Grand Prix F1 Brasil 2007

Koordinat: 23°42′13″S 46°41′59″W / 23.70361°S 46.69972°W / -23.70361; -46.69972

Grand Prix Brasil 2007 (atau bernama resmi XXXVI Grande Prêmio do Brasil) adalah acara lomba balapan mobil Formula Satu yang diselenggarakan di Autódromo José Carlos Pace di São Paulo, Brasil, pada tanggal 21 Oktober 2007. Lomba yang berlangsung selama 71 lap ini merupakan seri ketujuh belas dan terakhir dari rangkaian kalender balapan mobil Formula Satu musim 2007. Lomba ini berhasil dimenangkan oleh pembalap Ferrari, yaitu Kimi Räikkönen, yang juga tampil sebagai juara dunia musim 2007.[1] Rekan setimnya, yaitu Felipe Massa, menyelesaikan lomba ini di urutan kedua, sementara pembalap McLaren, yaitu Fernando Alonso, menutup posisi podium dengan finis di posisi ketiga.

Bendera Brasil Grand Prix Brasil 2007
Balapan 17 dari 17 dalam Formula Satu musim 2007
Autódromo José Carlos Pace (AKA Interlagos) track map.svg
Detail balapan
Tanggal21 Oktober 2007 (2007-10-21)
Nama resmiXXXVI Grande Prêmio do Brasil
LokasiAutódromo José Carlos Pace, São Paulo, Brasil
SirkuitFasilitas balap permanen
Panjang sirkuit4.309 km (2.677 mi)
Jarak tempuh71 putaran, 305.909 km (190.083 mi)
Cuaca37 °C (Udara), 63 °C (Trek)
Pole position
Waktu1:11.931
Putaran tercepat
Waktu1:12.445 putaran ke-66
Podium
PertamaFerrari
KeduaFerrari
KetigaMcLaren-Mercedes
Pemimpin balapan

Sebelum lomba ini berlangsung, Lewis Hamilton memiliki keunggulan selisih empat poin di klasemen kejuaraan dunia pembalap atas Alonso, dan tujuh poin atas Räikkönen.[2] Räikkönen mengawali start lomba ini dari posisi ketiga di belakang Hamilton. Selepas start, Räikkönen berhasil menyalip Hamilton, dan kemudian menyalip Massa pada saat Massa sedang menjalani pit stop. Sementara itu, Hamilton mengalami masalah girboks saat ia sedang berjuang memperbaiki posisi usai dipepet oleh Alonso tidak lama selepas start. Hamilton lantas berhasil mengejar ketinggalannya, dan finis di urutan ketujuh. Namun, hasil ini tidak cukup bagi Hamilton untuk membawanya merebut gelar juara dunia pembalap, dan kalah tipis dengan selisih satu poin saja atas Räikkönen. Alonso, yang finis di posisi ketiga dalam perlombaan tersebut, juga hanya berselisih satu poin saja di belakang Räikkönen di klasemen akhir kejuaraan dunia pembalap.[1]

Lomba Grand Prix Brasil 2007 menjadi lomba yang terakhir bagi tim Spyker, yang kemudian berubah nama menjadi Force India mulai musim 2008.[3] Ralf Schumacher juga menjalani lomba terakhirnya di dalam ajang Formula Satu, dengan ia yang gagal mendapatkan kursi membalap di tim manapun untuk musim 2008, yang kemudian membuatnya hengkang ke ajang Deutsche Tourenwagen Masters (DTM).[4]

Latar belakang jelang lomba

Persiapan sarana dan prasarana

 
Panorama Autódromo José Carlos Pace, sirkuit tempat berlangsungnya Grand Prix Brasil.

Jelang perlombaan Grand Prix Brasil 2007 digelar, sebuah renovasi berskala besar dalam 35 tahun terakhir dilakukan di Autódromo José Carlos Pace, yang bertujuan untuk memperbaiki masalah dan juga menanggapi beragam keluhan soal permukaan aspal sirkuit.[5][6] Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengganti lapisan aspal dan dilakukan pengaspalan baru.[7] Pada saat bersamaan, pintu masuk area pit lane juga direvisi dan ditingkatkan untuk alasan keamanan.[8] Sebagai konsekuensi dari rincian renovasi tersebut, maka sirkuit ini ditutup untuk sementara waktu, dan tidak ada acara lomba balapan apapun dalam waktu lima bulan jelang gelaran acara Grand Prix Brasil 2007.[9]

Pada tanggal 17 Oktober 2007, Companhia Paulista de Trens Metropolitanos (CPTM) membuka halte kereta komuter baru di Jalur C, yang diberi nama Autodromo, yang berlokasi tidak jauh dari sirkuit ini..[10][11][12][13] Halte tambahan di Jalur C ini dibuka, dengan maksud untuk lebih mempermudah akses bagi para penonton untuk menuju area sirkuit di samping, untuk menambah jalur akses antara bagian tengah dengan bagian tenggara kota São Paulo.[14][15][16]

Pergantian pembalap

Pembalap Williams, yaitu Alexander Wurz, memutuskan untuk pensiun dari arena balap F1 setelah berlangsungnya lomba Grand Prix Tiongkok 2007.[17] Williams lantas memilih untuk menurunkan pembalap tes mereka, yaitu Kazuki Nakajima, anak dari mantan pembalap Satoru Nakajima, untuk lomba Grand Prix Brasil 2007.[18] Dengan demikian, maka pada Grand Prix Brasil 2007, untuk yang pertama kalinya sejak Grand Prix Jepang 1995, ada tiga pembalap asal Jepang yang turun di dalam sebuah akhir pekan resmi lomba F1.[19]

