FIA Driver Categorisation

FIA Driver Categorisation (id: Kategorisasi Pembalap FIA) adalah sebuah standarisasi FIA yang diperbarui setiap tahun untuk pembalap mobil. Kategorisasi ini berfungsi untuk memberi standar professional pembalap serta mengetahui kemampuan pembalap mobil apakah masuk ke kategori profesional atau amatir.

Rio Haryanto adalah pembalap Indonesia satu-satunya yang berada di kategori Platinum FIA.

Kategorisasi awal didasarkan pada usia dan catatan karir pembalap, yang dapat disesuaikan di musim-musim berikutnya sesuai dengan catatan kecepatan balapan dan hasil seri yang menggunakan sistem kategorisasi.[1] Hasil lomba juga ikut berperan ketika beberapa pembalap berbagi mobil selama perlombaan berjalan dan karena itu juga sistem kategorisasi ini lebih ditekankan pada ajang balap mobil beregu seperti WEC atau IMSA.

Secara umum kategorisasi pembalap FIA dibagi dalam empat tingkatan berbeda yaitu: Platinum, Gold, Silver dan Bronze.[2][3]

Status tingkatan para pembalap bisa dicek di tautan ini.

PersyaratanSunting

PlatinumSunting

Fernando Alonso berada di tingkat Platinum sebagai juara dunia Formula Satu dan pemenang lomba Le Mans 24 Jam.
Chase Elliott meraih tingkat Platinum sebagai juara musim NASCAR Seri Piala meskipun ia belum pernah menang lomba IMSA kelas prototipe.

Kategori tertinggi dalam kategorisasi pembalap FIA adalah tingkat Platinum. Tingkat ini diberikan kepada semua pembalap profesional yang memenuhi setidaknya dua dari persyaratan berikut:[1]

GoldSunting

Kyle Larson berada di tingkat Gold karena pernah memenangi lomba Daytona 24 Jam kelas prototipe.
Mark Winterbottom, juara Kejuaraan Supercars musim 2015, yang saat ini berada di tingkat Gold.

Kategori tertinggi kedua dalam kategorisasi pembalap FIA adalah tingkat Gold. Tingkat ini diberikan kepada semua pembalap profesional yang memenuhi salah satu persyaratan berikut:[1]

  • Pembalap yang memenuhi satu kriteria Platinum.
  • Pembalap yang finis tiga besar dalam klasemen ajang balap kursi tunggal sekunder seperti:
  • Pembalap telah berkompetisi di Kejuaraan FIA Formula 2/GP2 Series, Kejuaraan FIA Formula 3 atau Super Formula sejak 2012 dan telah finis di podium minimal tiga kali atau lebih dalam satu musim kalender
  • Juara musim ajang balap mobil kursi tunggal regional atau nasional (termasuk Formula Tiga, Formula Renault 2.0, Kejuaraan Atlantik hingga 2009, Seri Euro V8)
  • Pembalap yang finis tiga besar dalam klasemen umum ajang-ajang seperti:
  • Pemenang seri GT utama seperti:
    • Kejuaraan FIA GT
    • Seri Blancpain GT (Pro)
    • Kejuaraan Dunia FIA GT1
    • Kejuaraan Eropa FIA GT3
    • Master ADAC GT
    • Kejuaraan GT Inggris
    • Seri GT Asia
    • Atau kategori GT dari seri Sportscar utama (Piala Le Mans Antarbenua, Seri Le Mans Eropa, Seri Le Mans Amerika, dll.) dengan pembalap dari kategori yang lebih rendah atau sama, kategori GT4 dan LMP3 tidak termasuk.
  • Pembalap yang telah membalap di Seri Internasional utama dengan pernah meraih kemenangan balapan, podium dan posisi pole.
  • Pembalap yang waktu putaran rata-ratanya secara konsisten lebih cepat atau lebih cepat di sebagian besar musim daripada waktu putaran rata-rata pembalap kategori Gold yang berkompetisi di acara yang sama pada musim tersebut (jika faktor waktu ini tidak diperhitungkan, ia akan dikategorikan sebagai Silver).
  • Pembalap yang penampilan dan prestasinya, meskipun tidak tercakup dalam salah satu definisi di atas, dapat dianggap sebagai Gold oleh FIA.
  • Kategorisasi pembalap untuk setiap pembalap yang berusia di atas 50 tahun akan dikurangi satu tingkat untuk musim setelah ulang tahun ke-50 mereka.
  • Kategorisasi pembalap untuk setiap pembalap di atas 55 tahun akan dikurangi dua tingkat untuk musim setelah ulang tahun ke-55 mereka.

