukup jelas dalam buku ini", yang ditunjukkan saat Harry berjuang atas keyakinannya terhadap Dumbledore.[31]

 
Batu Bertuah seperti yang digambarkan dalam karya alkimia Atalanta Fugiens oleh Michael Maier tahun 1617, mirip dengan penggambaran Relikui Kematian dan Batu Kebangkitan.

Relikui Kematian diawali dengan dua epigraf, satu karya pemimpin Quaker William Penn dan satu lagi dari The Libation Bearers karya Aeschylus. Terkait epigraf ini, Rowling berkata, "Saya sangat senang memilih dua kutipan itu karena yang satu berasal dari bangsa pagan, dan satu lagi dari tradisi Kristen. Saya tahu kutipan itu akan saya gunakan sejak Kamar Rahasia diterbitkan. Saya selalu tahu bahwa jika saya bisa menyertakannya di awal buku ketujuh, maka saya akan bisa mengakhirinya dengan sempurna. Jika relevan, maka saya bisa lanjut sesuai tujuan".[32]

Ketika Harry mengunjungi makam orang tuanya, ayat alkitab "Musuh terakhir yang harus dibinasakan adalah kematian" (1 Korintus 15:26) tertulis di nisan.[33] Makam keluarga Dumbledore juga memuat ayat alkitab: "Di mana hartamu, di situ juga hatimu", yang bersumber dari Matius 6:21.[33] Rowling mengungkapkan, "Buku-buku tersebut adalah buku Inggris, jadi Harry dengan mudah akan menemukan kutipan alkitab di batu nisan, tetapi saya pikir dua kutipan khusus yang tertulis pada batu nisan di Godric's Hollow hampir menggambarkan keseluruhan seri".[33]

Pundit Harry Potter John Granger berpendapat bahwa salah satu alasan buku-buku Harry Potter begitu populer adalah penggunaan perumpaan alkimia (mirip dengan Romeo dan Juliet, Perelandra karya C. S. Lewis dan A Tale of Two Cities karya Charles Dickens) dan simbolisme wahyu.[34] Melalui cara ini, penulis merangkai cerita perumpaan terkait alkimia. Sejak abad pertengahan, perumpamaan alkimia telah dipakai untuk menggambarkan kesengsaraan, kematian, dan kebangkitan Kristus.[35] Keseluruhan seri menggunakan simbol umum dalam alkimia, dan Relikui Kematian melengkapi siklus ini, menjabarkan tema kematian, kelahiran kembali, dan Batu Kebangkitan dengan memanfaatkan perumpamaan alkimia, serta topik batu filsuf yang dikisahkan dalam buku pertama.

RilisSunting

Pemasaran dan promosiSunting

 
Terjemahan Rusia buku ketujuh dijual di toko buku Moskva di Moskwa pada 13 Oktober 2007

Peluncuran buku dirayakan dengan penandatanganan dan pembacaan buku sepanjang malam di Museum Sejarah Alam, London yang dihadiri oleh Rowling serta 1.700 tamu yang dipilih melalui pengundian.[36] Rowling melakukan tur ke AS pada bulan Oktober 2007, dan acara serupa diadakan di Carnegie Hall, Kota New York, dengan tiket yang dialokasikan melalui pengundian.[37]

Scholastic, penerbit seri Harry Potter di Amerika Serikat, meluncurkan kampanye pemasaran "There will soon be 7", dengan "Bus Kesatria" menyinggahi 40 perpustakaan di seluruh Amerika Serikat, menggelar diskusi dan kompetisi penggemar daring, koleksi, tato, dan perilisan tujuh pertanyaan mengenai Relikui Kematian yang paling diperdebatkan oleh para penggemar.[38] Dalam menyambut perilisan buku tersebut, Scholastic merilis tujuh pertanyaan yang jawabannya akan ditemukan oleh penggemar di buku terakhir:[39]

  1. Siapa yang hidup? Siapa yang mati?
  2. Apakah Snape baik atau jahat?
  3. Apakah Hogwarts akan dibuka kembali?
  4. Siapa yang akan berjodoh?
  5. Di mana Horcrux?
  6. Akankah Voldemort dikalahkan?
  7. Apa Relikui Kematian itu?

J. K. Rowling dan penerbitnya mengatur agar poster bergambar wajah anak Inggris yang hilang bernama Madeleine McCann tersedia di toko-toko buku ketika Relikui Kematian diluncurkan pada 21 Juli 2007, dan ia berharap poster itu akan dipajang secara mencolok di toko-toko buku di seluruh dunia.[40]

Setelah diumumkan bahwa novel tersebut akan dirilis pada 21 Juli 2007, Warner Bros. segera mengumumkan bahwa adaptasi film Harry Potter and the Order of the Phoenix akan dirilis sesaat sebelum novel tersebut dirilis, yakni pada 13 Juli 2007,[41] yang membuat banyak orang menobatkan Juli 2007 adalah bulannya Harry Potter.[42]

EmbargoSunting

Bloomsbury menganggarkan dana sekitar £10 juta untuk menjaga agar isi buku tetap aman dan mencegah munculnya beberan sebelum tanggal perilisan pada 21 Juli.[43] Arthur Levine, editor seri Harry Potter di AS, membantah mendistribusikan salinan Relikui Kematian untuk ulasan pers sebelum tanggal rilis resmi, tetapi dua surat kabar AS tetap menerbitkan ulasan awal buku tersebut.[44] Ada spekulasi bahwa beberapa toko akan melanggar embargo dan mendistribusikan salinan buku lebih awal, karena penalti yang dikenakan pada seri sebelumnya — bahwa distributor tidak akan diberi hak untuk mendistribusikan seri berikutnya — tidak lagi diberlakukan.[45]