Klasemen sebelum lomba

Sebelum akhir pekan lomba resmi dimulai, posisi puncak klasemen pembalap masih dipegang oleh Lewis Hamilton dengan 107 poin. Ia unggul atas peringkat kedua yang juga rekan setim sekaligus juara bertahan musim 2006, yakni Fernando Alonso, yang mengoleksi 103 poin.[2] Berbekal kemenangan di Grand Prix Tiongkok 2007, Kimi Räikkönen menguntit di posisi ketiga dengan 100 poin, atau selisih 7 poin dari Hamilton yang gagal finis di lomba tersebut.[20] Situasi menjelang lomba di Brasil mengingatkan para penggemar F1 pada kejadian menjelang berlangsungnya lomba Grand Prix Australia 1986, dengan tiga pembalap yang bersaing ketat mencoba memperebutkan gelar juara dunia pembalap. Pada saat itu, Alain Prost, yang berada di peringkat kedua klasemen kejuaraan dunia pembalap pada saat memasuki lomba penutup musim, sukses membalikkan keadaan, dan tampil sebagai juara setelah mengalahkan Nigel Mansell dan Nelson Piquet.[21] Federasi Otomotif Spanyol sempat mempertanyakan apakah nantinya tim McLaren akan memperlakukan kedua pembalapnya secara setara di akhir pekan Grand Prix Brasil 2007. Alonso sempat berujar di Grand Prix Tiongkok 2007, bahwa ada kemungkinan timnya mengakali strategi untuk dirinya agar bisa membantu Hamilton memenangi kejuaraan dunia pembalap, meskipun pada akhirnya dugaan itu terbantahkan, dengan gagal finisnya Hamilton di Shanghai.[22] FIA kemudian memutuskan bahwa mereka akan menurunkan salah satu steward-nya untuk mengawal tim McLaren di Brasil, meski kemudian Alonso meminta agar hal tersebut tidak perlu dilakukan.[23]

Sesi latihan bebas

 
Kazuki Nakajima menjalani debut lomba F1 pertamanya bersama dengan tim Williams di sesi latihan bebas hari Jumat.

Sesi latihan bebas hari Jumat pertama dijalankan dengan kondisi permukaan trek yang basah. Meskipun gerimis secara berkala berhenti, namun curah hujan menyirami trek hampir sepanjang sesi latihan bebas pertama ini berlangsung.[24] Kimi Räikkönen dan Felipe Massa sukses memuncaki sesi latihan bebas pertama ini, dengan jarak di antara keduanya yang mencapai setengah detik. Pembalap Renault, yaitu Heikki Kovalainen, dan pembalap Williams, yaitu Nico Rosberg, berada di urutan ketiga dan keempat di dalam sesi latihan bebas pertama ini. Sementara itu, Lewis Hamilton berada di urutan kelima dengan selisih 1,5 detik dari Räikkönen. Beberapa pembalap, salah satunya Fernando Alonso, lebih memilih untuk tidak turun di sesi latihan bebas pertama untuk menjaga setelan mobil untuk situasi trek yang diramalkan akan kering pada hari Sabtu dan Minggu.[25]

Pada sesi latihan bebas kedua, hujan tidak lagi turun dan trek mengering dengan cepat. Semua pembalap memanfaatkan kondisi ini untuk turun, dan hasilnya, Hamilton mampu berada di posisi pertama dengan waktu tujuh detik lebih cepat dari catatan Räikkönen di sesi latihan bebas pertama yang berlangsung dalam kondisi yang basah. Alonso, Massa, dan Räikkönen menyusul di belakang Hamilton di akhir sesi latihan bebas kedua ini.[26]

Paska sesi latihan bebas, steward atau pengawas lomba dari FIA memeriksa seluruh mobil peserta, dan menemukan adanya kejanggalan pada set ban yang dipakai oleh Hamilton, Jenson Button, dan Takuma Sato, yang diketahui telah menggunakan dua set ban basah yang berbeda di sesi latihan bebas pertama.[27] Sesuai peraturan F1 pada saat itu, bahwa jika di sesi latihan bebas hari Jumat turun hujan, maka set ban yang boleh diambil untuk dipergunakan yaitu ban semi basah (intermediate) atau ban basah penuh. Tim McLaren pun akhirnya mengakui adanya kesalahan penggunaan ban ini, dan FIA kemudian mengeluarkan hukuman denda sebesar 15.000 Euro untuk tim McLaren, Honda, dan Super Aguri. Sebagai langkah antisipasi kecurangan pada saat lomba ini berlangsung, FIA juga menarik satu set ban basah baru yang segar dari ketiga pembalap tersebut.[28]

Sesi kualifikasi

Sesi kualifikasi hari Sabtu berlangsung dalam kondisi panas terik. Pada sesi Q1, seperti biasanya para pembalap tim papan bawah tereliminasi. Duet pembalap tim Spyker, yaitu Adrian Sutil dan Sakon Yamamoto, bersama dengan duet pembalap tim Super Aguri, yaitu Takuma Sato dan Anthony Davidson, tersingkir bersama dengan pembalap debutan Kazuki Nakajima dari tim Williams. Pembalap Renault, yaitu Heikki Kovalainen, juga tersingkir dari sesi Q1 kualifikasi.[29]