SilverSunting

Sean Gelael salah satu pembalap Indonesia yang berada di tingkat Silver.
Christopher Bell berada di tingkat Silver atas pencapaiannya sebagai juara NASCAR Seri Truk musim 2017.

Kategori campuran antara profesional dan amatir tertinggi dalam kategorisasi pembalap FIA adalah tingkat Silver. Tingkat ini diberikan kepada semua pembalap yang memenuhi salah satu persyaratan berikut:[4]

  • Pembalap berusia di bawah 30 tahun dan tidak memenuhi kriteria Platinum atau Gold.
  • Pembalap memenangkan satu musim penuh kejuaraan regional atau nasional utama.
  • Pembalap telah memenangkan perlombaan Kejuaraan Ketahanan Dunia.
  • Pembalap telah memenangkan seri non-profesional baik nasional maupun internasional yang diselenggarakan oleh pabrikan (seperti Porsche GT3, Lamborghini Supertrophy, dll.)
  • Pembalap telah berkompetisi di kompetisi karting internasional tingkat tinggi.
  • Pembalap mampu memenuhi waktu putaran lap rata-rata tingkat Silver selama pengujian saat si pembalap masih dikategorikan Bronze.
  • Pembalap bekerja sebagai pelatih, pelatih atau instruktur balap.
  • Pembalap yang prestasi dan prestasinya tidak tercakup dalam salah satu definisi di atas dapat ditunjuk oleh FIA sebagai pembalap Silver.
  • Pembalap memenuhi dua persyaratan Platinum tetapi sudah berusia di atas 55 tahun.
  • Pembalap memenuhi persyaratan Gold tetapi sudah berusia di atas 50 tahun.

BronzeSunting

Kategori terendah dalam kategorisasi pembalap FIA adalah tingkat Bronze. Tingkat ini diberikan kepada semua pembalap yang memenuhi salah satu persyaratan berikut:[4]

  • Pembalap berusia 30 tahun atau lebih ketika lisensi balap pertamanya dikeluarkan dan memiliki sedikit atau tidak memiliki pengalaman diatas mobil balap kursi tunggal.
  • Pembalap berusia di atas 30 tahun dan telah dikategorikan sebagai pembalap tingkat Silver tetapi tidak memenuhi persyaratan Silver selama tiga tahun.
  • Pembalap berusia di bawah 30 tahun ketika lisensi balapnya diterbitkan dan tidak berkompetisi dalam kompetisi karting atau balap apa pun yang akan memenuhi syarat untuk tingkat Silver.
  • Pembalap sudah memenuhi dua persyaratan Gold tetapi berusia di atas 55 tahun.
  • Pembalap memenuhi persyaratan Silver tetapi berusia di atas 50 tahun.

Aturan terkaitSunting

Selain aturan tetap di atas, FIA juga memiliki aturan berikut tentang kategorisasi ini:[4]

  • Pembalap tidak dapat dipromosikan atau diturunkan selama musim berjalan.
  • Pembalap yang dibayar oleh pabrikan tidak dapat dikategorikan lebih rendah dari Gold.
  • Setiap pembalap di atas usia 60 tahun tidak dapat dikategorikan lebih tinggi dari Bronze.
  • Setiap pembalap yang telah diturunkan tingkatannya dalam waktu 3 tahun sebelum ulang tahunnya yang ke-50, 55 dan 60 tidak akan diturunkan pada tahun ulang tahunnya.
  • Setiap pembalap yang telah keluar dari ajang balap selama 10 tahun atau lebih akan dikategorikan satu tingkat lebih rendah dari kualifikasinya yang terakhir.
  • Setiap pembalap yang berusia di atas 50 tahun dan telah keluar dari ajang balap selama 5 tahun atau lebih akan dikategorikan satu tingkat lebih rendah dari kualifikasinya yang terakhir
  • Hasil apa pun yang pencapaiannya lebih tua dari 10 tahun tidak diperhitungkan dalam kualifikasi tingkat apa pun.
  • Setiap downgrade karena usia tidak dapat diupgrade lagi.
  • FIA diperbolehkan untuk mempromosikan atau menurunkan peringkat pembalap atas kebijakannya sendiri.

KritikSunting

Pembalap Amerika Serikat Joey Hand menjadi salah satu pembalap yang mengkritik skema kategorisasi pembalap FIA. Dirinya yang berada di tingkat Platinum, berkat prestasinya Daytona 24 Jam dan Sebring 12 Jam, mengaku sempat kesulitan mencari kursi di ajang yang lebih rendah terutama di balap GT dikarenakan tingkatannya terlalu tinggi sementara ajang-ajang tersebut kebanyakan diisi pembalap yang tingkatannya Gold atau Silver.[5]

ReferensiSunting

Pranala luarSunting