Buka menu utama


Burkhanisme atau disebut juga dengan Ak Jang adalah sebuah pergerakan agama baru yang menyebar di antara suku-suku padalaman di wilayah Gorno Altai, Russia(okrug), pada tahun 1904 sampai dengan sekitar tahun 1930’an. Tsar Russia mengkhawatirkan potensi pergerakan keagamaan ini untuk mengendalikan pemberontakan lokal, dan kemungkinan adanya kekuatan-kekuatan asing yang bersembunyi di dalamnya. Pemerintah Uni Sovyet juga pernah menekan komunitas keagamaan ini karena kekhawatiran akan potensinya untuk menyatukan berbagai Suku Turki di Siberia dengan semangat satu nasionalisme.

Pada awalnya agama ini bersifat millenaris,kharismatik,dan menolak segala bentuk klenik. Akan tetapi sedikit demi sedikit perkembangan para penganut Burkhanisme, malah kehilangan sifat-sifat ini, dan malah menjadi pratik keagamaan rutin, terorganisasi dalam hierarki, dan berbalik menyesuaikan diri dengan Kepercayaan Rakyat Altai yang sudah ada sebelumnya. Hingga sekarang Burkhanisme masih hidup dalam beberapa bentuk pembaruan.

Pengertian BurkhanismeSunting

Burkhanisme berasal dari istilah bahasa Inggris “Burkhanism”. Salah satu dewa dalam Burkhanisme adalah Ak-Burkhan atau Burkhan putih. Kata Burkhan dalam beberapa bahasa rumpun Turki dan Mongolia berarti Buddha. Burkhanisme bukan merupakan sekte agama Buddha, dan Ak-Burkhan bukan seorang Buddha.

Dalam bahasa Altai, agama ini disebut dengan istilah Ak Jang yang artinya “Kepercayaan Putih”. Putih merujuk pada penekanan dunia yang lebih tinggi di dalam konsep kosmologi Tengriisme, yang dianut masyarakat rumpun Turki dan Mongolia. Dalam penjabaran alternatif lain, nama ini mungkin bermakna penolakan Ak Jang pada sesaji berupa hewan, yang sebagai gantinya sesaji yang berupa susu kuda atau minuman susu kuda beralkohol. “Jang” berarti seperangkat hukum atau kebiasaan dalam melakukan berbagai hal, yang dapat berfungsi sebagai pengatur sistem politik selain keagamaan.

Sejarah AwalSunting

Pada bulan April 1904 Chet Chelpan (atau Chot Chelpanov) bersama dengan anak angkatnya Chugul Sarok Chandyk melaporkan penglihatan seorang penunggang kuda putih yang berpakaian putih. Figur ini adalah sosok yang disebut Ak-Burkhan (Burkhan Putih), yang memberitahukan tentang kedatangan seorang pahlawan mistis penyelamat bernama Oirat Khan. Setelah mendapatkan wahyu ini, Chet dan Chugul mengumpulkan ribuan orang dari Suku Altai untuk menghadiri pertemuan doa yang berlangsung di lembah Tereng. Kejadian ini mendapatkan tekanan keras dari rakyat Russia. Pada tahun 1906 Chet dan Chugul dipenjarakan, dan baru dibebaskan pada tahun 1906 setelah dibuktikan bahwa kepercayaan ini tidak membahayakan kepentingan pemerintah Tsar Rusia.

Andrei A. Znamenski, seorang peneliti pernah membandingkan pergerakan Burkhanisme dengan gerakan pemurnian ajaran agama lokal pada suku-suku pedalaman di seluruh dunia, misalnya Tarian Hantu pada penduduk asli Amerika dan Ritual Perahu di Melanesia. Dalam penelitiannya ia mengungkapkan bahwa alasan pergerakan yang utama adalah adanya kekhawatiran pada masyarakat Altai, bahwa suatu saat nanti mereka akan tergantikan dengan adanya rusifikasi oleh kolonialis Russia. Selain itu rakyat Altai juga mempunyai keberatan dengan pembayaran pajak dan wajib militer dengan bobot yang sama dengan para petani Russia.

Andrei Vinogradov melihat Burkhanisme sebagai pola khas pergerakan suku-suku nomadic Turki dan Mongolia. Hal ini didedikasikan untuk mempersatukan keluarga dan klan (seok) dalam sebuah kekaisaran di padang rumput luas, yang dalam hal ini memang sangat sulit untuk direalisasikan. Pemujaan berbagai epos dalam Ajaran Burkhanisme diajarkan secara lisan. Setelah satu dekade banyak Rakyat Altai yang telah menganut ajaran ini.

Pada tahun 1918 Gregorri Choros-Gurkin dan para pemimpin suku Altai lainnya mengumumkan pembentukan sesuatu yang disebut sebagai Komite Regional Karakorum (Karakorumkaia Okruzhnaia Uprava) dengan tujuan membentuk “Republik Oirat”. Hal ini tidak hanya ditujukan untuk Altai saja, tetapi juga bagi Republic Turkic Tuva dan Khakassia. Keduanya dibubarkan ketika naiknya kekuatan Bolshevik pada tahun 1921.

Konsep KetuhananSunting

Burkhanisme mengadopsi tradisi kepercayaan eksistensi tiga dunia dari tradisi Turco-Mongolic. Ketiga dunia tersebut adalah dunia atas, tengah, dan bawah, atau bermakna surge, dunia dan dunia bawah. Walau demikian kepercayaan ini menolak pemujaan terhadap dewa-dewi pengatur”dunia bawah”, yang kemudian digantikan dengan kultus pemujaan tokoh-tokoh epos Altai. Tokoh-tokoh dalam cerita ini tidak dipuja dalam Agama Shamanisme Altai.