Pada sesi Q2, dua pembalap Honda, yaitu Rubens Barrichello dan Jenson Button, bersama dengan duet pembalap tim Toro Rosso, yaitu Sebastian Vettel dan Vitantonio Liuzzi, tersingkir bersama dengan Giancarlo Fisichella dalam balapan terakhirnya untuk tim Renault dan Ralf Schumacher dalam balapan terakhirnya untuk tim Toyota.[30]

Dalam sesi Q3 yang menyisakan 10 pembalap, Nico Rosberg mencatatkan waktu tercepat urutan kesepuluh untuk tim Williams. Ia akan start di baris kelima bersama dengan pembalap Red Bull Racing, yaitu David Coulthard, yang menduduki urutan kesembilan grid. Di baris keempat grid, ada Jarno Trulli dari tim Toyota di urutan delapan dan Robert Kubica dari tim BMW Sauber di urutan ketujuh. Rekan setim Kubica, yaitu Nick Heidfeld, berada di urutan keenam, dan Mark Webber, yang tampil cukup baik di sesi kualifikasi, berhasil meraih posisi start kelima. Di barisan kedua grid, ada Fernando Alonso dari McLaren di urutan keempat dan Kimi Räikkönen di urutan ketiga. Felipe Massa sukses mencuri perhatian publik Brasil dengan meraih pole position, diikuti oleh Lewis Hamilton yang akan start di posisi kedua.[31][32]

Sesi perlombaan

Lap 1 sampai 14

 
Dua pembalap tim Ferrari melakukan start bagus di awal lomba.

Hanya 21 mobil saja yang mengikuti start di kotak grid, karena ada masalah yang terjadi dengan mobil Spyker Adrian Sutil, yang kemudian memilih memulai balapan dari pit lane. Saat start dimulai, dua pembalap Ferrari, yaitu Felipe Massa dan Kimi Räikkönen, mampu melakukan start dengan sempurna, dengan Räikkönen yang sukses menyalip Lewis Hamilton di area luar jelang masuk tikungan pertama.[33] Fernando Alonso lantas menyalip Hamilton dari sisi dalam, dan kemudian di tikungan Reta Oposta, ia mempertahankan diri dengan memblok dan mengerem keras untuk menghindari serangan balik dari Hamilton. Di sisi lain, Hamilton mengerem dengan keras dan kemudian keluar dari jalur perlombaan pada saat ia mencoba meyalip kembali Alonso. Ia bergabung kembali dalam arena perlombaan di urutan delapan tepat di belakang mobil Toyota Jarno Trulli. Masih di lap pertama, Vitantonio Liuzzi kehilangan sayap depannya, dan terpaksa harus menepi masuk ke dalam pit untuk melakukan perbaikan. Memasuki lap kedua di tikungan pertama, Giancarlo Fisichella harus tersingkir dari perlombaan setelah ia melebar keluar trek dan kemudian ditabrak oleh Sakon Yamamoto pada saat mencoba kembali memasuki trek.[34] Di sisi lain, Rubens Barrichello tertangkap komputer pengawas lomba mencuri start, dan sebagai konsekuensinya, ia harus menjalani penalti drive-through.[35]

Di barisan depan, Hamilton berusaha sangat keras untuk meraih kembali posisinya yang hilang. Di lap kedua, ia berhasil menyalip Trulli, dan naik ke urutan ketujuh. Selang empat lap kemudian, ia menyalip Nick Heidfeld untuk menempati posisi keenam. Hal yang tidak diinginkan pun terjadi beberapa menit kemudian dengan masalah girboks mendadak yang menimpa Hamilton.[36] Di area tikungan Reta Oposta, Hamilton tidak bisa melakukan pengoveran gigi dan terus melambat, yang mengakibatkan ia dilewati oleh para pembalap yang lainnya.[37][38] Setelah melaju lambat selama 30 detik, Hamilton berhasil mengatur ulang settingan girboks di mobilnya, dan melaju normal kembali. Ia saat itu berada di posisi ke-18. Dengan dua pembalap Ferrari yang berada di posisi paling depan, Hamilton setidaknya membutuhkan finis kelima untuk bisa merebut gelar juara dunis pembalap, atau posisi ketujuh jika Räikkönen hanya finis di urutan kedua.[38]

Lap 15 sampai 30

Di bagian depan, tidak ada posisi yang berubah: pada lap ke-15, duet pembalap tim Ferrari unggul hampir 12 detik di depan Alonso yang berada di posisi ketiga. Pada lap tersebut, Hamilton naik ke peringkat ke-11 setelah berhasil melewati Rubens Barrichello, Ralf Schumacher, Anthony Davidson, Takuma Sato dan Kazuki Nakajima.[35] Ia juga mengambil keuntungan dari tersingkirnya Mark Webber yang mengalami masalah girboks. Sebelum tersingkir, Webber berada di posisi kelima.[39]