Kebocoran daring dan pengiriman awalSunting

Seminggu sebelum dirilis, sejumlah tulisan yang mengaku sebagai naskah asli Relikui Kematian muncul dalam berbagai bentuk di internet. Pada 16 Juli, satu set foto dari 759 halaman edisi AS bocor dan ditranskripsikan sepenuhnya sebelum tanggal rilis resmi.[46][47][48][49] Foto-foto tersebut kemudian muncul di situs web dan jaringan peer-to-peer, membuat Scholastic mengambil tindakan hukum untuk mencari tahu penyebarnya.[50] Ini merupakan pelanggaran keamanan paling serius dalam sejarah seri Harry Potter.[51] Rowling dan pengacaranya memang mengakui bahwa ada kebocoran daring buku asli.[20][52] Ulasan yang diterbitkan di The Baltimore Sun dan The New York Times pada 18 Juli 2007 menguatkan kabar bahwa plot asli sudah bocor di internet, dan sekitar satu hari sebelum dirilis, The New York Times mengkonfirmasi bahwa kebocoran utama yang beredar adalah asli.[51]

Scholastic mengumumkan kira-kira sepersepuluh ribu (0,0001) dari persediaan buku Relikui Kematian di AS telah dikirimkan ke pemesan lebih awal, atau sekitar 1.200 eksemplar. Seorang pembaca di Maryland menerima salinan buku melalui pos dari DeepDiscount.com empat hari sebelum perilisan, yang awalnya diragukan oleh Scholastic dan DeepDiscount. Scholastic awalnya melaporkan bahwa hal tersebut terjadi karena "kesalahan manusia" dan tidak akan memberikan penalti ke distributor tersebut,[53] tetapi, keesokan harinya Scholastic mengumumkan bahwa mereka akan melayangkan gugatan hukum terhadap DeepDiscount.com dan distributornya, Levy Home Entertainment.[54][55] Beberapa kasus perilisan lebih awal juga muncul di eBay, ketika buku dijual ke Publishers Weekly seharga US$250 dari harga awal US$18.[56]

Perang harga dan kontroversi lainSunting

Asda,[57][58] beserta beberapa swalayan di Inggris yang telah menerima prapemesanan untuk buku tersebut dengan harga diskon besar-besaran, memicu perang harga antar peritel dua hari sebelum peluncuran buku dengan mengumumkan bahwa mereka akan menjualnya hanya dengan harga £5 per buku. Toko ritel lainnya kemudian juga berlomba menawarkan buku tersebut dengan harga diskon. Dengan strategi harga seperti ini, buku tersebut menjadi loss leader. Masalah ini memunculkan kegemparan dari para toko buku kecil di Inggris yang berpendapat bahwa mereka tidak memiliki harapan untuk bisa bersaing dalam kondisi tersebut. Toko-toko independen sangat memprotes hal ini, tetapi bahkan Waterstones, jaringan toko buku terbesar di Inggris, tidak mampu bersaing dengan harga swalayan. Beberapa toko buku kecil mengakalinya dengan membeli stok dari swalayan, bukannya dari grosir. Asda berupaya mengatasi masalah ini dengan membatasi pembelian hanya dua eksemplar per pelanggan untuk mencegah pembelian massal.[59]

Di Malaysia, perang harga serupa menyebabkan kontroversi terkait strategi penjualan buku tersebut.[60] Empat jaringan toko buku terbesar di Malaysia, Toko Buku MPH, Toko Buku Popular, Times dan Harris, memutuskan untuk menarik Harry Potter dan Relikui Kematian dari rak mereka sebagai protes terhadap hipermarket Tesco dan Carrefour. Harga eceran buku tersebut di Malaysia adalah 109,90 ringgit, sedangkan hipermarket Tesco dan Carrefour menjual buku tersebut dengan harga 69,90 ringgit. Langkah toko buku tersebut dianggap sebagai upaya untuk memaksa distributor Penguin Books agar menarik Relikui Kematian dari hipermarket. Namun, sejak 24 Juli 2007, perang harga telah berakhir, dan empat toko buku tersebut tetap menjual buku di toko mereka dengan harga diskon. Penguin Books mengumumkan bahwa Tesco dan Carrefour merugi menjual buku tersebut, dan mendesak mereka agar mempraktikkan naluri bisnis yang baik dan strategi perdagangan yang adil.[61]

Penerbitan buku pada Sabtu pagi di Israel dikritik karena melanggar Shabbat. Menteri Perdagangan dan Industri Eli Yishai mengungkapkan, "Menurut nilai-nilai dan budaya Yahudi, hal seperti ini dilarang dilakukan pada jam 2 pagi pada hari Sabtu. Silahkan dilakukan pada hari lain."[62] Yishai mengancam bahwa ia akan mendakwa dan mendenda siapapun yang melanggar berdasarkan Undang-Undang Jam Kerja dan Istirahat.[63]

EdisiSunting

Harry Potter dan Relikui Kematian dirilis dalam edisi sampul keras pada 21 Juli 2007[64] dan edisi paperback pada 10 Juli 2008 di Inggris,[65] dan pada 7 Juli 2009 di AS.[66] Di SoHo, New York, diadakan pesta perilisan untuk edisi sampul biasa Amerika, dengan menggelar berbagai permainan dan aktivitas.[67] "Edisi Dewasa" dengan ilustrasi sampul berbeda dirilis oleh Bloomsbury pada 21 Juli 2007.[68] Edisi deluxe Scholastic dirilis di AS pada 21 Juli, dengan sampul baru karya Mary GrandPré dan hanya dicetak 100.000 eksemplar.[69] Pada bulan Oktober 2010, Bloomsbury merilis edisi paperback "Perayaan", dengan sampul dilapisi kertas timah.[70] Pada 1 November 2010, edisi "Bertanda Tangan" novel ini dirilis dalam bentuk paperback oleh Bloomsbury.[71]

