Bursa efek atau bursa saham (Stock exchange) adalah sebuah pasar yang berhubungan dengan pembelian dan penjualan efek perusahaan yang sudah terdaftar di bursa itu.[1] Bursa efek tersebut, bersama-sama dengan pasar uang merupakan sumber utama permodalan eksternal bagi perusahaan dan pemerintah. Biasanya terdapat suatu lokasi pusat, setidaknya untuk catatan, namun perdagangan kini semakin sedikit dikaitkan dengan tempat seperti itu, karena bursa saham modern kini adalah jaringan elektronik, yang memberikan keuntungan dari segi kecepatan dan biaya transaksi. Karena pihak pihak yang bertransaksi tidak perlu saling tahu lawan transaksinya, perdagangan dalam bursa hanya dapat dilakukan oleh seorang anggota, sang pialang saham. Permintaan dan penawaran dalam pasar-pasar saham didukung faktor-faktor yang seperti halnya dalam setiap pasar bebas, mempengaruhi harga saham (lihat penilaian saham).

Gedung Bursa Saham New York

Sebuah bursa saham sering kali menjadi komponen terpenting dari sebuah pasar saham. Tidak ada keharusan untuk menerbitkan saham melalui bursa saham itu sendiri dan saham juga tidak mesti diperdagangkan di bursa tersebut: hal semacam ini dinamakan "off exchange". Untuk saham yang sudah terdaftar perdagangannya harus dilapor ke bursa yang bersangkutan.[1]

Penawaran pertama dari saham kepada investor dinamakan pasar perdana atau pasar primer yang biasa dikenal pembelian saham IPO (Initial Public Offering) dan perdagangan selanjutnya disebut pasar kedua atau pasar sekunder.[2] Pada pasar perdana para investor hanya bisa membeli saham, jika investor ingin menjual kembali sahamnya maka dapat dilakukan di pasar sekunder melalui perantara pedagang saham atau broker.

Syarat pencatatan saham (listing)Sunting

Perusahaan harus memenuhi syarat sebuah bursa saham agar saham mereka dapat dilist dan diperdagangkan di sana. Ini karena saham ini akan diperjualbelikan tanpa diperiksa keabsahannya, tanpa Due Diligence lagi. Bursa harus melakukan Due Diligence untuk publik. Contohnya, agar dapat dicatat dalam NYSE (Bursa Saham New York), sebuah perusahaan mesti telah menerbitkan setidaknya 1 juta saham seharga US$100 juta dan mesti telah mendapatkan lebih dari US$10 juta dalam tiga tahun terakhir. [1]

Untuk pasar saham di Indonesia, syarat penawaran saham perdana oleh perusahaan akan dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok, seperti menurut aset perusahaan. Untuk perusahaan skala usaha kecil adalah jika memiliki aset maksimal sebesar Rp 50 miliar. Sedangkan untuk perusahaan skali menengah ditetapkan kisaran asetnya adalah Rp 50 miliar-Rp 250 miliar. Selain itu, dalam aturan lain disebutkan bahwa apabila perusahaan atau emiten diperbolehkan mencatat adanya kerugian ketika perusahaan tersebut telah tercatat di bursa efek dan telah wajib mencatat pendapatannya usahanya pada tahun buku yang terakhir.[3]

Bursa utama di duniaSunting

 
Australian Securities Exchange's Sydney Exchange Centre, Sydney

19 Bursa Efek Utama Dunia: per 31 Desember 2010

Ekonomi Bursa Efek Kapitalisasi pasar
(Miliar Dolar AS)
Nilai Perdagangan
(Miliar Dolar AS)
  Amerika Serikat
  Eropa
NYSE Euronext 15970 19813
  Amerika Serikat
  Eropa
NASDAQ OMX 4931 13439
  Jepang Bursa Efek Tokyo 3827 3787
  Britania Raya Bursa Efek London 3613 2741
  Tiongkok Bursa Saham Shanghai 2717 4496
  Hong Kong Bursa Efek Hong Kong 2711 1496
  Kanada Bursa Efek Toronto 2170 1368
  India Bursa Efek Mumbai 1631 258
  India Bursa Saham Nasional India 1596 801
  Brasil BM&F Bovespa 1545 868
  Australia Bursa Efek Australia 1454 1062
  Jerman Deutsche Börse 1429 1628
  Tiongkok Bursa Saham Shenzhen 1311 3572
  Swiss Bursa Efek Swiss 1229 788
  Spanyol Bursa Efek BME 1171 1360
  Korea Selatan Bursa Efek Korea 1091 1607
  Rusia MICEX 949 408
  Afrika Selatan Bursa Saham Johannesburg 925 340

Bursa efek utama:

GaleriSunting

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b Ekonomi, Warta (2020-09-02). "Apa Itu Bursa Efek?". Warta Ekonomi. Diakses tanggal 2020-10-05. 
  2. ^ Okezone (2019-01-19). "Mengenal Pasar Perdana dan Pasar Sekunder : Okezone Economy". Diakses tanggal 2020-10-05. 
  3. ^ Wareza, Monica. "Emiten Mini Mau IPO, Ini Lho Aturan Mainnya". market. Diakses tanggal 2020-10-05.