Setelah 20 lap, para pembalap di posisi depan mulai melakukan aktivitas pitstop untuk pertama kalinya. Robert Kubica menjadi pembalap yang pertama yang masuk ke dalam pit dengan mengambil strategi tiga kali pit stop. Felipe Massa yang memimpin lomba juga masuk ke dalam pit di lap yang sama oleh sebelum kemudian disusul oleh Kimi Räikkönen satu lap setelahnya, dengan strategi bahan bakar yang lebih ringan, untuk membantunya mencoba menyalip Massa di pit stop kedua nanti.[35] Para pembalap lain, diantaranya Fernando Alonso, Jarno Trulli, Sebastian Vettel, dan Lewis Hamilton juga masuk pit di lap ke-22. Alonso bertahan dengan pemilihan ban yang keras, sementara Hamilton mengadu nasib dengan mengubah strategi pitnya menjadi tiga kali, yang merupakan sebuah strategi yang riskan di trek Brasil yang memiliki jalur pit yang panjang.[39] Hamilton memilih untuk memakai ban lunak dan mengisi bahan bakar lebih sedikit.[40] Nick Heidfeld jadi pembalap terakhir yang masuk pit stop pertama di lap ke-25.

Lap 31 sampai 60

Setelah putaran pertama pit stop, Massa kembali memimpin di posisi pertama dengan selisih 3,3 detik di Räikkönen. Alonso bertahan di posisi ketiga dengan tertinggal 17 detik. Hamilton kembali melorot ke posisi ke-13 dengan selisih 50 detik dari Massa, dan kemudian sempat tertahan di belakang pembalap tuan rumah Barrichello. Sebuah insiden pit stop terjadi di lap ke-32, pada saat Kazuki Nakajima melakukan pit stop pertamanya yang kurang sempurna, dengan ia yang menabrak dua mekanik pitnya.[41] Setelah kejadian ini, kedua mekanik tersebut dibawa ke klinik sirkuit untuk diperiksa, dan tidak mengalami luka serius.[35]

 
Heikki Kovalainen sedang menyaksikan jalannya lomba usai tersingkir dari perlombaan.

Di lap ke-34, Kubica, dengan isi tangki bahan bakar yang sedikit, sukses menyalip Alonso untuk menduduki posisi ketiga. Namun, ia hanya bertahan selama lima lap saja, sebelum kemudian masuk ke dalam pit dan turun ke posisi ketujuh. Hamilton masuk pit di lap ke-37 dan beralih ke ban keras. Di lap yang sama, Heikki Kovalainen, yang sebelumnya berhasil finis di 16 lomba di kalender musim balap 2007, melintir di arena Tikungan ke-3 dan menabrak tembok pembatas.[35] Akibat dari insiden ini, Kovalainen terpaksa tersingkir dari perlombaan, dan ia kehilangan peluang langka untuk menjadi seorang pembalap pendatang baru yang berhasil finis dalam seluruh lomba di dalsm satu musim berjalan.[39] Pada lap ke-40, giliran Barrichello yang tersingkir akibat masalah mesin. Bagi Barrichello sendiri, musim 2007 menjadi musim yang paling buruk sepanjang kariernya, dengan ia yang gagal mencetak satu poin pun selama satu musim ini berjalan.[39]

Pada lap ke-43, putaran kedua pit stop dimulai, dengan pembalap yang pertama masuk pit adalah David Coulthard dari posisi ke-8, diikuti oleh Trulli (yang sedang berada di posisi enam) satu lap kemudian. Sementara itu, di posisi depan, Massa membuat kesalahan dan melebar di area tikungan Descida do Lago, yang membuat Räikkönen merapat mendekatinya.[35] Massa kemudian masuk ke dalam pit di lap ke-50, diikuti oleh Alonso di lap ke-52 dan Räikkönen pada lap ke-53. Sebelum masuk ke dalam pit, Räikkönen mencetak beberapa lap tercepat, dan dengan dibantu teknisi kru pit Ferrari yang handal, ia berhasil keluar dari pit tepat di depan Massa.[39] Pada saat ini, Räikkönen secara virtual tampil sebagai juara dunia. Kubica dan Alonso masih bersaing memperebutkan tempat ketiga, namun Kubica masih harus menjalani satu kali pit stop lagi. Lewis Hamilton sendiri berada di posisi ke-8 dengan selisih satu menit dibelakang Räikkönen. Hamilton masuk pit stop untuk yang terakhir kalinya di lap 57 dan kembali ke posisi ke-9, sementara perjudian Kubica dengan strategi tiga kali pitnya gagal, dengan ia yang jatuh ke posisi ke-6 setelah masuk pit di lap ke-59. Di lap ini juga, Hamilton sukses salip Coulthard untuk posisi kedelapan, dan mencetak lap tercepat.[35]

Lap 61 sampai 71

 
Nick Heidfeld (kiri) vs. Nico Rosberg (kanan).
 
Kimi Räikkönen merayakan kemenangan GP Brasil dan gelar juara dunia pembalap musim 2007.