TerjemahanSunting

Seperti buku-buku sebelumnya, Harry Potter dan Relikui Kematian telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa. Terjemahan pertama yang dirilis adalah terjemahan dalam bahasa Ukraina pada 25 September 2007 (sebagai Гаррі Поттер і смертельні реліквіїHarry Potter i smertel'ni relikviji).[72] Judul buku dalam bahasa Swedia yang diungkapkan oleh Rowling adalah Harry Potter and the Relics of Death (Harry Potter och Dödsrelikerna), menjawab pertanyaan prarilis dari penerbit Swedia mengenai kesulitan menerjemahkan kata "Deathly Hallows" tanpa harus membaca buku terlebih dahulu.[73] Judul ini juga digunakan untuk terjemahan bahasa Prancis (Harry Potter et les reliques de la mort), terjemahan bahasa Spanyol (Harry Potter y las Reliquias de la Muerte), terjemahan bahasa Belanda (Harry Potter en de Relieken van de Dood), bahasa Serbia (Хари Потер и реликвије смрти - Hari Poter i relikvije smrti) dan terjemahan bahasa Portugis Brasil (Harry Potter e as Relíquias da Morte).[74] Terjemahan bahasa Polandia dirilis dengan judul berbeda: Harry Potter i Insygnia Śmierci – Harry Potter and the Insignia of Death.[75] Terjemahan bahasa Hindi: Harry Potter aur Maut ke Tohfe (हैरी पॉटर और मौत के तोहफे), yang bermakna "Harry Potter dan Hadiah Kematian", dirilis oleh Manjul Publication di India pada 27 Juni 2008.[76] Edisi bahasa Indonesia diterjemahkan oleh Listiana Srisanti[4] dan dirilis pada 12 Januari 2008 oleh Gramedia Pustaka Utama.[77]

PenerimaanSunting

Tanggapan kritisSunting

Kritikus The Baltimore Sun, Mary Carole McCauley, mengungkapkan bahwa Relikui Kematian lebih serius daripada novel-novel sebelumnya dalam seri Harry Potter dan memiliki prosa yang lebih lugas.[78] Alice Fordham dari The Times menulis "Kejeniusan Rowling bukan hanya realisasi totalnya tentang dunia fantasi, tetapi bakat tersembunyinya dalam menciptakan karakter yang cemerlang, nyata, berani dan dicintai". Fordham menyimpulkan, "Kita telah menempuh perjalanan panjang bersama, dan pada akhirnya baik Rowling maupun Harry tidak mengecewakan kita".[79] Kritikus The New York Times Michiko Kakutani sepakat, memuji kemampuan Rowling untuk menjadikan Harry sebagai pahlawan sekaligus karakter yang saling terkait.[80]

Lev Grossman dari majalah Time menobatkan buku ini sebagai satu dari 10 Buku Fiksi Teratas tahun 2007, menempatkannya di posisi 8, dan memuji Rowling karena membuktikan bahwa buku tersebut masih bisa menjadi media massa global.[24] Novelis Elizabeth Hand mengkritik bahwa "... interaksi yang sangat kompleks antara narasi dan karakter sering kali dibaca seolah-olah keseluruhan trilogi diringkas dan dijejalkan ke dalam satu volume."[81] Dalam ulasan berbintang dari Kirkus Reviews, pengulas berkata, "Rowling telah menunjukkan keterampilan yang luar biasa dalam menceritakan hubungan dan konflik antar karakter, dan juga merangkainya menjadi bildungsroman yang sangat bagus, diisi oleh karakter yang mudah diingat dan diresapi dengan rasa senang tak tertahankan". Mereka juga memuji bagian pertengahan novel, tetapi mengkritik epilognya, menyebutnya "samar dan tidak mendetail".[82] Dalam ulasan lain oleh The Times, pengulas Amanda Craig berpendapat bahwa meskipun Rowling "bukan penulis orisinal dan berkonsep tinggi", karyanya "dapat disejajarkan bersama karya fiksi anak-anak hebat lainnya". Craig melanjutkan dengan mengatakan bahwa novel tersebut "bernilai indah, dan imajinasi Rowling telah mengubah persepsi seluruh generasi yang tidak dicapai oleh penulis manapun dalam setengah abad terakhir".[83]

Sebaliknya, Jenny Sawyer dari The Christian Science Monitor berpendapat bahwa, "Ada banyak hal yang disukai dalam seri Harry Potter, mulai dari dunia sihirnya yang diwujudkan dengan brilian hingga narasinya yang berlapis-lapis", tetapi, "Sebuah cerita biasanya mengenai perubahan seseorang. Dan, mengenyampingkan pubertasnya, Harry tidak banyak berubah. Seperti yang dibayangkan oleh Rowling, Harry menapaki jalan kebajikan begitu teguh sehingga kemenangan terakhirnya atas Voldemort tidak hanya terasa tak terelakkan, tetapi terasa hampa".[84] Di The New York Times, Christopher Hitchens membandingkan serial tersebut dengan cerita mengenai sekolah asrama Inggris pada era Perang Dunia Kedua, dan mengatakan bahwa "Rowling telah meraih ketenaran yang tidak dapat binasa" untuk seri ini secara keseluruhan. Hitchens juga mengatakan bahwa dia tidak menyukai penggunaan deus ex machina oleh Rowling, bahwa bab-bab berkemah di pertengahan buku "terlalu panjang", dan Voldemort "menjadi lebih melelahkan daripada penjahatnya Ian Fleming".[85] Catherine Bennett dari The Guardian memuji Rowling karena memasukkan detail-detail kecil dari buku-buku sebelumnya dan membuatnya besar di Relikui Kematian, misalnya Grindelwald disebutkan pada Kartu Cokelat Kodok di buku pertama. Ia juga berpendapat, "seperti yang dikatakan para kritikus, Rowling bukanlah Dickens, ia berkeinginan menghidupkan fiksi, di setiap buku, legiun karakter baru, tempat, mantra, aturan, dan sejumlah kejutan dan subplot yang tak terbayangkan".[86]

Stephen King mengkritik reaksi beberapa pengulas buku, termasuk McCauley, karena menilai terlalu cepat untuk menyimpulan karya tersebut.[87] King merasa hal ini tak terelakkan, karena kerahasiaan ekstrem sebelum peluncuran buku yang tidak memberikan waktu kepada pengulas untuk membaca dan mempertimbangkan buku, sehingga banyak ulasan awal yang kurang mendalam. Alih-alih menemukan gaya penulisan yang mengecewakan, dia merasa buku tersebut semakin matang dan meningkat. King berpendapat bahwa pokok bahasan buku menjadi lebih dewasa, dan Rowling jelas-jelas telah menulis sesuatu yang lekat di benak pembaca dewasa sejak pertengahan seri. Dia membandingkan karya-karya Rowling dengan Huckleberry Finn dan Alice in Wonderland, yang meraih kesuksesan dan menjadi karya klasik mapan yang mampu menarik pembaca dewasa maupun anak-anak.[87]

PenjualanSunting

 
Antrean di toko buku Borders, California, lima menit sebelum peluncuran tengah malam Relikui Kematian.

