Buka menu utama
Dederuk jawa
Streptopelia bitorquata -Saipan-8.jpg
Di Saipan berada di Pulau Mariana
Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Columbiformes
Famili: Columbidae
Genus: Streptopelia
Spesies: S. bitorquata
Nama binomial
Streptopelia bitorquata
(Temminck, 1809)

Dederuk jawa (Streptopelia bitorquata) adalah spesies burung dalam keluarga Columbidae.

Spesies ini mempunyai distribusi yang terputus-putus, terjadi di Filipina[1] dan Kepulauan Indonesia dari Jawa hingga Timor Leste, tetapi tidak ada di Kalimantan atau Sulawesi. Ini juga telah berintroduksi hingga Guam dan Kepulauan Mariana Utara, kendati populasi di Guam telah berkurang dengan terjadinya introduksi ular coklat pohon. Habitat alam dederuk jawa adalah hutan dataran rendah subtropis atau hutan dataran rendah tropis yang lembab dan hutan bakau subtropis atau hutan bakau tropis.[1]

Daftar isi

Deskripsi Badan dan SuaraSunting

Tubuh berukuran sedang (30 cm). Ekor panjang. Tubuh warna coklat kemerah-jambuan. Mirip Tekukur biasa. Perbedaan antara tekukur biasa dengan dederuk jawa adalah warna kepala lebih abu-abu. Bercak hitam pada sisi leher bertepi putih. Tidak berbintik putih. Bagian tengah membujur bulu ekor berwarna coklat. Kedua sisi bulu ekor abu-abu dengan tepi agak putih. Iris jingga, paruh hitam dengan pangkal merah, kaki merah keunguan.[1] Suaranya adalah "kru-kruuu... kwok".[2] Terkadang sebelum berbunyi dengan suara tersebut, biasanya burung ini mengeluarkan suara seperti "tertawa" terlebih dahulu apabila dikelompokkan dengan sesamanya. Setelah itu burung ini mengangguk-anggukan badannya ke sesamanya sambil bersuara demikian sebagai tanda berinteraksinya.

PerilakuSunting

Mengunjungi tempat-tempat terbuka, pedesaan dekat hutan, tetapi terutama di hutan mangrove sampai ketinggian 600 mdpl. Beristirahat pada pohon-pohon kecil, makan di daerah terbuka di atas permukaan tanah, berpasangan atau dalam kelompok-kelompok kecil.[2]

Burung ini tergolong hewan omnivora karena hewan ini gemar makan biji-bijian. Seperti: biji jagung, biji beras, biji beras merah, biji kacang dan biji kacang hijau. Terkadang juga, burung ini sering dijumpai memakan pasir, tanah, batu, batu bata atau mengikis tembok yang retak dan tujuan dari burung tersebut adalah untuk melancarkan pencernaannya.[butuh rujukan]

PenggunaanSunting

Dederuk jenis ini dipergunakan sebagai fauna identitas Kabupaten Bantul. Adapun juga, dederuk jawa dalam Bahasa Jawa artinya puter.[3] Burung ini juga sering digunakan dalam acara pertunjukan sulap tradisional, terutama yang berwarna putih.

Bahasa LainSunting

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b c http://www.bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_dederuk_jawa.htm
  2. ^ a b http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/dederuk-jawa/
  3. ^ "fauna identitas kota dan kabupaten di Yogyakarta". 19 October 2010. Diakses tanggal 4 February 2012. 
  4. ^ a b c d e Lepage, Denis. "Dederuk Jawa (Streptopelia bitorquata) (Temminck, 1809)". Avibase-the world bird database. Diakses tanggal 4 February 2012.