Di lap ke-61, Rosberg mencoba untuk menyalip Heidfeld di area trek lurus garis start finis. Namun, aksi Heidfeld yang mencoba memblok Rosberg (yang sudah sukses menyalip) malah membuat keduanya melebar ke luar trek pada saat memasuki tikungan pertama.[40] Kubica mencoba mengambil keuntungan dari skema ini, dan berhasil menyalip keduanya sekaligus, dan naik ke posisi keempat.[33] Selanjutnya, ada Coulthard yang bertarung melawan pembalap debutan Nakajima, Coulthard lantas melintir saat mencoba menyalip Nakajima, namun ia masih bisa melanjutkan lomba. Hamilton yang mulai putus asa masih terus berjuang agar bisa finis di urutan kelima. Ia naik ke posisi tujuh pada saat Trulli masuk ke dalam pit.[33]

Di sisa lap-lap akhir, Räikkönen sudah dekat dengan gelar kejuaraan dunia pembalap. Akan tetapi, jika seandainya ada pembalap lain di urutan delapan besar yang terpaksa tersingkir, maka masih memungkinkan gelar juara dunia pembalap Formula Satu musim 2007 jatuh ke tangan Hamilton atau Alonso. Pertarungan yang paling menarik di akhir lomba adalah antara Rosberg dan Kubica pada lap ke-70, dengan Rosberg yang sukses menyalip Kubica dan naik ke posisi empat.[42][43] Pada saat bendera finis dikibarkan, Räikkönen berhasil memenangi lomba ini, disusul oleh Massa dan Alonso. Hamilton dengan kerja kerasnya harus puas finis di urutan tujuh dan gagal meraih gelar juara dunia pembalap Formula Satu musim 2007.[35] Räikkönen sempat terkejut saat diberitahu oleh timnya bahwa ia tampil menjadi juara dunia, dan selisih poinnya atas Hamilton dan Alonso di klasemen setelah lomba ini berakhir hanya satu poin saja.[33] Dalam klasifikasi, Hamilton dinyatakan meraih posisi kedua di klasemen akhir kejuaraan dunia pembalap, meski ia dan Alonso sebenarnya sama-sama mencetak empat kemenangan lomba sepanjang musim 2007, karena Hamilton lebih banyak meraih posisi finis kedua.[40]

Paska perlombaan

Kimi Räikkönen menjadi juara dunia pembalap Formula Satu yang ketiga dari Finlandia setelah Keke Rosberg dan Mika Hakkinen.[45] Kesuksesan Räikkönen membalikan keadaan di akhir musim sangat langka setelah ia tertinggal 26 poin dari pemimpin klasemen di tengah musim setelah lomba di Indianapolis. Sebelum Räikkönen meraih gelar juara dunia pembalap di musim 2007, hanya sekali saja pembalap di posisi tiga klasemen kejuaraan dunia pembalap mampu membalikan keadaan dan memenangi gelar juara dunia pembalap, yaitu Giuseppe Farina yang memenangi lomba Grand Prix Italia 1950 sekaligus gelar musim 1950.[46] Hal ini kemudian diulangi lagi oleh Sebastian Vettel di musim 2010.

Terkait dengan kekalahannya di perebutan gelar juara dunia pembalap Formula Satu musim 2007, Lewis Hamilton menyatakan bahwa dirinya tetap bergembira dengan hasil posisi kedua klasemen akhir kejuaraan dunia pembalap yang ia raih, terlebih dirinya baru saja masuk F1 setelah naik kelas dari Seri GP2. Hamilton percaya bahwa tim McLaren sudah membuktikan kualitasnya sebagai salah satu tim yang memiliki mobil tercepat dan kompetitif.[44] Sementara itu, Fernando Alonso, yang terlibat perang dingin dengan tim McLaren dan Hamilton, berujar bahwa ia sama sekali tidak punya kesempatan melawan duet pembalap tim Ferrari pada saat lomba ini berlangsung, dan pada akhirnya lebih memilih untuk tetap bertahan di posisi ketiga sambil menunggu sesuatu terjadi. Praktis, peluang dirinya untuk mempertahankan gelar juara dunia pun tertutup, karena menggantungkan harapan pada kondisi atau keadaan orang lain.[44]

Dalam hasil pemeriksaan paska lomba, ditemukan bahwa mobil Rosberg, Kubica, dan Heidfeld memiliki kadar bahan bakar yang terlalu dingin. Merujuk pada peraturan, bahan bakar hanya boleh 10 derajat lebih rendah dari temperatur udara. Bahan bakar yang dingin bisa meningkatkan performa mobil meski menurut analisis BBC, keunggulan yang didapatkan tidak akan lebih dari satu detik dalam satu jarak perlombaan.[47] Melihat hal ini, pihak pengawas lomba memeriksa secara teliti selama beberapa jam setelah lomba sebelum kemudian memutuskan tidak menghukum pembalap terkait permasalahan ini. Menurut pengawas perlombaan, pengukuran temperatur saat lomba berlangsung sangat tidak menentu dan tidak bisa diambil angka pasti.[48] Seandainya keputusan pengawas lomba memutuskan tiga pembalap tersebut dihukum maka Hamilton akan naik ke posisi keempat dan sekaligus akan meraih gelar dunia. Tim McLaren yang tidak puas akan keputusan ini kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi FIA, yang kemudian pada tanggal 16 November 2007 telah memutuskan untuk menolak permohonan banding tim McLaren dengan alasan prosedur protes yang diajukan oleh tim McLaren tidak tepat seperti alur yang diminta.[49][50] Hasil ini menegaskan juga bahwa hasil lomba di Brasil adalah pasti, dan status gelar juara dunia pembalap Formula Satu musim 2007 yang diraih oleh Räikkönen telah terkonfirmasi. Meskipun sebelum keputusan pengadilan keluar, sangat sulit untuk gelar juara dunia untuk berpindah tangan, terkait dengan kredibilitas F1 dan FIA yang kelak nantinya juga akan ikut dipertanyakan. Meski mengaku kecewa, namun baik Alonso ataupun Hamilton telah menyatakan bahwa mereka juga tidak suka apabila sebuah gelar juara dunia diraih melalui pengadilan.[51][52] Räikkönen sebagai juara mendapatkan dukungan dari Bernie Ecclestone dan Max Mosley dalam permasalahan ini.[53][54]