Penjualan Harry Potter dan Relikui Kematian memecahkan sejumlah rekor. Pencetakan awal Relikui Kematian di AS adalah 12 juta eksemplar, dan lebih dari satu juta telah dipesan sebelumnya melalui Amazon.com dan Barnes & Noble,[88] 500 persen lebih tinggi daripada prapenjualan Pangeran Berdarah-Campuran.[89] Pada 12 April 2007, Barnes & Noble mengumumkan bahwa Relikui Kematian telah memecahkan rekor prapemesanan, dengan lebih dari 500.000 eksemplar buku dipesan melalui situsnya.[90] Pada hari pembukaan, sebanyak 8,3 juta eksemplar terjual di Amerika Serikat (lebih dari 96 eksemplar per detik),[91][92] dan 2,65 juta eksemplar berhasil terjual di Inggris.[93] Ini memegang Rekor Dunia Guinness sebagai penjualan buku fiksi tercepat dalam waktu 24 jam untuk penjualan di AS.[3] Di WH Smith, penjualan dilaporkan mencapai 15 buku per detik.[94] Pada Juni 2008, hampir setahun setelah diterbitkan, penjualan di seluruh dunia dilaporkan mencapai 44 juta eksemplar.[95]

PenghargaanSunting

Harry Potter dan Relikui Kematian telah memenangkan beberapa penghargaan.[96] Pada tahun 2007, buku ini dinobatkan sebagai satu dari 100 Buku Terkemuka,[97] dan salah satu Buku Anak-Anak Terkemuka The New York Times.[98] Buku ini dinobatkan sebagai buku terbaik tahun 2007 oleh kritikus Newsweek, Malcolm Jones.[99] Publishers Weekly juga menyertakan Harry Potter dan Relikui Kematian sebagai salah satu Buku Terbaik mereka tahun 2007.[100] Masih pada tahun 2007, buku tersebut menerima Penghargaan Andre Norton untuk kategori Buku Fiksi Ilmiah dan Fantasi Remaja di Penghargaan Nebula. Pada tahun 2008, Asosiasi Perpustakaan Amerika Serikat menobatkan novel ini sebagai salah satu Buku Terbaik untuk Remaja,[101] dan juga menyebutnya sebagai Buku Anak Terkemuka 2008.[102] Harry Potter dan Relikui Kematian juga menerima Penghargaan Buku Colorado Blue Spruce 2008.[96]

AdaptasiSunting

FilmSunting

Adaptasi film dua bagian Harry Potter dan Relikui Kematian disutradarai oleh David Yates, diskenarioi oleh Steve Kloves dan diproduseri oleh David Heyman, David Barron dan J. K. Rowling. Bagian 1 dirilis pada 19 November 2010 dan Bagian 2 pada 15 Juli 2011.[103][104] Syuting dimulai pada bulan Februari 2009 dan berakhir pada 12 Juni 2010.[105] Bagian 1 berakhir pada Bab 24 buku, ketika Voldemort mendapatkan kembali Tongkat Elder.[106] Namun, ada beberapa penghapusan adegan, seperti kemunculan Dean Thomas dan Viktor Krum, serta kematian Peter Pettigrew.[107] James Bernadelli dari Reelviews mengatakan bahwa naskah film hampir menyerupai teks pada buku sejak Harry Potter and the Chamber of Secrets,[108] tetapi hal ini ditanggapi negatif oleh sejumlah penonton karena dengan demikian, film tersebut juga mewarisi "masalah pada buku itu sendiri".[109]

Buku audioSunting

Buku audio Harry Potter dan Relikui Kematian dirilis secara serentak pada tanggal 21 Juli 2007 di Inggris dan Amerika Serikat.[110][111] Edisi Inggris dibacakan oleh Stephen Fry dan berdurasi sekitar 24 jam,[112] sedangkan edisi AS disuarakan oleh Jim Dale dan berdurasi sekitar 21 jam.[113] Baik Fry dan Dale merekam 146 suara karakter yang berbeda dan khas, dan merupakan suara yang paling banyak direkam oleh seorang pembaca buku audio pada saat itu.[114]

Atas narasinya di buku audio Relikui Kematian, Dale memenangkan Grammy Award 2008 untuk kategori Album Kata Lisan Terbaik untuk Anak-anak.[115] Dia juga dianugerahi Penghargaan Earphone oleh AudioFile, yang menganggap bahwa "Dale telah menaikkan standar interpretasi buku audio begitu tinggi sehingga sulit membayangkan ada narator yang melampauinya."[116]

Permainan videoSunting

Dua permainan video aksi-petualangan diproduksi oleh Electronic Arts bertepatan dengan perilisan adaptasi film, sama seperti film-film Harry Potter sebelumnya. Bagian 1 dirilis pada 16 November 2010, dan Bagian 2 pada 12 Juli 2011. Kedua permainan ini menerima reaksi positif dan negatif dari para kritikus.[117][118]

Kisah-Kisah Beedle Si Juru CeritaSunting

Pada tanggal 4 Desember 2008, Rowling merilis Kisah-Kisah Beedle Si Juru Cerita secara serentak di Inggris dan AS.[119] Kisah-Kisah Beedle Si Juru Cerita adalah sempalan dari Relikui Kematian dan merupakan buku yang diwariskan oleh Dumbledore kepada Hermione Granger. Buku ini berisi dongeng yang diceritakan kepada anak-anak di dunia sihir dan memuat lima cerita pendek, termasuk "Kisah Tiga Saudara", yang merupakan kisah mengenai Relikui Kematian.[120]

Amazon.com merilis edisi kolektor eksklusif buku ini, yang merupakan replika dari buku yang dibeli Amazon.com di acara lelang pada bulan Desember 2007.[121] Tujuh eksemplar buku dilelang di London oleh Sotheby. Masing-masing buku diilustrasikan dan ditulis tangan oleh Rowling dan setebal 157 halaman. Buku tersebut disampuli dengan kulit Maroko cokelat dan dihiasi dengan lima ornamen perak sterling bertanda tangan dan dipasangi batu bulan.[122]