Sepekan setelah lomba, tersiar kabar bahwa Hamilton melakukan kesalahan sendiri yang mengakibatkan girboksnya macet di lomba Grand Prix Brasil 2007.[55] Diyakini pada saat itu, ia menekan tombol yang salah di setir mobilnya.[56] Akan tetapi, tim McLaren kemudian membantah berita ini, dan menegaskan bahwa kasus kejadian girboks macet di mobil Hamilton di Brasil diakibatkan karena faktor teknologi, bukan karena faktor pembalap.[57] Salah satu penyebab faktor girboks Hamilton macet pada saat lomba ini berlangsung adalah karena masalah mekanis perpindahan gigi atau masalah perangkat lunak.[57] Penegasan dari tim McLaren ini juga menjadi klarifikasi bagi para media dan penggemar, setelah banyaknya kesalahpahaman mengenai apa yang sebenarnya telah terjadi.[58]

Rekapitulasi

Kualifikasi

Pos. No. Pembalap Konstruktor Q1 Q2 Q3 Grid
1 5   Felipe Massa Ferrari 1:12.303 1:12.374 1:11.931 1
2 2   Lewis Hamilton McLaren-Mercedes 1:13.033 1:12.296 1:12.082 2
3 6   Kimi Räikkönen Ferrari 1:13.016 1:12.161 1:12.322 3
4 1   Fernando Alonso McLaren-Mercedes 1:12.895 1:12.637 1:12.356 4
5 15   Mark Webber Red Bull-Renault 1:13.081 1:12.683 1:12.928 5
6 9   Nick Heidfeld BMW Sauber 1:13.472 1:12.888 1:13.081 6
7 10   Robert Kubica BMW Sauber 1:13.085 1:12.641 1:13.129 7
8 12   Jarno Trulli Toyota 1:13.470 1:12.832 1:13.195 8
9 14   David Coulthard Red Bull-Renault 1:13.264 1:12.846 1:13.272 9
10 16   Nico Rosberg Williams-Toyota 1:13.707 1:12.752 1:13.477 10
11 8   Rubens Barrichello Honda 1:13.661 1:12.932 11
12 3   Giancarlo Fisichella Renault 1:13.482 1:12.968 12
13 19   Sebastian Vettel Toro Rosso-Ferrari 1:13.853 1:13.058 13
14 18   Vitantonio Liuzzi Toro Rosso-Ferrari 1:13.607 1:13.251 14
15 11   Ralf Schumacher Toyota 1:13.767 1:13.315 15
16 7   Jenson Button Honda 1:14.054 1:13.469 16
17 4   Heikki Kovalainen Renault 1:14.078 17
18 22   Takuma Sato Super Aguri-Honda 1:14.098 18
19 17   Kazuki Nakajima Williams-Toyota 1:14.417 19
20 23   Anthony Davidson Super Aguri-Honda 1:14.596 20
21 20   Adrian Sutil Spyker-Ferrari 1:15.217 21
22 21   Sakon Yamamoto Spyker-Ferrari 1:15.487 22
Sumber:[59]

Lomba

Pos. No. Pembalap Konstruktor Lap Waktu/Tersingkir Grid Poin
1 6   Kimi Räikkönen Ferrari 71 1:28:15.270 3 10
2 5   Felipe Massa Ferrari 71 +1.493 1 8
3 1   Fernando Alonso McLaren-Mercedes 71 +57.019 4 6
4 16   Nico Rosberg Williams-Toyota 71 +1:02.848 10 5
5 10   Robert Kubica BMW Sauber 71 +1:10.957 7 4
6 9   Nick Heidfeld BMW Sauber 71 +1:11.317 6 3
7 2   Lewis Hamilton McLaren-Mercedes 70 +1 lap 2 2
8 12   Jarno Trulli Toyota 70 +1 lap 8 1
9 14   David Coulthard Red Bull-Renault 70 +1 lap 9
10 17   Kazuki Nakajima Williams-Toyota 70 +1 lap 19
11 11   Ralf Schumacher Toyota 70 +1 lap 15
12 22   Takuma Sato Super Aguri-Honda 69 +2 lap 18
13 18   Vitantonio Liuzzi Toro Rosso-Ferrari 69 +2 lap 14
14 23   Anthony Davidson Super Aguri-Honda 68 +3 lap 20
Ret 20   Adrian Sutil Spyker-Ferrari 43 Rem 21
Ret 8   Rubens Barrichello Honda 40 Mesin 11
Ret 4   Heikki Kovalainen Renault 35 Insiden 17
Ret 19   Sebastian Vettel Toro Rosso-Ferrari 34 Hidraulis 13
Ret 7   Jenson Button Honda 20 Mesin 16
Ret 15   Mark Webber Red Bull-Renault 14 Girboks 5
Ret 21   Sakon Yamamoto Spyker-Ferrari 2 Tabrakan 22
Ret 3   Giancarlo Fisichella Renault 2 Tabrakan 12
Sumber:[60]

Klasemen setelah lomba

  • Catatan: Hanya posisi lima besar saja yang dimasukkan ke dalam klasemen di atas.
  • Teks tebal mengindikasikan Juara Dunia musim 2007.