SekuelSunting

Pada tahun 2016, Harry Potter and the Cursed Child dirilis, yang merupakan drama panggung West End dua babak.[123] Drama ini ditulis oleh Jack Thorne, didasarkan pada cerita karya J. K. Rowling, Thorne dan sutradara John Tiffany. Drama ini dipentaskan pertama kali pada tanggal 30 Juli 2016 di Palace Theatre, London. Naskahnya diterbitkan pada 31 Juli 2016.[124] Sinopsis resmi drama ini dipublikasikan pada 23 Oktober 2015:[125] Menurut CNN, Cursed Child adalah buku yang paling banyak dipesan pada tahun 2016.[126]

Kisahnya melanjutkan epilog novel ketujuh, dimulai sembilan belas tahun setelah peristiwa dalam Relikui Kematian, mengisahkan mengenai Harry Potter, yang sekarang menjadi pegawai di Kementerian Sihir, dan putra bungsunya, Albus Severus Potter, yang akan mulai bersekolah di Sekolah Sihir Hogwarts. Drama ini dipasarkan sebagai cerita kedelapan dalam seri Harry Potter.[127]

ReferensiSunting

  1. ^ Fordham, Alice (21 Juli 2007). "Harry Potter and the Deathly Hallows". The Times. UK. Diarsipkan dari versi asli tanggal 17 Mei 2011. Diakses tanggal 25 Juli 2007. 
  2. ^ "Record First-Day Sales for Last 'Harry Potter' Book". The New York Times. 22 Juli 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 16 Desember 2017. Diakses tanggal 15 Desember 2017. 
  3. ^ a b "Fastest selling book of fiction in 24 hours". Guinness Book of World Records. 21 Juli 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 September 2011. Diakses tanggal 5 Februari 2011. 
  4. ^ a b "Harry Potter dan Relikui Kematian, Google Buku". Google Books. 2007. Diakses tanggal 23 Februari 2022. 
  5. ^ Rowling (2005), et al. p. 503.
  6. ^ "The Potter phenomenon". BBC News. 18 Februari 2003. Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 November 2008. Diakses tanggal 27 September 2008. 
  7. ^ a b "A Potter timeline for muggles". Toronto Star. 14 Juli 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 Desember 2008. Diakses tanggal 27 September 2008. 
  8. ^ "Speed-reading after lights out". The Guardian. UK. 19 Juli 2000. Diarsipkan dari versi asli tanggal 31 Desember 2013. Diakses tanggal 27 September 2008. 
  9. ^ Cassy, John (16 Januari 2003). "Harry Potter and the hottest day of summer". The Guardian. UK. Diarsipkan dari versi asli tanggal 31 Desember 2013. Diakses tanggal 27 September 2008. 
  10. ^ "Juli date for Harry Potter book". BBC News. 21 Desember 2004. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 Juli 2009. Diakses tanggal 27 September 2008. 
  11. ^ "Harry Potter finale sales hit 11m". BBC News. 23 Juli 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 November 2008. Diakses tanggal 21 Agustus 2008. 
  12. ^ a b "Webchat with J.K. Rowling, 30 Juli 2007". Bloomsbury Publishing. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 Januari 2008. Diakses tanggal 31 Juli 2007. 
  13. ^ "Book 7 Update". J.K.Rowling Official Site. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 April 2007. Diakses tanggal 23 April 2007. 
  14. ^ "Harry Potter and the Deathly Hallows". Bloomsbury Publishing. 21 Desember 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 Februari 2007. Diakses tanggal 21 Desember 2006. 
  15. ^ "Harry Potter fans pay £1,000 a night to stay in hotel room where JK Rowling finished series". UK. 20 Juli 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 Februari 2016. Diakses tanggal 10 Februari 2016. 
  16. ^ "Rowling reacts to Potter's end". USA Today. Associated Press. 6 Februari 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 Agustus 2007. Diakses tanggal 21 Juli 2007. 
  17. ^ "Jones, Owen. One-on-one interview with J.K. Rowling, ITV Network July 17, 2005". ITV. 17 Juli 2005. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Juni 2007. Diakses tanggal 16 Juni 2007. 
  18. ^ "Rowling to kill two in final book". BBC News. 27 Juni 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 Agustus 2009. Diakses tanggal 25 Juli 2007. 
  19. ^ a b Vieira, Meredith (30 Juli 2007). "Harry Potter: The final chapter". NBC News. Diakses tanggal 6 Februari 2011. 
  20. ^ a b Symon, Evan V. (14 Januari 2013). "10 Deleted Chapters that Transformed Famous Books". listverse.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 September 2015. 
  21. ^ a b Geordie Greig (10 Januari 2006). "There would be so much to tell her..." The Daily Telegraph. UK. Diarsipkan dari versi asli tanggal 24 April 2009. Diakses tanggal 4 April 2007. 
  22. ^ Shapiro, p. 45
  23. ^ Shapiro, p. 51
  24. ^ a b Grossman, Lev (9 Desember 2007). "Top 10 Fiction Books: #8. Harry Potter and the Deathly Hallows". Time. Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 Desember 2007. Diakses tanggal 24 Desember 2007. 
  25. ^ Czubek, TA; Greenwald, J (Fall 2005). "Understanding Harry Potter: Parallels to the Deaf World". Journal of Deaf Studies and Deaf Education. 10 (4): 442–50. doi:10.1093/deafed/eni041 . PMID 16000691. 
  26. ^ Duffy, Edward (2002). "Sentences in Harry Potter, Students in Future Writing Classes". Rhetoric Review. 21 (2): 170–87. doi:10.1207/S15327981RR2102_03. 
  27. ^ "JK Rowling outs Dumbledore as gay". BBC News. 20 Oktober 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 Oktober 2007. Diakses tanggal 21 Oktober 2007. 
  28. ^ Barton, Benjamin (2006). "Harry Potter and the Half-Crazed Bureaucracy" (PDF). Michigan Law Review. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 10 Agustus 2007. Diakses tanggal 31 Juli 2007. 
  29. ^ a b Granger, p. 86
  30. ^ Miller, Lisa (6 Agustus 2007). "Christ-like". Newsweek. 150 (6): 12. ISSN 0028-9604. Diarsipkan dari versi asli tanggal 16 Agustus 2011. Diakses tanggal 7 Agustus 2011. 
  31. ^ Granger, p. 88
  32. ^ Shawn Adler (2007). "'Harry Potter' Author J.K. Rowling Opens Up About Books' Christian Imagery". MTV. Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 Oktober 2007. Diakses tanggal 26 Februari 2011. 
  33. ^ a b c Garcia, Elena (19 Oktober 2007). "Harry Potter author reveals books' Christian allegory, her struggling faith". Christian Today. Diakses tanggal 6 Februari 2011. 
  34. ^ Granger, John (2009). Harry Potter's Bookshelf: The Great Books Behind The Hogwarts Adventures. Penguin Group Inc. ISBN 978-1-101-13313-2. 
  35. ^ Hereward Tilton. The Quest for the Phoenix: Spiritual alchemy and Rosicrucianism in the work of Count Michael Maier (1569–1622). 2003. p.67
  36. ^ "Harry Potter". Scholastic. Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 Mei 2007. Diakses tanggal 25 Mei 2007. 
  37. ^ "The Open Book Tour, Oktober 2007". J.K.Rowling Official Site. 14 Juli 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 7 Juli 2007. Diakses tanggal 14 Juli 2007. 
  38. ^ "Scholastic announces record breaking 12 million first printing in United States of Harry Potter and the Deathly Hallows". Scholastic. 14 Maret 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 Juni 2007. Diakses tanggal 9 Juli 2007. 
  39. ^ "Harry Potter: Shrieking Shack Poll". Scholastic. Diarsipkan dari versi asli tanggal 14 Juli 2007. Diakses tanggal 18 Agustus 2007. 
  40. ^ "Rowling in Madeleine poster plea". BBC News. 16 Juli 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 7 September 2007. Diakses tanggal 17 Juli 2007. 
  41. ^ Shapiro, p. 258
  42. ^ Shapiro, p. 270
  43. ^ "10 million pounds to guard 7th Harry Potter book". Rediff News. 16 Juli 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 November 2007. Diakses tanggal 16 Juli 2007. 
  44. ^ "Editor Says Deathly Hallows Is Unleakable". MTV Overdrive (video). 17 Juli 2007. Diakses tanggal 19 Juli 2007. 
  45. ^ Savage, Mark (12 Juli 2007). "Potter embargo "could be broken"". BBC News. Diarsipkan dari versi asli tanggal 8 Agustus 2007. Diakses tanggal 17 Juli 2007. 
  46. ^ "Harry Potter Fans Transcribe Book from Photos". TorrentFreak. 18 Juli 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 Juli 2007. Diakses tanggal 19 Juli 2007. 
  47. ^ "New Potter book leaked online". The Sydney Morning Herald. 18 Juli 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Agustus 2007. Diakses tanggal 18 Juli 2007. 
  48. ^ "Harry Potter and the Deathly Hallows leaked to BitTorrent". TorrentFreak. 17 Juli 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 Juli 2007. Diakses tanggal 19 Juli 2007. 
  49. ^ Healey, Jon (20 Juli 2007). "Harry Potter Spoiler Count". Los Angeles Times. Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 September 2007. Diakses tanggal 20 Juli 2007. 
  50. ^ Hoyt, Clark (30 Juli 2007). "Did the Times Betray Harry Potter Fans?". The New York Times. Diarsipkan dari versi asli tanggal 8 Agustus 2007. Diakses tanggal 30 Juli 2007. 
  51. ^ a b Fenton, Ben (17 Juli 2007). "Web abuzz over Potter leak claims". Financial Times. Diakses tanggal 20 Juli 2007. 
  52. ^ Malvern, Jack (19 Juli 2007). "Harry Potter and the great web leak". The Times. London. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 Juli 2008. Diakses tanggal 19 Juli 2007. 
  53. ^ Kiehl, Stephen (18 Juli 2007). "The spell is broken". The Baltimore Sun. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 Juli 2007. Diakses tanggal 18 Juli 2007. 
  54. ^ "Press release from Scholastic". PR Newswire (from Scholastic). 18 Juli 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 September 2007. Diakses tanggal 18 Juli 2007. 
  55. ^ "Distributor mails final Potter book early". Today.com. 18 Juli 2007. Diakses tanggal 18 Juli 2007. 
  56. ^ Collier, Will (20 Juli 2007). "I Was an eBay Voldemort". National Review. Diarsipkan dari versi asli tanggal 24 Agustus 2010. Diakses tanggal 20 Juli 2007. 
  57. ^ Booth, Jenny; Alberge, Dalya (17 Juli 2007). "Potter book firm clashes with supermarket over price". The Times. UK. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 Juli 2008. Diakses tanggal 17 Juli 2009. 
  58. ^ Addley, Esther (18 Juli 2007). "Harry Potter and the supermarket giant, a very modern publishing tale". The Guardian. UK. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 April 2014. Diakses tanggal 18 Juli 2009. 
  59. ^ "British retailer sells final Potter book for $10, setting dangerous precedent for U.S. market". International Herald Tribune. 20 Juli 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-08-22. Diakses tanggal 17 Juli 2009. 
  60. ^ Krishnamoorthy, M.; Kaur, Manjit (21 Juli 2007). "Harry Potter and the ugly price war". The Star. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 April 2014. Diakses tanggal 21 Juli 2007. 
  61. ^ Looi, Elizabeth; Goh, Michelle (24 Juli 2007). "Bookstores end Harry Potter boycott". The Star. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 April 2014. Diakses tanggal 24 Juli 2007. 
  62. ^ "Plans for Sabbath sales of Harry Potter draw threats of legal action in Israel". International Herald Tribune. 17 Juli 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 September 2007. Diakses tanggal 18 Juli 2007. 
  63. ^ Shiri Lev-Ari (17 Juli 2007). "Yishai warns stores over Harry Potter book launch on Shabbat". Haaretz. Associated Press. Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 Juli 2010. Diakses tanggal 18 Juli 2007. 