Referensi

  1. ^ a b "Kimi Raikkonen Juara Dunia!". Detik.com. Diakses tanggal 12 Desember 2017. 
  2. ^ a b Alan Henry (2008). Autocourse 2008–09. CMG Publishing. hlm. 170–171. ISBN 1-905334-31-1. 
  3. ^ "Spyker change name to Force India". BBC Sport. 24 October 2007. Diakses tanggal 24 October 2007. 
  4. ^ "Ralf Schumacher's F1 career could be over". CBC News. Canadian Broadcasting Corporation. 27 December 2007. Diakses tanggal 31 August 2014. 
  5. ^ "Interlagos será fechado para reforma" (dalam bahasa Portuguese). folhadaregiao.com.br/. 14 June 2007. Diakses tanggal 5 August 2007. [pranala nonaktif]
  6. ^ "As obras em Interlagos" (dalam bahasa Portuguese). autodromointerlagos.com/. 4 September 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 October 2007. Diakses tanggal 8 September 2007. 
  7. ^ "FIA tem uma justificada preocupação com o GP Brasil de Fórmula 1" (dalam bahasa Portuguese). gpbrasil.com.br/. Diarsipkan dari versi asli tanggal 7 August 2007. Diakses tanggal 5 August 2007. 
  8. ^ "Alargamento da entrada dos boxes, para maior segurança dos pilotos" (dalam bahasa Portuguese). autodromointerlagos.com/. Diarsipkan dari versi asli tanggal 7 August 2007. Diakses tanggal 5 August 2007. 
  9. ^ "Reforma deve acabar com problemas no asfalto de Interlagos" (dalam bahasa Portuguese). clicabrasilia.com.br/. 13 June 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 September 2007. Diakses tanggal 5 August 2007. 
  10. ^ "ESTAÇÃO AUTÓDROMO É INAUGURADA NESTA QUARTA-FEIRA" (dalam bahasa Portuguese). CET – Companhia de Engenharia de Tráfego. 16 October 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 July 2011. Diakses tanggal 23 October 2007. 
  11. ^ "INAUGURAÇÃO DA ESTAÇÃO AUTÓDROMO DÁ LARGADA PARA O METRÔ DE SUPERFÍCIE EM SP" (dalam bahasa Portuguese). CET – Companhia de Engenharia de Tráfego. 18 October 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 July 2011. Diakses tanggal 23 October 2007. 
  12. ^ "CIRCULAÇÃO DE TRENS GANHA ESQUEMA ESPECIAL PARA GP BRASIL DE F1" (dalam bahasa Portuguese). CET – Companhia de Engenharia de Tráfego. 18 October 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 October 2007. Diakses tanggal 23 October 2007. 
  13. ^ "INAUGURAÇÃO DA ESTAÇÃO AUTÓDROMO MARCA INÍCIO DO METRÔ DE SUPERFÍCIE, NA CAPITAL" (dalam bahasa Portuguese). CET – Companhia de Engenharia de Tráfego. 22 October 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 July 2011. Diakses tanggal 23 October 2007. 
  14. ^ "CET Operação Interlagos 2007" (dalam bahasa Portuguese). CET – Companhia de Engenharia de Tráfego. Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 October 2007. Diakses tanggal 17 October 2007. 
  15. ^ "GOVERNADOR GERALDO ALCKMIN DÁ INÍCIO ÀS OBRAS DE EXTENSÃO DA LINHA C" (dalam bahasa Portuguese). CPTM – Companhia Paulista de Trens Metropolitanos. 21 November 2005. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 July 2011. Diakses tanggal 17 October 2007. 
  16. ^ "COMPANHIA INICIA OBRAS PARA BENEFICIAR POPULAÇÃO DA GRANDE SÃO PAULO" (dalam bahasa Portuguese). CPTM – Companhia Paulista de Trens Metropolitanos. 27 December 2005. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 July 2011. Diakses tanggal 17 October 2007. 
  17. ^ "The AT&T Williams driver, Alex Wurz, today confirmed his retirement from active racing in Formula One". PitPass. Diakses tanggal 1 Januari 2017. 
  18. ^ "Nakajima to debut for Williams in Brazil". Times of Malta. Diakses tanggal 12 April 2015. 
  19. ^ "Kazuki Nakajima to make F1 race debut". F1 Fanatic / Keith Collantine. Diakses tanggal 16 Agustus 2015. 
  20. ^ "Näin F1:n piste-ero kehittyi kauden aikana". Diakses tanggal 14 April 2015. 
  21. ^ "Hamiltonin paineensieto puntariin F1-kauden päätöskisassa". Diakses tanggal 14 April 2015. 
  22. ^ "Alonso Continues Attacks on McLaren and Hamilton". F1 Fanatic / Keith Collantine. Diakses tanggal 18 April 2014. 
  23. ^ "FIA steward to ensure equality for McLaren duo". The Independent. Diakses tanggal 17 Agustus 2014. 