  64. ^ Rowling, J. K. (2007). Harry Potter and the Deathly Hallows (Book 7) (Hardcover). ISBN 978-0545010221. 
  65. ^ Rowling, J. K. (2008). Harry Potter and the Deathly Hallows (Book 7) (Children's Edition) (Paperback). ISBN 978-0747595830. 
  66. ^ Rowling, J. K. (2008). Harry Potter and the Deathly Hallows Children's Paperback Edition (Paperback). ISBN 978-0545139700. 
  67. ^ Graeber, Laurel (2 Juli 2009). "Spare Times – For Children". The New York Times. Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 Agustus 2017. Diakses tanggal 12 Februari 2011. 
  68. ^ Rowling, J. K. (2007). Harry Potter and the Deathly Hallows (Book 7) (Adult Edition) (Hardcover). ISBN 978-1551929781. 
  69. ^ "Clues revealed in special edition Harry Potter cover". MSN allDay. 8 Juli 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 17 Juli 2011. Diakses tanggal 3 Maret 2011. 
  70. ^ "Harry Potter and the Deathly Hallows Celebratory Edition". Bloomsbury. Diarsipkan dari versi asli tanggal 17 Oktober 2010. Diakses tanggal 12 Februari 2011. 
  71. ^ Allen, Katie (30 Maret 2010). "Bloomsbury repackages Harry Potter". TheBookseller.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 September 2012. Diakses tanggal 25 Maret 2011. 
  72. ^ Matoshko, Alexandra (27 Juli 2007). "Ukrainian Potter comes first". Kyiv Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 April 2015. Diakses tanggal 29 Juli 2007. 
  73. ^ "Släppdatum för sjunde Harry Potter-boken klar!" (dalam bahasa Swedia). Tiden. Diarsipkan dari versi asli tanggal 4 Juli 2007. Diakses tanggal 24 Juli 2007. 
  74. ^ "Último "Harry Potter" tem título definido no Brasil". Folha de S. Paulo (dalam bahasa Portugis). 28 Mei 2007. Diakses tanggal 15 Desember 2010. 
  75. ^ "Harry Potter i insygnia śmierci". LibraryThing. 24 Desember 2007. Diakses tanggal 24 Desember 2007. 
  76. ^ "Harry Potter aur Maut Ke Tohfe – Hindi Version of the Deathly Hallows". India Club. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 Juli 2009. Diakses tanggal 4 Agustus 2009. 
  77. ^ "Harry Potter 7 Goes Green". detikcom. 13 Januari 2008. Diakses tanggal 13 Maret 2022. 
  78. ^ McCauley, Mary Carole (19 Juli 2007). "An inevitable ending to Harry Potter series". The Baltimore Sun. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 Agustus 2007. Diakses tanggal 21 Juli 2007. 
  79. ^ Fordham, Alice (21 Juli 2007). "Harry Potter and the Deathly Hallows". The Times. UK. Diarsipkan dari versi asli tanggal 17 Mei 2011. Diakses tanggal 25 Juli 2007. 
  80. ^ Kakutani, Michiko (19 Juli 2007). "An Epic Showdown as Harry Potter Is Initiated Into Adulthood". The New York Times. Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 April 2009. Diakses tanggal 20 Juli 2009. 
  81. ^ Hand, Elizabeth (22 Juli 2007). "Harry's Final Fantasy: Last Time's the Charm". The Washington Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 Mei 2010. Diakses tanggal 20 Juli 2009. 
  82. ^ "Harry Potter and the Deathly Hallows—Editor's Review". Kirkus Reviews. Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 Januari 2011. Diakses tanggal 6 Februari 2011. 
  83. ^ Craig, Amanda (28 Juli 2007). "Harry Potter and the Deathly Hallows". The Sunday Times. UK. Diakses tanggal 6 Februari 2011. 
  84. ^ Sawyer, Jenny (25 Juli 2007). "Missing from 'Harry Potter" – a real moral struggle". The Christian Science Monitor. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 September 2007. Diakses tanggal 25 Juli 2007. 
  85. ^ Hitchens, Christopher (12 Agustus 2007). "The Boy Who Lived". The New York Times. Diarsipkan dari versi asli tanggal 16 April 2009. Diakses tanggal 1 April 2008. 
  86. ^ Bennett, Catherine (28 Juli 2007). "A send-off fit for a wizard". The Guardian. UK. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 Oktober 2014. Diakses tanggal 12 Februari 2011. 
  87. ^ a b King, Stephen (17 Agustus 2007). "J K Rowling's Ministry of Magic". Entertainment Weekly (948). Diarsipkan dari versi asli tanggal 16 Agustus 2007. Diakses tanggal 21 Agustus 2007. 
  88. ^ "Record print run for final Potter". BBC News. 15 Maret 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 Maret 2007. Diakses tanggal 22 Mei 2007. 
  89. ^ Shapiro, p. 259-260
  90. ^ "New Harry Potter breaks pre-order record". RTÉ.ie Entertainment. 13 April 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 April 2007. Diakses tanggal 23 April 2007. 
  91. ^ Blais, Jacqueline; Anthony DeBarros (25 Juli 2007). "'Deathly Hallows' records lively sales". USA Today. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 Agustus 2009. Diakses tanggal 13 Juli 2009. 
  92. ^ Rich, Motoko (22 Juli 2007). "Record First-Day Sales for Last 'Harry Potter' Book". The New York Times. Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 Mei 2013. Diakses tanggal 13 Juli 2009. 
  93. ^ "'Harry Potter and the Deathly Hallows' Breaks Records". Fox News. Associated Press. 24 Juli 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 7 Mei 2009. Diakses tanggal 13 Juli 2009. 
  94. ^ Phelvin, Patrick (23 Juli 2007). "Harry Potter and the hallowed sales figures". The Daily Telegraph. London. Diarsipkan dari versi asli tanggal 24 Juli 2009. Diakses tanggal 13 Juli 2009. 
  95. ^ #9: J. K. Rowling Diarsipkan 17 Februari 2018 di Wayback Machine.. The Celebrity 100. Forbes. 11 Juni 2008. "The final one, Harry Potter and the Deathly Hallows, has sold 44 million since it was published last Juli, including 15 million in the first 24 hours." Retrieved 17 Juli 2009