  24. ^ Brazilian Grand Prix - Free Practice Round-Up. Toyota Gazoo. Diakses 5 Mei 2019.
  25. ^ "Practice 1: Kimi heads Ferrari 1–2". ITV-F1. 19 October 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 21 October 2007. Diakses tanggal 20 October 2007. 
  26. ^ "Practice 2: Hamilton shades Alonso". ITV-F1. 19 October 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 21 October 2007. Diakses tanggal 20 October 2007. 
  27. ^ Hamilton investigated for tyre rule breach. Autosport. Diakses 4 Mei 2019.
  28. ^ "Lewis escapes penalty over rule breach". ITV-F1. 19 October 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 21 October 2007. Diakses tanggal 20 October 2007. 
  29. ^ "Kovalainen: Oma moka". MTV3 Finlandia. Diakses tanggal 17 Agustus 2016. 
  30. ^ Brazilian Grand Prix - Qualifying Round-Up. Situs resmi Toyota Motorsport. Diakses 5 Mei 2019.
  31. ^ "Ferrari-leiri käärmeissään Hamiltonille". MTV3 Finlandia. Diakses tanggal 17 Agustus 2016. 
  32. ^ "Hamilton pyysi anteeksi Räikköseltä". MTV3 Finlandia. Diakses tanggal 17 Agustus 2016. 
  33. ^ a b c d Raikkonen shatters Hamilton's dream, Crash.net, diakses 12 November 2015.
  34. ^ Yamamoto: Fisichella crash unavoidable, Autosport, diakses 12 November 2015.
  35. ^ a b c d e f g h 2007 Brazilian grand prix - live! The Guardian. Diakses 5 Mei 2019.
  36. ^ Hamilton gearbox problem. Youtube. Diakses 5 Mei 2019.
  37. ^ Hamiltonin vaihteisto meni vapaalle, MTV3 Finland, diakses 17 Agustus 2016.
  38. ^ a b Lewis Hamilton and the Brazilian GP: Why hasn't he won at Interlagos?, Sky Sports, diakses 8 Januari 2018.
  39. ^ a b c d e Brazilian GP 2007 review: Raikkonen champion by a point, F1 Fanatic, diakses 2 Januari 2018.
  40. ^ a b c Brazil 2007 Report. Grand Prix. Diakses 5 Mei 2019.
  41. ^ Nakajima impresses despite pit lane fracas, Crash.net, diakses 12 Desember 2017.
  42. ^ Brazil Sunday quotes: BMW, Autosport, diakses 11 November 2017.
  43. ^ Rosberg celebrates best result yet, diakses 11 November 2017.
  44. ^ a b c Raikkonen champion as Lewis stalls, Cable News Network, diakses 8 Janurari 2018.
  45. ^ Finns stunned by Raikkonen's title success, Reuters, diakses 2 Januari 2018.
  46. ^ Raikkonen clinches F1 title by winning Brazilian GP, Brad Spurgeon, NY Times, diakses 1 Januari 2018.
  47. ^ McLaren submit Brazil GP appeal, BBC, diakses 2 Januari 2018.
  48. ^ McLaren: We want clarity on fuel temperature issue. Crash.net. Diakses 5 Mei 2019.
  49. ^ FIA confirm McLaren appeal, RTE, diakses 1 Januari 2018.
  50. ^ McLaren lose Brazilian GP appeal, BBC, diakses 2 Januari 2018.
  51. ^ Alonso hopes Raikkonen's title stands, Autosport, diakses 1 Januari 2018.
  52. ^ Hamilton doesn't want a title won in appeal, Autosport, diakses 1 Januari 2018.
  53. ^ Ecclestone laittaa arvovaltansa peliin Räikkösen puolesta, MTV3 Finlandia, diakses 1 Januari 2018.
  54. ^ FIA:n Mosley puolustaa Räikkösen mestaruutta, MTV3 Finlandia, diakses 1 Januari 2018.
  55. ^ Revealing comments from Hamilton and Massa, F1 Fanatic, diakses 8 Januari 2018.
  56. ^ Did Hamilton press the wrong button?, PitPass, diakses 8 Januari 2018.
  57. ^ a b Did Hamilton cause his gearbox problem?, F1 Fanatic, diakses 8 Januari 2018.
  58. ^ Hamilton did not admit causing car failure in Brazil, F1 Fanatic, diakses 8 Januari 2018.
  59. ^ "FORMULA 1 Grande Prêmio do Brasil 2007 - Qualifying". Formula1.com. Formula One Group. 20 October 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 31 October 2013. Diakses tanggal 27 December 2015. 
  60. ^ "FORMULA 1 Grande Prêmio do Brasil 2007 - Race". Formula1.com. Formula One Group. 21 October 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 December 2014. Diakses tanggal 27 December 2015. 
  61. ^ a b 2007 Formula 1 drivers and constructors world championships final standings, F1 Mix. Diakses 14 April 2018

Pranala luar

Seri sebelumnya: Kejuaraan dunia FIA Formula Satu
musim 2007
Seri selanjutnya:
Grand Prix F1 Tiongkok 2007 Grand Prix F1 Australia 2008
Tahun sebelumnya: Grand Prix Brasil Tahun selanjutnya:
Grand Prix F1 Brasil 2006 Grand Prix F1 Brasil 2008