  96. ^ a b "Harry Potter and the Deathly Hallows". Arthur A. Levine Books. 2001–2005. Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 Oktober 2007. Diakses tanggal 17 Juli 2009. 
  97. ^ "100 Notable Books of 2007". The New York Times. 2 Desember 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 April 2009. Diakses tanggal 17 Juli 2009. 
  98. ^ Fleischman, Paul (2 Desember 2007). "Notable Children's Books of 2007". The New York Times. Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 April 2009. Diakses tanggal 17 Juli 2009. 
  99. ^ Jones, Malcolm (13 Desember 2007). "Wizards, Warmongers and the West Coast". Newsweek. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 Desember 2010. Diakses tanggal 5 Februari 2011. 
  100. ^ Staff (5 November 2007). "PW's Best Books of the Year". Publishers Weekly. 254 (44). Diarsipkan dari versi asli tanggal 24 April 2014. Diakses tanggal 17 Juli 2009. 
  101. ^ "Best Books for Young Adults 2008". American Library Association. 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 Mei 2009. Diakses tanggal 17 Juli 2009. 
  102. ^ American Library Association. 2008 Notable Children's Books. Siaran pers.
  103. ^ "Official: Two Parts for Deathly Hallows Movie". ComingSoon.net. 25 Februari 2009. Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 Desember 2010. Diakses tanggal 2 Maret 2009. 
  104. ^ "Release Date Set for Harry Potter 7: Part I". ComingSoon.net. 25 April 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 Mei 2008. Diakses tanggal 25 Mei 2008. 
  105. ^ Schwartz, Alison (14 Juni 2010). "Daniel Radcliffe Calls Wrapping Up Harry Potter Devastating". People. Diarsipkan dari versi asli tanggal 8 Februari 2011. Diakses tanggal 22 Januari 2011. 
  106. ^ Gallagher, Brian (13 Agustus 2010). "Harry Potter and the Deathly Hallows Movie Split Revealed". MovieWeb. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 September 2012. Diakses tanggal 12 Februari 2011. 
  107. ^ Staskiewicz, Keith; Franich, Darren; Vary, Adam B. "'Harry Potter and the Deathly Hallows—Part 1': What's Changed?". Entertainment Weekly. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 Juli 2011. Diakses tanggal 12 Februari 2011. 
  108. ^ Bernadelli, James (17 November 2010). "Harry Potter and the Deathly Hallows I". Reelviews.net. Diarsipkan dari versi asli tanggal 24 Juli 2011. Diakses tanggal 13 Februari 2011. 
  109. ^ Reynolds, Simon (23 Agustus 2010). "'Deathly Hallows' screens to rave reviews". Digital Spy. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 Desember 2010. Diakses tanggal 2 Maret 2011. 
  110. ^ Harry Potter and the Deathly Hallows (Book 7) (Children's Edition) (Harry Potter Audio Book) (Audiobook) (Audio CD). AbeBooks. ISBN 0747591091. 
  111. ^ Harry Potter and the Deathly Hallows (Audiobook, Unabridged) (Audio CD). ISBN 0739360388. 
  112. ^ "Harry Potter and the Deathly Hallows published by Bloomsbury and HNP as an unabridged audiobook to be published simultaneously with the book for the first time on Juli 21st 2007". Bloomsbury. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Juni 2007. Diakses tanggal 17 Februari 2011. 
  113. ^ "Harry Potter and the Deathly Hallows". Simply Audiobooks. Diarsipkan dari versi asli tanggal 16 Juli 2011. Diakses tanggal 17 Februari 2011. 
  114. ^ Glenday, Craig, ed. (2008). Guinness World Records 2009. Guinness World Records. ISBN 978-1-904994-37-4. 
  115. ^ Gans, Andrew; Ku, Andrew (10 Februari 2008). "Spring Awakening Wins 2008 Best Musical Show Album Grammy; Krieger and Dale Also Win". Playbill. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Juni 2011. Diakses tanggal 17 Februari 2011. 
  116. ^ "AudioFile review: Harry Potter and the Deathly Hallows". AudioFile. Oktober–November 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 Desember 2010. Diakses tanggal 17 Februari 2011. 
  117. ^ "Harry Potter and the Deathly Hallows, Part 1 for PC Reviews". Metacritic. Diakses tanggal 17 Oktober 2018. 
  118. ^ "Harry Potter and the Deathly Hallows, Part 2 Critic Reviews for PC". Metacritic. Diakses tanggal 17 Oktober 2018. 
  119. ^ UK and US Reference:
    • The Tales of Beedle the Bard, Standard Edition (Harry Potter). ISBN 0545128285. 
    • Rowling, J. K. (2008). The Tales of Beedle the Bard (U.K. 1st printing). ISBN 978-0747599876. 
  120. ^ Rowling, J. K. (2007). "King's Cross". Harry Potter and the Deathly Hallows. 
  121. ^ Rowling, J. K. (2008). The Tales of Beedle the Bard, Collector's Edition (Offered Exclusively by Amazon) (9780956010902): J.K. Rowling: Books. ISBN 978-0956010902. 
  122. ^ "The Fairy Tales of J.K. Rowling". Amazon.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 14 Juni 2012. Diakses tanggal 23 April 2012. 
  123. ^ "Cursed Child is the 'eighth Potter story'". Pottermore. Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 Desember 2016. Diakses tanggal 22 Desember 2016. 
  124. ^ "News - Pottermore". Pottermore. Diarsipkan dari versi asli tanggal 8 Juni 2016. 
  125. ^ "About The Show". Harrypottertheplay.com. 23 Oktober 2015. Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 Oktober 2015. Diakses tanggal 23 Oktober 2015. 
  126. ^ Fashingbauer Cooper, Gael (21 Juli 2016). "Harry Potter script the most preordered book of 2016". CNN. Diakses tanggal 22 Juli 2016. 
  127. ^ Evans, Greg (2 Januari 2019). "Broadway's 'Harry Potter' & 'To Kill A Mockingbird' Break Box Office Records; Musicals Set House. Records". Deadline Hollywood. Diakses tanggal 12 Januari 2019. 

BibliografiSunting

Pranala luarSunting